Di bawah adalah komentar dari Ryo, mantan anggota Hikmatul Iman. Komentarnya menarik sehingga perlu ditampilkan secara khusus di sini.

Saya mantan anak HI. Pernah ikutan OD dan time travel berkali2x. Tapi terus terang gak pernah liat apa2x. Cuman pas mejem mata liat cahaya2x yang memang biasa ada kalo orang memejamkan matanya.

Waktu itu mikirnya memang mungkin saya yang gak punya bakat.

Cuman temen2x HI yang lain mengaku lihat macem2x. Ada yg lihat pyramid lah, istana di atas air lah, atau apa lah. Dan seolah2x semakin lama semakin kelihatan mereka kayak makin pamer kalo bisa liat ini itu dan juga bisa ngimpleng ini itu.

Saya dan temen saya lain yang merasa gak liat apa2x dan juga gak bisa ngimpleng mulai merasa aneh.

Sempat akhirnya kami bikin rekayasa atau skenario untuk menguji kebenaran implengan mereka. Bikin semacam kasus kesurupan palsu. Eh taunya malah mereka yang katanya bisa ngimpleng itu malah beneran bilang ngeliat jin ini jin itu dan serius masuk ke skenario kami. Gw sama temen gw akhirnya cekikikan aja ngeliatnya.

Mulai dari situlah gw mulai sadar kalo anak2x HI ini entah berhalusinasi atau gimana. Implengan dan time travelnya sangat jauh dari objektivitas.

Mulai dari situ kalo ada temen2x HI yang bilang liat ini liat itu pas time travel, mulai gak percaya deh. Entah dia berhalusinasi, atau berhayal…

Sumber: Komentar di Artikel Open Dialog Kang Dicky Yang Penuh dengan Celaan dan Hinaan

Saya mulai mengenal HI sejak tahun 90. Mulai aktif latihan tahun 96 – 2005.

Sebahai murid HI tentu saja saya pernah latihan ngimpleng dan salah satu latihannya adalah menebak kartu remi yang tertutup. Dimulai dari menebak warna kartu, lalu jenis kartu (spade, diamond, heart, …), lalu mencoba angka, lalu yang advance adalah penggabungan semuanya.

Terus terang saja, saya tidak bisa melakukan ini. Salah satu latihan yang paling saya benci di HI yah latihan ini. Hehehe. Mangkanya daripada latihan metafisik, saya lebih suka latihan tenaga dalam (pernafasan) dan silat. Mau konsentrasi kayak gimanapun, saya gak bisa nebak kartu remi yang tertutup itu. Lebih sering salah daripada benar.

Pengalaman saya selama aktif menjadi anggota HI, memang banyak sekali klaim orang-orang yang bisa ngimpleng dan menebak kartu dengan baik. Umumnya klaim ini kami dengar dari Aspel2x kami, yang mengatakan bahwa Pelatih atau Pelatih Utama (PU) ataupun Wasdal dapat menebak kartu dengan tingkat akurasi 100%.

Namun seiring bertambahnya tingkat dan mulai langsung diajar oleh Pelatih, Pelatih Utama, ataupun Wasdal koq kayaknya klaim2x itu tidak terlihat.

Kamipun yang level dasar ini tentu saja tidak cukup berani untuk meminta pembuktian pada senior2x yang setingkat PU, ataupun Wasdal, apalagi meminta pembuktian ke Guru Utama (GU). Kalopun akhirnya kami cukup dekat dengan Pelatih ataupun PU sehingga akhirnya sudah seperti teman sendiri, dan bisa meminta pembuktian, pasti Pelatih atau PU tersebut akan sedikit ngeles, dengan bilang, “Wah, butuh konsentrasi tinggi, males..” atau “Buktikan sendiri saja, latihan yang rajin..” dan alasan-alasan tipikal lainnya.

Tetapi anehnya, giliran kalo ada kasus kesurupan atau kasus metafisik lainnya, ngimpleng seolah2x sangat gampang. Aspel2x, Pelatih, maupun PU seolah2x dengan hanya sedikit konsentrasi, bisa melihat berbagai jin, kerajaan jin, apa yang sedang jin lakukan, apa yang sedang seorang dukun lakukan walaupun jaraknya sangat jauh.

Bahkan klaimnya, petinggi2x HI seperti wasdal dan GU punya jaringan satelit yang mana bisa memantau anak2x HI. Sehingga dulu pernah kami diperingatkan agar jangan menggunakan ilmu HI sembarangan, karena pasti diketahui oleh GU maupun Wadal

Jadi selama saya aktif menjadi anggota HI (hampir 10 tahun) belum pernah sekalipun melihat secara nyata bahwa ada anak HI yang bisa menebak kartu remi tertutup dengan tingkat kebenaran 100%. Yang saya tahu hanyalah berupa klaim2x yang disebarkan oleh murid2x HI lainnya, Aspel, maupun Pelatih HI.

Sumber: Komentar di Artikel Open Dialog Kang Dicky Yang Penuh dengan Celaan dan Hinaan