Ada sangat banyak perguruan ilmu beladiri yang menggunakan “tenaga dalam” dan “ilmu metafisika” baik dari merapal mantra disertai puasa sekian hari maupun melakukan senam pernapasan tenaga dalam untuk mendapatkan ilmu kesaktian. Lalu setelah itu mereka dengan gagahnya mulai mengatraksikan kesaktiannya tanpa sama sekali mengukur kemampuan tubuh mereka hingga akhirnya mengakibatkan hilangnya nyawa. Berikut ini adalah salah satu contoh berita miris bagaimana atraksi kekebalan berujung dengan kematian yang saya dapatkan dari vivanews  dan juga berita uji kekebalan yang gagal hingga berujung luka hingga sekarat.

Uji Kebal Digilas Mobil, Dua Pesilat Tewas

Uji minum racun tikus terbukti kebal. Digilas sepeda motor, masih bugar. Digilas mobil? Modar!

Selasa, 21 Februari 2012, 10:10 WIB
Arfi Bambani Amri, Jemris Fointuna (Kupang)

Anggota pencak silat (Antara/ Yudhi Mahatma)

VIVAnews – Dua anggota perguruan bela diri Kera Sakti  tewas mengenaskan dan seorang lainnya kritis saat mengikuti latihan kekebalan tubuh dengan digilas kendaraan roda dua, roda empat serta mengkonsumsi racun tikus. Aksi maut ini dilakukan saat anggota perguruan kera sakti mengikuti ujian kenaikan tingkat di terminal bus antar kota Noelbaki, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Aparat kepolisian telah menetapkan dua pimpinan perguruan kera sakti sebagai tersangka dengan barang bukti sebuah kendaraan, racun tikus dan sejumlah kendaraan roda dua. Kasat Reskrim Polres Kupang, Ajun Komisais Polisi Yohanes Kristian Tanau yang dihubungi di Kupang, Selasa 21 Februari 2012 mengatakan,  sebagian besar anggota perguruan adalah warga keturunan Timor Timur yang menetap di lokasi transmigrasi lokal Noelbaki, Tuapukan, Manusak dan Tuapukan.

Para saksi mata mengatakan, awalnya, anggota perguruan menguji tingkat kekebalan mereka dengan mengkonsumsi racun tikus. Aksi ini dinilai sukses, karena tidak ada anggota perguruan yang mengeluh sakit. “Atraksi berikutnya,  tiga anggota perguruan tidur di aspal dan beberapa kendaraan roda dua menggilas tubuh mereka berulang kali. Aksi ini pun sukses karena ketiga anggota perguruan tersebut tidak mengalami luka lecet maupun luka serius,” kata Alberto Amaral (24), salah satu anggota perguruan.

Menurutnya, ketiga anggota yang berperan sebagai asisten pelatih tersebut  merasa ilmu kekebalan tubuh mereka mampu menahan kendaraan roda empat, sehingga ketiganya melakuan aksi nekat dengan tidur diaspal dan digilas sebuah kendaraan pick up bermuatan puluhan orang. Ketiga asisten pelatih tersebut yakni Ebiridio Sarmento (20), Elder  Cruz (21) dan Abilio Fretes (18).

“Para korban tidur dengan posisi telentang. Saat kendaraan melintasi tubuh mereka, ketiga korban sempat berteriak histeris. Ketika pertunjukan selesai, tubuh ketiga anggota perguruan tersebut dalam keadaan remuk,” kata Alberto.

Ketiga korban dalam kondisi kritis dengan kepala,  perut dan dada dalam keadaan remuk. Sebagian tulang mereka patah karena menahan beban yang mencapai puluhan ton. Satu korban yakni Ebiridio Sarmento tewas di tempat. Sedangkan Elder  Cruz meninggal beberapa saat setelah dilarikan ke RSUD WZ Yohanes Kupang. Korban lainnya, Abilio Fretes masih kritis dan sementara menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut Kasat Reskrim Polres Kupang, Ajun Komisaris Polisi Yohanes Kristian Tanau, pihaknya sudah menahan dua tersangka yakni penangungjawab perguruan bela diri kera saksi, Egidius Sarmento dan Antonio Tinto. “Keduanya dinilai bertanggugjawab karena jabatan mereka sebagai penanggungjawab perguruan,” kata Tanau. Saksi lainnya yang masih menjalani pemeriksan yakni Brendo, anggota perguruan yang mengemudikan kendaraan  untuk menggilas para korban. (sj)

• VIVAnews

KASUS KEDUA :



Liputan6.com, Jakarta: Jumadi, warga Jalan Lagoa, Koja, Jakarta Utara, belum lama ini dilarikan ke rumah sakit akibat luka di sekujur tubuhnya. Beberapa luka sayat terlihat di kedua tangan, begitu juga luka bekas sabetan parang di bagian perut. Akibatnya, Jumadi kehabisan darah dan terbaring lemas saat dibawa ke rumah sakit.

Namun, Jumadi bukan korban aksi kejahatan. Luka-luka yang dialami adalah akibat perbuatannya sendiri. Berniat menjajal ilmu kebal yang dimiliki, Jumadi nekat melukai tubuhnya dengan sebilah parang. Namun, aksi tersebut tidak diketahui warga.

Terungkapnya kasus ini berawal dari kecurigaan tetangga yang melihat Jumadi tidak keluar dari rumahnya. Padahal, malam sebelumnya Jumadi terlihat berlari-lari sambil menyeru ayat-ayat suci. Warga yang kemudian mendobrak pintu rumah Jumadi menemukan korban sudah tergeletak bersimbah darah.

PEMBAHASAN :

Dua contoh diatas adalah bentuk kegagalan ilmu kebal, kasus pertama dialami perguruan silat dan tenaga dalam Kera Sakti yang 3 anggotanya harus meregang nyawa dua tewas mengenaskan dan satu orang sekarat karena kekebalan dari dilindas mobil gagal dan sebagaimana juga Jumadi warga Jalan Lagoa, Koja, Jakarta Utara gagal ketika mengetes ilmu kebal yang baru dia pelajari hingga mengalami luka parah bersimbah darah.

Dua kasus diatas adalah bukti bahwa ilmu kebal yang mereka pelajari hakikatnya adalah suatu bentuk kebodohan belaka sebab ketika dihadapkan pada pembuktian mereka mengalami kegagalan.

Adapun beragam atraksi kekebalan yang diperagakan dimasyarakat oleh perguruan debus kebanyakan adalah menggunakan trik dan tekhnik tertentu yang sudah saya bongkar rahasianya di sini .Dan hakikat kesyirikan ilmu kebal sudah saya bahas di sini

Kemampuan pesilat Kera Sakti yang katanya kebal minum racun tikus itu saya yakin hanyalah trik belaka dan bukan meminum racun tikus, sebab jika mereka sungguh-sungguh meminum racun tikus maka mereka semua akan meregang nyawa. Adapun kemampuan mereka menahan lindasan motor sesungguhnya bisa dilakukan oleh setiap orang asal tahu tekhniknya, tidaklah perlu berpuasa bulanan, merapal mantra ribuan kali atau susah-susah menyerap energi alam. Kita tahu berat motor tidaklah lebih dari 200 kg maka daya tahan tubuh masih mampu menahan beban sebesar itu. apalagi motor tersebut cepat berjalan melintasi tubuh maka tubuh kita hanya sepersekian detik menahan beban berat.

Beda halnya ketika pesilat kera sakti yang terlalu percaya diri dilindas mobil yang beratnya mencapai 1 ton (1oookg) ditambah lagi dinaiki puluhan orang, jika berat satu orang disamakan 50 kg maka jika ada 2o orang naik mobil tersebut maka berat mobil bertambah menjadi 2 ton, tidak akan mampu pesilat kera sakti menahan bebas seberat itu, dan akhirnya bisa kita lihat mereka sekarat dan tewas mengenaskan!!!

Ada juga gembar-gembor ilmu metafisika Hikmatul Iman yang ilmu tersebut bernama “baju besi” diklaim oleh Guru Utama Hikmatul Iman Kang Dicky Zainal Arifin bahwa murid-murid Hi setalah ditransfer dan diberi kekuatan tenaga metafisik “Baju besi” mereka semua akan kebal. Betulkah semua itu? maukah mereka semua membuktikan kekebalannya dihadapan orang-orang yang netral? saya yakin KD dan murid-muridnya akan berfikir seribu kali untuk membuktikan klaim ilmu metafisika “Baju besi” mereka yang cuma sekedar pseudoscience belaka (ilmu pengetahuan palsu). Begitu juga berbagai aji kesaktian “tameng waja”, aji kesaktian” payung Rasul” dan berbagai macam nama dan corak ritual yang beraneka ragam namun hakikatnya hanya kepalsuan dan kesesatan.

Saya nasihatkan kepada umat muslim, sudahilah pencarian kalian terhadap berbagai ilmu tenaga dalam dan ilmu kesaktian apapun bentuknya, mulai dari ritual puasa, membaca mantra, menyerap energi alam, berlatih pernapasan tenaga dalam. Sebab semua itu hanya kesaktian semu belaka dan ketika kita dihadapkan pada realita akan gagal total. kasihanilah akidah kalian yang tergadai dan kasihanilah jiwa kalian yang ditipu angan-angan kosong dari setan

Setan selalu memberi janji-janji kepada mereka, dan membangkitkan 
angan-angan kosong pada mereka, padahal setan tidak menjanjikan 
kepada mereka selain tipuanbelaka (QS Al-Nisa' [4]: 120).

YA! SETAN MEMBERI JANJI ILMU KESAKTIAN, MEMBANGKITKAN ANGAN-ANGAN KOSONG PRAKTISI TENAGA DALAM DAN ILMU METAFISIKA, PADAHAL SETAN i(DARI JENIS MANUSIA DAN JIN)  TIDAK MENJANJIKAN KEPADA MEREKA MELAINKAN TIPUAN BELAKA