Diskusi saya ini lebih bersifat universal dan ilmiah, saya sama sekali tidak mengutip ayat suci AlQur’an dan penjelasan para ulama dari sudut pandang Islam. Sebab yang saya hadapi adalah para praktisi hypnosis dan rasionalis yang mempunyai latar belakang keyakinan/religi yang beraneka ragam dan dimaksudkan agar mereka tidak menganggap saya “berkhutbah dogmatis” melainkan berhujjah secara holistic (menyeluruh) dari sisi religiusitas, teori psikologis, hypnosis dan membantah mereka secara rasionalis juga dengan menduplikasi mirorring mengikuti alur logika dan pemahaman mereka.

Diskusi  yang kami lakukan adalah debat sehat dengan sama sekali tidak memaki, bicara kotor, emosian, atau menyinggung SARA . Diskusi semantara dilakukan bersama Dedi seorang praktisi NLP dan Gustom seorang praktisi rasionalis dan Admin IRIS. Diskusi hangat ini akan terus di update. Tidak ada yang menang atau kalah , benar atau salah dalam diskusi ini sebab kami melakukan diskusi dengan  open minded, tergantung para pengunjung/pembaca yang menilai sendiri.

Berikut ini cuplikan diskusi kami :

Dedy :

RUQYAH, Atau Kesurupan JIN dan SETAN itu HOAXXXX…
Sama HOAXX nya dengan Tenaga Dalam yang Mental – mental itu…

Admin Metafisis :

@ dEDY
Anda tahu Ruqyah ???. Ruqyah itu yang setiap hari anda lakukan ketika mendekatkan diri pada Tuhan, ruqyah itu bahasa arab yang jika bahasa indonesia artinya doa, baik anda berdoa sendiri atau didoakan orang lain yang anda percayai untuk mengobati gelisah, sedih, melindungi anda dari semua mara bahaya yang anda minta pada Tuhan? 

Hehehe anda mengatakan ruqyah hoax sama artinya anda mengatakan doa pada Tuhan itu hoax juga toh ^_^! ruqyah adalah merupakan aktivitas penanaman auto sugesti yang sangat mempengaruhi kepribadian seseorang.

Anda tahu pengertian auto sugesti bung Dedy ^_^, auto-sugesti adalah suatu upaya untuk membimbing diri pribadi melalui proses pengulangan suatu rangkaian ucapan rahasia kepada diri sendiri yang menyatakan suatu keyakinan atau perbuatan. Ruqyah/doa juga untuk memperkuat self belief dari seseorang.

terserah padamu bung Dedy jika mengatakan ruqyah itu hoax maka jangan pernah anda berdoa jika menurutmu prilaku dalam ruqyah itu irasional jadilah seorang rasional sejati Bung Dedy didunia ini sampai maut menjemputmu hehehe

Gustom :

2) kalau saya tidak salah persepsi, anda ingin mengatakan bahwa rukyah=doa …
nah, kalau ini mungkin kami memiliki perbedaan obyek pengamatan. karena, rukyah yang kami bayangkan adalah rukyah yang seperti di tv, di video2 koleksi kami, yang terlihat berbeda dengan berdoa biasa, namun lebih dekat dengan metode exorcism.
namun, terus terang kami jadi bertanya; mengapa istilahnya rukyah…kenapa tidak disebut berdoa saja.
 

Sehingga yang ada adalah Tim Pendoa bukan tim peruqyah…heee.
Mohon pencerahannya pak perdana?

Admin Metafisis :

definisi berdoa secara biasa itu seperti apa ? doa menurut orang Islam mempunyai ritual menghadap ka’bah, mengangkat tangan dan beralaskan sajadah, berdoa fersi kristen dengan menghadap patung yesus dengan menggenggam kedua tangan dan berlutut, berdoa cara konghuchu dengan menghadap patung dewa-dewa lalu membakar dupa …..
Berdoa seperti biasa pengertiannya sangat bias saudaraku………
ruqyah massal fersi KKR kristen mempunyai metode berbeda dengan ruqyah massal fersi Islam. ruqyah/pengobatan dengan doa fersi kristen diklaim tidak hanya mengusir kuasa kegelapan melainkan juga untuk mengobati semua penyakit……tidak juga ada bedanya dengan ruqyah (pengobatan dengan doa)  fersi Islam tidak sekedar exorcism saudaraku ^_^ melainkan sifatnya holistik “menyeluruh” (penyembuhan dari penyakit fisik dan psikis), jika hanya melihat satu sisi ruqyah hanya untuk exorcism maka merupakan keyakinan salah………. 

Apa anda tahu ruqyahnya orang penganut new age juga dalam hindu/budha yang dalam sesi meditasi mengeluarkan semua emosi negatif dapat juga menjerit-jerit histeris, tertawa terbahak-bahak sampai berguling-guling…..ya…saya tahu dan saya sudah ikut prosesi tersebut ketika ikut sesi meditasi Anand Krishna (sekarang dipenjara karena kasus pelecehan seksual) hanya saja tidak ditayangkan di TV,andaikan acara kontemplasi massal praktisi hypnosis menyuguhkan tayangan orang menjerit-jerit, tertawa, kesurupan ( sebagaimana halnya ruqyah Islam dan KKR Kristen juga meditasi ala new age movement) maka kita juga akan mendapatkan banyak yang akan kontra terhadap tekhnik kontemplasi hypnosis, pengobatan KKR kristen, meditasi new age…………..

Jangan selalu memandang sebelah mata ruqyah fersi Islam yang KEBETULAN ditayangkan di TV! Coba andaikan ditayangkan juga di TV orang-orang pada kesurupan saat kontemplasi massal hypnosis maka akan banyak orang yang mencibir tekhnik kontemplasi tersebut sebab membuat orang yang sebelumnya sadar menjadi kesurupan……………..

Gustom  says :
namun, terus terang kami jadi bertanya; mengapa istilahnya rukyah…kenapa tidak disebut berdoa saja. 

Admin Metafisis  Says :

Pertanyaan saya juga mengapa ada istilah psychotherapy..kenapa tidak disebut pengobatan jiwa. psikoterapi berasal dari kata “psyche” dan “theraphy.”Dalam mitologi Yunani, psyche adalah seorang gadis cantik yang bersayap seperti sayap kupu-kupu. Jiwa digambarkan berupa gadis dan kupu-kupu simbol keabadian. sedang therapy(dalam bahasa Inggris) berarti makna pengobatan dan penyembuhan, sedangkan dalam bahasa Arab kata therapy sepadan dengan Syifa’un yang artinya penyembuh.

NAH….soo whats wrong my friends ??? kita banyak mengadopsi istilah asing…maka ruqyah adalah istilah asing berbahasa arab yang berarti doa/mantra dalam bahasa indonesia

Dedy :

yang saya maksud adalah Ruqyah yang heboh sekarang. Ketika orang Di Ruqyah maka ada Jin yang Keluar dan orang tersebut menjerit2 kemudian dikatakan oleh orang yang disebut “ustadz” Jin nya telah keluar? Darimana dia tau Jin sudah keluar, saya Beberapa Kali menangani kasus orang yang sudah Diruqyah, dikatakan dia kemasukan Jin. Kemudian setelah di Ruqyah Jin nya Keluar. Tapi kenyataannya Perilaku dia dan Ketakutan dia Tidak Sembuh? Kemudian setelah diterapi dengan Ercksonian Hypnotherapy ALHAMDULILLAH dia sembuh dan Tidak Pernah lagi mengalami Ketakutan. Dan ternyata si Client ini hanya mengalami masalah Psikoogi semata. Dan Terkadang selalu si Jin yang disalahkan oleh orang yang disebut “Ustadz Ahli Ruqyah” tadi.  

Pertanyaannya apakah ya seperti itu cara Ruqyah di jamana nabi dulu? Kalau Ruqyah sepengetahuan saya adalah cara nabi Untuk membersihkan diri dengan ayat2 suci, dan TIDAK seperti yang terjadi selama ini di banyak pengobatan dan PONPES.

Semoga anda Bahagia, Sampai MAUT Menjemput anda Perdana…

Ruqyah yang anda maksud Doa itu tidak sesuai dengan Kondisi di lapangan bung…  

Setuju dengan IRIS dan gus Tomy, Ruqyah yang terjadi di lapanan, TV ataupun tempat2 pengobatan alternatif ya seperti Tradisi MISTIS. Walaupun yang dibaca adalah ayat2 Suci.

Apalagi ketika terjadi Kasus Kesurupan Massal, yang sebenernya dengan teknik Sugesti sederhana saja dapat sadar, bahkan kalau didiamkan saja sebenernya bisa sadar sendiri, Gak Perlu Diruqyah seperti itu. Pake dijambak2 rambut sambil bilang “Keluar kau Laknatullah” atau sejenisnya. Kalau Berdoa dan disuruh Istighfar, itu saya setuju, karena tujuannya adalah membuat Rileks orang yang kesurupan tadi…

Salam Hangat Bung Pedana… hehehe…

Admin Metafisis :

Anda terlalu hyperbola bung dedi , Selama lebih dari 7 tahun jadi tim pendoa/ruqyah saya ga pernah menjambak rambut pasien tuh, jika memegang kepala ya betul. 

Acara ruqyah massal secara esensi tidak ada bedanya dengan kontemplasi pada ilmu hipnosis. Dengan teknik hipnosis, orang banyak secara massal dapat diajak untuk mengingat kembali perjalanan hidup mereka dari lahir sampai mereka menjadi mahasiswa, terutama hubungan dengan ke dua orang tua mereka, melihat lagi pengalaman buruk, menyedihkan yang dapat membuat banyak peserta kontemplasi mengalami unconscious (ketidaksadaran) seperti menjerit-jerit , histeris, sampai ada yang berprilaku seperti kesurupan , lihat buktinya di http://marsudi.wordpress.com/2008/12/31/pengalaman-dengan-kesurupan/ ………..betulkah hanya dengan tekhnik hipnosis saja bisa menangani orang-orang yang jadi trance akibat kontempasi yang mendalam ??? ternyata tidak juga tuh, lihat ada berbagai macam tekhnik yang dilakukan sampai yang diangap irasional pun dilakukan untuk menyembuhkan “kesurupan” akibat sesi hypnosis tersebut.

Pada tekhnik ruqyah massal, mungkin beberapa peserta akan mengalami suatu keadaan “pensucian jiwa” untuk menghilangkan atau melenyapkan segala kotoran dan “najis” yang terdapat dalam dirinya secara psikologis dan rohaniyah. Dimana dapat terjadi kondisi unconscious (ketidaksadaran) seperti menangis tanpa terkendali yang mengeluarkan semua ketegangan dalam dirinya bahkan gerak tubuhnya menjadi tidak terkendali (yang akan langsung ditangani khusus oleh Ustadz yang meruqyah) jika dalam dirinya sudah sangat banyak kotoran-kotoran “dosa” dan kemaksiatan dalam jiwa, akal fikiran, inderawi dan fisik yang tercemari sifat-sifat dan unsur-unsur “syaitaniyah”

Jika rekan-rekan nonton TV anda akan hanya disuguhi acara “kesurupan” namun kalian harus tau bahwa selasai acara Konselor (Ustadz yang menerapi) secara khusus pada mereka yang ” bereaksi keras ” dengan memberikan bimbingan, pelajaran dan pedoman pada mereka bagaimana seharusnya seorang klien dapat mengembangkan potensi akalnya, kejiwaannya, keimanan dan keyakinan serta dapat menanggulangi problematika hidup dan kehidupannya dengan baik dan benar secara mandiri yang berparadigma kepada Kitab suci dan tuntunan agamanya.

Selain itu pendoa juga melakukan re-programming khusus pada pasien yang terlihat kesurupan, dengan mengubah minset menurut keluhan pasien, jika pasien kesurupan karena merasa ditubuhnya ada santetnya / jinnya maka kami mengubah kata kunci ” santet, jin” dalam alam bawah sadarnya dengan membentuk keyakinan sugesti kuat pada diri pasien bahwa semua jin, santet sudah keluar dari badan dan pasien sudah beangsur sembuh….. nah saudaraku janganlah rekan-rekan menjadi apriori dengan seorang pendoa ^_^ sebelum tahu hakikat yang sesungguhnya

Admin Metafisis melanjutkan :

Ketika ada kasus pasien mengeluh dirinya dirasuki jin hingga sering kesurupan maka sikap kami sebagai pendoa tidaklah langsung mengatakan “ anda dibohongi perasaan anda!, anda tidak kerasukan jin melainkan gangguan mental/jiwa” jika kami mengatakan seperti itu akan timbul bloking pasien terhadap peruqyah bisa langsung apriori nantinya. 

Sikap terbaik adalah tidak menyanggah melainkan mengikuti alur pikir pasien. Yang kami lakukan adalah membawanya kedalam kondisi “super sadar” dengan melantunkan bacaan doa kemudian pasien yang merasa digangu jin akan muncul ” alam bawah sadarnya” berteriak/menangis mengatakan bahwa “saya adalah jin” maka sikap terbaik adalah berusaha untuk “bersahabat” dengan jin tersebut (menurut keyakinan pasien), mengajaknya dialog dan menyuruhnya keluar. setelah pasien dikembalikan kesadarannya maka diberikan lagi injeksi sugesti kuat bahwa jin yang diyakini pasien sudah keluar dan tubuh sudah bersih dan tidak akan masuk lagi sebab sudah dikunci dengan doa-doa ruqyah.

Pada kasus lain ketika pasien merasa kena santet, maka sikap seorang peruqyah tidaklah mengatakan “santet ga ada, itu cuma halusinasi kamu,” melainkan juga sikap kami sama dengan mengikuti alur pikir dan keyakinan pasien, dalam bacaan ayat doa yang dilantunkan peruqyah (auto sugesti) pasien disuruh merasakan (imagery) dimana benda-santet berada bahkan dalam banyak kasus “setan” melalui lisan pasien disuruh menunjukkan benda-santet yang telah ditanamnya. Ketika kami melakukan “pensugestian kuat” kami menarik santet atau jin tersebut keluar dari tubuh pasien dan ketika “akan keluar” jin/santet tersebut pasien ikut merasakan kesakitan dan kesusahan dan setelah jin atau santet keluar pasien merasakan kelegaan dan perasaan lega.

Secara fisik memang tidak tampak ada jin dan santet yang bisa terlihat, namun kami melakukannya secara imajiner dan fisualisasi kuat baik dari peruqyah dan pasien.Nah……dengan mengikuti alur pikir pasien dan pada akhirnya pasien merasa sembuh dan kembali sehat maka dimana letak kesalahan ruqyah hingga kalian menyalahkan para pendoa seperti kami?????

tidak heran stigma peruqyah cuma masalah jin/santet/sihir sebab kami sama sekali tidak memblokir keyakinan pasien melainkan mengobati melalui alur pikir pasien yang merasa kerasukan jin, santet, sihir……….yang penting pasien sembuhkan hehehehe

Lanjutan diskusi terbaru :

Dedi :

Teknis yang anda jelaskan itu teknik Ericksonian Hypnotherapy, dengan menerima jalan pikiran Client dan menggunakannya untuk menyembuhkan si Client. Itu sangat bagus dan masuk akal. Itu mungkin karena anda pernah belajar Hypnotherapy sebelumnya?

 

Admin Metafisis :

Serupa belum tentu sama Bung Dedi 🙂  tekhnik ruqyah yang mirip Ericksonian Hypnotherapy bukan berarti ruqyah menduplikasinya sebab tekhnik kami lebih pada pendekatan psychotherapy rasionalis religius.

Hanya karena tekhnik ruqyah mirip dengan Ericksonian Hypnotherapy , orang langsung menyimpulkan bahwa tekhnik ruqyah. ini sama persis dengan Ericksonian Hypnotherapy analoginya: ketika ada seonggok kotoran kerbau di depan istana raja, dan bisa dibuktikan bahwa manusia bisa membuat onggokan yang seperti itu juga maka disimpulkan bahwa onggokan kotoran kebo tadi adalah bikinan manusia.” hehehe

Dedi :

Tetapi bung Perdana, pada prakteknya banyak sekali “Peruqyah” yang tidak seperti yang anda katakan. Mereka selalu bicara tentang Kesalahan Jin. Bahkan saya pernah pura2 berobat untuk diruqyah, dan disitu beliau berkata kepada saya yang menyebabkan saya perlu di Ruqyah adalah karena saya belajar Hypnosis, dan Hypnosis itu menggunakan Kekuatan Jin!!! Kemudian beliau memberikan banyak contoh orang2 yang Diruqyah dengan ciri2 seperti saya, dan akhirnya setelah diRuqyah, Jin nya Keluar dan mereka menjadi tenang. Hal ini sebenarnya khan si Peruqyah tadi sedang menanamkan Sugesti kepada si Un Conscius pasien untuk yakin bahwa dirinya itu kemasukkan Jin. Sehingga nanti ketika proses Ruqyah dilakukan, maka “Jin” rekaan tadi keluar dari tubuh pasien.
Dan dari situ saya ambil kesimpulan, bahwa masih banyak para Peruqyah yang jalan pikirannya TIDAK SEPERTI YANG ANDA JELASKAN TADI sehingga menimbulkkan Salah Tafsir di masyarakat umum. Apalagi para Ustadz tadi juga tidak menjelaskan ke Masyarakat bahwa fenomena orang yang kemasukkan “Jin” tadi sebenarnya hanya efek psikologis saja???

Admin Metafisis Says :

Wahai sahabatku Bung Dedi, Sesungguhnya para pendoa/peruqyah yang propesional  religius selalu melihat fenomena secara menyeluruh dari berbagai sudut pandang baik dari sisi ilmiah, rasional, psikologis, biologis termasuk dalam hal ini pandangan religiusitas.

Tak bisa disalahkan jika seorang peruqyah mengatakan Hypnotis menggunakan kuasa kegelapan dan mistik sebab pada prakteknya banyak sisi klenik,metafisik dan irasional dalam aliran  hypnotis. Penjelasan lengkapnya lihat di https://metafisis.wordpress.com/2010/02/01/hakikat-hipnotisme-dari-sudut-pandang-islam-dan-ilmiah/

Saya pribadi hanya mengakui sisi hipnotis natural/alamiah selain itu saya tolak mentah-mentah . Hipnotis natural/alamiah  ini sangat lumrah dan biasa terjadi pada kehidupan sehari-hari, hipnotis natural ini tidak memerlukan persiapan yang khusus sebab alami terjadi pada manusia dari berbagai strata kehidupan yang ketika menerima sugesti dari berbagai stimulus menjadi terhipnotis yang dapat disebut sebagai Hypnotic state.

Secara lengkap pengertian hypnotic state adalah suatu keadaan atau kondisi dimana orang dapat menerima sugesti, pesan, atau saran yang berasal dari orang lain, keadaan lingkungan (pengalaman), bahkan dari dirinya sendiri dengan mudah tanpa perlawanan/ penolakkan atau analisa sama sekali sehingga dia mengimplementasikan apa yang dipesankan oleh hal-hal tadi.

Keyakinan saya ini mungkin sama sebagaimana Gus Tomy juga menolak klaim bombastis hyonotis yang cuma pseudo saja. Gustomy mengatakan :beberapa yang dapat kami identifikasi pseudo:
– hypnosis terapi segala macam
– hypnosis untuk membaca cepat 1 detik 1 halaman
– hypnosis “mind over matter”, fisik melampui pikiran
– hypnosis merubah fisik, memperbesar payudara (dlm fil penn&teller), merubah DNA, dll
– Hypnosis Telepati
– Hypnosis past life regresion

Dedi :
Dan jawaban anda diatas sebenarnya secara Tidak Langsung “Mengakui” bahwa Orang yang Diruqyah sebenernya hanya masalah Psikologis???

Admin says:

Tidak semudah itu bung Dedi, orang yang diruqyah juga harus dikaji dari sisi biologis, orang yang sering kesurupan kami sarankan memeriksa syaraf otaknya sebab epilepsy juga sudah dalam kategori “kesurupan”. Adapun dari tinjawan Psikologis orang yang kesurupan sudah masuk dalam  kategori mengalami gangguan kejiwaan baik dari sisi “setan” internal (dalam dirinya seperti stess, phobia, hysteria, emosi negatif) maupun “setan” eksternal (luar dirinya). Faktor eksternal contohnya roh halus (jin/setan) yang harus diyakini keberadaanya dari sisi religi.

Namun dalam penanganan setan internal dan eksternal treatmentnya sama saja ga ada bedanya dlam kasus kesurupan 🙂 . Menurut Asep Haerul Gani, kesurupan setan internal dan eksternal tetap menggunakan dua macam teknik , yakni dengan teknik mengikuti polanya, memotong polanya. Cara pertama dlakukan dengan mengajak berdialog,orang yang akan menyembuhkan dituntut untuk memahami alur pikiran orang yang kesurupan seperti yang sudah saya jelaskan diatas dan memotong polanya. Untuk kasus ini Asep memiliki pengalaman saat menyembuhkan orang yang mengaku sebagai jin dari wilayah tertentu. Saat beridalog dengan jin itulah Asep mengancamnya akan membakar jin tersebut, yang membuat kemudian orang yang kesurupan itu sadar. Dalam terapi ruqyah kami punya ayat-ayat yang bisa “membakar” jin ! jika ditinjau dari sisi hypnosis yang kami lakukan adalah memotong pola orang yang kesurupan tersebut…….

Bung Dedi saya harap anda tidak memandang sebelah mata tekhnik ruqyah sebab psychotherapy ruqyah yang kami lakukan adalah ilmiah, religius, rasional dan alamiah 🙂