2 minggu yang lalu saya meruqyah seorang wanita anak SMA kelas 2, dia diantar Ayah, Ibu dan kakaknya menemui saya dirumah, Ayahnya menceritakan bahwa keluarga mereka diserang sihir sebab hampir setiap minggu selalu menemukan potongan kemenyan dan garam didepan rumah dan bawah jendela kamar si anak tersebut dan si anak sering pingsan tanpa sebab di sekolah bahkan dirumahnya.

Anak tersebut (sebut saja namanya Dina) menceritakan bahwa dia sering diteror mantan pacarnya yang “maniac”  yang sudah diputusnya karena mantan pacarnya itu suka bertindak kasar terhadap dirinya. Mantan pacarnya itu sering memaksa Dina untuk “balikan”  namun si anak sama sekai sudah trauma dengan sikapnya yang sangat kasar. Mantan pacarnya mengancam apapun akan dia lakukan agar Dina kembali menjadi pacarnya walau harus pergi kedukun sekalipun.

Setelah mendengarkan kisahnya saya berkesimpulan bahwa anak ini 50 % mengalami gangguan psikologis, sebab si anak sangat merasa tidak nyaman hidupnya setelah putus dengan pacaranya tersebut bahkan sering bermimpi didatangi pacaranya.

Saya tidak terlebih dahulu memberikan tauziyah melainkan langsung meruqyah si anak tersebut. Dina saya suruh berbaring lalu saya beri penjelasan singkat tentang tata cara terapi ruqyah, saya katakan kepadanya untuk pasrah dan dengan khusyuk mendengarkan ayat-suci Al-Qur’an dan doa-doa rasulullah yang akan saya bacakan dan jika ada reaksi menangis atau muntah jangan ditahan namun lepaskan saja sebab reaksi itu untuk mengeluarkan  penyakit dalam tubuhnya.

Baru saja saya membaca surah alfatihah dengan menempelkan tangan saya ke ubun-ubun Dina (pake sarung tangan) , Dina langsung menangis dengan sangat kerasnya, tanpa menghiraukan tangisannya saya terus meruqyahnya. Disela-sela meruqyah saya mendapatkan firasat dan merasakan “ada yang aneh” di bagian perutnya, lalu saya secara khusus meruqyah bagian perutnya dengan menghembuskan nafas saya keperutnya tiap selesai satu surat. tak dinyana ternyata dina langsung muntah dengan muntahan yang sangat banyak yang muntahannya dimasukkan kedalam plastik yang dipegang oleh Ibunya.

Setelah membacakan ayat-ayat pembatal sihir, saya membaca surat Al-hasyr 21 sebanyak beberapa kali untuk menghancurkan “tahanan” ghoib lalu saya membaca A-naml 30-31 utuk menaklukkan “penyakitnya” lalu saya giring semuanya keluar dengan membacakan Surat maryam ayat 1 ” kaaf Ha ya Aiiin Soood” berulangkali dengan menggunakan isyarat tangan kanan saya menggiring seluruh penyakit dengan kotoran-kotorannya keluar melalui mulut.

Alhamdulillah ruqyah tidak mengalami hambatan yang berarti. Setelah selesai ruqyah saya menasihat Dina agar meningkatkan ketakwaannya pada Allah, membaca doa-doa perlindungan untuk melindungi dirinya dari sihir dan gangguan jin, Selain itu saya membangkitkan semangat Dina agar dalam menghadapi masalah jangan mudah untuk stress dan takut sebab  setiap masalah pasti ada jalan keluar. Pada kedua orang tuanya saya memberikan pesan agar Dina selalu diperhatikan sebab usianya yang masih SMA sangat rentan terhadap masalah yang berhubungan dengan lawan jenis. Saya lalu berpesan agar memercikkan air ruqyah ke sekeliling rumahnya dan ditempat yang sering menemukan benda-benda aneh.

sekira 4 hari kemudian mereka datang lagi dan menceritakan kepada saya bahwa Dina sudah sehat dan sudah ceria kembali dan orang tuanya menceritakan bahwa mantan pacar Dina secara tiba-tiba sudah pindah Ke Propinsi Bangka Belitung (sumatera selatan), saya lalu kembali meruqyah Dina dan Alhamdulillah dina tidak ada reaksi apapun juga saya juga tidak merasakan lagi adanya keanehan dalam tubuhnya.

*semua yang terjadi karena Idzin Allah semata”