Pertemuan saya dengan si fulan ini secara tidak sengaja, pada hari jum’at tanggal 21-01-2011 pagi hari saya melihat si fulan ini berjoget-joget diluar kantor PEMDA Mesuji mengikuti irama musik Senam Kesegaran Jasmani yang sedang diputar. Saya melihat si fulan ini walau gila namun tubuhnya sangat bersih dan pakaiannya rapi dan juga memakai kopiah.

Saya lalu langsung menekati si fulan yang sedang berjoget-joget. alhamdulillah si fulan yang sedang dalam keadaan junun (gila) ini tidak ngamuk ketika saya dekati.  Saya lalu mengajaknya ngobrol untuk mengorek keterangan darinya. Dia sembari terus-menerus menggerakkan tangannya menceritakan bahwa dia punya ilmu Nabi Sulaiman, dia bisa bahasa binatang,bisa menaklukkan jin. Seluruh malaikat bisa dia panggil dan bisa dimintai pertolongan.

Saya sembari tersenyum lalu memintanya untuk memperlihatkan khodam jin yang sudah dia taklukkan, Si fulan ini lalu memegang dadanya dan melemparkan tangannya dihadapan saya sembari mengatakan “ ini jin saya coba kamu lihat dia sekarang berada dihadapanmu” . Beberapa Petugas SATPOL PP yang sedari tadi berada di samping saya lalu tertawa terbahak-bahak lalu mencemo’oh tingkah polah si junun ini😀 .Saya lalu menyuruhnya diam dan langsung merefleksi kepala dan lehernya dan selama beberapa menit meruqyahnya.

Dari pengalaman saya meruqyah orang gila, saya mencurigai bahwa orang ini mengalami kegilaan goncangan bathin alam bawah sadarnya, sebab ketika saya refleksi beberapa titik di kepala dan lehernya tidak menunjukkan gejala gangguan atau kerusakan syaraf otak.

Saya lalu bertanya dari mana asalnya dan ternyata dia tinggal tidak beberapa jauh dari Kantor PEMDA Kabupaten Mesuji Lampung. Seorang anggota SATPOL PP yang kebetulan tetangganya mengatakan si fulan ini baru 2 bulan mengalami penyakit gila. Gangguan kejiwaan yang dialami si fulan ini dikarenakan dia belajar ilmu hikmah dari kitab mujarobat, dan si fulan ini juga sudah lama mendalami ilmu tasawuf sufi. Sifulan ini bertingkah aneh seolah-olah tahu hal-hal ghoib dan selalu berbicara masalah ilmu metafisika dalam 2 bulan ini.

Saya tidak mau langsung menunjuk organisasi Nahdlatul Ulama yang mengajarkan ilmu tasawuf sufi dan ilmu hikmah yang mengakibatkan kegilaan si fulan ini , namun silahkan rekan-rekan sekalian mendengarkan ocehannya saja…Si fulan ini menurut tetangganya sangat fasih mengaji namun menurut tetangganya si fulan ini keberatan ilmu ghoib hingga akhirnya dia jadi gila.

Setelah meruqyah dan merefleksinya saya lalu meninggalkannya sendiri karena saya ada kesibukan lain dan dia akhirnya pulang diantar oleh seorang PNS.

Tidak disangka……….ketika saya sekira jam 09.00 ketika saya pulang kerumah untuk mengambil LAPTOP, lalu tiba-tiba si junun ini muncul di halaman rumah saya meminta uang 5000 rupiah dia mengatakan untuk dana da’wah. Saya heran……..kok bisa-bisanya secara kebetulan orang ini muncul di depan rumah saya seolah-olah mau langsung menemui saya lagi.

Si fulan ini mulai lagi dengan kegilaannya ngoceh berorasi masalah tasawuf yang semua perkataannya ga nyambung :)  , lalu terbersit dihati saya untuk merekam orasi si fulan ini. Saya lalu meminta izin padanya untuk merekam orasinya dan dia setuju untuk direkam. Ketika saya mengarahkan Handphone Nokia 5230 (sangat handal dalam merekam video sebab hasil rekamannya sangat jernih dan bagus) si fulan ini dengan mata berbinar-binar sangat senang saya rekam lalu mulai berceramah mengenai sedikit ilmu tasawuf  juga beberapa masalah ghoib.

Saya yakin ada banyak hikmah yang didapat dari ceramahnya yang bisa dijadikan ibroh bagi mereka yang getol belajar tasawuf sufi dan ilmu hikmah kitab mujarobat, untuk jangan pernah mempelajarinya agar tidak menjadi junun. Berhati-hatilah sebab ada banyak penganut sufi yang akan hilang akal sehat karena susahnya proses mempelajari tasawuf sufi, diantaranya berupa sikap gila, tidak rasional, seperti tolol, tidak kritis, dan tidak demokratis, dengan “sendiko dhawuh” pada apapun kata guru, sampai-sampai seorang sufi mengungkapkan dalam syarinya, “Di atas jalan menuju rumah Laila (sang kekasih) teradapat begitu banyak bahaya mematikan yang menghadang. Satu-satunya cara untuk melaluinya adalah dengan menghilangkan akal (gila, majnûn).

Ceramahnya tidak lama saya rekam sebab saya tidak bisa memaksanya berceramah lebih banyak karena sifat orang gila tidak bisa dipaksa atau dia bisa ngamuk. Saya sempat juga menanyakan beberapa hal yang saya rasa perlu untuk direkam. Mari langsung saja kita simak saja videonya :