Hidayatullah.com—Ini peringatan bagi calon jamaah haji (CJH) agar tidak berperilaku aneh-aneh di negeri orang. Petugas keamanan Masjidil Nabawi, menyita barang bawaan seorang calon jamaah haji Indonesia, sesaat sebelum masuk ke masjidi hendak melaksanakan salat. Bukan hanya barangnya yang ditahan, tapi pemiliknya juga digelandang ke Kantor Pengamanan Masjid Nabawi (Haiah), Selasa (18/10/2011), usai salat Subuh.

Kepala Seksi Pengamanan PPIH Daerah Kerja Madinah, Letkol M Yahdi, dihubungi Harian Terbit mengaku, telah terjadi penahanan terhadap calhaj asal Bawean, Gresik, Jawa Timur, dengan inisial MSS (60), usai keluar salat Subuh di Gate 37 Masjid Nabawi. Karena membawa ‘benda-benda’ peninggalan mbah buyutnya. Tidak tanggung-tanggung di tas MSS, ada sebuah keris kecil serta batu-batuan lainnya yang diduga merupakan jimat.

Penahanan ini bermula saat korban hendak salat Subuh di Masjid Nabawi, masuk ke masjid dengan membawa benda tajam, berupa keris.

“Barang bawaan yang disita petugas itu berupa keris dan benda yang diduga jimat,” ungkap M Yahdi dikutip Harian Terbit.

Ia menjelaskan, semua calon jamaah yang masuk ke dua masjid yaitu Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, harus menjalani pemeriksaan barang bawaan. Saat MSS diperiksa, petugas menemukan ada benda tajam dan lainnya, dalam satu bungkusan. Sesuai aturan, barang bawaan tersebut langsung disita petugas.

Diinterogasi

Sebenarnya, kata Yahdi, ‘benda’ yang dibawa MSS sudah diambil petugas penjaga pintu Masjid Nabawi saat jamaah dari kloter 4 Embarkasi Surabaya ini memasuki masjid.

Tadinya, penjaga pintu masjid tidak curiga, dan hanya menganggap keris kecil itu merupakan senjata yang tidak boleh masuk masjid. Kecurigaan penjaga justru timbul saat MSS, mengambil kembali ‘benda’ yang sudah disita itu. Akhirnya, MSS digelandang ke Haiah dan diinterogasi petugas keamanan Madinah.

Untung, lanjutnya, PPIH Madinah bisa meyakinkan bahwa ada kekhilafan, dan akhirnya dimaafkan. Dari keterangan, korban mengakui, benda itu merupakan keyakinan dari mbah buyutnya. Petugas kita masuk dan mohon dimaafkan, akhirnya dia dilepaskan.

Kejadian aneh seperti ini, merupakan kedua kalinya dialami jamaah haji Indonesia. Beberapa hari sebelumnya, satu rombongan jamaah haji diintergasi petugas keamanan Nabawi karena melakukan salat berjamaah setelah salat Jumat. Untuk itu, Yahdi berpesan agar jamaah tidak membawa benda-benda yang dianggap syirik.*