Dibawah ini saya tampilkan penjelasan Guru Utama Hikmatul Iman Dicky Zainal Arifin tentang RAHASIA TERSEMBUNYI PIRAMIDA GUNUNG SADAHURIP  yang saya ambil dari sini

PolitikindonesiaDicky Zainal Arifin, pengarang tetralogi Arkythirema sekaligus inovator teknologi air dan pembawa acara di sebuah televisi mengemukakan pandangannya tentang Gunung Sadahurip dan Gunung Padang yang kini ramai dibicarakan publik terkait penemuan piramida tertimbun di gunung itu. Dicky bercerita, ada filosofi mengapa masyarakat Garut menyebut gunung itu dengan nama Sadahurip. “Itu ada filosofinya. Hurip artinya hidup atau lebih dalam lagi artinya adalah ‘kehidupan’. Sedangkan ‘Sada’ berarti ‘bunyi.’

Kata Dicky, dalam adat bahasa Sunda berlaku hukum bacaan DM atau Diterangkan Menerangkan. Format itu sesuai dari hukum alam, bahwa segala putaran di alam semesta itu bergerak dari arah kanan ke kiri, lalu di adopsi menjadi  hukum membaca dari kanan ke kiri. “Maka jadilah nama Sadahurip itu artinya Kehidupan Berbunyi, atau kalau kita terjemahkan lebih mendalam adalah Kehidupan berbunyi berawal dari sana.”

Atas dasar itu, Dicky menganggap wajar kalau disana terletak artefak awal kehidupan yang bernama Mortaphrabeena, atau alat untuk membantu proses kelahiran bangsa Lemuria. Tetapi apabila diterjemahkan secara MD atau menerangkan dan diterangkan, arti Sadahurip bisa bermakna sama, berarti bunyi kehidupan berawal dari sana.

Dicky memandang makna Sadahurip sangat dalam, dimana unsur penamaannya pun disesuaikan dengan sejarah awal dari tempat atau piramida tersebut. “Di bolak-balik pun arti Sadahurip bermakna sama, dan ternyata berarti “dari sana lah berawalnya bunyi kehidupan atau kehidupan berbunyi.”

Penulis ini juga mengomentari penyebutan nama Gunung Putri di Garut. Ia mengatakan, Gunung itu dinamakan Gunung Putri karena sering terlihat sebuah cahaya muncul dari gunung itu bagaikan sebuah Putri muncul dari Kahyangan,  atau tempat bersemayamnya para Hyang.

Lapisan tanah di Gunung Sadahurip tidak begitu dalam dan hara tanahnya tidak begitu baik, maka permukaan tanah disana tidak begitu subur untuk menanam pohon besar. Makanya, Gunung Sadahurip tidak begitu terlihat ‘gondrong’ seperti gunung yang lain. Ada juga sebagian masyarakat disana yang menyebut itu sebagai gunung Asuepan, karena berbentuk seperti Aseupan atau alat untuk menanak nasi.

Sedangkan untuk situs Gunung Padang, Dicky menyebut ternyata itu bukan situs bagi persembahan Para Hyang, tapi itu adalah situs untuk melacak keberadaan Bintang Origom. Ia menjelaskan Bintang Arigom adalah bintang untuk untuk perhitungan kalender Galaxy Bima Sakti. “Terbukti disana ada peninggalan berupa batu Sada.”

Batu itu diperuntukan untuk mendeteksi perubahan alam secara cepat, dan ada gundukan yang meninggi sebagai akselerator.

Pertanyaannya sekarang, ujar Dicky, siapakah yang memberantakan situs itu secara sengaja. Karena terlihat jelas, bahwa ada upaya-upaya agar kita tidak memahami apa yang ada di situs tersebut. “Ada beberapa lapisan lagi ke bawah situs yang berada di gunung Padang. Juga ada mekanisme modern di bawah lapisan kedua yang terdapat di gunung Padang,” tandas Dicky.

(kap/rin/nis)

Dari Penjelasan beliau diatas dapat diambil intisarinya bahwa Gunung Sadaurip menyimpan Piramida yang diyakininya memiliki teknologi supercanggih Mortaphrabeena, atau alat untuk membantu proses kelahiran (BHABAR) bangsa Lemuria.Di gunung Sadahurip ini juga diklaim KD adalah tempat awal kehidupan bangsa Lemuria, KD menjelaskan :“Maka jadilah nama Sadahurip itu artinya Kehidupan Berbunyi, atau kalau kita terjemahkan lebih mendalam adalah Kehidupan berbunyi berawal dari sana.” Atas dasar itu, Dicky menganggap wajar kalau disana terletak artefak awal kehidupan yang bernama Mortaphrabeena, atau alat untuk membantu proses kelahiran bangsa Lemuria.”

Saya membuka Kitab Suci Hikmatul Iman yaitu Novel ARHYTIREMA  saya menemukan fakta dalam kitab Novel tersebut Tokoh Bangsa Lemuria paling terkenal AdalahARKHYTIREMA yang sewaktu ARKHYTIREMA masih bayi dilahirkan  dan disetting untuk menstabilkan kemampuan penguasaan energi sebesar 40%. Hanya ada satu MORTAPHRABEENA di lemurian letaknya dipusat kota ( KNVA”Kitab Novel Arhytirema” :Surat MORTAPHRABEENA halaman 8 aline 2).

Jika dihubungkan dengan tulisan KD Artinya dalam hal ini bangsa Lemuria pernah mendiami Garut yang salah satunya bertempat di Gunung Sadahurip yang dulunya berbentuk bangunan PIRAMIDA dan Gunung Sadahurip adalah pusat kota Lemurian dan memiliki MORTAPHRABEENA pada masa 419 ORIGOM.40.000 SM (sebelum masehi).

Apakah MORTAPHRABEENA itu ?

Kang Dicky bersabda dalam surat MORTAPHRABEENA ayat ke 3 (alinea 3) :“MORTAPHRABEENA terdiri dari sebuah bejana besar berisi cairan plasenta sintesis dan sebuah tabung akselerasi dengan sebuah hub yang terlihat seperti pipa besar tansparan yang berhubungan dengan keduanya. (KNVA:mortaphrabeena 1:3) yang semua bayi- bayi dilahirkan dalam bejana besar berisi cairan plasenta dengan bantuan energi kedua orang tuanya yang disalurkan melalui ULHRHA.

Saya menganalisis dari sabda KD dikitab suci Novel tersebut dapat mengambil kesimpulan  cuma ada satu MORTAPHRABEENA di Lemurian jika dihubungkan dengan perkataan KD bahwa di Gunung Sadahurip ada artefak awal kehidupan yang bernama Mortaphrabeena artinya Gunung Sadahurip adalah pusat kota/pemerintahan Bangsa lemurian.

GAMBAR DIBAWAH INI ADALAH HASIL HIPOTESIS SEMENTARA TIM KATASRTOPI PURBA MENGENAI WUJUD PIRAMIDA YANG TERKUBUR DI GUNUNG SADAHURIP

GAMBAR DIBAWAH INI ADALAH KLAIM LANGSUNG DIKCY ZAINAL ARIFIN ( GURU UTAMA HIKMATUL IMAN) YANG MEMASTIKAN ADANYA TEKNOLOGI CANGGIH DIDALAM PIRAMIDA GARUT SUMBER DARI SINI

Sebentar lagi setelah pengeboran gunung akan membuktikan apakah benar Klaim KD bahwa ada bangunan PIRAMIDA dengan teknologi canggihnya dan mengenai MORTAPHRABEENA Sayangnya Klaim KD ini tanpa sama sekali didasari fakta nyata bentuk artefak MORTAPHRABEENA yang membuktikan adanya bejana besar dengan tabung akselerasi. Jika nantinya sama sekali tidak terbukti maka akan terlihatlah semua kepalsuan hasil Time Travel KD dengan para anak muridnya (saya mendapatkan informasi KD sering time travel barang bersama anak muridnya) maka buanglah kitab suci Novel ARHYTIREMA kalian yang kalian yakini kebenarannya dari hasil Time Travel dan kembalilah pada pemahaman Islam yang murni.

KD menjelaskan :”Sedangkan untuk situs Gunung Padang, Dicky menyebut ternyata itu bukan situs bagi persembahan Para Hyang, tapi itu adalah situs untuk melacak keberadaan Bintang Origom. Ia menjelaskan Bintang Arigom adalah bintang untuk untuk perhitungan kalender Galaxy Bima Sakti. “Terbukti disana ada peninggalan berupa batu Sada.”Batu itu diperuntukan untuk mendeteksi perubahan alam secara cepat, dan ada gundukan yang meninggi sebagai akselerator.” “Ada beberapa lapisan lagi ke bawah situs yang berada di gunung Padang. Juga ada mekanisme modern di bawah lapisan kedua yang terdapat di gunung Padang,” tandas Dicky.

Wahai KD! Berapa banyak lagi situs Purbakala yang akan engkau hancurkan demi memuaskan hasil Time Travel yang penuh tipu daya setan itu? Setelah Gunung Sadahurip yang akan diobak-abrik kembali engkau mengeluarkan perkataan kontroversial bahwa ada mekanisme modern dibawah gunung Padang. Engkau ini seperti paranormal yang membisiki Menteri Agama (waktu itu) Said Agil Al-Munawar bahwa ada harta karun dibawah situs purbakala Batutulis di Bogor karena yakin dengan informasi di situs itu ada harta karun peninggalan Prabu Siliwangi. Bedanya engkau sekarang membisiki Lingkaran Istana dengan menyatakan adanya harta karun/piramida di Gunung Sadahurip dan Padang.

Ingatlah Setan sangat mudah memberikan angan-angan kosong melalui Time Travel dan sangat mudah bagi setan memberikan janji-janji akan adanya piramida/harta karun, Wallahi kalian akan tertipu oleh setan sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

“Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka” [An-Nisâ’: 120]

Bertaubatlah kalian semua dan sekarang “sekelompok setan diseberang sana  lagi tertawa” sebab kebodohan kalian diperdaya setan lewat ilmu metafisis Time Travel! Tidak jauh beda ilmu kalian dengan kelompok Turangga Seta(N) yang memanggil roh leluhur untuk dimintai petunjuk melalui ilmu metafisis parallel existence yang menginformasikan adanya Piramida di gunung Sadaurip dan beberapa gunung lainnya.