Kisah ini dituturkan oleh Imam Ibn Al-Qayyim dalam kitabnya Al-Wabil Ash-Shayyib min Al-Kalim Ath-Thayyib.

Dari Ibrahim ibn Al-Hakam, dari ayahnya, dari `Ikrimah, katanya, “Suatu ketika ada seorang laki-laki musafir bertemu dengan orang yang sedang tidur, dan musafir itu melihat beberapa setan di samping orang yang sedang tidur itu. Lalu dia mendengar salah satu di antara setan-setan itu berkata kepada kawannya, ‘Pergilah, dan rusaklah kalbu orang yang sedang tidur itu.’ Ketika setan tersebut mendekati orang yang sedang tidur itu, maka dia segera kembali menemui kawannya dan berkata, ‘Dia tidur dengan membaca (sebelum tidur) ayat-ayat yang menyebabkan kita tidak dapat mengganggunya.’ Kawannya segera mendekati orang yang tidur itu, kemudian kembali lagi dan berkata kepada kawannya, ‘Benar apa yang kamu katakan.’ Kemudian setan itu pergi dari tempat itu.”

Musafir tersebut lalu.membangunkan orang yang tidur itu dan menceritakan ulah setan-setan yang dilihatnya, lalu dia berkata, “Ajar-kan kepadaku ayat-.ayat yang engkau baca sebelum engkau tidur.” Orang itu menjawab bahwa ayat-ayat yang dibacanya adalah surah A’raf ayat 54:

Sesungguhnya Tuhanmu ialah Tuhan yang menciptakan langit dan enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakanNya pula) matahari, rembulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah; menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah, Mahasuci Allah, Tuhan semesta alam.