ALHAMDULILLAH, puji syukur kepada Allah Ta’ala saya sampai sekarang masih diberi kesempatan untuk menulis kembali lanjutan dialog antara saya dengan Kang Dicky, mohon maaf saya setelah berpulangnya Mertua saya keharibaan Ilahi saya off dulu dari dunia maya sebab memfokuskan diri untuk menenangkan istri dan keluarganya yang sangat syok ditinggalkan ayah tercinta. Sang Ayah Alhamdulillah sudah saya talkin bersama anaknya (Istri saya) hampir 7 jam ketika sang ayah sekarat saya tiada hentinya membisikkan syahadat juga ayat-ayat ruqyah ketelinga ayah, Wallahua’lam ayah tidak dapat menyebut secara sempurna syahadat namun hanya mengucap “Allah” dengan tidak jelas mengikuti talkinan saya dan istri dan beberapa kali ayah menangis. Saya dan istri berbaik sangka Ayah saya sudah mengucap syahadat dan sudah masuk islam. Saya menunggui dan mentalkinkan sampai nafas terakhir Ayah mertua saya.

Ketika ayah meninggal dan sudah dimandikan (saya memandikannya dengan air zamzam) ada sedikit keributan diantara keluarga besar istri (keluarga yang islam vs keluarga yang kristen) apakah ayah saya dimakamkan secara muslim atau secara nasrani. Saya sempat meminta fatwa kepada masyayikh yang dihubungkan melalui Ustadz Andi, dan beberapa ustadz salafy dan ikhwani pakar ilmu syari’ah  yang ilmunya jauh lebih tinggi dari saya ternyata fatwanya hampir sama Ayah (mertua) saya harus dimakamkan secara kristen sebab dhahirnya ayah saya semasa hidupnya beribadah secara kristen dan tidak jelas dia mengucapkan Syahadat atau sekedar bergumam adapun bathin ayah saya apakah dia mengucapkan secara sempurna syahadat dalam hatinya hanya Allah yang Maha mengetahuinya………………dan Ayah mertuapun akhirnya dikuburkan dengan secara kristen……..😦 dan disertai sedikit diskusi saya dengan Pendeta dengan tema “mengapa umat kristen tidak ittiba’ dengan yesus ketika matinya dikafani dan sekarang malah ketika umat kristen mati malah dikasih baju pengantian (Jas) dan pakai peti mati.” sang pendetapun ngeles “kita cuma ikut tradisi barat saja”😛 cape dech katanya mau jadi umat yesus yang taat tapi malah ikut tradisi barat yang tak ada tuntunannya…..

Ketika pulang kembali ke Mesuji saya dihadapkan dengan pekerjaan kantor yang menumpuk dan harus dinas luar (DL) keberbagai desa di Mesuji dan tanggal 04-04-2012 adalah hari keempat saya dan rombongan mengunjungi 7 Kampung dan besok 05-04-2012 adalah hari terakhir saya dinas luar. mohon dimaklumi karena saya tidak sempat untuk melanjutkan menulis artikel dan menanggapi beragam komentar yang masuk karena kesibukan saya yang luar biasa padat juga karena kondisi subuh saya yang sangat letih hingga memerlukan istirahat yang cukup.

Menyeberangkan mobil keseberang sungai dengan menaiki Ponton

Malam ini pukul 22.37 adalah energi saya yang terakhir untuk malam ini melanjutkan menulis artikel, tubuh saya sangat letih sebab siang tadi beberapa kali mobil saya nyangkut di lumpur (kepater) sebab kondisi jalan di mesuji sangat buruk apalagi hari sebelumnya turun hujan lebat.

Mobil saya nyangkut dikubangan lumpur ketika berjuang menembus jalanan yang hancur menuju Kampung Rawajitu Utara

BERIKUT INI LANJUTAN TRANSKRIB DISKUSI SAYA DENGAN KD:

KD: (KD agak kalut dan merasa terdesak lalu mengatakan) tenang……tenang…….jangan pake emosi tenang,tenang (sembari menepuk-nepuk dan memegang bahu saya dan saya merasakan getaran dari tangan KD, saya bersyahwasangka KD hendak menggendam saya dengan Ilmu metafisiknya sebab saya benar-benar merasakan getaran halus yang menyentuh kulit saya “saya benar-benar sensitif dengan energi metafisika (jin) sebab dahulu saya juga praktisi ilmu metafisika “ dan Alhamdulillah tidak masuk kedalam diri saya sebab saya sudah membentengi diri dengan banyak lapisan pelindung dari kalam ilahi yang saya bacakan pada diri saya)

PA: (padahal saya tidak emosi sama sekali hehehe)  saya orang sumatera mungkin begitu wallahua’lam (menurut KD kata-kata saya keras disertai emosi tinggi). saya enggak, enggak pake emosi

KD : Tenang……..tenang…….(tetap tangannya menyentuh pundak kiri saya dengan sedikit gemetar, dari sisi ilmu psikologis dan fisiologis orang yang tangannya bergetar menunjukkan dia sedang grogi, kalut, takut, stress)

PA: Mungkin ini pembawaan saya………..

KD: Jadi begini, yang namanya novel ga usah diributinlah, namanya juga novel….

PA: tapi, ini masalah akidah Kang (suara saya benar-benar saya lembutkan), banyak yang mengatakan (murid-murid HI) Adhama itu nabi Adam, eee apa…Hammadz itu nabi Muhammad, ini suatu talbis (tipu daya) yang dapat menyesatkan masyarakat banyak

Penjelasan :

Sirah nabawiyah versi KD sama sekali tidak ada diriwayatkan dalam hadits Rasul bahkan yang dhaif atau maudhu’ sekalipun! ini bisa menyesatkan pemahaman umat Islam akan Nabi-nabi utusan Allah yang akan dipertanggung jawabkan KD dihadapan Allah Kelak .Rasul mengatakan “Barang siapa berdusta dengan sengaja atas namaku maka hendaknya ia menempati tempat duduknya di Neraka”. Hadits shahih mutawatir. Jika KD berdusta mengarang cerita Hammadz itu Nabi Muhammad maka siap-siap dia menempati tempat duduknya di Neraka!!!

KD: Sesat itu?

PA:  Menyesatkan sekali!

KD: Oooo gitu?

PA: kalau memang fiksi (Novel Arhytirema) ya sudah saya tutup buku, tidak benar seperti itu ( Kisah Nabi Adam sampai Muhammad dalam Novel Arkhytirema) hanya menghubung-hubungkan ( kisah Adhama bukanlah Nabi Adam dalam keyakinan umat Islam) iyakan ?

KD: Gini ajalah…gini ajalah………….gini ajalah, gini ajalah (4 kali ulangan KD mengatakannya).  Sekarang begini, kalau misalnya sebuah Novel itu diributkan, kita buang waktulah. Lebih baik waktu kita berguna untuk umat. Dari pada kita berdebat lebih baik kita manfaatkan waktu kita untuk umat Islam. seperti tadilah kan (KD sibuk menerapi pasiennya) waktu saya habis untuk umat nih, kasarnya gitukan ya. terus waktu saya habis bagaimana bisa memakmurkan jangan hanya sekedar berdebat, berkata-kata

PA: Sai baba memakmurkan umat Pak (maksud saya KD), orang-orang kafir memakmurkan umat (baik umat islam atau umatnya sendiri). tapi yang saya bahas ini akidah! Orang yang banyak berbuat baik tapi kalau akidahnya jahad atau jelek (amalnya) bagaikan debu yang beterbangan…

UPDATE 06-04-2012

KD: Begini Pak, eh umur umur berapa?

PA: Ya…

KD: umur berapa? (menanyakan umur saya)

PA: saya tahun 80 (lahir tahun 1980)

KD: Oh jauh dari saya

PA: Bapak 54 ya ? ( saya mengira-ngira umurnya 54 tahun, yang benar umur KD sekarang 44 tahunan)

KD: bukan 68 saya ( KD lahir tahun 1968)

PA:  68

KD: em…… (kembali pada pokok bahasan) gini jadi . Sekarang dari Bismillah saja ya Pak ya, sekarang dengan nama Allah saya itu mengajarkan pada murid-murid saya itu agar selalu dengan nama Allah, itukan Bismillah, Bismillah. Jadi apapun yang kita lakukan itu harus benar-benar dengan nama Allah. Beda dengan nama yang lain. nah……….kalau kita dengan nama Allah, yang pertama kali diajarkan harusnya ini dulu apa, harusnya tauhid dulu kan ya

PA: ya betul

KD: bagaimana kita mengenal pencipta kita, bagaimana kita mengenalkan penguasa kita, bagaimana kita mengenalkan pembuat alam semesta ini

PA: ya betul

KD: nah, mungkin karena gaya kita itu berbeda dengan gaya yang lain, itu mengundang kontrofersi. Itu masalah

PA: Ya (saya hendak memotong perkataan KD sebab naga-naganya mulai melenceng dari tema diskusi)

KD: Tenang dulu jangan dulu dipotong, jangan dulu dipotong. Nah jadi saya pertama kali mengajarkan kepada anak saya, pada murid-murid saya adalah bagaimana kita mengenal siapa Tuhannya

PA: ya Hablumminallah ( hubungan antara manusia dengan Allah)

KD: Ya itu dulu……….., karena bagaimanapun pula, bagaimanapun kalau kita masih ada niat-niat lain, misalnya kan inna sholati, wanuskui, wamahyaaya, wa mamaati Lillahirobbil’aalamiin ( artinya : ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam’ (QS 6:162)), tapi itu dulu yang harus kita ajarkan pada anak-anak kita. Jadi bukan yang lain-lain dulu. Nah itu yang saya ajarkan pada anak-anak saya. Sedangkan untuk menarik ajaran itu, saya harus menarik dalam bentuk cerita misalnya. inikan firobi, novel 1 novel 2 novel 3, cerita tentang bagaimana, apa yang namanya , yang ini apa namanya sejarah, masa lalu dan sebagainya. bagaimana ini,bagaimanaa itu

PA: saya minum kang ya (saya sembari mendengarkan perkataan KD saya meminta izin meminum air Mineral Hyper Molecular Resonance produksi HI yang di suguhkan pada saya)

KD: Oh… mangga, mangga itu buatan saya

PA: Saya beli satu tadi

KD: ini teknologi saya bikin sendiri (Namun kenyataannya banyak produk serupa dipasaran air mineral sejenis dengan Hyper Molecular Resonance)

PA: Ragani saya beli tadi saya masuk angin, Alhamdulillah udah minum ragani, sehat saya (saya mengakui Ragani adalah air berisi ekstrak jamu yang baik bagi kesehatan dan ada banyak juga produk serupa dipasaran)

KD: Alhamdulillah…………nah gini, kayak ginilah , kayak gini, saya bilang begini, coba tela’ah Al-Qur’an dengan baik dan benar, inikan saya cantumkan tuh (diplastik kemasan Air HMR ada Firman Allah Surat Al-Waqi’ah ayat 68 dan KD menunjukkannya pada saya) afaro’aitumul maa’alladzi tasyrobuna  ( artinya : Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum) Al-Waqi’ah ayat 68 disitu saya cantumkan, Sudahlah kamu perhatikan air yang kamu minum saya bilang begitu. jadi ayo kita mikir , ayo kita mikir, kita perhatikan air ini apasih gitu. air itu H2o Hidrogen dua oksigen satu, nah bagaimana cara merubah molekul airnya…..

PA: Ya…..(langsung saya potong sebab melenceng jauh dari tema) masalah teknologi itu mubah kang Dicky ya, saya setuju kalau masalah teknologi. apakagi herbal saya sangat mendukung sekali masalah herbal atau teknologi Kang Dicky, yakin saya apalagi herbal Ragani saya sudah menyaksikan sendiri bagus. Saya fokuskan disini Kang Dicky masalah selain keilmuan Tenaga Dalam dan keilmuan metafisik. Saya berkeyakinan bahwa manusia itu tidak bisa melihat masa lalu atau masa mendatang (dengan ilmu time travel)

KD: ya gapapa……… (KD terseyum lebar)

PA: Sedangkan Kang Dicky bisa mengatakan dengan time travel bisa melihat masa lalu, seperti apa begitu maksudnya??? (saya berusaha kembalikan topik diskusi)

KD: gini aja, gini aja kan keyakinan seorang itu berbeda-beda gitu , gapapa keyakinan seseoang berbeda-beda

PA: berarti Kang Dicky bisa melihat masa lalu?

KD: Gini, gini saya ga perlu ngebahas itulah , ga perlu bisa ngebahas melihat masa lalu dan masa lalu dari foto juga bisa keliatankan ya

PA: Bukan, maksud saya dengan hanya berdiam , mengaktifkan apa namanya kelenjar apa pineal pituitary

KD: (dipotong) sekarang gini, inikan pendapat Perdana Akhmad, pendapat saya, dua pendapat yang berbeda tidak ada masalah silahkan saja, silahkan saja kita berbeda pendapat ga ada masalah . tapi yang jelas , yang jelas kita tidak perlu berdebat. Karena kalau berdebat itu bakal selalu berbenturan. Makanya saya tidak pernah melayani berbedaan atau perdebatan. jadi betul-betul itu menguras tenaga saya, tenaga saya tuh habis gitukan buat urusan ini. jadi kalau berbeda pendapat itu silahkan saja. Anda mau bicara apapun pada saya ga masalah silahkan saja. makanya saya ga pernah melayani, ga pernah menjawab dan sebagainya karena begini, satu tambah satu sama dengan dua adalah kesepakatan. jadi kalo misalnya saya  tidak sepakat dengan apa yang Perdana Akhmad katakan itu wajarkan. jadi misalnya Perdana Akhmad tidak sepakat dengan apa yang saya katakan itu wajar. (KD benar-benar tidak mau berdialog masalah tekhnik time travel lalu mengalihkan topik pembahasan dengan mengatakan ga mau melayani dan ga mau menjawab padahal banyak tanggapan KD yang juga tidak mau menerima perbedaan pendapat lalu langsung memfonis menurut keyakinan beliau)

PA: Namun kami sebagai Ustadz (guru) perlu meluruskan yang kami anggap menyimpang dari sisi syari’at. Contohnya saya lanjutkan kang Dicky ya. Ini masalah Ruqyah. Kang Dicky mengatakan ruqyah itu syirik

KD: he’em kan ada haditsnya ” Inarruqo wattama’in wattilawah syirkun” kan gitu

PA: dan dikatakan hadisnya gimana shahih?

KD: hadits riwayat Ahmad, abu dawud dari ibnu Mas’ud

PA: Sahih

KD: ya iyalah karena ada padanan Al-Qur’annya ya aaa rob apa ketika “robbuna” (ga jelas apa robbuna/robfulan bisa rekan-rekan dengarkan nanti di audionya tolong luruskan saya jika salah tulis) membacakan ayat Al-Qur’an itu dihadapan masyarakat jin, jadi jin itu takjub lalu beriman, tidak ada jin itu yang kepanasan itu tidak ada. nah disitu saya dasari dari sana. jadi ya udah kalau kita sudah terlalu percaya pada bacaannya  tidak percaya pada Allah-nya…

PA: Betul, kami juga meyakini bahwa bacaan Al-Qur’an tidak bisa berfungsi sendirinya kecuali atas izin Allah. dan Kang Dicky mengatakan “Apa buktinya hadits itu lemah, apakah anda bisa melakukan perjalanan antar waktu?” (saya membacakan tulisan Kang Dicky ketika berdialog dengan seorang peruqyah) kami (peruqyah) tidak pernah mengatakan hadits ini lemah pada peruqyah. jadi kang Dicky tidak boleh menyatakan bahwa semua peruqyah mengatakan seperti ini. “Apakah anda bisa melakukan perjalanan antar waktu” (saya mengulang tulisan Kang Dicky ketika bertanya pada seorang peruqyah) berarti Time Travel lagi. Apa maksud kang Dicky menyatakan hal ini?

KD: ya saya nanya kediakan? bisa ga (melakukan time travel untuk mengetahui derajat hadits) taunya gimana (kalau tidak dengan time travel)? saya naya kediakan, disini saya nanya kedia (diulang-ulang KD)

PA: tapi maksudnya…….. (dipotong KD)

KD: saya ga ngefonis semua orang begitu

PA: maksudnya time travel itu lho….maksudnya kang bisa ….(dipotong lagi oleh KD)

KD: maksudnya saya nanya kediakan ?

PA: jadi bisa mengetahui hadits apakah dengan cara time travel?

KD: ya saya tanya kedia…..

PA: Ia, bisa ga seperti itu dengan cara time travel?

KD: bisa ga seperti itu….kalo saya mah ga pernah gitu-gituan

PA: tidak bisa mengetahui derajat hadits dengan time travel

KD: kalo saya mah ga pernah gitu gituan…begitukan, saya ga pernah gitu-gituan (diulang lagi “gitunya” berulangkali) saya ga pernah mencari hadits dengan time travel ga pernah

Penjelasan: Inkonsistensi yang nyata, pertanyaan KD jelas bagi setiap orang yang bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. KD berkata: “Apa buktinya hadits itu lemah, apakah anda bisa melakukan perjalanan antar waktu?” dapat disimpulkan bahwa KD hendak mengatakan bahwa dengan perjalanan antar waktu itu bisa membuktikan derajat hadits )

PA: bukan …mengetahui seperti apa klaim bisa tahu, saya pernah mendengar ….(langsung dipotong oleh KD)

KD: sekarang begini, sekarang begini, kalo misalnya untuk membuktikan hadits itu bener itu apa, menurut anda apa, gimana?

PA: itu dari hasil penelitian para ulama dari ilmu mustholah hadits, mereka punya ilmu mustholah hadits, mempelajari tentang hadits………… Sekarang gini Kang Dicky kalo menurut Kang Dicky  ruqyah itu syirik (saya berdiri lalu menghampiri Abu haidar lalu saya menyentuhkan tangan kekepala Abu haidar) ketika saya mengatakan….saya memegang kepala (tangan kanan saya memegang kepala Abu haidar lalu membaca) Bismillahi….Bismillahi… Bismillahi (lalu) saya membaca (surat) Al-fatihah itu syirik tidak?

KD: ooo enggak

PA: Atau ketika saya menepuk ya (berkata) ukhruj ya Aduwallah keluarlah hai kau musuh Allah itu syirik tidak kang Dicky (saya benar-benar mempraktekkan tekhnik ruqyah pada Abu haidar untuk dinilai KD)

KD: oooo enggak

Penjelasan: pengakuan bahwa tekhnik ruqyah yang saya contohnya dan menurut KD tidak syirik telah mematahkan hujjah KD bahwa ruqyah itu syirik, semoga KD rujuk dari keyakinan bathilnya)

PA: tidak (syirik)

KD: Nah sekarang tenaga dalam itu syirik dari mana?

UPDATE 14-04-2012

PA: Jika diteliti (tehnik pengobatan KD) bukan termasuk kategori science yang absolute kebenarannya, menurut Kang Dicky dengan mengalirkan energi ya bisa mengobati buktinya apa?

KD: orangkan bisa sembuh , pasien saya kan jadi baik, ya kan begitu?

PA: Dalam Islam ada namanya istidraj, keluar biasaan yang diberikan kepada orang-orang yang memang banyak berbuat bid’ah dan kesyirikan seperti tadi.

KD: seperti itu tadi bukan istidraj juga itu (KD menanyakan cara saya meruqyah yang sudah saya contohkan)

PA: Sunnah nabi. itu benar-benar ada haditsnya.(menyentuh ditempat yang sakit dan menepuk dada sembari berdoa). ketika ada yang sakit mengucapkan ukhruj ya aduwallah itu sunnah Rasulullah. ketika memegang….(hadits) abu said Al-Khudri….(dipotong)

KD: begini, begini…

PA: meruqyah dengan membacakan surat Al-fatihah pada orang …jadi saya mau klarifikasi apakah ruqyah itu kang Dicky katakan Syirik?

KD: tadi juga saya mau klarifikasi apakah yang saya lakukan tadi itu syirik?

PA: Syirik

KD: kalo gitu syirik juga (tehnik ruqyah yang saya contohkan)

PA: Catetya….jadi apa yang saya lakukan seperti memegang dikatakan syirik, berarti KD tadi mengatakan shahih (syar’i) sekarang mengatakan syirik

Penjelasan : inkosisten, sebelumnya KD mengatakan ruqyah yang saya lakukan tidak syirik namun sekarang berbalik mengatakan ruqyah itu syirik

KD: jadi gini, jadi gini….

PA: ya

KD: Kalo misalnya tadi saya pegang begini, terus syiriknya dari mana saya tanya? syiriknya dari mana?

PA: jadi gini ya (ikut-ikutan KD hehehe)

KD: syiriknya dari mana?

PA: Syiriknya?

KD: ya

PA: Dari hasil latihan Kang Dicky

KD: emm gitu ya catat ya (meniru ucapan saya)

MURID-MURID HI : HAHAHAHAHAHAHA (Semuanya tertawa terbahak-bahak termasuk KD)

KD: sekarang gini…(saya potong)

PA: Kang Dicky-kan menggabungkan antara tenaga dalam dan tenaga metafisika, ketika menghadapi..apa… gangguan jin dengan menggunakan (ilmu metafiska) Api Neraka. contohnya ilmu kulmi.

KD: jadi gini

PA: jadikan Kang Dicky tidak hanya mengobati penyakit fisik-kan?

KD: ia sama, kalo kitakan pertama bebas-bebas aja ya, soal bentuknya, anda tahu kulmi itu bentuknya apa? tau ga?

PA: apakah bisa diteliti secara ilmiah?

KD: Enggak, tauga bentuk kulmi itu seperti apa?

PA: yang saya pernah baca,

KD: ga,  pernah tau! saya ga nanya pernah baca, bacaan itu bisa ditulis siapa ajakan?

PA: ditulis, ini buktinya rujukan kita bisa tahu bahwa dalam penjelasan bahwa ada murid Hi mengatakan seperti itu, jadi ilmu Kulmi jadi ledakan nuklir di alam ghoib

KD: murid HI nya yang mana?

PA: saya pernah membaca rujukan seperti itu, wallahi saya bersumpah demi Allah!

KD: pernah baca ya?

PA: pernah baca,  itu namanya saya (katakan) rujukan. sedangkan kang Dicky ga perlu rujukan saya sudah punya buktinya .

KD: nah kalo misalnya itu ternyata bukan gimana? (bukan dari murid HI yang menginformasikan bahwa ada ilmu kulmi dalam keilmuan TM Hikmatul Iman)

PA: ya

KD: Begini!  bagaimana tau kalo (yang) dibaca itu bahwa itu bener-bener murid HI, itu bagaimana taunya apa?

PA: yang saya tahu dari website khusus HI. jadi seperti apa ilmu kulmi itu seperti apa? sekarang saya tanya?

KD: kan sudah saya tanya dulukan kulmi itu seperti apa? itu sudah memfoniskan?

PA: mangkanya saya…saya… itulah namanya rujukan. rujukan itu adalah salah satu bentuk apa… tulisan ilmiah.

penjelasan : saya benar-benar heran KD benar-benar sepertinya mengingkari ilmu kulmi yang diajarkan pada murid-muridnya?

PA: saya rujukan ini lho (saya memberikan bukti-bukti tulisan dari blog HI) ini dari blog Hi dan dari tulisan anggota HI (alhamdulillah KD tidak bisa mengelak lagi setelah saya berikan bukti-bukti tulisannya)

KD: emmm…emm..

PA: andaikan tidak (tidak ada ilmu kulmi yang diklaim seperti ledakan nuklir dialam jin hingga diperlukan tahanan kulmi agar energinya tidak terlalu besar) maka perlu saya tabayun tadi…

KD: Makanya tanya!

PA: ya

KD: Kulmi itu seperti apa?

PA: *&%$$#@!* v(^_^)v & ????? ^^^%# *_*! >,< ……. (bingung …ditanya balik nanya udah dijelasin nanya lagi)

…………..BERSAMBUNG……………..