Saksikanlah ulasan dan penjelasan Ustadz yazid bin Abdul Qadir Jawwasz seorang ulama Salafy yang sangat saya kagumi mengenai kesesatan dan kesyirikan ilmu kebal:

Allah tidak pernah memberikan ilmu kebal kepada para Nabi, sejak Nabi Adam Alaihissalam hingga Nabi Muhammad SAW. Dan para Nabi sendiri tidak pernah belajar ilmu kebal, tidak pula mengajarkan ilmu sejenis itu kepada ummatnya.
Sebagai contoh, pada Perang Uhud gigi Nabi Muhamad SAW patah, bahkan beliau menderita luka-luka ketika masuk ke dalam sumur perangkap yang disediakan musuh.


Nabi Yahya Alahissalam kepalanya dipenggal dan dijadikan mahar (maskawin) oleh raja kafir yang dzalim.
Sayyidina Hamzah ditombak oleh Wahsi seorang hamba sahaya milik Hindun, kemudian oleh Hindun jantung sayyidina Hamzah dicabik-cabik dengan penuh dendam. Sayyidina Umar ketika sedang shalat terbunuh dengan khonjir (semacam pisau belati) oleh Abu Lu’ Lu’ seorang majusi yang pura-pura masuk Islam.

Sayyidina Utsman bin Affan terbunuh oleh demonstran yang terhasut provokasi Abdullah bin Saba’ seorang Yahudi yang pura-pura masuk Islam. Padahal ketika itu sayyidina Utsman bin Affan sedang menjalankan ibadah shaum. Sayyidina Ali ditusuk oleh Abdurahman bin Muljan seorang khawarij.
Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa Allah tidak memberikan ilmu kebal kepada para Nabi sekalipun. Kalau kepada para Nabi saja tidak, apalagi kepada orang biasa.

Bukti lain yang menunjukkan bahwa ilmu kebal bukan berasal dari Allah adalah, meski seseorang itu tergolong kafir, penganut animisme atau atheisme, ia bisa mendapatkan ilmu kebal, tanpa perlu beriman kepada Allah sama sekali. Bagaimana dengan Nabi Ibrahim Alaihissalam yang tidak terbakar ketika dimasukkan ke dalam kobaran api? Sebagai Nabi Allah yang sedang menegakkan kalimat Allah (agama Tauhid), Allah memberikan karomah kepada beliau, dengan cara menginstruksikan kepada api (makhluk-Nya) untuk tidak membakar Ibrahim. Karomah itu diberikan Allah sebagai jawaban atas doa yang dipanjatkan Nabi Ibrahim Alaihissalam. Karomah yang Allah berikan kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam bukanlah ilmu kebal, karena tidak bisa dipelajari (bersifat spontan) dan tidak dipertontonkan sebagaimana pernah kita lihat di media televisi.

Karomah seperti itu terutama Allah berikan kepada para Nabi dan orang-orang yang layak menerimanya, bukan kepada sembarang orang, apalagi dalam rangka mendukung Gus Dur misalnya. Kesimpulannya, ilmu kebal seperti yang dipertontonkan oleh sebagian pendukung Presiden Gus Dur di Jawa Timur itu, bukanlah ilmu yang bersumber dari Allah tetapi dari syaithon. Dengan demikian, mereka (para kiai, santri dan massanya itu) adalah pengikut syaithon (orang- orang yang tergolong musyrik). Sesuatu yang berasal dari syaithon biasanya digunakan untuk membela syaithon juga (bukan kebenaran sejati).