“Kenapa usaha tim bentukan Staf Presiden Bidang Kebencanaan mengebor guna membuka piramida dalam Gunung Sadahurip  lewat bulan maret tidak ada berita perkembangan pengeboran piramida Garut? Hal ini disoroti banyak orang, terutama politisi juga masyarakat yang kemampuan otaknya hanya 2,5 %?” tanya Widjojo.

“Itu pasti karena politisi dan rakyat awam tidak memahami rahasia ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta metafisika purba di balik cerita ARKHYTIREMA yang hanya diketahui ADHAMA –Mahaguru setiap Satrio Pininggit calon pemimpin persekutuan antar galaksi sejagat raya! Semuanya jelas dikatakan “UTUSAN” ADHAMA yaitu seorang Guru Utama Hikmatul Iman bernama Kang Dicky dalam  Kitab Suci Novel ARKHYTIREMA” tukas Kang Anton.

“Ah, kau membuatku tambah bingung!” timpal Widjojo. “Dari piramida Gunung Sadahurip, Garut, ke Novel ARKHYTIREMA. Ujungnya malah Satrio Pininggit!”

“Nah, betul kan! Kau saja enggak nyambung!” bentak Kang Anton. “ADHAMA itu penyimpan rahasia untuk tokoh ARKHYTIREMA yang mengalahkan siapa pun perusak perdamaian yang sebelumnya dia siapkan lewat proses sebagai Satrio Pininggit! Seperti Bangsa Bropa, yang memiliki tingkat penguasaan energi 100% yang berpaling dari ajaran WISHNU dengan menjadi Penjahat antar galaksi di pihak lawan! Saat itu terjadi, ADHAMA melalui Dewan LEMURIAN mempersiapkan ARKHYTIREMA –yang tak lain keturunan spesial dari Adhama sendiri– dari planet ARDH GRUMMA berlatih kesaktian ke planet LAGHIM lalu planet BADAR dan berakhir menuju kumpulan Asteroida di gugusan Galaksi Bima Sakti, ia digembleng Dewan LEMURIAN sebagai wakil ADHAMA, Satrio Pininggit paling sakti sedunia!”

“Apa hubungan itu semua dengan Piramida Sadahurip?” potong Widjojo.

“Bisa jadi itu bunker senjata pamungkas dan teknolog super tinggi yang sudah dilihat Kang Dicky melalui ilmu ngimpleng-nya yang disembunyikan leluhur ADHAMA Bangsa LEMURIAN jutaan tahun lalu untuk mempertahankan bumi dari serbuan bangsa BROPA –penguasa antargalaksi anti bumi!” tegas Kang Anton.

“Hal begitu jelas kurang dipahami politisi dan rakyat awam. Bahwa perang bintang (Star Wars) antara kubu ATLANTIS VS LEMURIAN , sejak zaman pra sejarah berlangsung adu kekuatan paduan iptek dan metafisika! Sisi metafisika yang justru lebih menentukan yang dikendalikan Adhama! Semuanya ada hubungannya dengan Novel ARKHYTIREMA dan jejak peninggalan bangsa lemurian ada diGunung sadahurip terletak artefak awal kehidupan yang bernama MORTAPHRABEENA, atau alat untuk membantu proses kelahiran bangsa LEMURIA

“Sudah, sudah!” entak Widjojo. “Bicaramu membuka rahasia kau penggemar Novel Arkhytirema dan pengagum buta Kang Dicky! Ntar kau lanjutkan ke peran  IRSA (diyakini nabi Isa), KHREID (diyakini Nabi Khidir), dan HAMMADZ (diyakini Nabi Muhammad)! Akhirnya, hanya menjadi pembenar pekerjaan sia-sia yang memalukan dan menyesatkan akidah seperti pernah dilakukan menteri agama yang menggali harta karun di situs Istana Batu Tulis!”

“Huahaha…. Ternyata kau punya ujung cerita juga!” Kang Anton terbahak. “Hari gini dibawa ke cerita Novel ARKHYTIREMA yang tokoh utamanya –ARKHYTIREMA– diyakini Satrio Pininggit model yang berujung ke peninggalan sisa-sisa peradaban Lemurian di Gunung Sadahurip, orang lebih cepat melengos! Lain kalau dikaitkan iptek, tim di bawah presiden, atau juga metafisika Barat, orang bisa bertahan agak lama!”

“Tapi apa pun bumbu ceritanya, ujung dari usaha-usaha seperti itu sering absurd!” tukas Widjojo. “Jadi, kisah Novel itu tak mendidik rakyat untuk bekerja keras mencapai taraf hidup lebih baik. Apalagi dihubungkan dengan Piramida Garut! Sungguh bangsa kita dipermalukan. Hanya karena sebuah novel…. Staf khusus Presiden dan masyarakat banyak tertipu!”