Kisah ini berawal ketika tim ruqyah mendatangi sebuah hotel berbintang lima di bilangan jakarta pusat, ketika itu sebuah kejadian yang menggetarkan bulu kuduk bagi siapapun yang melihatnya terjadi, seorang kayawati hotel mengalami kematian yang mengenaskan secara misterius, dengan kondisi sekujur tubuh hangus seperti terbakar dan raut wajah yang tampak shock, mayat karyawati tersebut masih dalam keadaan seperti ketika ia mengalami maut yaitu dengan mata yang terbuka tebelalak.

Saksi mata mengatakan bahwa yuni (nama samaran) korban wanita yang mengalami hal tersebut sesaat setelah mengantarkan makanan pesanan dari sebuah kamar di lantai empat terlihat seperti orang yang terkena listrik tegangan tinggi padahal tidak ada satupun kabel listrik atau satu benda pun yang terkoneksi dengan listrik di tempat ia mati mengenaskan itu, kejadian itu berlangsung hanya sekitar satu menit saja.

Sofyan (nama samaran) mengatakan yuni ketika itu terlihat sedang bersenandung sebuah lagu peterpan, namun tiba-tiba ia berteriak sangat keras dan terlihat cahaya putih di seluruh badannya, dan beberapa saat kemudian yuni terkapar dan mati mengenaskan di tempat itu. Abu Albani memeriksa jasad tersebut satu jam setelah dihubungi pihak managament hotel. Setelah memeriksa jasad tersebut Abu Albani menyimpulkan bahwa ada serangan jin yang meminta tumbal atau wadal di tempat kejadian ini, dugaan sementara tentunya pemilik hotel tersebut di simpulkan telah bersekutu dengan sekelompok jin untuk mendapatkan keinginannya.

Abu albani berkoordinasi dengan pihak management hotel untuk menghadirkan pemilik hotel tersebut untuk dimintai keterangan secara jelas, Tapi bukanlah perkerjaan mudah untuk menghadirkan seorang pengusaha besar, namun karena kejadian kematian tragis itu maka pemilik hotel bersedia menemui undangan management hotel dan pihak klinik ruqyah.

Setelah pemilik hotel datang Abu Albani menanyakan perihal awal mulanya hotel ini berdiri sampai kepada kejadian saat ini. Dari pengakuan pemilik hotel tersebut bahwa awal mula usaha hotel tersebut di mulai dari pertapaannya pemilik hotel tersebut di pantai Parangtritis yang dijalaninya selama 21 hari berturut-turut, dengan tidak makan dan tidak minum, ritual ini dilakukan atas arahan seorang paranormal yang di temui beliau disebabkan persoalan ekonomi yang membelit hidupnya. Dahulu ia hanyalah seorang penjual gorengan yang mempunyai banyak masalah hutang, akibatnya penderitaan itu menjadi sebab-musabab beliau mencari jalan lain selain rizki yang sudah di berikan oleh Allah.

Singkat cerita dari hasil pertapaannya tersebut beliau mendapatkan bisikan bahwa di hari yang ke 21 dia akan mendapatkan sebuah benda yang akan mendatanginya pada pukul 2 pagi. Benar kiranya bisikan tersebut di rasakan oleh beliau tepat pada pukul 2 pagi, datanglah seorang kakek berbusana serba hitam membawakan sebuah keris, kakek itu mengatakan bahwa apabila keris ditanam di sebidang tanah maka akan mendatangkan kemakmuran dan kejayaan .

Karna obsesinya sudah tercapai yaitu mendapatkan benda pusaka yang membawa berkah maka secepatnya dia mencari orang yang dapat meminjamkan sebidang tanah untuk sarana penanaman benda pusaka itu. Maka mulailah ia mengajak beberapa orang untuk menjadi partner, dan berhasil meyakinkan seorang yang mempunyai sebidang tanah untuk bisa di pakai sebagai tempat usaha.

Singkat cerita ia pun mendirikan warung kopi dilokasi tersebut, dan keajaiban pun terjadi. Sejak dibukanya warung tersebut banyak sekali pengunjung yang datang, bahkan selalu ramai hingga pagi hari. Dalam kurun waktu satu tahun saja ia sudah mampu mempunyai cabang-cabang usaha dimetropolitan ini. Tidak hanya sekedar warung kopi namun sudah beberapa restauran ia miliki, sehingga dalam waktu kurang lebih lima tahun ia telah memiliki sebuah hotel berbintang lima ditempat dimana ia menanam keris pusaka tersebut.

Maka sejak saat itu jadilah ia seorang konglomerat baru yang cukup disegani, kehidupannya tidak lagi serba kurang melainkan sangat berlebihan. Dalam satu minggu saja tidak kurang dari dua kali ia pergi keluar negri untuk mengurus beberapa cabang usaha yang ada di negara lain. Namun setelah kurang lebih dua puluh tahun setelah dia menikmati kesuksesan dari hasil persekutuannya dengan jin (yang ada di media keris pusaka) yang pada awalnya tidak ada masalah yang ditimbulkannya, kini Jinn/ syetan yang berada dalam keris tersebut mulai meminta imbalannya kepada beliau. Itu terbukti sudah dua orang karyawannya mati mengenaskan secara misterius.

Abu Albani menegaskan kepada pemilik hotel tersebut bahwa ia harus siap menerima segala konsekuensinya bila hotelnya telah di ruqyah, karena akanmenyebabkan hilangnya kejaiban dan khasiat yang selama ini ia dapati dari keris itu. Karena secara pasti usaha yang ia bangun dan ia geluti setelah di ruqyah nanti akan menjadi normal seperti pengusaha yang lainnya, yaitu apabila ingin mendapatkan kesuksesan dan keuntungan harus dengan cara-cara profesional, tidak instant seperti yang ia dapati sekarang ini.

Akhirnya setelah mendapatkan tausiah tentang cara berbisnis yang halal dalam islam ia menyetujui untuk meruqyah gedung miliknya tersebut. Setelah mendapat persetujuan Abu Albani meminta satu orang saksi untuk menemaninya dalam proses ruqyah gedung tersebut. Sebelum di mulai Abu Albani menanyakan adakah pengkhususan sebuah tempat atau kamar di hotel itu yang tidak di bolehkan oleh orang lain untuk digunakan atau di sewakan. Pihak hotel mengatakan ada sebuah kamar yang memang selama ini hanya khusus diperuntukkan untuk owner saja, maka Abu Albani meminta ijin memulai proses ruqyah dari kamar tersebut.

Singkat cerita proses ruqyah di mulai, ketika Abu Albani dan seorang saksi masuk kekamar tersebut terdengar sebuah letupan keras seperti suara senjata api, suara itu pun mengagetkan keduanya, saksi terlihat ketakutan dan meminta penjelasan apa yang terjadi dengan suara ledakan tersebut. Abu Albani menjawab sebentar lagi Bapak akan melihat sesuatu hal besar yang akan terjadi. Maka mulailah Abu Albani melantunkan ayat-ayat ruqyah dengan suara keras, sesaat kemudian terdengar lagi beberapa kali suara letupan yang serupa.

Karena khawatir suara keras tersebut terdengar orang lain, maka Abu Albani mengatakan kepada saksi hotel agar mengecek keluar kamar apakah suara tersebut terdengar oleh orang lain. Benar saja setelah saksi itu keluar kamar didapatinya tamu-tamu hotel berhamburan dan berlarian, terlihat mereka panik dan takut denga apa yang mereka dengar, mereka mengira ada kontak senjata yang menyebabkan bunyi letupan berkali-kali.

Setelah mendapatkan keterangan itu Abu Albani meminta saksi tersebut berkoordinasi dengan manajemen hotel untuk mengevakuasi sementara tamu-tamu tersebut ketempat yang aman. Setelah keadaan etrkendali Abu Albani memulai kembali proses ruqyahnya dikamar itu, kali ini ia melantunkan ayat-ayat ruqyah jauh lebih keras dari sebelumnya. Maka tiba-tiba beberapa saat kemudian terdengarlah letupan yang lebih keras dari arah lantai ruangan, dan terlihat sebuah benda berpendar cahaya merah keluar dari lantai tersebut dan menyebabkan terbentuknya lubang menganga dilantai itu. Kemudian benda yang berpendar cahaya merah tersebut memantul-mantul dari langit-langit ke arah dinding-dinding ruangan tersebut dan akhirnya jatuh kelantai. Dengan segera Abu Albani mendekati benda tersebut. Setelah diperhatikan benda itu adalah sebuah keris lurus sepanjang 20cm tampak merah membara seperti baru di tempa oleh pandai besi. Kemudian keris tersebut dibungkus kain sarung, dan Abu Albani menemui pemilik hotel.

Setelah bertemu pemilik hotel Abu Albani menanyakan padanya apakah keris ini yang ia dapati 20 tahun yang lalu di parangtritis, pemilik hotel itu mengatakan bahwa benar adanya sosok keris itu yang ia dapati 20 tahun yang lalu. Abu Albani bertanya lagi kepada pemilik hotel tersebut apakah ia rela kalau keris itu tersebut di musnahkan agar gangguan yang terjadi di hotel itu hilang selama-lamanya, dengan yakin ia mengatakan saya rela dan ikhlas keris itu dimusnahkan

Singkat cerita keris itu di musnahkan dan Abu Albani pun meruqyah seluruh gedung dan memberi nasehat kepada pemilik hotel agar tidak bersekutu dengan jin dalam hal apapun, di surat jin ALLAH SWT berfirman :
“Dan sesungguhnya ada beberapa laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin tetapi mereka (jin) menjadikan manusia bertambah sesat “ (Qs Al-jinn ayat 6)

Maka setelah proses ruqyah itu hotel tersebut tidak lagi mengalami kejadian mengenaskan dan mereka memulai konsep kerja dengan profesionalisme dan meninggalkan kesyirikan (mempersekutukan ALLAH SWT ). Wallahu ‘Alam Bisshawab.

DIKUTIP DARI SINI