Kalau Anda sebelumnya normal, lalu tiba-tiba terbayang wajah seorang wanita yang pernah Anda temui, Anda jadi rindu untuk bersua dengannya, kerinduan itu bergelora dan terus bergelora dan makin bergelora, hingga membuat Anda tidak ‘selera’ lagi dengan istri, Anda pun jadi lupa shalat, lupa istirahat, makan dan minum bahkan Anda seolah gila dan mabuk kepayang, sebenarnya apa yang sedang Anda alami?

Jika Anda sebelumnya sehat lalu tiba-tiba badan terasa sakit, kepala pusing dan perut mual, lalu setelah itu Anda muntah, tapi yang dimuntahkan adalah jarum, paku dan beling, sebenarnya apa yang sedang Anda alami?

Anda disihir, diteluh, dipelet dan ditenung! Segeralah diobati! Karena kalau tidak…

Lantas bagaimana cara mengobatinya? Pergi ke “orang pintar”, paranormal dan dukun? Kalau Anda pergi ke mereka, rugilah Anda dunia dan akhirat.

“Siapa yang mendatangi Arraf lalu menanyakan sesuatu kepadanya, niscaya sholatnya tidak akan diterima selama 40 hari. ” (HR. Muslim)

Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa Arraf itu termasuk jenis Kahin yaitu orang-orang yang mengaku tahu perkara gaib (tersembunyi).

Jika sekedar bertanya kepada mereka yaitu orang-orang “pintar” (yang sebenarnya sangat tidak pintar) saja bisa menyebabkan tertolaknya pahala shalat selama empat puluh hari, lantas bagaimana jika bukan hanya bertanya, melainkan membenarkan pula perkataannya?

“Siapa yang mendatangi Kahin, lalu mempercayai apa yang ia katakan, sungguh ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad” (HR. Abu Daud)

Lantas, apa solusinya agar sembuh dari sihir? Berikut ini solusinya:

1. Ruqyah dengan ayat dan doa yang ada dalam Al-Quran dan As-Sunnah.

Ketika Anda menyadari bahwa gejala-gejala gangguan sihir mulai menyerang Anda, segeralah diruqyah. Lantas apa itu ruqyah dan bagaimana caranya dan apa saja syarat dibolehkan melakukannya? Lihat di sini dan sini dan sini.

Allah عز وجل berfirman, “Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. ” (QS. Al-Isra: 82 )

Al-Quran adalah penyembuh dari segala penyakit, di antaranya penyakit yang disebabkan oleh sihir. Karena itu, dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran, pengaruh sihir yang datang akan terkikis dan hancur.

Ibnul Qayyim berkata, “Di antara metode pengobatan yang paling efektif untuk mengobati pengaruh sihir yaitu dengan obat-obat ilahi. Bahkan itu merupakan obat yang sangat efektif untuk sihir. Karena, sihir itu disebabkan pengaruh dari ruh-ruh yang jahat dan hina. Dan cara untuk menangkal pengaruh tersebut yaitu dengan melawan dan membasminya melalui berbagai dzikir, ayat dan doa yang menggagalkan perbuatan dan juga pengaruh mereka. ”

2. Mencari benda sihir yang dijadikan alat oleh tukang sihir dalam melakukan sihirnya, lalu memusnahkannya (jika itu memungkinkan).

Hal ini berdasarkan hadits Aisyah yang menyebutkan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah disihir, sehingga merasa seolah-olah mendatangi istri-istrinya, padahal tidak melakukannya. Maka Allah عز وجل pun mengutus dua malaikat yang berbincang di dekat Nabi صلى الله عليه وسلم. Keduanya berbicara tentang tempat yang dijadikan si tukang sihir untuk menaruh benda yang digunakan untuk menyihir beliau. Beliau صلى الله عليه وسلم pun mendengar pembicaraan itu, lalu memerintahkan para sahabatnya untuk mendatangi tempat tersebut dan mengeluarkannya dari sebuah sumur. Benda itu ternyata berupa sisir, rontokan rambut, dan mayang kurma jantan. Maka, setelah benda itu dikeluarkan, hilanglah gangguan yang beliau rasakan. Allah telah menyembuhkannya.

Ibnul Qayyim berkata, “Cara ini termasuk paling mengena dalam mengobati seseorang yang tersihir. Ini layaknya menghilangkan dan membuang materi yang kotor dari dalam tubuh dengan cara memuntahkannya. “

3. Mandi dengan air

Berkata Ibnu Katsir, “Telah mengabarkan kepada kami Abu Ja’far Ar-Razi dari Laits dan ia adalah Ibnu Abi Sulaim, ia berkata, ‘Telah sampai kepadaku (kabar) bahwa ayat-ayat ini merupakan penyembuh dari sihir dengan izin Allah. Yaitu dengan dibacakan pada sebuah bejana yang berisi air lalu disiramkan ke kepala orang yang tersihir. Ayat-ayat yang dimaksud yaitu:

فلما ألقوا قال موسى ما جئتم به السحر إن الله سيبطله إن الله لا يصلح عمل المفسدين

ويحق الله الحق بكلماته ولو كره المجرمون

“Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: “Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya” Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya). ” (QS. Yunus: 81-82)

فوقع الحق وبطل ما كانوا يعملون فغلبوا هنالك وانقلبوا صاغرين وألقي السحرة ساجدين قالوا آمنا برب العالمين رب موسى وهارون  

“Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud. Mereka berkata: “Kami beriman kepada Tuhan semesta Alam, (yaitu) Tuhannya Musa dan Harun” (QS. Al-A’raaf: 118-122)

وألق ما في يمينك تلقف ما صنعوا إنما صنعوا كيد ساحر ولا يفلح الساحر حيث أتى

“Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. “Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang. ” (QS. Thaha: 69)

4. Memakan kurma ‘Ajwa Madinah

Dari ‘Amir bin Sa’d dari bapaknya, ia berkata, “Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, ‘Siapa yang memakan tujuh butir kurma ‘Ajwa di pagi hari, niscaya tak akan membahayakannya di hari itu racun dan tidak pula sihir. (HR. Bukhari dan Muslim)

Berkata Al-Khaththabi, “Kurma Al-Ajwa bisa menangkal racun dan sihir, disebabkan doa Nabi صلى الله عليه وسلم untuk kurma Madinah, bukan karena kekhususan yang ada pada kurma itu sendiri. ”

5. Menggunakan daun sidr (bidara)

Sebagian ulama menyebutkan bahwa sidr bermanfaat untuk pengobatan orang yang tersihir.

Al-Hafizh Ibnu Hajar menukilkan dari Ibnu Baththal tentang cara penggunaan sidr untuk mengobati sihir berdasarkan keterangan dalam kitab Wahb bin Munabbih yaitu dengan mengambil tujuh helai daun sidr yang berwarna hijau lalu ditumbuk kemudian dimasukkan  ke air dan dibacakan ayat kursi dan qawaqil lalu diminum sebanyak tiga tegukan. Dan selebihnya, digunakan untuk mandi.

Yang dimaksudkan qawaqil di atas yaitu surat-surat yang dimulai dengan kata “qul” yakni surat Al-Jin, Al-Kafirun, Al-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Naas.

6. Hijamah (bekam)

Para ulama menyebutkan bahwa hijamah merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengobati sihir.

Ibnul Qayyim berkata, “Pengobatan dengan hijamah pada tempat yang terasa sakit karena sebab sihir merupakan salah satu pengobatan yang efektif jika dilakukan sesuai aturan semestinya. ”

Demikianlah tips-tips untuk mengobati sihir. Mudah-mudahan Allah عز وجل melindungi kita dari segala kejahatan sihir dan pelakunya. Amiiin….

Jakarta, 3 Syawwal 1432/2 September 2011

Referensi:

1. Tafsir Ibnu Katsir

2. Fathul bari karya Al-Hafizh Ibnu Hajar

3. Syarh Shahih Muslim karya Imam An-Nawawi

4. Zaadul Ma’ad karya Ibnul Qayyim

source: http://anungumar.wordpress.com/2011/09/02/bagi-yang-merasa-terpelet-dan-tersantet/