Membaca judul diatas, tentu terbayang di angan pembaca sekalian bahwa, ini pasti tekhnik tenaga dalam yang hebat sebab bisa mengubah jari telunjuk menjadi besi untuk menyiksa setan.

Namun sesungguhnya tidak seperti yang dibayangkan para pembaca sekalian, sebab sesungguhnya tenaga dalam dan segala klaim-klaim kehebatan didalamnya semua adalah tipu daya setan. Cara menyiksa setan dengan “mengubah” jari telunjuk menjadi besi, sesungguhnya sudah ada dalam hadits Rasulullah.

Dari Nafi’ ia berkata “Adalah Abdullah bin Umar apabila duduk dalam shalat meletakkan kedua tangannya sebelum lututnya dan berisyarat ( menggerak-gerakkan) dengan jari (telunjuknya) dan diiringi dengan penglihatannya (kejari tersebut)” kemudian berkata, bahwa Rasulullah bersabda “Jari telunjuk (yang digerak-gerakkan ketika shalat) ini benar-benar lebih keras (menyiksa) bagi syetan dari pada besi.” (Hadits Hasan, Shifatus-shalah, hal.140, al-fathur rabbani IV:15 no.7210)

Jika pada pembaca sekalian shalat berjama’ah mungkin pernah melihat seorang yang menggerak-gerakkan telunjuknya di tahiyatul awal/akhir, jika kita tidak tahu sunnah tersebut maka kita akan memandang aneh perilaku orang tersebut.

Sesungguhnya sunnah menggerak-gerakkan secara berulangkali jari telunjuk ketika tahiyatul awal/akhir ini sudah sangat jarang dikerjakan bahkan diketahui oleh umat Islam. Padahal keutamaannya sangat besar yaitu dapat menyiksa syetan yang ada pada diri kita atau yang hendak mengganggu kita ketika shalat, Alhamdulillah sunnah ini kebanyakan masih dikerjakan ikhwan-ikhwan kita yang bermanhaj salafy.

Maka tidak ada salahnya kita ketika shalat menggerak-gerakkan jari telunjuk, sebab ini adalah sunnah yang sudah mulai ditinggalkan oleh kaum muslimin dan kita sebagai umat muslim seharusnya tetap ihya assunnah (menghidupkan sunnah) dimanapun dan kapanpun kita berada.