Saya mendapatkan informasi bahwa sesungguhnya menurut Kang Dicky (Guru Utama Hikmatul Iman) semua Informasi di Novel Arkhytirema adalah fakta sejarah, namun agar tidak menimbulkan keresahan dimasyarakat maka dibuatlah dalam bentuk Novel. Terbukti dalam berbagai debat dan diskusi dengan para murid Hikmatul Iman mereka membela habis-habisan bahwa tokoh Arkhytirema itu tokoh nyata dan semua cerita/kisah novel tersebut adalah fakta sejarah.

Ketika mereka (murid-murid Hikmatul Iman) sudah dalam keyakinan penuh bahwa kisah dan semua informasi yang didapat dari Novel tersebut 100% diyakini kebenarannya. Maka mereka sudah mengimani (yakin dalam hati) bahwa KD adalah sosok penerima informasi ghoib yang maha tahu kejadian masa lalu dengan kemampuan ilmu metafisika Time Travel yang dimiliki oleh Kang Dicky.

Ketika mereka sudah pada tingkat mengimani Novel tersebut maka Novel Arkhytirema sudah berubah menjadi sebuah kitab suci,

Kitab suci terdiri dari dua kata, kitab dan suci kitab artinya kumpulan tulisan/bahasan/artikel dibangun dari paragraf-paraagraf yang dibangun dari kalimat-kalimat yang dibangun dari kata-kata yang dibangun dari huruf-huruf suci bisa berarti bersih, terbebas dari hal-hal yang dianggap kotor/najis/cela, keramat atau murni. kitab suci artinya kumpulan artikel/bahasan yang dianggap suci oleh suatu kaum/segolongan orang atau yang dikeramatkan.

Jika Dihubungkan dengan Novel Arkhytirema. Sangat diimani oleh Murid-murid Hikmatul Iman bahwa isi novel tersebut merupakan bentuk informasi suci yang berisi tulisan sakti dan keramat Lemurian (yang punya kekuatan mistis) yang didapat dari “wahyu” hasil Time Travel Dicky Zainal Arifin yang mampu melihat tembus bahkan mengunjungi masa lalu (zaman Nabi Adam, Zaman sebelum Masehi, Zaman para nabi dll) melihat masa kini dan masa depan (tidak ada yang rahasia dilangit dan bumi sebab akan diketahui oleh “nabi” Dicky Zainal Arifin) disabdakan oleh KD lalu dicatat dengan baik oleh murid-muridnya dirangkai dalam satu kitab Novel yang sangat diyakini absolute kebenarannya karena ANTI KRITIK jika ada yang mengkritik seperti saya maka akan dicap “bodoh, tolol, akal pendek, tidak tahu ilmu dll” oleh murid-murid hikmatul iman yang ghuluw dengan “nabi” Dicky Zainal Arifin yang ilmunya ghoibnya sangat tinggi, sangat sakti, tidak pernah salah, pendapatnya selalu benar, anti kritik dll.

Sangat wajar Kang dicky saya menjulukinya sebagai “Nabi” (dalam tanda kutip) bagi Umat Hikmatul Iman. Nabi merupakan orang yang diberi “wahyu” (ajaran yang mengandungi peraturan tertentu) oleh Tuhan sebagai panduan hidup dirinya sendiri. Nabi bisa mempunyai kitab suci sendiri seperti KD yang mempunyai 3 kitab suci Novel (trilogy) Arkhytirema yang didapat dari “wahyu” hasil Ilmu metafisik Time travel.

Bahkan dengan ilmu Time Travel KD mampu mengetahui tidak saja masa lalu, namun kejadian kini dan masa depan dia bisa mengetahuinya. Hanya nabi dan rasul saja yang memiliki kemampuan seperti itu sebagaimana dalam Al-Qur’an surat Al Jin [72]: 26-27 yang artinya, “Tuhan Maha Mengetahui yang gaib. Maka Dia tidak akan membukakan kegaibannya itu kepada seorang pun, kecuali kepada Rasul yang di kehendaki”.

Jika para Nabi untuk mendapatkan informasi ghoib itu melalui wahyu Allah Ta’ala dan tidak setiap saat bisa mendapatkan informasi ghoib namun Kang Dicky cukup mengaktifkan ilmu metafisiknya langsung bisa tahu hal-hal ghoib. Jelas ini menunjukkan kemampuan KD lebih tinggi dari para nabi dan rasul sekalipun bahkan Rasulullah mengakui dirinya tidak tahu yang ghoib, jika Rasul tahu yang ghoib melihat tembus tanpa batas/clairvoyance maka tidaklah perlu mengutus para sahabat untuk menjadi mata-mata dalam peperangan. Jika Rasul tahu masa depan maka Rasul tentunya akan mengambil manfaat dari kemampuannya itu untuk Kemaslahatan da’wah sebagaimana pengakuan Rasulullah: Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfa’atan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman” (QS Al A’raaf [7]:188) .

Nabi Dicky Zainal Arifin ini semakin meraja lela, bahkan merasa lebih tahu dari Rasulullah perihal kematian Nabi Adam, jika Rasulullah menjelaskan dalam haditsnya bahwa Nabi Adam sudah meninggal maka KD membuang perkataan Rasulullah lalu bersabda bahwa Nabi Adam masih hidup bahkan melanglang buana keberbagai pelosok jagat raya.

Jika Rasulullah menjelaskan bahwa diakhir zaman nanti akan datang Nabi Isa, Imam Mahdi, Dajjal, Ya’jud wa Ma’jud. Maka KD malah sebaliknya mengatakan bahwa yang akan dating nantinya ketika dunia dalam kekacawan adalah tokoh sakti mandraguna Arhytirema.

KD tidak memerlukan referensi dari setiap tulisannya sebab dianggapnya mencuri ilmu, memang tidak salah yang dikatakan KD sebab dia tidak perlu referensi dari ahli manapun juga didunia ini karena dia sudah punya kunci ilmu pengetahuan yang sangat sempurna cukup dengan time travel dapat tahu segalanya.

KD bahkan mampu menciptakan huruf dan angka lemurian yang dikatakannya lebih hebat dari tulisan manapun didunia ini , bahkan bahasa Al-Qur’an yang berisi huruf hijaiyah dikatakannya adalah hasil dari pecahan huruf dan angka lemurian. Huruf lemurian Punya segudang kemampuan ajaib bagi siapa saja yang mampu untuk mempelajari huruf dan angka lemurian bahkan huruf hijaiyah dikatakan tidak punya kelebihan apapun, apalagi untuk kesehatan dan perlindungan walaupun huruf hijaiyah itu menuliskan Firman Allah Ta’ala dan tidak punya kekuatan apapun jika huruf hijaiyah di baca oleh seorang peruqyah untuk sarana ikhtiar mengobati penyakit fisik, psikis gangguan jin dan sihir.

Justru huruf dan angka lemurian punya kemampuan ajaib sebagaiman sabda Nabi Dicky Zainal Arifin :” Lemurian bukanlah huruf biasa. Huruf ini sejalan dengan naik turunnya gelombang pikiran dan kode gen manusia. Huruf Lemurian adalah gambaran dari gelombang otak, bahasa telepati, pergerakan air, dan pancaran kekuatan, gelombang, frekwensi dan semua yang bersifat alami.”

Ya……Kang Dicky telah melebihkan kemampuan huruf lemurian dibandingkan huruf hijaiyah yang merangkai kalam Allah Ta’ala…..

Kenyataannya:

Kang Dicky Bukannya Nabi dan Kitab Novel ARKHYTIREMA bukanlah sebuah kitab suci yang absolute kebenarannya maka jangan pernah mengimani semua informasi dari Novel tersebut sebab akan merusak akidah kita. Kang Dicky juga tidak mungkin mendapatkan wahyu. Kang Dicky hanyalah manusia biasa yang bisa berbuat salah dan dosa. Kang Dicky juga tidak bisa mengetahui hal-hal ghoib. Angka dan Huruf lemurian pun banyak kekurangannya.

Ilustrasi diatas hanyalah kekhawatiran saya jika murid-murid Hikmatul Iman terlalu membangga-banggakan KD hingga hilang akal sehat dan sikap kritisnya. Tidak berani mengkritisi setiap ajaran KD yang sekiranya aneh, menyimpang dan tidak masuk akal.

Jangan pernah meyakini bahwa KD terbebas dari tipu daya setan. Sebab para Nabi-pun tidak luput dari tipu daya setan seperti nabi Adam yang terusir dari Syurga. Para sahabat juga tidak luput dari godaan setan. Apalagi kita manusia biasa.

Jangan pernah menganggap membaca huruf lemurian akan mendapatkan kekuatan ghoib atau kehebatan tertentu lalu mencela orang yang membaca huruf hijaiyah yang berisi bacaan Al-Qur’an (ruqyah) dikatakan bacaannya tidak punya khasiat apapun untuk penyembuhan ataupun perlindungan.