Benda-benda mistik atau pusaka, atau azimat, atau benda bertuah adalah kata yang tak asing dikeseharian kita. Iklim masyarakat Indonesia yang heterogen memungkinkan budaya zaman Megalithicum atau apapun budaya masa lampau masih lestari berkembang ditengah masyarakat yang serba modern dengan segala kecanggihan sistem telekomunikasi dan Internet. Hal-hal yang nyata dan hal-hal yang Gaib adalah ibarat sendok dan garpu alias mereka berdampingan dalam kehidupan manusia.

Kembali kepada manusianya, jalan mana yang dipilih dalam menyikapi Qodrat Illahi ini. Benda-benda bertuah atau apapun namanya seperti yang sering kita dengar memiliki banyak ragam jenisnya. Ada yang terbuat dari batu, kayu, logam, kain, kulit dan kertas. Tuah/Khasiat/Kegunaannya pun beragam. Yang menjadi pertanyaan adalah apa sebenarnya rahasia dibalik benda benda mistik tersebut sehingga memiliki kekuatan ghaib?, bahkan ada yang bentuknya sangat mustahil untuk dipercaya bahwa memiliki tuah mistis yang ampuh, misal berbentuk sehelai benang seperti yang biasa kita lihat di tukang jahit, atau batu kecil yang tak memiliki penampilan yang memikat baik warna, tekstur, dan keindahan yang lain.

Sebagai pengetahuan pembaca, info didapatkan bahwa yang disebut jimat/azimat/benda bertuah/benda mistik ada 6 (enam) jenis :

  1. Audha, atau perlindungan. Biasanya digunakan utk kekebalan atau penangkal serangan ilmu hitam, atau digunakan sebagai pelindung negara dalam jangkauan yang lebih luas.
  2. Hijab, atau pembatas/pemeleh. Biasanya dipakai untuk membuat musuh tidak melihat keberadaan kita atau tidak melihat rumah/bangunan yang dimaksud, selain itu dipakai utk memblok serangan ilmu hitam
  3. Hirz, atau penjaga dari Syaitan. Digunakan oleh para pemburu binatang dihutan atau sebagai Azimat penjaga rumah
  4. Nafra, berguna utk mengusir mahluk halus jahat. Biasa dipasang di kalung anak kecil agar tidak sering mengganggu anak-anak atau sebagai Jimat rumah
  5. Wadh, berguna untuk memperjelas sebuah perkara. Dipakai utk membuka mata batin utk sementara guna dipakai melacak suatu perkara yg cukup rumit.
  6. Tamima, berguna untuk melengkapi. Azimat ini biasanya digunakan untuk melengkapi unsur bathin seseorang yg tidak lengkap misal seorang pimpunan daerah.


Ada beberapa paranormal/dukun/ ahli tenaga dalam/ilmu metafisika yang mempunyai ilmu ghoib seperti ilmu  tembus pandang atau indra keenamnya seolah-olah akan dapat melihat melalui ilmunya akan adanya cahaya/aura yang keluar melalui benda tersebut (batu akik atau beragam batu mulia).

Jika melihat aura berwarna pink/merah muda maka batu mulia itu cocok untuk pengasihan, jika aura berwarna merah untuk ilmu kekebalan (batu merah delima) , jika warna auranya ungu cocok untuk dikenakan para kyai/praktisi metafisika kerena diyakini akan meningkatkan spiritualitas, jika auranya berwarna perak cocok untuk digunakan sebagai media pengobatan dll.

Pahadal hakikatnya pandangan mata bathin mereka sudah ditipu oleh bangsa jin yang membantu mereka melihat alam ghoib.

Selain itu, ada banyak Para praktisi Ilmu tenaga dalam yang mengisi batu mulia itu dengan energi tenaga dalamnya untuk berbagai keperluan seperti kekebalan, kewibawaan, pengasihan dll, saya dahulu ketika masih menjadi praktisi ilmu tenaga dalam, saya jika ingin mengisi sebuah batu tidak perlu pake cara tradisional (membakar kemenyan, merapal mantra, puasa sekian hari dll) melainkan cara modern dan terkesan ilmiah. saya membersihkan batu tersebut (dari energi negatif, khodam jin) dengan merendamnya di air garam yang air itu sudah saya isi dengan energi tenaga dalam, lalu saya dengan menggunakan jurus 2 membuang semua (energi negatif/jin) lalu mengisinya dengan energi jurus tujuh (untuk perlindungan diri) diharapkan jika ada yang memakai batu isian saya yang sudah saya program jika ada penyerangan oleh orang yang emosi orang tersebut akan jatuh terjengkang karena energi dalam batu tersebut melindungi pemakainya.

Tekhnik Pengisian ala tenaga dalam  tidak ada bedanya dengan cara paranormal yang mengisi jimat, cincin, keris dengan khodam jin. Cara TD/TM hanya terkesan lebih modern saja namun esensinya sama, sebab tujuan dari mengisi/transfer energi TD/TM tentu punya niat agar benda yang diisi punya kesaktian dan kemampuan tertentu yang bisa menolak balak atau mempermudah urusan yang kesimpulannya transfer energi TD/TM adalah menjadikan benda mati (batu, gelang dll) yang dipakai sebagai jimat yang masuk dalam ketegori syirik.Termasuk dengan meyakini adanya energi aura tertentu dalam batu mulia yang punya khasiat tertentu untuk perlindungan, kesaktian atau pengobatan semuanya syirik!

 

Sebagaimana Rasulullah bersabda :“Barangsiapa menggantungkan jimat ia telah berbuat syirik.” (HR. Imam Ahmad, Al-Hakim dan Abu Ya’la). Orang yang memakai benda yang sudah diisi dengan energi TD/TM maka Allah tidak akan menyempurnakan hidupnya dan hidup mereka tidak akan tentram, begitu juga bagi yang meyakini adanya aura tertentu dengan khasiat tertentu!

Rasulullah telah bersabda, ” Barangsiapa menggantungkan (memakai) jimat Allah tidak akan menyempurnakannya (yakni tidak akan menjauhkannya dari musibah) dan barangsiapa menggantungkan tumbal (sejenis jimat untuk menenteramkan perasaan) Allah tidak akan membiarkannya hidup tenteram.” (HR. Imam Ahmad)

Manusia mudah tergelincir dalam memahami hal-hal yang bersifat kanuragan ini. Umum manusia menganggap bahwa batu mulia tersebutlah yang mengakibatkan terjadinya keajaiban dan kekuatan tersebut sehingga cenderung bersandar pada kekuatan benda-benda tersebut dan akhirnya jauh dari Allah SWT. Karena seringnya terjadi kesalahan pada pengguna batu mulia sehingga seluruh ulama Ahlussunah melarang untuk meyakini adanya kekuatn tertentu pada batu mulia/akik tersebut. Karena manusia rentan menyimpang dari sisi ke-tauhid-an kepada Allah SWT.

Adapun jika menggunakan batu mulia hanya sekedar untuk perhiasan semata dan tidak diyakini mempunyai khasiat tertentu maka hukumnya mubah sebagaimana Rasulullah memakai cincin yang sering dijadikan beliau sebagai stempel surat yang dikirim untuk sarana da’wah beliau.
Sooo….apakah Batu Akik selalu dinobatkan sebagai benda bertuah yang dapat mengakibatkan manusia lupa akan sumber kekuatan pada batu akik tersebut?? Jawabannya bisa Iya bisa Tidak. Tergantung pada cara pandang manusia melihat dan memahami keberadaan akik/ batu mulai tersebut…