Oleh : Perdana Akhmad, S.Psi

Pengantar :

Artikel ini saya buat dari hasil diskusi saya dengan rekan-rekan yang sangat saya kagumi yang mengedepankan rasionalitas dan sikap skeptis, artikel ini saya buat sebagai wujud kecintaan saya pada ghirah mereka semua yang sangat bersikap rasional dan skeptis pada fenomena supranatural dan artikel ini sebagai sarana koreksi agar sikap rasional dan skeptis tidak boleh kebablasan yang  mengakibatkan ketergelinciran dalam memahami  ilmu demonology dalam berbagai agama yang mereka anut…………..

Ketika saya banyak mengutip penjelasan fersi agama non muslim bukan berarti saya penganut wihdatul adyan (menyamakan agama) harap dipahami agar tidak menimbulkan fitnah sebab saya tetap 100% meyakini Islam adalah agama yang paling sempurna dan benar! Kutipan dan penjelasan tersebut hanyalah sebagai referensi ilmiah semata, untuk memperjelas bahwa dalam ajaran agama apapun ada konsep demonologi dan pada setiap tokoh pembawa ajaran agama apapun pasti ada praktek exorcism.

Pembahasan

Izinkan saya yang bodoh ini sedikit menjelaskan tentang ilmu demonology. Demonology adalah ilmu yang mengkaitkan prilaku abnormal diakibatkan oleh kerasukan setan. Ketika dipercaya bahwa prilaku abnormal tersebut diakibatkan oleh entitas ghoib (setan) maka penyembuhannya dengan cara exorcism, yang artinya adalah mengeluarkan kekuatan jahat (setan) dari tubuh seseorang dengan treatment/ritual pengusiran setan.

Ketahuilah wahai rekan-rekan sekalian. Dalam setiap religi didunia ini tidaklah terlepas dari keyakinan demonology.

1. Agama Hindu Hindu meyakini banyak varietas roh yang dapat diklasifikasikan sebagai setan, yang bernama Vetalas, Yaksha, Bhuta dan Pishachas yang dapat menggangu dan merasuki manusia yang biasanya oleh pendeta hindu dibacakan gayatri mantram dan dipercikkan air tirta (air yang disucikan).

2. Keyakinan Umat Budha dijelaskan bahwa salah satu rintangan dalam bersadhana salah satunya adalah kerasukan setan dari arwah orang yang meninggal dunia ( lihat di http://shengyenlu.blogspot.com/2008/10/menyingkirkan-rintangan-dalam.html )

3. Zaman Nabi Musa yang menurunkan kitab taurat sudah ada kepercayaan akan karasukan setan pada manusia. Di Dalam Alkitab Markus 3:22 dijelaskan “ Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: “Ia kerasukan Beelzebul,” dan: “Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.” Beelzebul adalah salah satu nama setan yang merasuki manusia.

4. Dalam alkitab injil dijelaskan bahwa setan dapat secara langsung mencelakakan manusia misalnya menguasai tubuh seseorang, sehingga orang itu tidak mampu berbuat apa-apa lagi (kerasukan), membutakan dan membuat orang bisu (Matius 9:32; 12:22; Yohanes 10:21), dengan memungkinkan orang menjadi sakit (Matius 8: 16; 10:8; Markus 1:32; Markus 6: 13).

Yesus dalam keyakinan umat kristiani adalah pionir exorcism yang merupakan bagian dari mujizat-mujizat Yesus, khususnya dalam mukjizat penyembuhan kerasukan setan, sebagaimana dinyatakan dalam Matius 12:28; Lukas 11 :20 :
Jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu”).

5. Dalam keyakinan Islam juga diimani bahwa Nabi Muhammad adalah seorang yang ahli exorcism untuk mengusir setan sebagaimana diriwayatkan dari jabir bin Abdullah, ia berkata: “Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perang Dzatur Riqa’. Ada wanita membawa anaknya yang dikuasai syaithan, maka Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata ”Dekatkanlah anak itu padaku”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuka mulutnya dan meludah kedalam mulut anak itu seraya berkata ”pergilah musuh Allah

Permasalahan Demonologi sudah menjadi akar dalam keimanan setiap religi di dunia ini. Belum lagi jika kita berbicara demonology dari keyakinan yunani kuno, agama Tao, kong hu chu yang sangat kental dipenuhi keyakinan adanya setan yang dapat merasuki tubuh manusia.

Ketika rekan-rekan  menolak adanya entitas ghoib (setan) sebab tidak rasional dan tidak meyakini bahwa setan dapat merasuki manusia maka tentunya tidak akan mempercayai nabi Muhammad, yesus juga pada seluruh “utusan Tuhan” lain dalam berbagai religi yang melakukan ritual exorcism…..ujung-ujungnya akan menjadi ragu-ragu dengan religi yang dianutnya sendiri .

Saudaraku yang kuhormati, memang tidak dapat kita pungkiri bahwa ada oknum-oknum dalam berbagai religi yang melakukan ritual exorcism tidak sesuai HAM.

Pada Zaman kuno dalam tradisi exorcism, mereka melakukan teknik yang disebut trephination yaitu menciptakan sebuah jalur melalui tengkorak sebagai jalan keluar bagi roh jahat tersebut hingga banyak yang meninggal dunia karena dilubangi tengkorak kepalanya.

Pada penghujung abad 17 sebelum masa renaissance banyak ditemukan praktek exorcism yag tidak manusiawi dimana pasien yang didiagnosa kena penyakit gila di pasung, di pukuli dan disiksa dengan tidak berprikemanusiaan. Praktek-praktek exorcism yang tidak berprikemanusiaan ini masih banyak yang kita temui dimasyarakat modern. Padahal kenyataannya kemurnian ilmu demonology dan terapi exorcism yang diajarkan oleh para “utusan Tuhan” dari berbagai religi ini jauh dari kesan ekstrim/seram.

Keyakinan demonology dan praktek exorcism saat ini banyak diselewengkan oleh para paranormal, dukun atau orang-orang yang mengaku punya ilmu ghoib lainnya dengan mengganggap setiap ada yang kesurupan pasti karena dirasuki setan tanpa mengkajinya dari sisi biologis dan psikologis. Ketika ada orang yang kesurupan yang pada hakikatnya menderita ganguan pada struktur otak, ketidak seimbangan neurotransmitter, gangguan genetika pada perspektif biologis dan pada perspektif psikologis gangguan mental disebabkan faktor-faktor psikopatologi dikarenakan adanya stres social atau kegagalan moral banyak disalah artikan / disangka terkena kerasukan setan hingga pada akhirnya ketika salah treatment akan semakin memperparah gangguan jiwanya.

Saya kira sikap pertengahan lebih baik dan lebih aman dalam menilai fenomena kerasukan setan saudaraku . Ketika kita mengingkari contoh exorcism para “utusan Tuhan” dan ketika kita mengingkari ayat-ayat suci dari berbagai kitab Agama yang mengajarkan ilmu demonology maka tentunya akan berpengaruh pada tingkat keimanan kita .

Saya mengajak kepada seluruh saudaraku dari berbagai latar belakang religi untuk tetap meyakini adanya entitas ghoib (makhluk setan, jin, malaikat) dan praktek exorcism para “utusan tuhan” dengan tentunya mengedepankan rasionalitas dan sikap ilmiah lebih dahulu dalam menyikapi fenomena kerasukan setan (tinjawan biologis dan psikologis) dan sikap skeptis kita terhadap menyelewangan dan penyimpangan yang dilakukan dukun, paranormal, cenayang, ahli tenaga dalam dan ilmu metafisika dari berbagai aspeknya……….