Admin : Artikel ini saya kutip dari sini . Artikel ini merupakan bentuk kecurigaan bahwa Semua Konspirasi Piramida Garut dan Gunung Padang merupakan “promosi” Dajjal.

Berikut ini tulisannya :

Akhir-akhir ini sedang marak perbincangan tentang banyaknya temuan GUNUNG (ketika saya berkata gunung, maka bayangkan GUNUNG \:v/) “mirip piramida” di Indon. Dari sekian banyaknya itu yang paling disorot adalah temuan “mirip piramida” di gunung Sadahurip, Garut. Gunung Padang, dan temuan “mirip piramida” gunung lalakon, soreang-Bandung yang berdasarkan pengukuran Radiometric Dating, diperkirakan umurnya lebih dari 10.000 tahun (apa ada kaitannya dengan Atlantis dan Lemuria yang hancur 11.000 tahun yang lalu?).

Silahkan cek ini untuk gambaran lebih jelasnya http://dl.dropbox.com/u/61550853/Data/PiramidaLalakon.pdf 

Saya sendiri ketika hendak berwisata ke cipanas bersama teman-teman, pernah iseng melakukan kroscek ke Gunung Sadahurip, Garut (lebih tepatnya numpang lewat sebentar).

Karakteristik gunung tersebut memang seperti piramida, tapi jika dikatakan piramida dimensinya terlalu besar (sebagai bangunan yang sengaja dibuat manusia.. atau dibuat oleh ALIEN?), tetapi benar jika dilihat dalam angel dan jarak yang agak jauh terlihat jelas sekali simetris dari ‘piramida’ tersebut.

Dan berikut saya kutip pernyataan Dicky Zainal Arifin (Penulis, Mahaguru metafisis, dan Inovator Teknologi bahan bakar air) terkait dengan temuan “mirip piramida” tersebut.

Dicky bercerita, ada filosofi mengapa masyarakat Garut menyebut gunung itu dengan nama Sadahurip. “Itu ada filosofinya. Hurip artinya hidup atau lebih dalam lagi artinya adalah ‘kehidupan’. Sedangkan ‘Sada’ berarti ‘bunyi.’

Kata Dicky, dalam adat bahasa Sunda berlaku hukum bacaan DM atau Diterangkan Menerangkan. Format itu sesuai dari hukum alam, bahwa segala putaran di alam semesta itu bergerak dari arah kanan ke kiri, lalu di adopsi menjadi  hukum membaca dari kanan ke kiri. “Maka jadilah nama Sadahurip itu artinya Kehidupan Berbunyi, atau kalau kita terjemahkan lebih mendalam adalah Kehidupan berbunyi berawal dari sana.”

Atas dasar itu, Dicky menganggap wajar kalau disana terletak artefak awal kehidupan yang bernama Mortaphrabeena, atau alat untuk membantu proses kelahiran bangsa Lemuria. Tetapi apabila diterjemahkan secara MD atau menerangkan dan diterangkan, arti Sadahurip bisa bermakna sama, berarti bunyi kehidupan berawal dari sana.

Dicky memandang makna Sadahurip sangat dalam, dimana unsur penamaannya pun disesuaikan dengan sejarah awal dari tempat atau piramida tersebut. “Di bolak-balik pun arti Sadahurip bermakna sama, dan ternyata berarti “dari sana lah berawalnya bunyi kehidupan atau kehidupan berbunyi.”

Penulis ini juga mengomentari penyebutan nama Gunung Putri di Garut. Ia mengatakan, Gunung itu dinamakan Gunung Putri karena sering terlihat sebuah cahaya muncul dari gunung itu bagaikan sebuah Putri muncul dari Kahyangan,  atau tempat bersemayamnya para Hyang.

Lapisan tanah di Gunung Sadahurip tidak begitu dalam dan hara tanahnya tidak begitu baik, maka permukaan tanah disana tidak begitu subur untuk menanam pohon besar. Makanya, Gunung Sadahurip tidak begitu terlihat ‘gondrong’ seperti gunung yang lain. Ada juga sebagian masyarakat disana yang menyebut itu sebagai gunung Asuepan, karena berbentuk seperti Aseupan atau alat untuk menanak nasi.

Sedangkan untuk situs Gunung Padang, Dicky menyebut ternyata itu bukan situs bagi persembahan Para Hyang, tapi itu adalah situs untuk melacak keberadaan Bintang Origom. Ia menjelaskan Bintang Arigom adalah bintang untuk untuk perhitungan kalender Galaxy Bima Sakti. “Terbukti disana ada peninggalan berupa batu Sada.”

Batu itu diperuntukkan untuk mendeteksi perubahan alam secara cepat, dan ada gundukan yang meninggi sebagai akselerator.

Pertanyaannya sekarang, ujar Dicky, siapakah yang memberantakan situs itu secara sengaja. Karena terlihat jelas, bahwa ada upaya-upaya agar kita tidak memahami apa yang ada di situs tersebut. “Ada beberapa lapisan lagi ke bawah situs yang berada di gunung Padang. Juga ada mekanisme modern di bawah lapisan kedua yang terdapat di gunung Padang,” tandas Dicky.

Sumber : http://www.politikindonesia.com/m/index.php?ctn=1&k=politisiana&i=30413

Setelah membaca pernyataan diatas, Kang Dicky sempat menyinggung tentang kaitan temuan “mirip piramida” gunung sadahurip dengan kebudayaan Lemuria.

Salah satu babad Jawa sempat menyinggung kisah Arkhytirema/Aki Tirem/ atau biasa dikenal “Prabu Angling Dharma” yang berasal dari peradaban Lemuria (bukan Atlantis). Dalam kisah Arkhytirema itu sempat diceritakan bahwa saat ini ia sedang hibernasi (tertidur) di salah satu tempat “mirip piramida” itu untuk kemudian nanti prabu angling dharma akan bangkit lagi di akhir jaman dan menolong umat manusia.

Kisah Angling Dharma itu sendiri memiliki banyak versi. Ada yang menyebutkan bahwa Angling Dharma meninggal dan kuburannya ada di daerah Sumedang, namun diduga kuburan di Sumedang itu hanya simbolisasi saja, jasad aslinya ada di tempat lain. Ada versi yang menyebutkan bahwa Angling Dharma tidak diketahui dimana jelasnya ia dikebumikan atau mungkin sedang  ”Hibernasi”? dsb.

Memang tidak diketahui apakah kisah Angling Dharma itu memang fakta sejarah yang kemudian diolah menjadi cerita rakyat (seperti kisah ramayana dan bharatayudha), atau memang sekedar dongeng fiksi belaka? Bahkan guru saya-pun tidak tahu dan belum pernah melakukan kontak dengan prabu Angling Dharma. Tapi tak bisa dipungkiri bahwa memang banyak orang yang mengaku sebagai keturunan prabu Angling Dharma.

Berdasar hasil “terawangan” mata batin seseorang (terserah anda mau percaya atau tidak terhadap hal-hal berbau metafisis), yang diduga kuat tempat Hibernasinya prabu Angling Dharma itu terletak di “mirip piramida” gunung sadahurip, Garut. Saya pribadi ada firasat tak enak tentang ini. Kalau saya melihat dongeng ini dari kacamata teori Konspirasi, bukankah penampakan Dajjal selalu identik dengan piramida? Dajjal juga suatu saat akan muncul ke dunia dan mengklaim untuk menolong umat manusia?

Jika ini benar, apa itu menunjukkan kebenaran bahwa Indon dulunya adalah Lemuria?

apakah ini ada kaitannya atau cuma kebetulan saja? 

adakah yang bisa menjelaskan lebih lanjut perasaan tak enak saya ini?

bagaimana pendapat anda?