Headline

Kediri- Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo yang berada di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri dihebohkan dengan suara ledakan dahsyat di area pintu masuk bagian timur. Suara dentuman tersebut membuat lantai keramik seluas enam meter persegi rusak.

Kejadian itu membuat para santri yang sedang belajar berhamburan keluar. Bahkan, sebagian dari mereka lari menyelamatkan diri. Pengasuh Ponpes Lirboyo, Kota Kediri KH. Idris Marzuki mengatakan, ledakan tersebut bukan bom. Kata Gus Idris, sebutan akrabnya, ledakan itu merupakan kekuatan gaib negatif atau biasa disebut tenung.

Tenung dipercaya sebagai sihir sejenis santet dan teluh yang menggunakan media barang, benda mati, atau hewan dan telur. Cara pengirimnya sama seperti teluh namun kelebihan ilmu ini bisa menyusup ke dalam tanah.

Sementara itu, Khoirul Anam salah satu santri menuturkan, beruntung ledakan tersebut tidak sempat melukai para santri. Usai insiden itu, para santri melakukan doa ritual doa bersama di sekitar lokasi

Terpisah, Kapolsek Mojoroto Kota Kediri, Kompol Dodik Eko Wijayanto mengatakan belum mendapatkan laporan dari pihak pondok. Dia menyebut ledakan itu disinyalir merupakan fenomena alam. (beritajatim.com/ndr)

Pengalaman Admin :

Saya pribadi sudah dua kali mendapat kiriman tenung, pertama serangan ini masuk kedalam rumah saya dan meledak dengan keras hingga mengeluarkan cahaya namun Alhamdulillah tidak ada yang rusak kondisi rumah dan keluarga saya baik-baik saja walaupun istri dan anak saya sempat shock, lalu untuk mengantisipasi serangan serupa saya membentengi rumah dengan membaca shalawat nabi 3 x ayat kursi 7x dan (bisa ditambah) surat yasin ayat 9 sebanyak 1,3,7 x ( bilangan terserah disunnahkan ganjil) lalu pada malam harinya terjadi lagi ledakan namun diatas atap rumah 🙂 seperti suara merecon cukup menghibur kami 🙂 alhamdulillah sampai sekarang tidak ada lagi serangan tenung, ingin rasanya saya “membalas” namun kesabaran saya masih tersisa 1 kali lagi, jika masih ada lagi maka Insya Allah saya akan membalasnya dengan keras………

pembahasan tambahan

ada pengunjung bernicak name “temannya dul pacul” dengan teori nyelenehnya menyanggah artikel diatas (lihat debat kami dibagian komentar) , pada gambar dibawah ini saya membuktikan bahwa keramik bisa saja pecah karena sudut “nat” keramik yang memuai saling menekan hingga keramik terangkat dan terlepas dari ikatan semen, dan temponya tidaklah seketika dan meledak (menimbulkan suara yang besar)  melainkan butuh waktu lama dibandingkan dengan teori uap air yang tidak masuk diakal 🙂 jika dihubungkan dengan kasus diatas 🙂