Dalam perdebatan dengan murid-murid Hikmatul Iman, sering kali mereka beralasan bahwa Hikmatul Iman hanya Lembaga Seni Bela Diri saja yang fokus pada tenaga murni, bukan paham keagamaan. Artinya Hikmatul Iman tidak bisa dihukumi memiliki pemahaman menyimpang. Namun, semakin banyak bukti yang terkuak menunjukkan Hikmatul Iman sesungguhnya.

Kali ini, kami memperoleh informasi tentang tafsir Lailatul Qadr menurut Kang Dicky, Guru Utama Hikmatul Iman. Di Hikmatul Iman, Lailatul Qadr disebut dengan nama lain Arkhydar. Menurut informasi dari murid-murid HI yang bersumber dari pendeteksian Kang Dicky, Ramadhan ini Lailatul Qadr jatuh pada 10/8/2012.

Arkhydar telah tiba, harap maksimalin ibadahnya !!

Malam ini fuktuasi energi sangat tinggi, apakah ini yang dinamakan malam “Lailatul Qodar”…?

Tafsir Lailatul Qodar Versi Kang Dicky

Lailatul Qadr menurut Kang Dicky adalah suatu malam yang dipenuhi oleh limpahan energi. Limpahan energi ditafsirkan dari surat Al-Qadr ayat 4.

QS. Al-Qadr: 4

Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. (QS. Al-Qadr: 4)

Menurut Kang Dicky, malaikat-malaikat adalah istilah lain untuk energi. Di zaman ketika turun Al-Qur’an belum dikenal istilah energi sehingga digunakan istilah malaikat-malaikat. Jika yang dimaksud Allah adalah malaikat tertentu, biasanya selalu disebutkan namanya, misalnya Malaikat Jibril, Malaikat Mikail, dst.

Metode tafsir ini sama persis dengan tafsir surat Ar-Raad:11 bahwa manusia diselubungi energi metafisika.

Didalam Al-Quran surat Ar-Raad:11 dinyatakan bahwa manusia dijaga oleh sesuatu yang dibahaskan dalam tafsir Al-Quran dengan istilah malaikat, mungkin zaman dulu belum ada istilah energi sebab apabila yang dimaksudkan adalah malaikat, Al-Quran biasanya menyatakan dengan namanya, misalnya Malaikat Jibril. Energi ini yang kita kembangkan sehingga menjadi dahsyat sekali.

Sumber: Tenaga Metafisika Hikmatul Iman

Lailatul Qodar dalam Tafsir

Sayyid Quthb dalam tafsirnya, Fi Zhilalil Qur’an, menulis tentang Surat Al-Qadr

Juga karena turunnya para malaikat dan Malaikat Jibril a.s secara khusus, seizin Tuhan mereka, dengan membawa al-Qur’an.

Jelas, menurut As-Syahid Sayyid Quthb yang dimaksud malaikat di sini adalah malaikat sesungguhnya, bukan kiasan untuk energi.

Bagaimana dengan Imam Ibnu Katsir memahami malaikat di ayat ini?

وقوله تعالى: { تَنَزَّلُ ٱلْمَلَـٰئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ } أي: يكثر تنزل الملائكة في هذه الليلة؛ لكثرة بركتها، والملائكة يتنزلون مع تنزل البركة والرحمة، كما يتنزلون عند تلاوة القرآن، ويحيطون بحلق الذكر، ويضعون أجنحتهم لطالب العلم بصدق تعظيماً له

Dan firman Allah taalaa, pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan, bermakna banyaknya malaikat turun di malam lailatul qadr itu karena banyaknya barakah. Dan malaikat selalu turun bersama-sama dengan banyaknya barakah dan rahmat. Sebagaimana turunnya malaikat ketika ada tilawah qur’an. Begitu pula, turun ketika ada majlis dzikir dan meletakkan sayapnya sebagai penghormatan pada para pencari ilmu.

Sumber: Altafsir.com

Sekali lagi, malaikat yang dimaksud Mufassir Ibnu Katsir adalah malaikat sesungguhnya, bukan energi.

Mendeteksi Lailatul Qodar Versi Kang Dicky

Menurut Kang Dicky, Lailatul Qadr adalah malam yang penuh energi dan energi bukanlah sesuatu perkara gaib tapi bisa diukur dan dirasakan. Jadinya, Lailatul Qadr bisa dideteksi secara ilmiah, yaitu dengan mengukur tingkat energi pada malam itu. Salah satu caranya bisa dengan menyerap energi dengan cara mengangkat tangan, menyatukan kedua telapak tangan membentuk parabola, lalu membayangkan energi seluruh alam tersedot masuk ke telapak tangan. Jika terasa berat sekali, maka saat itulah terjadi Lailatul Qadr. Informasi ini kami peroleh dari keterangan seorang murid Hikmatul Iman.

Menyerap Energi Alam

Hitungan Lailatul Qodar Menurut Ulama

Sayyid Quthb menyebutkan bahwa ada banyak riwayat tentang Lailatul Qadr. Sebagian menetapkan pada malam 27 Ramadhan, sebagian lagi pada 21 Ramadhan, sebagian lagi pada salah satu malam di sepuluh malam terakhir Ramadhan, dan sebagian lagi mutlak menyatakan bahwa Lailatul Qadr bisa terjadi di semua malam Ramadhan. Pendapat terakhir yang diambilnya sebagai terkuat.

Sementara itu, Imam Ibnu Katsir menguatkan pendapat bahwa Lailatul Qadr berpindah-pindah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Disunnahkan memperbanyak doa di bulan Ramadhan dan lebih memperbanyak lagi di sepuluh malam terakhir. Doa yang diajarkan rasul adalah “Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa, fa’fu’anni” sesuai hadits di bawah.

قلت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها ؟ قال قولي اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني

Aku berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, apabila aku mengetahui waktu malam Al Qadr, apakah yang mesti aku ucapkan pada saat itu?” Beliau menjawab, “Katakanlah, Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa, fa’fu’anni (Yaa Allah sesungguhnya engkau Maha pemberi ampunan, suka memberi pengampunan, maka ampunilah diriku ini).” (HR. Tirmidzi nomor 3513, Ibnu Majah nomor 3850 dan dishahihkan oleh Al Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah nomor 3105)

Mau Ikut Tafsir Ulama atau Tafsir Kang Dicky?

Dari dua tafsir ini, siapa yang akan kita pilih? Tafsir Kang Dicky ataukah tafsir Imam Syahid Sayyid Quthb dan Al-Hafizh Al-Muhaddits Asy-Syafi’i Ibnu Katsir rahimahumullah?