Hari ini tanggal 07 bulan maret 2012 sore hari kembali mobil Suzuki APV saya mengalami musibah diserempet mobil FUSO. Kisahnya diawali oleh Perginya Bibi dan dua anak saya bersama sopir dan istrinya ke Daerah Unit 2 Kabupaten Tulang Bawang untuk berbelanja dan mengambil uang di Bank. Ketika pulang menuju rumah di Desa Brabasan sekira jam 17.00 mobil APV kami yang dibawa sopir mengikuti jalan yang berbelok. Menurut kesaksian sopir saya, mobil dalam kecepatan 60km/jam dijalan lintas sumatra melewati jembatan dan jalan yang berbelok , ketika mengikuti alur jalan tiba-tiba datang mobil Fuso dalam kecepatan tinggi langsung menerempet mobil Suzuki APV yang dikendarai sopir saya. Akibatnya kaca spion bagian kiri pecah, kaca lampu lecet parah dan bodi mobil lecet juga penyok disertai bemper yang pecah. Sangat bersyukur waktu itu tidak secara telak menabrak mobil APV, tidak dapat saya bayangkan mobil FUSO yang membawa besi TOWER seberat itu menabrak mobil APV yang didalamnya banyak keluarga saya tentunya akan mengakibatkan kecelakaan yang fatal.

LIHAT FOTO KONDISI MOBIL SAYA YANG LECET, PENYOK DAN BEMPER YANG TERLEPAS

FOTO MOBIL FUSO YANG MENYEREMPET MOBIL SUZUKI APV SAYA

Setelah peristiwa serempetan itu, mobil FUSO segera diberhentikan dengan paksa oleh sopir saya dan setelah bertemu dengan sopir mobil FUSO sempat beradu argumen merasa masing-masing pihak paling benar, melihat keadaan yang kurang kondusif Bibi saya lalu langsung menghubungi istri saya lalu istri saya menghubungi saya untuk segera ke daerah Simpang Pematang.

Saya langsung berangkat mengendarai motor dinas, dan sesampainya di lokasi saya langsung meminta Sopir mobil FUSO itu agar segera menelepon Bosnya, saya lalu terlibat percakapan melalui telpon, di telpon terlihat keangkuhan Bos pemilik mobil FUSO yang menganggap mobil APV kami yang salah. Saya lalu mengatakan “OK, jika semuanya merasa benar , mari kita kekantor POLISi saja dan kita selesaikan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku”

Saya lalu mengajak sopir mobil FUSO itu ke kantor polisi terdekat, sebab percuma semua merasa benar maka harus ada penengah dari pihak yang berwenang dalam hal ini pihak kepolisian. Tak dinyana sopir dan kenek mobil FUSO itu ketakutan dan mengakui kesalahannya lalu mengatakan bersedia mengganti biaya kerusakan mobil APV saya yang sudah diserempet. Alhamdulillah kasusnya bisa diselesaikan dengan baik dan tidak perlu ke kantor polisi.

Kasus Naasnya mobil saya ini dan kali ini adalah puncak klimaksnya benar-benar membuat saya tidak habis fikir! sebab  sudah berulangkali mobil saya ini mengalami musibah setiap dipakai dan dipinjam oleh Orang lain (rekan-rekan kantor) , Setiap rekan-rekan kantor yang meminjam mobil saya untuk tugas kedinasan atau urusan lain, pulangnya selalu membawa “oleh-oleh” mobil lecet, entah karena terkena batu, menerempet gorong-gorong, menyenggol batang pohon  dll.

Saya hitung ada 8 kasus aneh setiap dibawa orang lain selalu mengalami musibah dan anehnya ketika saya membawa mobil Suzuki APV tidak ada musibah apapun yang saya alami. Kasus terakhir sebelum peristiwa serempetan dengan FUSO adalah kasus dimana ketika mobil saya dipinjam KABID UPPM (Usaha pengembangan Perekonomian masyarakat) mengalami musibah terkuncinya tiba-tiba pintu mobil dan kunci mobil masih didalam hingga harus pontang-panting mengakali agar bisa membuka kunci hingga akhirnya merusak lubang kunci pintu mobil (Mobil saya tidak punya kunci serep) lalu lampu tembak sebelah kanan hilang terlepas dijalan dan bodi lecet karena menyenggol terotoar.

Lengkap sudah penderitaan mobil kesayangan saya ini dan dipuncak musibah adalah ketika sopir saya harus mengalami musibah diserempet mobil FUSO. Kembali lagi pada peristiwa diserempet FUSO, setelah “hitung-hitungan ” selesai, saya menyuruh sopir segera pulang kerumah dan saya biar naik motor. Pada malam harinya sekira jam 21.00 WIB sopir saya kerumah dengan membawa mobil yang baru sedikit diperbaiki.

JIMAT DALAM PINTU MOBIL

Setiba sopir dirumah, Mas Sis (namanya) menanyakan apa saya ada menyimpan suatu bungkusan di dalam pintu mobil? sebab ketika dia membuka baut-baut pintu untuk memperbaiki mobil tiba-tiba jatuh sebuah bungkusan yang dibalut plastik dan bungkusan kecil itu berbau harum. saya lalu mengatakan tidak pernah menyimpan bungkusan apapun didalam pintu mobil. Saya lalu segera meminta bungkusan tersebut dan ketika saya buka bungkusan tersebut ternyata SEBUAH AZIMAT!



Azimat ini berisi huruf hijaiyah yang tidak diketahui artinya sebab berisi simbol-simbil tertentu yang ditulisa dengan tinta merah dikertas. Didalam lipatan kain dan kertas ada tersimpan serbuk kemenyan (saya sangat paham bau kemenyan) dan ada bungkusan kecil lagi yang ternyata didalamnya ada garam halus (saya nekat mengecapnya dan ternyata rasanya asin). Bau bungkusan Azimat ini adalah berbau minyak FANBO (minyak para dukun) .

Na’udzubillah…. Allah Ta’ala telah membukakan tabir ghoib, bahwa selama ini musibah beruntun yang diderita mobil saya ini akibat jimat yang tidak tahu dari mana datangnya yang disimpan dalam mobil saya!! Saya tetap memuji Allah sebab saya merasa beruntung kerena masih diberi perlindungan untuk tidak mengalami musibah besar selama jimat ini berada didalam mobil saya dan hanya orang lain yang mengalami “kesialan” akibat “ulah” khodam jimat tersebut.

Segera saya membacakan ayat kursi lalu saya bakar sampai habis Azimat tersebut!

Sungguh benarlah apa yang dikatakan Rasulullah sebagaimana diriwayatkan dari  Imam Ahmad pula dari Uqbah bin Amir dalam hadits marfu : “Barang siapa menggantungkan tamimah, semoga Allah tidak mengabulkan keinginannya; dan barang siapa menggantungkan wadaah, semoga Allah tidak memberi ketenangan pada dirinya.”  

Imran bin Hushain radiallahu anhu menuturkan, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melihat seorang laki-laki terdapat di tangannya gelang kuningan, maka beliau bertanya: “Apakah ini?”Orang itu menjawab: “Penangkal sakit.” Nabi pun bersabda: “Lepaskan itu karena dia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu; sebab jika kamu mati sedang gelang itu masih ada pada tubuhmu, kamu tidak akan beruntung selama-lamanya.”(HR. Imam Ahmad dengan sanad yang bisa diterima).

Sebab selama tamimah/jimat itu berada dimobil saya selalu saja mengalami musibah beruntun dan terus-menerus mengalami ketidak beruntungan. Semoga dengan dibakarnya azimat tersebut mobil saya tidak lagi mengalami berbagai musibah dan kemalangan, sayapun dengan terpaksa harus mensweeping setiap sudut dan tempat tersembunyi disetiap bagian mobil untuk mencari siapa tahu masih ada azimat tersimpan, dan kasus ini mengharuskan saya untuk meruqyah mobil dan memandikannya dengan air ruqyah agar bersih dari semua yang bersifat negatif…