Sahabat-sahabat sekalian, “kebodoha”n wongalusaceh si dukun Ahmaq ini menjadi ibroh buat kita semua, dia mengatakan bisa ini bisa itu, dia merasa sudah benar-benar jenius dan maha pintar, namun dia sesungguhnya bodoh sebab ilmu yang dipelajarinya sama sekali tidak berbekas dihatinya kecuali jimat, wifiq, aufaq, ngemis-ngemis jin (lihat saja bukti diblognya), lalu bisanya memaki-maki orang 🙂 apakah ini tipe orang yang mengamalkan ilmu diennya????? Saya beri nilai to dukun Ahmad angka o (enol)……empty alias kosong isi kepalanya cuma jimat dan jimat 🙂

Abu Darda Radhiyallhu ‘Anhu berkata, “Engkau tidak akan menjadi seorang alim hingga engkau menjadi orang yang belajar. Dan engkau tidak dianggap alim tentang suatu ilmu, sampai engkau mengamalkannya”.

Ali Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Ilmu membisikkan untuk diamalkan kalau saeorang menyambut (maka ilmu itu akan bertahan bersama dirinya). Bila tidak demikian maka ilmu itu akan pergi”.

Al Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata, “Seorang alim senantiasa dalam keadaan bodoh hingga dia mengamalkan ilmunya. Bila dia sudah mengamalkannya, barulah ia menjadi alim”.

Diambil dari ‘Awa’iq Ath Thalab, hal 17-18