Artikel ini ingin kembali mengkritik pengumuman Kang Dicky tentang awal Ramadhan yang diketahui menggunakan metode rukyat dengan ngimpleng. Ini adalah sambungan dari artikel Rukyat 1 Ramadhan 1433 H Menurut Dicky Zainal Arifin (Update).

Melihat Hilal dengan Ngimpleng?

KD melihat hilal dengan metode ngimpleng seperti dijelaskan dalam komentar ini.

Ngimpleng adalah salah satu ilmu Hikmatul Iman untuk melihat sesuatu dari jauh, makhluk ghaib, atau yang diluar jangkauan mata.

Ngimpleng seperti mata batin hanya dilakukan dengan mata tertutup, fungsinya adalah untuk menglihat sesuatu dari jarak jauh, makhluk gaib, atau segala sesuatu yang diluar jangkauan pandangan. Caranya: pejamkan mata dan konsentrasi pads objek yang dituju, sambil mengosongkan pikiran sampai ada gambaran / visualisai di kepala.

Sumber: HIW

Visibilitas Hilal

Bandingkan dengan peta visibilitas hilal berikut:

Peta Visibilitas Hilal 19 Juli 2012

Di sini, dapat diperkirakan daerah mana saja yang dapat melihat hilal dengan mata telanjang (hijau), dapat melihat hilal asalkan kondisinya baik (biru), dapat melihat hilal dengan bantuan teropong (abu-abu), dapat melihat hilal hanya dengan alat bantu (merah).

Bagaimana dengan visibilitas ngimpleng? Sesuai penjelasan di Diktat Tanya Jawab HI, ngimpleng dapat melihat segala sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh mata biasa. Ini berarti murid HI yang ahli ngimpleng, di mana pun mereka berada (di Amerika, di Asia, di Timur Tengah, di Afrika, atau di bulan sekali pun), bisa melihat hilal.

Tanya: Bagaimana melatih ngimpleng ?

Jawab: Ngimpleng adalah salah satu fungsi tenaga metafisik untuk melihat segala sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh mata biasa. Berbeda dengan mata batin, ngimpleng dilakukan dengan mata tertutup, sedangkan mata batin dengan mata terbuka.

Sumber: Diktat HI Bagian 2 – Tanya Jawab

Sesuai dengan dalil tentang perhitungan bulan, maka tidak akan pernah ada penggenapan tanggal menjadi 30 karena hilal selalu bisa dilihat.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, ba

Maka berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berhari rayalah karena melihatnya, lalu jika kalian terhalang maka ditakarlahlah sampai tiga puluh hari. (HR. Muslim No. 1080, 4)

إِنَّمَا الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ فَلَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْهُ وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوا لَهُ

Sesungguhnya sebulan itu 29 hari, maka janganlah kalian berpuasa sampai kalian melihatnya (hilal), dan janganlah kalian berhari raya sampai kalian melihatnya, jika kalian terhalang maka takarkan/perkirakan/hitungkanlah dia. (HR. Muslim No. 1080, 3)

Sumber: Hadits -Hadits Shahih Tentang Shaum dan Bulan Ramadhan (bag. 1)

Konsekuensinya, semua Bulan Hijriyah akan selalu 29 hari karena hilal selalu terlihat oleh ngimpleng. Ini sesuai dengan definisi ngimpleng itu sendiri, melihat segala sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh mata biasa. Tidak akan pernah 30 Sya’ban dan 30 Ramadhan.

Kang Dicky Time Travel dan Melihat Hilal

Pengumuman Kang Dicky tentang awal Ramadhan dilakukan pada Rabu pagi tanggal 18 Juli 2012 (28 Sya’ban).

Rukyat dilakukan pada 19 Juli (di akhir 29 Sya’ban) saat matahari terbenam (maghrib). Pada Rabu Pagi, di seluruh dunia belum ada satu pun daerah yang bisa merukyat karena belum ada satupun daerah yang mencapai maghrib 29 Sya’ban. Pada rabu pagi, tidak mungkin Kang Dicky melihat hilal karena hilalnya sendiri belum ada.

Informasi tambahan: Indonesia masuk UTC+7. Daerah paling akhir di dunia yaitu Catham Island (Selandia Baru), masuk zona UTC+12. Pada saat pengumuman itu baru jam 2 siang. Masih 4 jam lagi menuju maghrib.

Kalau saat itu ada yang berani memastikan 1 Ramadhan berarti tidak mungkin rukyat, paling-paling hisab seperti Muhammadiyah. Kang Dicky tidak menggunakan metode hisab. Kemungkinan lainnya adalah Kang Dicky ngimpleng (melihat) ke masa depan dan melihat hilal.

Konsekuensi Diterima Ngimpleng Terhadap Syariat

Jika kita kembali pada tafsir dari murid Hikmatul Iman yang diklaim ahli bahasa arab dan menafsirkan ngimpleng sebagai cara melihat, maka ada banyak konsekuensinya. Di bawah adalah beberapa contohnya:

  1. Pembuktian perzinahan bisa dilakukan 4 saksi melalui ngimpleng.
  2. Pembuktian kasus kriminalitas (pembunuhan, pencurian, dst) bisa dibuktikan melalui ngimpleng.
  3. Seseorang bisa menjadi saksi sebuah perjanjian dengan ngimpleng. Misalnya, saksi nikah boleh seseorang yang bisa ngimpleng.