Logical Fallacy (sesat pikir) adalah sebuah elemen dalam argumen yang ketika digunakan  bisa mengacaukan sebuah diskusi dan menjebak perdebatan yang sehat menjadi debat kusir berputar-putar. Salah satu jenis Logical Fallacy yang sering terjadi dalam diskusi-diskusi di BLOG METAFISIS adalah Ad Hominem. Ad Hominem merupakan Logical Fallacy yang menyerang ke pribadi lawan debat, bukan argumennya. Fallacy ini digunakan dengan  maksud trolling, provokasi, mengalihkan pembicaraan karena kehabisan argumen, dan character assassination.

X mengatakan :”

9 gabungan 5 dan 4
Jika mau menulis angka sembilan (9) namun ada kesalahan ujung limas tidak nyambung maka akan menjadi lima empat (54)
Begitu juga sebaliknya mau menulis angka lima empat (54) namun ujung limas yang runcing itu bersatu/tersambung maka akan berubah langsung angkanya menjadi sembilan (9)

Jika jumlahnya banyak seperti menulis angka 4398 besar kemungkinan salah menulis angka 43953
lihat lebih jelas di http://imageshack.us/photo/my-images/822/kesulitanlemurian.png/

Jika kita menulis lewat program software microsoft word mungkin kesulitan itu teratasi namun jika angkanya standar besarnya 12% maka mata kita tidak akan bisa melihat penyatuan dan pemisahan 5-3 dan 5-4 sangat besar kemungkinan akan dikira angka 8 dan 9 begitu juga sebaliknya angka 8 dan 9 bisa dikira 5-3 dan 5-4. Agar jelas melihat harus besaran angka minimal 22%. kesulitan lain jika angkanya 22% ketika diprint tidak akan simetris sebab kebesaran angkanya di kertas ukuran legal/letter.

Jika kita menulis dengan tangan di selembar kertas, maka besar kemungkinan akan keliru pada penyambungan dan pemisahan angka 5-3 dan 5-4

Jika mata kita awas/normal maka bisa saja jika teliti bisa melihat pemisahan dan penyatuan ujung limas lalu bagaimana dengan orang yang rabun dekat? ini jadi masalah baru sebab melihat titik pusat runcing limas yang dua ujungnya menyatu atau berpisah akan sangat sulit dilihat antara 8 dengan 5-3 dan 9 dengan 5-4

Kesulitan lain, angka lemurian versi KD dari angka 2 sampai sembilan semuanya limas persegi 4 akan sangat melelahkan mata untuk melihat perbedaannya hingga memerlukan energi luar biasa besar juga konsentrasi tinggi sebab kesamaan ciri persegi empat dibandingkan angka latin/ angka hijaiyah yang sama sekali beda angkanya hingga tidak akan efektif jika digunakan pada suatu pekerjaan yang memerlukan kecepatan dan ketepatan penyelesaian hitung-hitungan. Terus terang saya mau muntah karena mual melihat angka lemurian fersi KD ini, Bung Abu Akmal apakah anda juga merasakan kepala pusing memperhatikan angka lemurian yang kesamaan cirinya susah dibedakan ini.

saya mengapresiasi jerih payah KD menciptakan angka/huruf lemurian Versinya ini namun masih terlalu banyak kekurangan dibandingkan huruf/angka latin dan hijaiyah, belum lagi jika kita melihat huruf/angka lemurian fersi Professor Rebecca Holt-Grow di http://www.cbaybooks.com/activities/lemalpha.html ada dua fersi berbeda antara angka/huruf lemurian fersi KD dan angka/huruf lemurian fersi Professor Rebecca, pendapat pribadi masih lebih enak dibaca fersi sang professor dibanding fersi KD sebab jelas perbedaan cara penulisannya dibanding KD yang sangat mirip dan rumit kelokannya

Y: “haha, udah kena virus wahabi cumanya bisa menyalahkan.”

=======================================================

Cukup terlihat bukan? Argumen pertama menerangkan mengapa X menjelaskan kekurangan dan efek negative angka lemurian jika diaplikasikan dalam penulisan, dan argumen kedua menutup diskusi dengan melabeli X telah terkena virus wahabi (yang bagi Y itu adalah sebuah hal negatif) sehingga argumen X (dianggap) semua menjadi salah walau sudah diberi penjelasan dengan analisis yang sangat ilmiah.

contoh lain adalah:

X: “Bangunan Piramida menurut penelitian ilmiah para ahli tidak mungkin ada digunung Sadahurip.”

Y: “wkwkwwk. sok tau lo PA “Pendek Akal” ”

========================================================

Dengan santainya Y menyerang X dan menganggapnya ‘sok tau dan pendek akal’ sehingga semua argumen X ‘nampak’ salah karena hanya berisi ke-sok tau-an dan ke-pendek-akalan- nya. Padahal yang sedang dibahas disini adalah hasil penelitian ilmiah para ahli, bukan apakah X adalah orang yang sok tahu, pendek akal atau tidak.

Masih banyak jenis-jenis Ad Hominem yang bisa dipelajari dari jagat internet, namun yang terpenting adalah mari kita hindari penggunaan Logical Fallacies dalam diskusi-diskusi sehat yang ada di BLOG METAFISIS. Bukankah yang kita inginkan dari sini adalah pengetahuan dan pandangan baru mengenai suatu hal? bukannya sekedar menjelekkan lawan diskusi dan merasa menang karena telah berhasil melabelinya buruk?

Akan saya lanjutkan pada penbahasan Logical Fallacies lainnya, saya harap rekan-rekan disini baik kawan atau lawan bisa berdiskusi dengan lebih sehat , jauhi emosi kemarahan dan intelek. Terutama buat bung Adioos, manikdepresi, barakah hi, wurming ( Murid Hikmatul Iman) yang benar-benar parah logical fallacies-nya.

Source IRIS