Ada kemiripan faham “Nur Muhammad” dalam Tasawuf, “Firman” dalam Injil Yohanes, dan “Logos” dalam Filsafat Neo Platonisme.

Injil Yohanes 1 : 1-14 mengutip ajaran logos ini, menurut pengertian Heraklitus, Stoa dan Platonis, isi kalimatnya sebagai berikut :

“Maka awal pertama adalah logos dan logos itu bersama-sama dengan Allah. Logos juga Allah dan segala sesuatu dijadikan olehnya, segala suatu yang telah terjadi. Dan logos itu telah menjadi Manusia dan tinggal bersama kita”

KONSEP FILSAFAT YUNANI

Plato memberi Orpheus untuk mengatakan (Dalam Tim. I, 312.26 dan seterusnya, dan 324.14 dan seterusnya, rujuk Proclus ibid., halaman 168).

…bahwa segala sesuatu tercipta dalam Zeus, setelah penelanan Phanes, walaupun penyebab segala sesuatu dalam kosmos muncul terutamanya dan dalam bentuk bersatu di dalamnya (sc. Phanes), mereka muncul secara sekunder dan dalam bentuk tertentu dalam Demiurge. Matahari, bulan, langit sendiri, segala elemen, dan Eros yang menjadi penyatu – semuanya wujud sebagai satu kesatuan ‘yang bercampur bersama dalam perut Zeus’ (Orph. Dari 167b.7 Kern).

Orang Yunani, dari Parmenides, mengubah konsep itu kepada Monisme, yang menjadikan Yang Esa hadir. Namun Proclus menunjukkan bahwa konsep-konsep ini, khususnya Idea-idea yang berasal dari Kehendak Nous, mempunyai asal-usul mereka dalam Chaldean Oracles (Kata-kata Hikmah Kasdim) (dari 37 Des Places):

Intelek Nous terpancar, melahirkan dengan kehendaknya yang tidak lelah kepada
Idea-idea berbagai bentuk; dan mereka keluar melayang dari sumber tunggal ini
Karena ini adalah nasihat dan pencapaian Nous. Namun mereka dibagikan oleh api kebijaksanaan
dan disebarkan di kalangan makhluk-makhluk bijaksana yang lain. Karena tuan mereka telah meletakkan di hadapan kosmos berbagai bentuk ini satu model berakal yang kekal; dan kosmos berusaha sederhana untuk mengikuti jejak awalnya. Dan muncul dalam bentuk yang ia ada dan dipenuhi dengan berbagai jenis Idea. Untuk semua ini terdapat satu sumber, namun sementara mereka memecah keluar banyak yang lain telah berpecah dan tersebar melalui jasad-jasad kosmos, berkerumun seperti lebah sekitar ruangan-ruangan besar dunia, dan berputar-putar dalam berbagai arah. Idea-idea bijaksana ini, yang keluar dari sumber Nous, memegang pada kobaran api yang besar. Pada detik utama waktu yang tidak terhenti. Sumber Nous yang utama dan serba mencukupi ini telah memancar keluar Idea-idea generatif utama ini.

————————————————————-

KONSEP KRISTIANI

PADA MULANYA ADALAH FIRMAN ( Yohanes 1:1-14)

1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

2. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

3. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

4. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.

5. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. dst 6 s/d kita lewati.

6. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes.

7. Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.

8. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.

9. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.

10. Ia telah ada di dunia, dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.

11. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

12. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.

13. orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

14. Firman itu telah menjadi manusia, diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai anak tunggal bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Berbeda dengan penulis-penulis Injil lainnya, Yohanes tidak memulai Injilnya dengan pengenalan langsung dari Yesus yang historis. Sebaliknya ia menuntun pembacanya kepada Firman (bahasa Yunani ‘LOGOS’), yang dipersamakan dengan Yesus pada akhir prolognya. Tak dapat disangkal, bahwa caranya menjurus kepada peristiwa-peristiwa historis ini, mempunyai pengaruh besar pada tafsiran keseluruhan kitab. Justru pengertian tentang arti “Firman” sebagaimana istilah ini dimengerti oleh pembaca pertama Injil ini penting sekali, sekalipun ada beberapa pendapat yang berbeda mengenai pernyataan ini. Satu tumpuan pendapat yang kuat mempertahankan hubungan-hubungan ide itu dengan dunia pemikiran Yunani. ‘LOGOS’ adalah kata Yunani yang searti dengan “firman”, kadang-kadang ditulis ‘RHEMA’. Padanan kata Ibrani “DABAR”, berarti yang diucapkan maupun hal yang dikerjakan, atau suatu perkara. Dalam sastra Yohanes, ‘LOGOS’ menunjukkan Firman yang berpribadi. Istilah ‘LOGOS’ dipakai di kalangan para Stoa dalam menggambarkan prinsip budi ilahi ‘LOGOS SPERMATIKOS’ yang menyebabkan bertumbuhnya ciptaan alamiah. Ide ini lebih menyeluruh diperkembangkan selaku sesuatu yang berdiri sendiri dimana ide itu digunakan selaku alat melalui mana dunia diciptakan. Bahwa sebelum penciptaan, Firman telah ada. “Pada mulanya adalah Firman”, ‘EN ARKHE EN HO LOGOS’. Pernyataan Yohanes bahwa Firman itu adalah “hidup” (‘ZOE’) menyusul secara logis dari kegiatan kreatif-Nya. Pandangan tentang Firman selaku sumber hidup adalah asasi bagi Injil ini, karena Yohanes menyatakan tujuannya: agar pembaca memperoleh hidup dalam nama-Nya.

Pada mulanya, sebelum dunia dijadikan, Firman sudah ada. Firman ada bersama Allah dan Firman sama dengan Allah. Sejak semula ia bersama Allah. Segalanya dijadikan melalui Dia, dan dari segala yang ada, tak satupun dijadikan tanpa Dia. ( Injil Johanes : 1 : 1-3)

—————————————————————————–

KONSEP TASAWUF (YANG KELIRU) DALAM ISLAM

Sebelum dunia dijadikan Nur Muhammad sudah ada, segalanya dijadikan melalui Nur Muhammad, Segalanya dijadikan melaui Dia, dari segala yang ada, tak satupun dijadikan tanpa Dia. (Kitab Daqoiqul Akbar – Al Imam Abdurrahman bin Ahmad Qodhi)

Bandingkan dengan Hadits-hadits palsu ( مَوْ ضُوْع ) dan Hadits yang tidak jelas asal usulnya ( لاَ اَصْلَ لَهُ ) di bawah ini !

إِنَّ اللهَ خَلَقَ رُوْحَ النَّبِي صَلىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَاتِهِ وَ خَلَقَ العَا لَمَ بِأَسْرِهِ مِنْ رُوْحِ محُمَّدٍ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّم

“Bahwa Allah menjadikan Ruh Nabi Muhammad ( Nur Muhammad ) daripada Dzat-Nya. Dan dijadikan Alam seluruhnya dari pada Ruh Nabi Muhammad (Nur Muhammad)” ( Al Hadits, bagaimana Matan dan Sanadnya ? )

خَلَقْتُ الأَ شْيَاءَ ِلأَجْلِكَ وَخلَقْتُكَ ِلأَجْلِى

“Aku jadikan sesuatu adalah karenamu ya Muhammad, dan aku jadikan kamu adalah aku”

أَنَا مِنَ اللهِ وَالمُؤْمِنُوْنَ مِنِّى

“Aku yang pertama dijadikan, (yakni Nur Muhammad), dan sekalian mu’min adalah daripadaku”

اَوَّلُ مَا خَلَقَ اللهُ نُوْرُ نَبِيِّكَ ياَ جَابْر

” Pertama yang dijadikan Allah adalah Cahaya Nabimu (Nur Muhammad), Wahai Jabir “

خَلَقْتُ نُوْرَ مُحَمَّدٍ إِثْنَى اَلْفِيْنَ سَنَةٍ قَبْلَ خَلَقْتُ آ دَمَ

“Kujadikan Nur Muhammad 2000 tahun sebelum kujadikan Adam”

اِنَّ اللهَ قَبَضَ قَبْضَةً مِنْ نُوْرِهِ فَقَالَ لَهَا : كُوْنِي مُحَمَّدًا

“Sesungguhnya Allah menggenggam segenggam cahaya, lalu berfirman, Jadilah engkau Muhammad” !

لمَاَّ اقْتَرَفَ آدَمُ الْخَطِيْئَةَ قَالَ : يَا رَبِّ أَسْاءَ لُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدِ لِمَا غَفَرْ تَ لِي

“Ketika Adam melakukan kesalahan, dia berkata, Wahai Tuhanku, aku memohon kepadaMu dengan hak Muhammad untuk mengampuniku”

Coba anda bandingkan Kata Sabda, Firman, atau Logos dengan Nur Muhammad di atas !

——————————————————————————————–

PANDANGAN ISLAM YANG SEBENARNYA

Bahwa hanya Malaikat yang diciptakan dari “Nur”, sedangkan manusia di ciptakan asalnya adalah dari “Tanah”. Apakah Nabi Muhammad termasuk Malaikat ? Padahal Nabi dilahirkan seperti manusia biasa. Maka Allah menyuruh Nabi Muhammad mengatakan :

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ

Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. (QS. Al Kahfi : 110)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi’ dan Abdu bin Humaid, berkata Abdu: Telah mengkhabarkan kepada kami, sedangkan Ibnu Rafi’ berkata: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengkhabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Urwah dari Aisyah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: ”

Malaikat diciptakan dari cahaya (nur), Jin diciptakan dari api yang menyala-nyala dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian.” (HR. Muslim No. 5314)

Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. [QS. Ali Imron :59]

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. [QS. Al A’raf :54]

Hadits palsu tersebut juga bertentangan dengan sabda Nabi :

إن أول ما خلق الله تعالى القلم، فقال له: اكتب، فجرى في تلك الساعة بما هو كائن إلى يوم القيامة

“Sesungguhnya, pertama-tama yang diciptakan Allah Ta’ala adalah qalam (pena), lalu Allah berfirman kepadanya : Tulislah ! Maka ditulislah pada saat itu apa yang terjadi sampai hari kiamat.” (HR. Ahmad)

“Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan oleh Allah adalah PENA (qalam), dan Allah memerintahkannya untuk menulis segala sesuatu yang akan terjadi”. (HR. Abu ya’la 1/123, Baihaqi dalam Asma’ was Shifat hal. 271)

Silahkan dibaca juga link ini :
http://pustakaimamsyafii.com/perjalanan-nur-muhammad.html

Wallahu ‘alam.