Jika kita lihat video diatas kita akan melihat kehebatan Seorang Master Tenaga Dalam mengisi orang lain dengan energi TD dan langsung diadakan pembuktian dengan murid-muridnya menyerang orang yang sudah diisi tersebut dan kita melihat mereka semua berpentalan

Pengisian Tenaga Dalam sebelum Atraksi Tenaga Dalam

Hebat ya, Semua anggota perguruan terpental semuanya

Ada yang lebih aneh lagi, sebuah sabuk kain bisa menyimpan energi Tenaga Dalam ketika disalurkan tenaga dalam kesabuk tersebut dan ketika pembuktian pada terpental semua anggota perguruan yang hendak mendekat.

lihat videonya di bawah ini:

Pengisian Sabuk dengan energi Tenaga Dalam

hebat! sebuah sabuk bisa mementalkan orang ! masuk akal kah ?

MENGKRITISI DARI SISI SYARI’AT

Tekhnik PENGISIAN energi Tenaga Dalam pada benda mati atau hidup (manusia/hewan)  tidak ada bedanya dengan cara paranormal yang mengisi jimat, cincin, keris dengan khodam jin. Cara TD hanya terkesan lebih modern saja namun esensinya sama, sebab tujuan dari mengisi/transfer energi TD tentu punya niat agar benda yang diisi punya kesaktian dan kemampuan tertentu yang bisa menolak balak atau mempermudah urusan yang kesimpulannya transfer energi TD/TM adalah menjadikan benda mati (batu, gelang dll) yang dipakai sebagai jimat yang masuk dalam ketegori syirik. Sebagaimana Rasulullah bersabda :“Barangsiapa menggantungkan jimat ia telah berbuat syirik.” (HR. Imam Ahmad, Al-Hakim dan Abu Ya’la).

Jika para guru TD/TM mentransfer/ mengisi anak muridnya maka guru tersebut telah membuat anak muridnya sebagai “jimat hidup”. Orang yang menerima transferan energi dalam dirinya atau memakai benda yang sudah diisi dengan energi TD/TM maka Allah tidak akan menyempurnakan hidupnya dan hidup mereka tidak akan tentram!

Rasulullah telah bersabda, ” Barangsiapa menggantungkan (memakai) jimat Allah tidak akan menyempurnakannya (yakni tidak akan menjauhkannya dari musibah) dan barangsiapa menggantungkan tumbal (sejenis jimat untuk menenteramkan perasaan) Allah tidak akan membiarkannya hidup tenteram.” (HR. Imam Ahmad)

MENGKRITISI DARI SISI ILMIAH

Jika dikaji dari sisi ilmiah pemahaman/konsep energi yang mampu mementalkan orang lain sudah salah kaprah, lihat penjelasannya di sini

Sebuah sabuk bukan benda yang bisa menyimpan energi dan bukan benda yang dapat mengalirkan energi yang diterimanya, contoh kecilnya adalah kita bisa memegang besi yang sudah dialiri energi listrik dengan tangan dilapisi oleh kain sabuk maka dipastikan energi listrik tidak bisa melewati sabuk… sabuk juga tidak bisa menyimpan energi ini bisa dibuktikan dengan menggesekkan besi maghnet ke sabuk sampai sabuk robek tidak akan bisa menyimpan energi maghnet.

MENGKRITISI DARI SISI PSIKOLOGIS

Terlihat dari 2 video diatas bagaimana ada orang yang diisi energi tenaga dalam lalu dapat mementalkan penyerang dan bagaimana sebuah sabuk setelah diisi energi tenaga dalam bisa mementalkan orang, sesungguhnya semuanya adalah sugesti psikologis semata.perlu diketahui bahwa manusia memiliki kemampuan memadukan kemampuannya menyesuaikan diri.  Manusia umumnya mudah diperintah, kemampuan mewujudkan impian seseorang dan sugesti hipnotis.

para penyerang menyesuaikan diri dengan target serangan (orang/sabuk) tersebut dengan berprilaku dan menyatakan dirinya seorang pendekar tenaga dalam yang bisa merasakan energi aura pelindung yang sudah dimiliki target serangan setelah diisi (orang/sabuk).

Pendekar itu merasakan (mengkhayalkan) kekuatan tenaga dalamnya sebelum memukul. Dia berusaha mewujudkan harapan target serangan  itu untuk merasakan pukulan tenaga dalam sejati. pendekar itu sudah tersugesti bahwa dia akan merasakan pukulan tenaga dalamnya yang benar-benar dasyat. Itu sebabnya ketika pendekar melancarkan serangan pada target , para pendekar penyerang itu menanggung akibatnya terpelanting.

hemmmm…….tidak salah jika saya mengatakan bahwa energi tenaga dalam adalah energi khayalan