Mertua saya dengan perawat sudah sadar setelah saya terapi ruqyah plus konsumsi herbal

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah sebagai ketetapan yang tertentu waktunya” (QS Al Imron: 145).

“Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu,  kendatipun kamu berada di dalam benteng yang kokoh”

(QS An Nisaa’: 78)

“Katakanlah, sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya,  maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu”

(QS Al Jumuah: 8).

“Maka jika telah datang batas waktunya (ajal), mereka tak dapat  mengundurkannya barang sedetikpun dan tidak dapat memajukannya”

(QS Al A’raf: 34)

Sungguh kematian sudah merupakan ketentuan dari Allah Ta’ala, adapun bentuk datangnya kematian sebabnya bermacam-macam, salah satunya dari sakit yang menimpa diri seseorang yang menyebabkan datangnya ajal. Al-Mawt (kematian) merupakan realitas agung dalam kehidupan. Kematian adalah kebalikan dari kehidupan. Namun….walaupun kematian sudah ditentukan Allah Ta’ala kita sebagai manusia wajib hukumnya untuk berusaha dan berikhtiar untuk mencari kesembuhan.

Subhanallah, Sejak kedatangan kami pada tanggal 14 maret ke rumah sakit Dr. Oen Solo untuk menengok mertua yang terkena serangan stroke parah. Ketika kami datang kondisinya sangat memprihatinkan, dengan kondisi tidak sadar dan nafas yang sangat berat hingga harus diberikan tabung oksigen, membuat saya pribadi sangat merasa sedih. maka saya langsung meruqyah ayah saya dengan semampu dan seintens mungkin dan memberinya obat herbal terbaik yang saya miliki sampai tanggal 17 maret sebelum saya berangkat ke Bogor untuk mengisi seminar nasional Ruqyah. Alhamdulillah setelah saya intens meruqyah, dengan melakukan tekhnik usapan membuang penyakit, usapan mengobati, metode peletakan tangan dengan disertai membaca ayat-ayat ruqyah kondisi mertua saya lalu saya berikan Propolis Diamond, madu, habbatussauda Alhamdulillah sangat banyak perobahan, baru dua hari ayah saya sudah benar-benar sadar dan sesak juga berat nafasnya sudah hilang. hal ini tentunya sangat meenggembirakan keluarga besar dan kami banyak beryukur kepada Allah Ta’ala. Lalu karena saya ada amanah untuk mengisi seminar (menjadi salah satu pembicara) maka saya berangkat ke Bogor.

Selama dibogor terapi pengobatan dijalankan oleh istri saya dengan tentunya melalui petunjuk yang saya berikan. namun Qadar Allah berkata lain setelah dua hari saya dibogor ayah saya kembali kondisinya ngedrop, badannya panas nafasnya kembali sesak. Maka saya tidak bisa lama-lama berada di Bogor dan tidak sempat menuju Gunung Padang juga sadahurip untuk infestigasi dan langsung pulang.

Sekarang kondisi ayah mertua saya semakin kritis, saya menanyakan kondisi syaraf pada dokter yang merawatnya. Dokter itu mengatakan Pusat Syaraf untuk mengontrol panas tubuh dan pernapasan sudah tidak berfungsi hingga harapan hidup ayah mertua saya sangat kecil.

Innalillahi wa innailaihi ro’jiun………………  saya tidak mampu berkata-apapun, yang saya lakukan saat ini adalah terus-menerus meruqyah ayah saya secara intensif, saya juga menyetelkan kaset ruqyah, saya meminumkan Air zamzam (yang sudah didoakan/diruqyah) dan membalurkan keseluruh tubuh ayah saya.

Saya sangat sedih jika ayah mertua saya ini mati dalam keadaan kafir (masih beragama Kristen) saya akan terus membisikkan kalimat tauhid ketelinga ayah saya walaupun beliau tidak mampu menggerakkan mulutnya lagi. Saya berharap diakhir hidupnya dia mengimani Allah Ta’ala sebagai Tuhannya dan Rasulullah sebagai Nabinya………..

Mohon doa kepada rekan-rekan sekalian , semoga Ayah saya mendapatkan hidayah dari Allah Ta’ala untuk memeluk agama Islam dan mendapatkan khusnul khatimah………………….Amiin ya Allah…………….