Effiyanti

Pertanyaan:

Assalamualaikum  Wr. Wb. Ustadz, teman saya di Amerika tanya tentang orang tuanya yang ikut olah raga latihan pernafasan yang namanya ‘Kalimasada‘, biasanya kalo ada yang sakit mereka menyalurkan tenaga dalamnya sambil membaca do‘a dan tangannya diarahkan ke orang yang sakit, sampai kita yang melihat merinding, bagaimana hukumnya ustadz? Pernah juga orang tuanya menelpon gurunya, katanya disuruh ambil botol yang di isi air, kemudian air tersebut di suruh minum setelah dikirim do‘a jarak jauh. Bagaimana hukum semua itu ustadz, afwan saya ditanya seperti itu ngga‘ ada ilmunya, jadi saya tanya ke ustadz, sebelumnya Jazakallah, dan mohon dibalas.

Jawaban:

Assalamualaikum Wr. Wb. Sebenarnya ketika berbicara tentang metode penyembuhan dalam Islam, ada dua bentuk. Pertama, dengan bukti-bukti empiris atau yang kita kenal dengan cara medis. Medis disini maksudnya bukan semata-mata dunia kedokteran modern, tetapi mencakup juga pengobatan-pengobatan yang secara empiris telah ada dalam berbagai peradaban, entah menggunakan ramuan tradisonal atau pun juga dengan cara-cara yang secara umum bisa diterima akal. Misalnya, ilmu totok aliran darah, refleksi dan sebagainya. Semua itu boleh digunakan karena merupakan ilmu empiris yang bisa dipelajari dan tidak berkaitan dengan ilmu ghaib. Beberapa pengobatan yang sering digunakan oleh Rasulullah SAW pun termasuk pada kelompok ini. Seperti mengkonsumsi madu, kurma, habbah sauda‘, air putih, berbekam dan seterusnya,.

Bentuk-bentuk itu sebenarnya merupakan kekayaan dan khazanah ilmu pengobatan yang sudah ada sebelumnya dan oleh Rasulullah SAW dibolehkan untuk dimanfaatkan. Bila kita teliti pada hari ini, ternyata metode pengobatan dan bahan-bahan yang dianjurkan untuk digunakan memang manjur dan bisa diterima logika. Misalnya madu yang ternyata mengandung sekian banyak zat yang diperlukan tubuh dan bisa menjadi obat atas banyak penyakit. Pengobatan dengan Ruqiyah, Yaitu pengobatan dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran dan doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Pengobatan ini tidak menggunakan hal-hal yang bersifat logis ataui empiris, tetapi menggunakan petunjuk yang formal datang dari Allah SWT dan dibawa oleh Rasulullah SAW dengan benar dan amanah. Di luar dari apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, kita tidak tahu sumbernya dan juga tidak jelas kekuatan apa yang menghidupkan metode itu. Dan kemungkinan untuk jatuh pada sihir dan sejenisnya pun cukup terbuka lebar. Karena patut kita ingat bahwa syetan itu punya beragam cara licik untuk memperdaya manusia.

Wallahu a‘lam bis-shawab. Wassalamualaikum Wr. Wb.

dikutip dari sini