Logika kita menjawab ada 3 kemungkinan oknum yg layak dijadikan tuhan :
1. Tuhan itu diciptakan oleh sesuatu yg lain ?
2. Tuhan itu menciptakan dirinya sendiri ?
3. Tuhan itu tidak berawal dan tidak berakhir ?

Bila kita pilih opsi 1 : berarti tuhan = mahluk. ( bisa sapi, bisa keris, bisa manusia, bisa android, bisa matahari ).
Tentunya saya tdk akan ber-tuhan kepada sesuatu yg memiliki kesamaan atau bahkan lebih rendah dari saya.

Bila kita pilih opsi 2 : berarti tuhan beroknum dua, disatu sisi dia sebagai tuhan ( sang Pencipta ) disisi yg lain dia sebagai yg diciptakan ( mahluk ). Artinya tuhan = tuhan dan tuhan = mahluk, apa bedanya dg tuhan = mahluk pd opsi 1 ?
( logika ini dianut oleh teori ttg reinkarnasi dan ketuhanan Jesus ).

Bila kita pilih opsi 3 : berarti tuhan tidak = mahluk ( yg berawal dan berakhir dan memiliki keterbatasan ruang ).
Dan dimanakah kita dapatkan oknum tuhan semacam ini dan siapakah Dia ? tentunya kita semua sudah tahu.

Tentunya Logika kita mengatakan salah satu dari opsi itu ada yang Benar. Tidak mungkin ketiganya Benar karena satu dg yg lain berbeda dan saling berlawanan sifatnya.

Tuhan memang beda dengan manusia. Oleh karena itu manusia itu bisa 2, 3 atau 10 milyar jumlahnya. Namun Tuhan itu tetap Esa (Satu). Oleh karena itu sila pertama Pancasila adalah: Ketuhanan Yang MAHA ESA. Bukan Maha Banyak, 2, 3, atau lebih.

Kalau Tuhan lebih dari 1, misalnya ada 3. Maka Tuhan itu bukan Maha Kuasa lagi. Tapi terbatas kekuasaannya. Cuma 1/3 saja!

Kalau Tuhan lebih dari 1, misalnya ada 3. Maka Tuhan itu bukan Maha Esa lagi. Tapi banyak atau berbilang. Politheist atau Syirik!

Kalau Tuhan lebih dari 1, misalnya ada 3. Maka Tuhan itu bukan Maha Pencipta lagi. Tapi cuma 1/3 pencipta.Atau kalau yang satu tidak mencipta sama sekali, maka dia bukan Tuhan Maha Pencipta.

Padahal dalam Islam Tuhan yang sejati itu adalah:
– Maha Pencipta
– Maha Esa
– Maha Kuasa, dsb…

Tidak pakai analogi, tapi pikirkan kemungkinan ini:
1. Tuhan juga diciptakan.
Maka, dia bukan Sang Pencipta.
2. Tuhan menciptakan dirinya sendiri.
Ini absurd, menyalahi akal sehat; diciptakan sekaligus menjadi pencipta dalam waktu yang sama.
3. Tuhan tidak berawal dan berakhir.
Inilah yang logis.

MAKA KITA SEBAGAI UMAT ISLAM HANYA MENGAKUI ADANYA 1 (SATU) TUHAN YAITU ALLAH TA’ALA !