Ada ungkapan yang diriwayatkan dari kalangan salaf, secara mauquf dan marfu’, “Setiap kali suatu kaum menghidupkan bid’ah maka saat itu pula mereka mematikan sunnah dengan kadar yang setara.”

Ini adalah suatu keniscayaan (kepastian), sesuai dengan hukum alam dan hukum sosial. Ada orang yang berkata, “Setiap kali aku melihat suatu sikap berlebihan dalam satu segi maka saat itu pula aku dapati adanya suatu hak yang ditelantarkan.”

Jika Anda menjumpai suatu sikap berlebih-lebihan pada satu segi, Anda pasti akan mendapati adanya sikap mengurang-ngurangi pada segi lain bahkan menghilangkannya. Jika seseorang mencurahkan energinya untuk melaksanakan perbuatan bid’ah, niscaya energinya untuk menjalankan sunnah menjadi berkurang bahkan hilang sama sekali karena kemampuan manusia terbatas. Oleh karena itu, Anda dapat menandai dengan mudah pada segi apa seorang pelaku bid’ah giat berusaha dan pada segi apa pula ia malas berusaha. Ia giat dan bersegera dalam menjalankan perbuatan-perbuatan bid’ah, sementara lemah dan bermalasan dalam menjalankan hal-hal yang sunnah.

Dari penjelasan diatas berlaku pula bagi murid-murid Hikmatul Iman yang sangat giat untuk berbuat bid’ah hingga mematikan sunnah Rasulullah, lihat diskusi antara murid- hikmatul iman bernama kumarakulmi dengan abahjanie CS di http://dunialain.multiply.com/notes/item/72 . contohnya dalam hal ini adalah mereka sangat berani mengatakan: ” Saya lebih sreg dan afdol dengan solusi memanfaatkan energi tubuh manusia dari Kang Dicky, yang efektif dan praktis diterapkan oleh teman – teman HI untuk mengobati kesurupan dan kerasukan atapun rumah angker. Pengobatan jin pada orang.

Kita progam dulu AURA dengan niat aja (tanpa mantra, wirid dan dzikir) ke frekwensi gelombang elektromagnetik AURA yang berfungsi membentuk Badai Api dan Pembersih, penghancur Anasir disertai Paket syaraf sambil menempelkan telapak tangan di atas kepala belakang tepat otak, kecil dan tulang ekor. Maka secara otomatis si energi badai api dan pembersih, penghancur anasir akan menjalar ke seluruh tubuh menlacak dan menyerang si jin. Energi paket syaraf berfungsi memulihkan, menyusun dan menguatkan syaraft otak dan sistem syaraf yang kemungkinan terganggu akbat gangguan jin atapun si pasien dalam kondisi stress atau depresi. Oh ya sebelum dan sesudah terapi kita menperkuat AURA pasien dengan progam tahanan. Dan untuk kasus – kasus serangan santet, teluh dan pelet biasanya ditambahkan progan Sapu Jagat untuk membalikkan si jin kepada penyuruhnya.”

Pengobatan gangguan jin pada rumah.

Kita progam dulu AURA dengan niat aja (tanpa mantra, wirid dan dzikir) ke frekwensi gelombang elektromagnetik AURA yang berfungsi tahanan api untuk ditranfers ke seluruh bagian rumah. Setelah itu kita progam lagi ke bentuk Badai Api dan Pembersih, Penghancur Anasir terus disebar – sebar keseluruh bagian rumah. Teknisnya cukup dengan duduk di ruang tamu atau berdiri tengah rumah bahkan berjalan disetiap ruangan, itu mah sesuai kesukaan orangnya”

Mereka lebih mengikuti “Nabi” Dicky Zainal Arifin dalam mengobati kerasukan jin maupun mengusir jin dari rumah dengan tatacara yang dicontohkan “nabi” KD katanya lebih simpel dan efektif dengan (sombongnya mengatakan tidak perlu memakai wirid dan dzikir yang dicontohkan Rasulullah) menggunakan tekhnik ilmu metafisik dibandingkan dengan tata cara yang sudah dicontohkan Rasulullah. Bahkan mereka dengan beraninya merendahkan sunnah rasulullah dan lebih senang menggunakan sunnahnya “Nabi” KD. Benarlah apa yang dikatakan para ulama “”Setiap kali suatu kaum menghidupkan bid’ah maka saat itu pula mereka mematikan sunnah dengan kadar yang setara.”

Setiap kali murid-murid HI menghidupkan bid’ah dengan lebih suka menggunakan tekhnik yang dicontohkan KD maka saat itu pula murid-murid KD mematikan sunnah Nabi Muhammad dengan kadar yang setara”

Padahal sunnah Rasulullah sudah jelas tuntunan rasulullah untuk mengusir jin dan menghadapi rumah angker dengan cara:

“Langkah pertama : lakukan bentakan ancaman kepada si jin

Mathr Ibnu Abdurrahman al-A’naq berkata: telah berkata pada saya Ummu Aban binti al-Wazi’ ibnu Zari ibnu ‘Amir al –‘Abdi dari bapaknya bahwa kakeknya yang bernama az-Zari’ datang kepada Rasulullah Muhammad SAW bersama seorang anaknya yang mengidap penyakit “gila”. Kakek saya berkata: ketika kami sudah sampau pada Rasulullah Muhammad SAW di kota madinag, maka saya berkata, “wahahi Rasulullah, sesungguhnya saya membawa seorang anak saya yang berpenyakit gila, maka saya sengaja datang kepada Engkau dan meminta agar Engkau berdoa kepada Allah untuk kesembuhannya,” Rasulullah Muhammad SAW berkata, “bawalah anak itu kemari” kemudian saya mengambilnya pada kendaraan dan melepaskan tali pengikatnya, lalu saya lepaskan pakaian perjalanannya, dan memakaikan padanya sepasang yang indah, saya membawanya kepada Rasulullah Muhammad SAW sehingga ketika saya sudah sampaiu dihadapannya, beliau berkata, “dekatkanlah ia kepada saya dan letakkan punggungnya dihadapan saya,” lalu ia memegang ujung dan pangkal kainnya dan memukul punggung anak itu sehingga kelihatan putih ketiaknya, sedangkan beliau berkata, “keluarlah wahai musuh Allah! Keluarlah musuh Allah!” Lalu anak tersebut kembali dapat melihat secara normal, tidak seperti pandangan yang biasanya. Rasulullah muhammad sawmendudukkan anaknya dihadapannya. Beliau berdoa untuknya dan mengusap mukanya (HR. At Thabrani)
(lihat juga pada majma’ az – Zawa, id 9:3)

langkah kedua: bacakan secara keras supaya terdengar orang itu atau dibisikkan ditelinga orang itu.

Ubai ibnu Ka’ab: pada suatu waktu, aku pernah bersama rasulullah, lalu datanglah seorang arab…, maka ia berkata “wahai Nabi Allah, sesungguhnya saya menpunyai seorang saudara yang berpenyakit,” Rasulullah Muhammad SAW bertanya, “apakah penyakitnya?” ia menjawab, “penyakit gila,” Rasulullah Muhammad SAW berkata “bawalah dia kepada saya.” Kemudian orang sakit itu didatangkan kehadapan Rasulullah Muhammad SAW, maka Nabi Muhammad SAW membaca doia perlindungan dengan surah al-fatihah dan empat ayat pertama dari surah al-Baqarah, ayat 163 dan 164 dari surah al-Baqarah, satu ayat 18 dari surat Ali ‘Imran, satu ayat 54 dari surat al-A’raf, satu ayat 116 dari surat al-Mukminin, satu ayat 3 dari surat al Jin, ayat 1 – 10 dari surah ash Shaffat, ayat 1 n- 3 surah al – Mu’min, ayat 29 – 32 al Ahqaaf, ayat 33 – 35 surah Ar Rahmaan, ayat 51 – 52 surah al Qalam, surah al Iklash, Surah al Falaq dan surah Annas. Kemudian laki – laki yang sakit itu berdiri seakaqn – akan ia tidak pernah ragu dengan dirinya (HR Ibnu Hiban)

Langkah ketiga: setelah pasien sadar sarankan secara rutin sebelum tidur melakukan sunnah sebagai berikut:

Berwudhulah sebelum tidur, baca surat al Iklash, al Falaq dan An-Nas. Lalu tiupkan kedua telapak tangan. Kemudian usapkan ke sekujur tubuh. Setelah itu bacalah ayat kursi. (HR Bukhari dari Abu Hyrairah)

Pengobatan gangguan jin pada rumah

Rasulullah muhammad bersabda, “sesungguhnya setiap rumah itu ada penghuninya (maksudnya jin; jika kalian melihat sesuatu daripadanya, maka berilah kesempatan baginya selama tiga hari, jika sudah lewat dari tiga hari dan ia belum pergi juga, maka bunuhlah dia, sebab itu adalah setan.” (HR. MUSLIM

Langkah pengusiran:

Rasulullah muhammad bersabda “bacakanlah surah al Baqarah di dalam rumahmu, karena sesaungguhnya setan tidak akan masuk rumah yang dibacakan padanya surah al Baqarah.” (HR al Hakim dari ‘Abdullah Ibnu Mas’ud)

Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “sesungguhnya Allah SWT telah menuliskan sebuah kitab pada 2000 tahun sebelum diciptakanNya langit dan bumi ini; diantara isi kitab tersebut adalah dia ayat terakhir surah al baqarah, yang bila dibacakan pada sebuah ruimah selama tiga malam melainkan rumah tersebut tidak akan didekati oleh syetan” (HR Abu Hurairah)

Pertanyaannya :

  1. Mengapa murid-murid HIkmatul Iman ini lebih suka,srek menggunakan cara KD dibandingkan dengan cara Rasulullah? Lebih baikkah cara KD dibandingkan Cara Rasulullah?
  2. Cara Rasulullah tentunya menghidupkan sunnah dan mendapat pahala sedangkan cara KD mematikan sunnah dan tidak mendapat pahala malah dosa, lalu mengapa Murid-murid HI lebih suka cara “Nabi” Dicky Zainal Arifin ?
  3. Umat Islam mencontoh tatacara rasullah sebab Rasulullah adalah panutanya sedangkan Umat Hikmatul Iman mencontoh tata cara “nabi” mereka Dicky Zainal Arifin. Maka Murid-murid HI ini umat Islam atau Umat Hikmatul Iman?