Oleh : Julia Maria Van Tiel

Tawaran kelas kursus hypnotherapy dan hypnotic akhir-akhir ini banyak sekali. Buku pun banyak dijual. Tawarannya bukan hanya mengobati sakit yang konon menurut yang menawarkan berbasis pengetahuan otak atau neuroscience sehingga disebutnya sebagai neurotherapy menggunakan tehnik hypnotic. Tetapi tawaran yang bertubi-tubi itu juga sampai ke sekolah-sekolah, menjadikan para kepala sekolah kewalahan menolaknya. Harus berdalih bagaimana menolaknya? Tawaran serasa aneh dan tak pernah terjadi fenomena ramai seperti ini sebelumnya, namun dipromosikan sebagai tawaran tehnik pendidikan moderen berasal dari luar negeri. Masternya saja bersertifikat lulusan pendidikan hypnotherapy Amerika dengan gelar “formal” sebagai ahli hypnoterapy. Bahkan tidak jarang para “ahli” ini memang bergelar dokter atau pun psikolog.

Kepala sekolah pun bertanya, apakah yang harus saya sampaikan jika saya menolaknya? “Dalam hati saya, cara-cara ini tidak sesuai dengan nurani saya sebagai guru, tetapi bagaimana dan dasarnya apa untuk menjelaskan penolakan itu supaya bujukan yang membosankan itu tidak selalu datang. Apalagi lebih menjengkelkan sebagai kepala sekolah jika didesak oleh guru lain bahkan orang tua ikut-ikutan mendukung. Bahkan menawarkan jika bisa mencari 10 guru bisa mendapatkan hadah satu tiket – yang juga bisa dijual….” Demikian keluhan yang sering keluar dari pihak sekolah.

Apakah hypnosis itu

Hypnosis dan hypnoterapi sesungguhnya sudah menjadi bahan kajian para antropolog terutama antropologi yang mempelajari ilmu-ilmu pengobatan rakyat (folk medicine) sejak lama sekali.

Para antropolog menjelaskan bahwa bila mengikuti perkembangan hypnosis & hypnoterapi sesungguhnya tehnik ini sudah digunakan oleh masyarakat dalam upaya mengobati sakit baik natural maupun supranatural sejak peradaban manusia dimulai. Dengan kata lain, tehnik ini banyak digunakan dalam occultisme oleh para syaman (dukun), ilmu sihir, voodoo, maupun dalam agama-agama beraliran mistis. Sekalipun mempunyai persamaan dengan berbagai kelompok itu, hypnosis dan hypnoterapi moderen mempunyai perbedaan yang cukup siknifikan. Karena itu tawaran promosi kelas hypnosis dan hypnoterapi selalu mengatakan bahwa tehnik ini bukan tehnik sihir, bukan occultisme, bukan perdukunan, dan bukan supranatural. Tetapi, menurutnya ilmiah yaitu neuroscience – yang sebenarnya adalah bahasan neuro-theology yang hingga kini masih termasuk dalam kelompok pseudoscience.

Istilah hypnosis berasal dari bahasa Junani, hypnos yang artinya “tidur”.

Hypnoterapis moderen (bukan yang dilakukan oleh syaman) akan membimbing pasiennya masuk ke dalam kondisi relaksasi yang dalam, hingga kondisi lain atau diluar dari kesadarannya (altered state of conciousness), amnesia, atau bahkan trance yang diikuti dengan kondisi halusinasi dan perpecahan kepribadian.

Para pasien perlu memfokuskan diri secara kuat agar ia dapat masuk ke kondisi relaksasi tadi. Ia dalam keadaan setengah tidur dan terjaga. Dalam kondisi ini ia akan dengan mudah diberi sugesti tentang ide-ide dan atau diajak berimajinasi, memvisualisasikan suatu kejadian yang pernah dilaluinya.

Sekalipun demikian, para hypnoterapis tidak bisa mengendalikan jalan pikiran si pasien. Bila pasien tak menginginkan atau tidak mau bekerjasama untuk berkonsentrasi, maka ia tak kan dapat diajak untuk berimajinasi dan memvisualisakan kejadian dan juga tak dapat disugesti suatu ide. Sebaliknya apabila si pasien bisa diajak bekerjasama maka pasien dapat dilatih sampai seberapa dalam kesadarannya itu sehingga ia dapat mengontrol baik fisiknya maupun psikologisnya.

Sejarah

Sejak zaman dahulu hypnosis digunakan oleh para dukun pengobat, ataupun ritual agama-agama yang mistis. Misalnya saja dalam upaya mencari masalah gangguan yang diderita si sakit. Dalam hal ini, yang melakukan hypnose adalah si dukun itu sendiri, artinya ia melakukan self hypnotic , mulai dari kondisi relaksasi sampai kondisi yang paling dalam, yaitu tak sadarkan diri dan trance. Inilah yang membedakan dengan hypnotisme moderen yang kini banyak digunakan juga dalam psikiatri dan psikologi dimana yang mengalami kondisi hypnotik adalah justru pasiennya.

Hypnosis dan hypnotherapi menjadi bahasan yang lebih moderen dan dimanfaatkan sebagai tehnik pengobatan sudah dimulai sejak abad 17-an yaitu oleh pengobat Franz Anton Mermer dari Austria. Mesmer mempercayai bahwa semua benda yang ada di dunia dan alam raya termasuk manusia dan binatang mempunyai cairan magnetik. Penyakit adalah disebabkan karena adanya gangguan keseimbangan megnetik dalam cairan tubuh. Untuk megobati pasiennya ia menggunakan magnit dan tehnik hypnosis. Namun model terapi dengan magnit ini tidak populer lagi dan dianggap sebagai terapi yang tidak ilmiah karena tertinggal dari perkembangan ilmu pengetahuan.

Tahun 1958, tehnik hypnosis mulai masuk ke dunia psikiatri dan psikologi yang dipioniri oleh Milton H Erickson, dengan cara memasukkannya ke dalam salah satu tatalaksana terapi dalam American Psychiatric Association. Sekalipun hingga kini bentuk terapi dengan tehnik hypnosis ini masih belum dapat dibuktikan efektivitasnya melalui uji klinik double blind study, namun tehnik ini dapat digunakan sebagai alternatif dalam terapi pasien trauma yang tidak dapat secara sadar menjelaskan masalahnya. Sehingga perlu digali melalui tehnik hypnosis yang mengangkat ingatan yang tersimpan di bawah sadarnya. Dengan membawa pasien dalam kondisi relaksasi yang dalam, pasien diajak berlayar pada kejadian-kejadian yang menyakitkan (regression hypnotic) untuk kemudian pasien diberi sugesti melepaskan masalah itu. Sekalipun demikian menggali memory dengan cara ini tidak dapat dipercaya 100 persen karena sering terjadi kesalahan memory. Karena itu cara ini tidak dapat digunakan oleh polisi sebagai tehnik interogasi.

Apakah semua gangguan/masalah dapat diatasi dengan hypnosis?

Nanti dulu, siapa dahulu yang mengatakan bahwa hypnosis dapat mengatasi segala macam gangguan? Jika terapi New Age Spirituality, memang. Misalnya self healing yang diajarkan oleh Deepak Chopra. Dengan melakukan meditasi maka orang akan dapat melakukan self hypnosis untuk meningkatkan spiritualitasnya dan keseimbangan body-mind-soul. Dengan begitu gangguan apapun dapat diatasi melalui selfhealing, baik gangguan fisik maupun psikologis.

Sementara itu dalam bidang psikiatri dan psikologi lebih kepada mengatasi masalah akibat gangguan masa lalu. Dengan mengikuti psikoanalisa dari Frued bahwa masalah psikologis dapat disebabkan karena adanya masalah masa lalu yang tidak terpecahkan dan bersembunyi dibawah sadar manusia. Karena itu dalam terapi psikiatri dan psikologi perlu digali dengan melakukan tehnik hypnosis dan memberinya sugesti dalam kondisi relaksasi.

Bagi pasien-pasien psikiatri yang mengalami masalah karena gangguan bawaan seperti penyakit jiwa turunan jelas tidak mungkin dilakukan terapi melalui hypnosis ini. Apalagi jika pasiennya tidak bisa membangun kontak dan tidak bisa diajak kerjasama. Karena itu dalam kaitannya dengan masalah depresi, diperlukan pengetahuan ilmu psikiatri atau psikologi yang baik apakah depresinya memang merupakan gangguan jiwa turunan ataukah karena tekanan lingkungan. Karena itulah dalam peraturannya, American Psychiatry Association hanya membenarkan bila yang melakukan terapi hypnosis adalah memang psikiater atau psikolog yang mempunyai brevet khusus. Agar pemilihan terapi dapat diberikan dengan tepat.

Tetapi kini banyak sekali tawaran hypnotherapy untuk anak sekolah yang mengalami masalah belajar. Testemoninya mengatakan bahwa banyak sekali anak-anak yang mempunyai masalah peraihan prestasi kemudian dapat diatasi dengan hypnosis ini. Termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Nanti dulu, kita harus tahu dahulu masalah atau kesulitan belajar itu disebabkan karena apa. Jika masalahnya disebabkan karena gangguan neurologis yang menyebabkan masalah pembelajaran, tentu saja hypnosis tidak akan memberikan efek apa-apa. Karena itu bila mempunyai anak mengalami masalah belajar, perlu diperiksa baik-baik masalahnya disebabkan karena apa. Jangan sampai semuanya dikelompokkan karena masalah motivasi yang kurang sehingga perlu dibawa ke hypnoterapis untuk mendapatkan layanan meningkatkan motivasi sekolah dan belajar. Atau semuanya disebabkan karena masalah trauma masa lalu. Padahal misalnya ternyata karena dukungan dari lingkungan atau karena metoda pengajaran yang tidak tepat. Bukan anaknya yang perlu dihypnosis, tetapi lingkungan dan metoda pendidikan yang harus diubah.

Lagipula sudah diketahui bahwa menggali masalah masa melalui hypnosis hasilnya juga tidak 100 persen selalu benar, sering terjadi kesalahan memory.

Bisakah hypnoterapi untuk anak berkekhususan?

Pertanyaan seperti ini sudah seringkali muncul. Datangnya karena orang tua sudah putus asa terhadap anak dan ingin mencoba hypnotherapi, atau sebaliknya banyak tawaran hypnoterapi yang mengaku berbasis neuroterapi sehingga dapat mengatasi segala macam anak-anak bergangguan. Bahkan anak ADHD yang tak mampu konsentrasi dikabarkan bisa juga diberi terapi ini dan menyembuhkan ADHDnya. Atau anak penyandang autis pun bisa diberi terapi ini dan testemoninya sangat positip. Jangankan anak-anak yang mempunyai inteligensi normal tetapi yang bermasalah bisa juga ditangani. Anak yang mempunyai gangguan perkembangan inteligensi pun dikabarkan bisa didongkrak hingga menjadi normal. Benarkah?

Nanti dulu, siapa dulu yang mengatakan demikian. Jelas akan berkaitan dengan latar belakang teori yang dianutnya. Jika New Age Spirituality jelas akan mengatakan demikian karena pada prinsipnya neurosience (neuro-theology) yang dianut oleh New Age Spirituality mempunyai teori bisa memperbaiki fungsi otak bahkan meningkatkan potensi otak hingga tak terbatas. Jadi tidak heran jika di Indonesia bisa kita temui banyak penjaja aktivasi otak agar anak menjadi jenius. Sebab “teori” dan “metoda” nya memang ada.

Tetapi jangan menanyakan kebenaran ini pada dunia ilmiah sebab dunia ilmiah pasti akan menolaknya karena memang tak pernah ada buktinya secara ilmiah. Neurotheology masih dianggap pseudoscience.

Perkembangan hypnoterapi era New Age Movement

New Age Movement adalah sebuah gerakan spiritual. Para antropolog menjelaskan bahwa bila disebut sebagai agama baru, ia belum mencukupi syarat untuk disebut sebagai agama (religion), karena tidak mempunyai Nabi, Imam, dan buku suci. Penyebaran NAM hanya berdasarkan pelatihan-pelatihan atau syering spiritual, ataupun menggunakan panduan beragam buku yang ditulis oleh praktisinya. Namun pada dasarnya NAM adalah kembalinya manusia di abad ini mencari spiritualitas – yang kebetulan diambilnya dari berbagai sumber terutama filosofi agama-agama Timur. Peter Clarke dalam New Religion in Global Perspective, menjelaskan bahwa gerakan NAM bisa dikelompokkan dalam dua kelompok besar, yaitu Holistic Health Movement dan Human Potential Movement (misalnya pelatihan motivasi menggunakan NLP). Keduanya juga memanfaatkan tehnik hypnosis ini.

 

Tehnik hypnosis yang dimanfaatkan dalam bidang kesehatan versi NAM (Holistic Health Movement) bisa kita baca dalam berbagai buku yang dikeluarkan oleh Deepak Chopra atau buku-buku lain yang sealiran. Gerakan ini selain menggunakan metoda meditasi konvensional juga menggunakan neurofeedback sebagai pengganti tehnik meditasi konvensional. Penjelasan lebih lanjut tentang neurofeedback dapat dibaca disini

Hypnosis dengan neurofeedback sering disebut juga sebagai alert hypnosis. Maksudnya selama anak berada dalam kondisi relaksasi dimana bioelektrik otak dalam alfa state, ia tetap dalam keadaan sadar dan waspada. Tujuan NAM tentu saja sangat berlebihan, karena keluar dari kenyataan ilmiah dimana penggunaan neurofeedback hanya mampu meningkatkan konsentrasi (secara sementara pada saat itu) bagi anak-anak penyandang ADHD. Namun neurofeedback dimanfaatkan oleh NAM guna meningkatkan gelombang otak pada alfa state sebagaimana yang dapat ditemukan pada saat orang tengah melakukan meditasi konvensional.

 

Praktek hypnosis dalam NAM juga seringkali dinyatakan sebagai terapi berbasis pengetahuan otak (neuroscience) yang maksudnya adalah dalam pembahasan neurotheologi. Tentang neurotheologi dapat dibaca disini .

Selain dimaksudkan untuk meningkatkan potensi energy spiritual, meningkatkan kecerdasan otak, hypnotherapy dalam NAM juga lebih didukung oleh teori dari Carl Jung tentang misalnya masalah masa kini disebabkan karena masalah kehidupan masa lalu, masalah-masalah yang disebabkan karena karma, reinkarnasi, dan keluarnya roh dari tubuh manusia. NAM pada dasarnya tidak mempercayai adanya roh halus atau setan yang mengganggu kesehatan psikis manusia sebagaimana agama-agama Samawi tetapi lebih mempercayai bahwa segala masalah disebabkan karena gangguan dari energy negatip. Marah, rasa terjajah, dan terbelenggu, yang berada di alam bawah sadar, baik itu masalah di jaman kehidupan masa lalu, maupun di kehidupan kini, semuanya adalah energy negatip, yang dapat menyebabkan keseimbangan mind-body-soul terganggu.

Mind Reprogram

Masalah-masalah yang terpendam di dalam alam bawah sadar, yang dipercaya dapat mengakibatkan masalah kurang teraktualisasinya secara baik diri manusia baik secara spiritual, kesehatan psikis dan kesehatan fisik, perlulah dibersihkan. Demikian kepercayaan dalam NAM. Karena itu diperlukan upaya pembebasan diri, membuang semua masalah itu, mengosongkan alam bawah sadar, yang kemudian diisi ulang dengan sesuatu yang baru yang positip. Ritual ini disebut sebagai mind reprograming.

Bagaimana cara membuang segala macam gangguan di bawah sadar, adalah dengan cara self hypnosis, untuk mengenal kembali masalah-masalah itu, dikeluarkan (dapat secara emosional sedih dan marah).

Bagaimana cara memasukkan atau melakukan reprograming hal-hal yang baru yang dianggap positip, adalah dengan melakukan repetitif berbagai kata-kata yang mempunyai makna positip. Dengan dasar pemahaman bahwa apabila kita lakukan berulang-ulang maka kata penuh makna positip itu akan masuk ke dalam alam bawah sadar kita, menggantikan hal-hal yang dianggap negatip. Hal-hal positip ini akan menjadi spirit yang baru.

Berbahayakah hypnosis?

Pertanyaan bahayakah hypnosis seperti ini sudah seringkali dilontarkan oleh banyak orang.

Dampak hypnosis memang cukup beragam mulai dari yang mengalami serangan panik ketakutan menghadapi hypnose, hingga yang mengalami psikose atau kekacauan perilaku dalam kondisi tak sadarkan diri (kesurupan). Pertanyaan selanjutnya mengapa dapat terjadi hal yang demikian?

Hypnosis yang hanya sampai pada stadia relaksasi umumnya tidak menimbulkan masalah. Masalah yang muncul hanyalah akibat dari naiknya ke permukaan masalah masa lalu yang bisa meningkatkan emosi.

Berubahnya perilaku saat sesi hypnosis adalah sebagai akibat berubahnya biokimiawi dan bioelektrik dalam otak. Ambil contoh pada pemain kuda lumping atau penari Bali Legong Keraton dan Kecak. Musik dengan ritme monoton yang cepat akan merangsang sistem persyarafan auditory. Semakin cepat dan semakin monoton, maka sinyal-sinyal yang dikirim antar neuron atau sel syaraf juga akan semakin cepat dan monoton. Situasi seperti inilah yang dapat menyebabkan perubahan perilaku, emosi, perasaan, ataupun kesadaran seseorang.

Sesi hypnosis yang dalam hingga trance dan diikuti dengan halusinasi akan ditunjukkan dengan gambaran seolah-olah ia sedang kesurupan roh halus atau mahluk halus. Dapat terjadi pula adanya gangguan aktivitas otak yang tak seimbang menyebabkan seseorang mengalami serangan epilepsi. Secara psikiatrik, gejala seperti ini merupakan gejala perpecahan kepribadian atau schizophrenia dan psikose.

Meditasi dengan ritual gerakan ritmis sambil menyebutkan kata-kata tertentu secara berulang yang terus menerus, akan memberikan efek yang sama sebagaimana yang terjadi pada penari Bali tadi. Diperkirakan adanya peningkatan noradrenalin, dopamin, dan endorphin pada saat trance dan cathecolamines serta opoid peptides merupakan zat paling bertanggung jawab hingga munculnya gejala trance pada seseorang yang mengalami self -hypnosis.

Kita juga sekarang bisa mendapatkan musik-musik untuk self hypnosis versi NAM melalui internet, dan bisa didonlod secara gratis. Bila kita cari melalui search engine dengan kata kunci: music hypnosis new age maka kita akan mendapatkannya banyak sekali.

 

http://www.hypnos.co.uk/hypnomag/rattan.htm

http://www.nutritionplushealth.com/common/adam/DisplayMonograph.asp?DocID=33_000353&storeID=0EA8BC7DFAAD4839B451F95A081C98B5

http://books.google.nl/books?hl=nl&lr=&id=bt-5O36Gty0C&oi=fnd&pg=PA3&dq=anthropology+hypnotherapy&ots=bwKDUU1LtA&sig=KPZ5qNmxNT9uOM6nN6SDfDjoEf8#v=onepage&q&f=false

http://journals.lww.com/neuroreport/Abstract/2001/11160/Catecholamines_and_opioid_peptides_increase_in.9.aspx

http://mttd.com/modules/mmmagazine/issues/20030613105603/20030613112009/Maas_MTT.pdf

http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/ch.386/abstract

http://www.brooksidecenter.com/possible_dangers_and_complicatio.htm

http://defendingcontending.com/2008/05/02/the-signs-and-wonders-movement-exposed/

http://www.amazon.com/Hypnosis-Hypnotherapy-Children-Karen-Olness/dp/157230054X

http://www.skepsis.nl/blog/2008/04/neurofeedback-training-kritisch-bekeken/

http://www.aap.org/mentalhealth/docs/CR%20Psychosocial%20Interventions.F.0503.pdf

http://books.google.nl/books?hl=nl&lr&id=Kj7ZEW7ntHMC&oi=fnd&pg=PP12&dq=new+age+religion+hypnotic&ots=vC5ATRa7Vi&sig=8e6qxto_-cfF-g3HDjD9be-lO8Q#v=onepage&q&f=true

http://findarticles.com/p/articles/mi_qa4087/is_200604/ai_n17188642/

http://www.squidoo.com/subconscious_mind