Hemmmmm……… lagi marak-maraknya berita adanya Piramida di Garut yang sangat diyakini oleh Murid-Murid Hikmatul Iman merupakan tempat peristirahatan sementara arhytirema seorang tokoh sakti mandaguna yang ditulis riwayat hidupnya di Novel berjudul arhytirema karya Kang Dicky. Saking hebohnya hingga Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief turun tangan .

Hebat ! bahkan Andi Arief CS mendatangi kang Dicky seorang Guru Utama Hikmatul Iman yang dipercayai punya Indra keenam (kemampuan paranormal) untuk meminta petunjuk. Diyakini Kang Dicky dengan kemampuan Ilmu Ghoibnya bisa melihat adanya piramida di dalam Gunung Sadahurip, Kabupaten Garut dan ada pula penghuninya yang masih “bobok” dalam istilah kerennya berhibernasi (saya kira hibernasi hanya berlaku pada beruang kutub hehehe ).

Piramida garut juga dibumbuwi kisah mistis, bahwa menurut masyarakat (yang suka klenik) adanya sinar elips diatas gunung tersebut (tapi herannya ga ada foto untuk membuktikan adanya sinar tersebut).

Benarkah ada Piramida di Gunung Sadaurip dan ada Arhytirema didalamnya sedang berhibernasi? Ternyata Tidak! Ada banyak peneliti yang mengatakan mustahil ada Piramida Di Gunung Sadaurip! Apalagi meyakini bahwa ada seorang manusia lagi bobok didalam gunung😀

Berikut ini penjelasan PARA ILMUAN yang saya dapat dari berbagai sumber :

1. http://www.gatra.com/nasional-cp/1-nasional/6047-arkeolog-mustahil-piramida-di-sadahurip-garut

Jakarta – Arkeolog Dr Bambang Sulistyanto menilai, ditinjau dari aspek arkeologi,  kemungkinan temuan piramida di Gunung Sadahurip, Kabupaten Garut, tidak masuk akal, karena Indonesia tidak mengenal kebudayaan piramida.

Menurut Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional tersebut, di Jakarta, Minggu (18/12), piramida itu kebudayaan Mesir dari abad sebelum Masehi, sedangkan kebudayaan Indonesia kuno bukanlah piramida, tetapi punden berundak pada masa prasejarah dan candi pada era klasik atau periode Hindu-Buddha.

“Lebih dari seperempat abad saya belajar arkeologi, baru kali ini saya mendengar adanya dugaan piramida di Indonesia. Kebudayaan Indonesia kuno itu tidak mengenal piramida, tetapi sangat akrab dengan bangunan suci bernama punden berundak atau candi,” katanya.

Bambang berkomentar, di lereng barat Gunung Lawu memang ada bangunan suci yang bentuknya mirip piramida yang terpancung atapnya, namanya Candi Sukuh yang dibangun sekitar abad ke 15 Masehi, namun Candi Sukuh sangat berbeda baik fungsi maupun maknanya dengan piramida di Mesir.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial Andi Arief mengatakan bahwa tim katastropik purba menemukan dugaan adanya bangunan berbentuk piramida di Desa Sadahurip Kabupaten Garut, Jawa Barat yang cukup mengagetkan.

Andi menambahkan, dari beberapa gunung yang di dalamnya diduga ada bangunan menyerupai piramida, setelah diteliti secara intensif dan uji “karbon dating”, dipastikan umurnya lebih tua dari Piramida Giza.

Ditegaskan Bambang, temuan piramida di Garut memerlukan bukti ilmiah, karena jika tidak, maka ia tidak bisa mempercayainya.

“Boleh-boleh saja orang menduga, tetapi soal kebenarannya, nanti dulu. Tanpa bermaksud merendahkan pandangan, pendapat atau dugaan para ahli, adanya piramida di Sadahurip perlu pembuktian secara ilmiah,” katanya.

Pengujian yang diperlukan untuk membuktikan kebenaran dugaan tersebut menurut dia, melalui pengujian ekskavasi (penggalian) sehingga bisa dibuktikan sejelas-jelasnya.

“Tapi apa mungkin menggali Gunung? Sampai berapa meter batas kedalamannya? Dan berapa luas diameternya? Harus dipikirkan berapa kubik tanah galian yang harus digali dan dibuang kemana? Apa malah tidak merusak lingkungan?” ujarnya bertanya-tanya.

Ia juga tidak bersedia berkomentar soal uji geo radar yang disebutkan sudah dilakukan oleh tim tersebut di gunung Sadahurip, karena merasa bukan ahlinya.

“Saya tidak yakin ada ahli yang berpendapat begitu. Jangan-jangan itu pendapat atau plintiran wartawan saja,” katanya.

Menurut dia, seharusnya Indonesia bangga mempunyai Candi Borobudur dan Prambanan yang berasal dari abad 9 Masehi yang tak kalah tingginya dengan peradaban piramida. [TMA, Ant]

2. http://news.okezone.com/read/2012/01/26/340/563566/piramida-garut-tak-punya-bukti-pendukung

JAKARTA – Beberapa pengamat dan peneliti dari geologi dan arkeologi di Indonesia banyak yang menyangkal jika gunung Sadahurip, Garut, Jawa Barat bukanlah sebuah piramida. Penemuan tersebut diakui beberapa pengamat harus bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) Sujatmiko mengatakan Candi yang mirip piramida memang ada. “Tapi saya mempertanyakan apakah memang ada piramida di Jawa Barat. Padahal kerajaan tertua di sana, yakni Tarumanegara tidak pernah ada pembangunan Piramida pada zaman dahulu,” katanya di Komplek MNC, Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta, Kamis (26/1/2012).

Tim Katostropik Purba, menurut Sujatmiko terlalu mengembar-gemborkan jika gunung di kawasan Garut tersebut berpotensi sebuah Piramida. Kemudian tim juga seolah berpendapat jika piramida itu lebih baik dari Giza yang lebih kecil dari gunung Sadahurip.

“Secara keilmuwan tidak mungkin batuan beku bisa mengalir atau terdorong ke atas.” ungkapnya.

Sujatmiko kembali menambahkan akan menjadi sesuatu yang berbahaya jika tim Katostropik Purba yang merupakan Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial mengklaim itu piramid. “Nanti mereka akan malu dan bisa memperburuk citra presiden,” simpulnya.

Selain itu, peneliti IPB ini juga memaparkan bahwa kini tim juga melakukan eskavasi sedalam 2,5 meter untuk melakukan uji carbon dating dengan membuat dua lubang di atas permukaan gunung Sadahurip yang masih didiamkan.

Sementara itu, Sejarawan LIPI Asvi Warman berpendapat tempat dan lokasi yang diduga piramida ini tidak ditemukan adanya suatu bukti pendukung.

“Piramid dan sisa-sisa kebudayaan itu mungkin terkubur tanah. Namun, budaya yang mendukung itu harusnya ada, tapi hingga kini tidak ada. Jujur, saya menyangsikan itu karena kebudayaan kuno seperti kerajaan Tarumanegara tidak ditemukan adanya kebudayaan yang mendukung dengan piramida,” jelas Asvi.

Bahkan, Asvi mengkhawatirkan jika Piramida Garut sama dengan fenomena crop circle yang merupakan buatan manusia. “karena hingga kini belum ditemukan bukti pendukung,” cetusnya. (tri)
(crl)

3. http://www.detiknews.com/read/2012/01/15/014440/1815771/10/disbudpar-garut-piramida-di-gunung-sadahurip-bohong

Garut – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Garut memastikan kabar keberadaan piramida di gunung Sadahurip, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tidak benar. Kesimpulan ini diambil setelah dilakukan penelitian.

Kasi Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Garut, Warjita, mengatakan petunjuk yang melatarbelakangi dilakukannya penelitian di gunung Sadahurip hanyalah berdasarkan petunjuk paranormal, bukan petunjuk ilmiah. Sebelumnya, di gunung itu diyakini terdapat piramida peninggalan masa prasejarah yang usianya melebihi piramida Giza.

“Itu bohong, para peneliti melakukan penelitian atas pentujuk paranormal dan hal-hal gaib,” ujar Warjita di Garut, Sabtu (14/1/2012) malam kepada wartawan.

Sebelumnya Disbudpar sudah meragukan keberadaan piramida di gunung Sadahurip karena tidak ditemukan bukti-bukti jejak sejarah yang mendukung.

“Sekecil apa pun bukti sejarah pendukung pasti ada, tapi di Sudahurip memang tidak kami temukan,” ungkap Warjita.

Warjita mencontohkan gunung Haruman yang berada di Kecamatan Kadungora, bisa dikatakan menyimpan benda peninggalan prasejarah karena di sekitar lereng dan kaki gunung Haruman ditemukan beberapa benda bersejarah sebagai bukti jejak perkembangan dari masa prasejarah hingga masuknya agama Islam di kawasan tersebut.

“Di gunung Haruman, kita memiliki patung kepala kuda yang terbuat dari batu megalitik serta adanya makam tokoh penyebar agama Islam,” tutupnya.

Tiga contoh diatas mewakili banyak lagi tanggapan pesimis dan kemustahilan para ilmuan akan adanya piramida di garut, bahkan Kasi Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Garut, Warjita, mengatakan bahwa informasi adanya piramida adalah bualan paranormal. Siapakah paranormal itu?? Kita tahu sosok Kang dicky diyakini punya pemampuan psikik/cenayang/paranormal yang banyak terlibat dan menjadi penasihat spiritual Andi Arief CS.

Saya khawatir kasus Penggalian Piramida Garut ini akan berakhir seperti kasus penggalian harta karun di Situs Batutulis di Bogor. Menteri Agama (waktu itu) Said Agil Al-Munawarsangat percaya bualan paranormal yang mengatakan ada banyak harta karun didalam tanah di area situs Batutulis.

Juga Saya khawatir Kasus Blue energi Joko Suprapto yang mengklaim mampu merubah air jadi energi kembali menipu lingkaran istana jika Kang Dicky nantinya mau mempublikasikan penemuannya bisa mengubah air jadi bahan bakar ( hemmm kenapa Kang Dicky dengan klaimnya mampu merubah Air jadi energi tidak ada khabar mempresentasikan pada Staf Khusus Presiden ya? Jika memang benar maka tentunya akan segera dipublikasikan).

Betul-betul miris…”Tipu-tipu” yang terjadi di sekitar lingkaran presiden bukanlah hal yang aneh. Setidaknya dari data yang diberitakan media massa, sudah tiga  kali tokoh elit bangsa ini ‘tertipu’.

Dulu pada tahun 1970-an, zaman Soeharto, ada geger bayi dalam kandungan bisa membaca Al Quran. Banyak orang kala itu, baik awam, ulama kelas satu Indonesia sampai para pejabat merasa takjub dan menganggap bayi ajaib itu sebagai pertanda kekuasaan Tuhan. Bahkan mantan perdana menteri Malaysia Tengku Abdul Rahman Putra juga percaya bayi dalam perut bisa mengaji itu benar adanya.

Si ibu sang bayi, Cut Sahara Fona, pun langsung menjadi terkenal. Orang ramai-ramai berdatangan ke rumah Cut Sahara Fona. Orang-orang menempelkan telinga ke perut perempuan itu demi mendengarkan suara sang bayi melantunkan ayat suci Alquran. Wakil Presiden Adam Malik termasuk salah satu tokoh yang diberitakan menempelkan kupingnya di perut Cut Zahara Fona.

Saat itu nyaris semua orang percaya, bayi ajaib itu memang tanda kekuasaan Tuhan. Hanya Kakanwil Kesehatan DKI Dr Herman Susilo yang bersuara berbeda. Dr Herman menyatakan, bayi dalam perut bisa mengaji merupakan hal yang mustahil. Sebab bayi dalam kandungan tidak dapat membuka mulut atau bernafas normal sehingga tidak akan dapat mengeluarkan suara.

Karena berpendapat melawan arus, Dr Herman sampai harus bersembunyi sebab terancam dibunuh oleh orang-orang fanatik yang mempercayai bayi dalam perut bisa mengaji. Tapi belakangan terbukti Herman Susilo-lah yang benar. Bayi ajaib yang bisa membaca Alquran ketika masih dalam rahim ibunya adalah bohong alias dusta belaka.

Cut Sahara Fona yang tidak tamat SD itu berhasil menipu semua masyarakat termasuk para ulama. Ternyata Sahara Fona menempelkan tape recorder kecil (biasanya dipakai oleh wartawan) yang ketika itu masih barang langka di balik kainnya. Cut Sahara tentu menolak kainnya disingkapkan karena itu berarti membuka auratnya di depan orang yang bukan muhrimnya. Dengan dalih ini Sahara Fona sukes menipu semua orang. Setelah ketahuan kedoknya, Cut Sahara pun masuk penjara.

Zaman Mega, pada Agustus 2002, bangsa ini kembali geger dengan kasus harta karun di Situs Batutulis di Bogor. Menteri Agama (waktu itu) Said Agil Al-Munawar memimpin penggalian situs purbakala Batutulis di Bogor karena yakin dengan informasi di situs itu ada harta karun peninggalan Prabu Siliwangi.

Said Agil mengaku tindakan dirinya itu atas sepengetahuan Presiden Megawati Soekarnoputri. Menteri Said menyatakan penggalian situs itu mempunyai tujuan mulia yakni harta karun yang ditemukan akan dipakai untuk melunasi utang negara. Setelah dilakukan penggalian, ternyata Pak Menteri tidak mendapatkan harta karun malah yang ada dia mendapatkan kecaman.

Sekarang Zaman SBY terjadi  kasus blue energy hingga lingkaran Istana bisa tertipu? Sejumlah ilmuwan misalnya Ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik UGM Dr Tumiran membuktikan temuan Joko Suprapto tersebut adalah penipuan. Bahkan Kepala Pusat Studi Energi (PSE) UGM Sudiartono yang menyusuri Joko Suprapto cs, menilai kelompok ini penipu. Dia pun bersyukur UGM tidak menjadi korban penipuan.

Kredibilitas SBY saat ini kembali digadaikan oleh tokoh-tokoh lingkaran Istana yang doyan mendatangi “Paranormal” Kang Dicky menggali informasi yang sama sekali tidak ilmiah lalu digabungkan dengan rujukan sebuah Novel arhytirema lalu melakukan penelitian dan penggalian yang menghambur-hamburkan uang ratusan juta bahkan milyaran yang sesungguhnya akan lebih bermanfaat untuk membangun sekolah-sekolah yang sudah rusak (dibandingkan merusak ekosistem alam Gunung sadaurip ) dan untuk pendidikan agar anak-anak bangsa indonesia ini pintar-pinta hingga tidak bisa lagi dikibuli oleh dukun dan paranormal dan janji-janji harta karun palsu………

Bukan saya tidak suka akan adanya peninggalan kebudayaan Bangsa Indonesia yang diekspolore, akan tetapi saya melihat dari sisi berbeda skeptis dan kritis semua demi kesehatan mental bangsa Indonesia dari perklenikan modern………..mari kita lihat saja kelanjutan kisah penggalian gunung Sadaurip, hoax atau fakta waktulah yang akan menjawabnya……KREDIBILITAS KANG DICKY DIPERTARUHKAN jika ternyata tidak ada piramida dan Manusia Arhytirema didalam gunung!

Saya Pribadi mengatakan 100% tidak ada Piramida digunung Sadaurip dan Arhytirema, ini firasat saya didasari keyakinan Iman bahwa Tidak Ada diakhir Zaman nanti ada seorang manusia bernama Arhytirema yang akan muncul dari dalam Piramida Garut yang akan menolong umat manusia, sebab tidak diinformasikan dalam Al-Qur’an dan Sunnah.

Ada Empat Tokoh Penting yang diinformasikan dalam Al-Qur’an dan Sunnah akan datang di akhir zaman yang penuh kekacauan, yaitu NABI ISA, IMAM MAHDI, YA’JUD DAN MA’JUD DAN DAJJAL. Arhytirema bukanlah Nabi Isa ,Imam Mahdi (keturunan Nabi Muhammad), ya’jud dan ma’jud (makhluk yang berkelompok bukan perorangan)  lalu apakah Arhytirema adalah Symbol kedatangan Dajjal??? Dajjal selalu membawa symbol Piramida, kekuatan, kesaktian, ilmu dan teknologi mutahir dll yang mirip dengan kisah Arhytirema.

Wallahi saya punya firasat bathin yang “aneh” tentang hal ini yang insya Allah akan saya buat sebuah artikelnya………