Artikel ini bersumber dari sebuah diskusi di grup Islamic UFO, sebuah grup Facebook yang membahas fenomena alien (makhluk luar angkasa) dengan mengambil dari Islam. Diskusi asli akan disertakan lalu langsung dikomentari oleh admin.

Diskusi ini diramaikan oleh akun bernama Atep Rikrik yang kami duga adalah pendukung ide-ide Hikmatul Iman bahkan bisa jadi seorang murid Hikmatul Iman. Dugaan kami ini hasil melihat dari kemiripan ide-idenya dan juga daftar Subscribe.

Subsribce Atep Rikrik

Bukti 1

Bukti 1

Apa Alquran mngindikaskan klo saat prstiwa isra’mi’raj nabi muhammad brtemu alien? dan makhluk jnis apakh bouraq itu,alien hybrid kah?…

Sumber: Diskusi Facebook

Seorang pendukung HI, Atep Rikrik, menjawab

buraq/barqun/barqha/stargate

Buraq dia samakan dengan portal menuju dimensi lain yang ada di film fiksi ilmiah Stargate.

Gerbang menuju dimensi lain di film Stargate

Bukti 2

Bukti 2

Salah seorang menjawab dengan berdasar pada hadits riwayat Imam Bukhari:

Kalau dari hadist, Buraq itu hewan ya Atep Rikrik, bukan Stargate:

“Kemudian dia (Jibrail a.s.) membawa Buraq yang memiliki wajah rupawan dan bertali kekang, bertubuh tinggi, berkulit putih, lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil daripada baghal. Dia dapat menjejakkan kakinya sejauh pandangannya. Dia memiliki telinga yang panjang. Setiap kali dia melewati gunung, kaki belakangnya bisa memperpanjang langkahnya dan ketika ia menuruni bukit kaki depannya akan memperpanjang jangkauan. Dia memiliki dua sayap pada kedua pahanya yang dapat memberikan kekuatan untuk kedua kakinya.” (Riwayat Shahih Bukhari)

“Aku telah dibawa oleh seekor Buraq,seekor haiwan berkulit putih dan panjang,lebih besar daripada keldai tapi kecil sedikit daripada baghal. Setiap langkahnya bersamaan dengan sejauh mata memandang.”(Riwayat Shahih Bukhari)

Kalau hewan fisik, berarti kemungkinan besar masuk kategori dabbah Haifaa ‘Aqiilaa

Hadits itu adalah potongan dari hadits yang sangat panjang, mengisahkan nabi ketika Isra. Baca hadits ini secara lengkap di Lidwa.com.

Bukti 3

Bukti 3

Si pendukung HI kemudian mempertanyakan keshahihan hadits:

tolong d kroscek, apakah hadist yg mnyatakan bhwa buraq itu adlh hewan itu sahih atw tdk?
Nymbung dgn Al.Quran atw brtentangan?
Krna yg tlah d ktahui, bhwa yg d jamin keasliannya itu adlh Al-Quran, bukan hadist

Mangga cobian

Padahal hadits bukhari adalah hadits yang secara ijma (mayoritas) diakui ulama sepanjang masa sebagai kumpulan hadits yang paling shahih di antara hadits-hadits shohih lainnya.

Imam an-Nawawi mengungkapkan, “Para Ulama -rahimahumullahu- telah sepakat menyatakan bahwa kitab yang paling Shahih setelah al-Qur’an adalah ash-Shahihain ; Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim. Umat telah menerima keduanya dengan baik. Kitab Shahih al-Bukhari adalah yang tershahih dari keduanya dan lebih banyak mengandung faedah dan pengetahuan, baik yang nampak maupun masih samar. (al-Minhaj Syarh Shahih Muslim 1/14. Lihat Fiqhud Dakwah min Shahih al-Bukhari, 1/28). [http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/05/16/shahih-al-bukhari-kitab-hadits-terbaik/]

Fakta ini diungkapkan oleh lawab diskusinya.

Itu udah jelas saya cantumin referensinya dari Shahih Bukhari, mau yang lebih shahih lagi seperti apa? Gimana kalau Atep Rikrik yang tunjukkan bukti di Al-Qur’an kalau Buraq = Stargate, atau minimal bahwa Buraq disebut di Al-Qur’an deh.

Jika memang pendukung HI itu kritis sekaligus mampu mentrakhrij, seharusnya dia langsung saja memeriksa keshahihan hadits yang telah dikatakan dari riwayat Imam Bukhari. Bukannya melemparkan keraguan dengan mempertanyakan keshahihannya sementara dirinya sendiri tidak bisa menjawab.

Pernyataan si pendukung HI bahwa hanya Al-Qur’an yang dijamin kebenarannya oleh Allah adalah bertentangan dengan dalil Al-Qur’an sendiri. Sebagaimana dijelaskan Syaikh Al-Albani dalam Hadits sebagai Landasan Akidah dan Hukum.

Di antara dalil yang menegaskan akan terjaganya As-Sunnah, firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (Qs. Al Hijr: 9). Di dalam ayat ini, Allah Ta’ala berjanji akan memelihara Adz-Dzikra, tetapi apakah yang dimaksud Adz-Dzikra? Tidak diragukan, bahwa yang dimaksud Adz-Dzikra adalah Al Qur’an, namun jika diteliti ternyata kata tersebut mencakup As-Sunnah Nabi SAW. Telah banyak ulama yang berpendapat demikian, di antaranya adalah Imam Abu Muhammad Ali Ibnu Hazm rahimahullah. Beliau telah mengulas sebuah pasal yang panjang di dalam kita beliau (Al Ihkam fi Ushulil Ahkam: 109122), di dalamnya beliau menyebutkan beberapa dalil tegas yang menunjukkan bahwasanya As-Sunnah adalah bagian dari Adz-Dzikra yang senantiasa terlindungi sebagaimana terlindunginya Al-Qur’an dan Hadits ahad adalah merupakan sesuatu yang otentik.

Ini terbukti dengan adanya kemampuan para ulama ahli hadits untuk membedakan antara hadits shohih dan dhoif. Ini menunjukkan bahwa hadits tetap terjaga, dalam artian bisa dibedakan antara hadits yang asli (berasal dari rasul) dan yang palsu (bukan berasal dari rasul).

Bukti 4

Bukti 4

Selanjutnya disebutkan tafsirnya tentang Buroq:

BURAQ adalah sebuah sistem pembuka portal untuk membuat shortcut antar ruang dan waktu, tetapi harus disesuaikan dengan DNA penggunanya. Dengan kata lain, harus disusun dulu DNAnya agar tidak berantakan waktu di wormhole. Di Al-Qur’an dikat
akan di salah satu ayat, “wa samaa’i dzatil hubuuk” atau dan langit yang memiliki jalan-jalan. Ada satu riwayat bahwa Rasulullah SAW di belah dadanya oleh malaikat untuk di modifikasi. Disinilah kuncinya. Jadi, yang namanya BURAQ itu adalah sebuah sistem pembuka portal yang hanya Rasulullah SAW mampu membukanya karena energinya cukup dan badannya memenuhi syarat

Bukti 5

Bukti 5

Anggota lain ikut mencermati dan menyimpulkan sikap si Pendukung HI:

so dgn kata lain , scr tdk langsung, bagi Atep Rikrik, hadits mengenai buroq tsb diabaikan dan it’s false, krn jauh sekali dgn penjelasan dari Al Quran

belum tentu itu hadits dari bukhari tapi mengatasnamakannya.

Pendukung mengaminkannya dengan tetap meragukan hadits tersebut. Walaupun disebutkan riwayat Imam Bukhari, menurutnya tetap saja itu belum tentu dari Imam Bukhari.

ya, itu dia
Krna hadist itu sudah bnyak yg d palsukan, sprti kata @deny sahrial

Kita lah yg harus mnelitinya langsung, jgn hnya krna itu hadist dri org2 trnama jdinya kita pasif dn mnerimanya scra langsung

Hadist itu ibara jumlahnya 10 karung, tpi yg bredar skrg ini hnya 1 karung, nah kmana yg 9 karungnya lagi?

Quran sja mnyuruh kita untuk brfikir, mngkaji, bukan skdar mmbaca dn mnghafalnya

Ini sangat sesuai dengan fatwa dari Kang Dicky yang menyatakan bahwa 90% hadits saat ini palsu. Seolah-olah seorang muhaddits, mufassir, dan mujtahid, pendukung HI mengajak semua orang untuk meneliti hadits itu secara langsung dan tidak menerima begitu saja. Hebat sekali!!!

Pendukung HI lalu ditanya tentang cara membedakan hadits shohih dan hadits palsu:

Bagaimana cara menelusuri mana hadist yang benar, mana yang dipalsukan Atep Rikrik, Deny Sahrial Junaedi? Shahih Bukhari itu salahsatu referensi hadist paling terpercaya di Islam, tentu anda punya alasan kuat mengapa anda menganggap hadist mengenai wujud Buraq ini palsu/dipalsukan?

Saya tanya ulang, bagaimanakah penjelasan Al-Qur’an mengenai Buraq, Atep Rikrik? Mungkin dari sini bisa kita bandingkan dengan hadistnya apakah konsisten atau tidak?

Bukti 6

Bukti 6

Pendukung HI berbalik nanya. Kenapa percaya dengan penjelasan wujud Buraq di hadits seolah-olah pernah melihatnya langsung.

klau bgtu saya juga balik nanya, knapa anda msih ttp prcaya wujud buraq pda hadist trsebut?

Jujur, apkh anda prnah mnelitinya?

Tolong d cermati lagi, sblum pristiwa Isra Mi’raj, mngapa Jibril “mmbelah dada” Rosul?

Apa tujuannya?

Mekanisme sprti apakah yg pas dgn kjadian trsebut?

Apakah ada pnjelasannya mngapa buraq yg gmbarannya sprti d hadist itu bisa mmbwa Rosul mlewati ruang dn waktu?

Bgaimana caranya? Sistemnya sprti apa?

Mau d jawab Nuhun, tdk d jwb juga tdk apa2

Heuheu

Ketahuilah bahwa sesungguhnya salah satu pokok keimanan adalah percaya pada Rasulullah dan semua yang beliau ucapkan. Tidak ada yang beliau ucapkan kecuali merupakan wahyu dan wahyu tidak pernah salah.
QS. An-Najm: 3
QS. An-Najm: 4

Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). [QS. An-Najm: 3-4]

Walaupun kita tidak pernah melihat Surga, Neraka, atau Buraq wajib bagi kita percaya pada ucapan Rasul. Tidak masalah penjelasan itu masuk akal atau tidak. Seandainya semua harus masuk akal, di manakah peran iman?

Bukti 6a

Salah seorang anggota mencoba mengembalikan definisi Buroq pada asal kata Bahasa Arab.

Kalo menurut Al-Quran sendiri, barqun itu kilat, bukan stargate. Silakan cek di Al-Baqarah: 19. Kalaupun mau dirasionalisasi menjadi akar kata buraq yang diartikan stargate, maka kita harus menemukan pasangan kata lain terlebih dahulu yang wazannya serupa dengan barqun-buraaqun. Kalau tidak ketemu, maka rasionalisasi buraq sebagai stargate akan lebih terdengar sebagai omong kosong ketimbang hasil pemikiran yang jernih. Wallahu a’lam.

Oleh pendukung HI, definisi Buraq dikembalikan ke Bahasa Lemuria. Mungkin ini karena ada keyakinan bahwa HAMMADZ (Nabi Muhammad SAW) adalah Bangsa Lemurian sebagaimana dibahas di Glosarium Novel ARKHYTIREMA Buku Kesatu.

buraq itu stargate portable

Sbnarnya asal kata buraq itu dri barqun (arab), barqha (lemuria), atw stargate (inggris)

Namun barqun ini portable, bisa d bwa kmana2 dn bntuknyapun tdk sprti stargate yg biasa kita knal

Bukti 7

Bukti 7

Ada kontradiksi dalam argumen pendukung HI. Di satu sisi, dia menolak hadits tentang bentuk Buraq tapi di sisi lain dia menggunakan hadits kisah pembelahan dada rasul. Padahal kisah bentuk Buraq dan pembelahan dada rasul ada di satu hadits yang sama, sama-sama riwayat Imam Bukhari. 🙂 Coba lihat hadits berikut:

صحيح البخاري ٣٥٩٨: حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا هَمَّامُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ صَعْصَعَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَهُمْ عَنْ لَيْلَةِ أُسْرِيَ بِهِ بَيْنَمَا أَنَا فِي الْحَطِيمِ وَرُبَّمَا قَالَ فِي الْحِجْرِ مُضْطَجِعًا إِذْ أَتَانِي آتٍ فَقَدَّ قَالَ وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ فَشَقَّ مَا بَيْنَ هَذِهِ إِلَى هَذِهِ فَقُلْتُ لِلْجَارُودِ وَهُوَ إِلَى جَنْبِي مَا يَعْنِي بِهِ قَالَ مِنْ ثُغْرَةِ نَحْرِهِ إِلَى شِعْرَتِهِ وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ مِنْ قَصِّهِ إِلَى شِعْرَتِهِ فَاسْتَخْرَجَ قَلْبِي ثُمَّ أُتِيتُ بِطَسْتٍ مِنْ ذَهَبٍ مَمْلُوءَةٍ إِيمَانًا فَغُسِلَ قَلْبِي ثُمَّ حُشِيَ ثُمَّ أُعِيدَ ثُمَّ أُتِيتُ بِدَابَّةٍ دُونَ الْبَغْلِ وَفَوْقَ الْحِمَارِ أَبْيَضَ فَقَالَ لَهُ الْجَارُودُ هُوَ الْبُرَاقُ يَا أَبَا حَمْزَةَ قَالَ أَنَسٌ نَعَمْ يَضَعُ خَطْوَهُ عِنْدَ أَقْصَى طَرْفِهِ فَحُمِلْتُ عَلَيْهِ فَانْطَلَقَ بِي جِبْرِيلُ حَتَّى أَتَى السَّمَاءَ الدُّنْيَا فَاسْتَفْتَحَ فَقِيلَ مَنْ هَذَا قَالَ جِبْرِيلُ قِيلَ وَمَنْ مَعَكَ قَالَ مُحَمَّدٌ قِيلَ وَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ قَالَ نَعَمْ قِيلَ مَرْحَبًا بِهِ فَنِعْمَ الْمَجِيءُ جَاءَ فَفَتَحَ فَلَمَّا خَلَصْتُ فَإِذَا فِيهَا آدَمُ فَقَالَ هَذَا أَبُوكَ آدَمُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَرَدَّ السَّلَامَ ثُمَّ قَالَ مَرْحَبًا بِالِابْنِ الصَّالِحِ وَالنَّبِيِّ الصَّالِحِ ثُمَّ صَعِدَ بِي حَتَّى أَتَى السَّمَاءَ الثَّانِيَةَ فَاسْتَفْتَحَ قِيلَ مَنْ هَذَا قَالَ جِبْرِيلُ قِيلَ وَمَنْ مَعَكَ قَالَ مُحَمَّدٌ قِيلَ وَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ قَالَ نَعَمْ قِيلَ مَرْحَبًا بِهِ فَنِعْمَ الْمَجِيءُ جَاءَ فَفَتَحَ فَلَمَّا خَلَصْتُ إِذَا يَحْيَى وَعِيسَى وَهُمَا ابْنَا الْخَالَةِ قَالَ هَذَا يَحْيَى وَعِيسَى فَسَلِّمْ عَلَيْهِمَا فَسَلَّمْتُ فَرَدَّا ثُمَّ قَالَا مَرْحَبًا بِالْأَخِ الصَّالِحِ وَالنَّبِيِّ الصَّالِحِ ثُمَّ صَعِدَ بِي إِلَى السَّمَاءِ الثَّالِثَةِ فَاسْتَفْتَحَ قِيلَ مَنْ هَذَا قَالَ جِبْرِيلُ قِيلَ وَمَنْ مَعَكَ قَالَ مُحَمَّدٌ قِيلَ وَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ قَالَ نَعَمْ قِيلَ مَرْحَبًا بِهِ فَنِعْمَ الْمَجِيءُ جَاءَ فَفُتِحَ فَلَمَّا خَلَصْتُ إِذَا يُوسُفُ قَالَ هَذَا يُوسُفُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَرَدَّ ثُمَّ قَالَ مَرْحَبًا بِالْأَخِ الصَّالِحِ وَالنَّبِيِّ الصَّالِحِ ثُمَّ صَعِدَ بِي حَتَّى أَتَى السَّمَاءَ الرَّابِعَةَ فَاسْتَفْتَحَ قِيلَ مَنْ هَذَا قَالَ جِبْرِيلُ قِيلَ وَمَنْ مَعَكَ قَالَ مُحَمَّدٌ قِيلَ أَوَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ قَالَ نَعَمْ قِيلَ مَرْحَبًا بِهِ فَنِعْمَ الْمَجِيءُ جَاءَ فَفُتِحَ فَلَمَّا خَلَصْتُ إِلَى إِدْرِيسَ قَالَ هَذَا إِدْرِيسُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَرَدَّ ثُمَّ قَالَ مَرْحَبًا بِالْأَخِ الصَّالِحِ وَالنَّبِيِّ الصَّالِحِ ثُمَّ صَعِدَ بِي حَتَّى أَتَى السَّمَاءَ الْخَامِسَةَ فَاسْتَفْتَحَ قِيلَ مَنْ هَذَا قَالَ جِبْرِيلُ قِيلَ وَمَنْ مَعَكَ قَالَ مُحَمَّدٌ قِيلَ وَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ قَالَ نَعَمْ قِيلَ مَرْحَبًا بِهِ فَنِعْمَ الْمَجِيءُ جَاءَ فَلَمَّا خَلَصْتُ فَإِذَا هَارُونُ قَالَ هَذَا هَارُونُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَرَدَّ ثُمَّ قَالَ مَرْحَبًا بِالْأَخِ الصَّالِحِ وَالنَّبِيِّ الصَّالِحِ ثُمَّ صَعِدَ بِي حَتَّى أَتَى السَّمَاءَ السَّادِسَةَ فَاسْتَفْتَحَ قِيلَ مَنْ هَذَا قَالَ جِبْرِيلُ قِيلَ مَنْ مَعَكَ قَالَ مُحَمَّدٌ قِيلَ وَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ قَالَ نَعَمْ قَالَ مَرْحَبًا بِهِ فَنِعْمَ الْمَجِيءُ جَاءَ فَلَمَّا خَلَصْتُ فَإِذَا مُوسَى قَالَ هَذَا مُوسَى فَسَلِّمْ عَلَيْهِ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَرَدَّ ثُمَّ قَالَ مَرْحَبًا بِالْأَخِ الصَّالِحِ وَالنَّبِيِّ الصَّالِحِ فَلَمَّا تَجَاوَزْتُ بَكَى قِيلَ لَهُ مَا يُبْكِيكَ قَالَ أَبْكِي لِأَنَّ غُلَامًا بُعِثَ بَعْدِي يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِهِ أَكْثَرُ مِمَّنْ يَدْخُلُهَا مِنْ أُمَّتِي ثُمَّ صَعِدَ بِي إِلَى السَّمَاءِ السَّابِعَةِ فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ قِيلَ مَنْ هَذَا قَالَ جِبْرِيلُ قِيلَ وَمَنْ مَعَكَ قَالَ مُحَمَّدٌ قِيلَ وَقَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ قَالَ نَعَمْ قَالَ مَرْحَبًا بِهِ فَنِعْمَ الْمَجِيءُ جَاءَ فَلَمَّا خَلَصْتُ فَإِذَا إِبْرَاهِيمُ قَالَ هَذَا أَبُوكَ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ قَالَ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَرَدَّ السَّلَامَ قَالَ مَرْحَبًا بِالِابْنِ الصَّالِحِ وَالنَّبِيِّ الصَّالِحِ ثُمَّ رُفِعَتْ إِلَيَّ سِدْرَةُ الْمُنْتَهَى فَإِذَا نَبْقُهَا مِثْلُ قِلَالِ هَجَرَ وَإِذَا وَرَقُهَا مِثْلُ آذَانِ الْفِيَلَةِ قَالَ هَذِهِ سِدْرَةُ الْمُنْتَهَى وَإِذَا أَرْبَعَةُ أَنْهَارٍ نَهْرَانِ بَاطِنَانِ وَنَهْرَانِ ظَاهِرَانِ فَقُلْتُ مَا هَذَانِ يَا جِبْرِيلُ قَالَ أَمَّا الْبَاطِنَانِ فَنَهْرَانِ فِي الْجَنَّةِ وَأَمَّا الظَّاهِرَانِ فَالنِّيلُ وَالْفُرَاتُ ثُمَّ رُفِعَ لِي الْبَيْتُ الْمَعْمُورُ ثُمَّ أُتِيتُ بِإِنَاءٍ مِنْ خَمْرٍ وَإِنَاءٍ مِنْ لَبَنٍ وَإِنَاءٍ مِنْ عَسَلٍ فَأَخَذْتُ اللَّبَنَ فَقَالَ هِيَ الْفِطْرَةُ الَّتِي أَنْتَ عَلَيْهَا وَأُمَّتُكَ ثُمَّ فُرِضَتْ عَلَيَّ الصَّلَوَاتُ خَمْسِينَ صَلَاةً كُلَّ يَوْمٍ فَرَجَعْتُ فَمَرَرْتُ عَلَى مُوسَى فَقَالَ بِمَا أُمِرْتَ قَالَ أُمِرْتُ بِخَمْسِينَ صَلَاةً كُلَّ يَوْمٍ قَالَ إِنَّ أُمَّتَكَ لَا تَسْتَطِيعُ خَمْسِينَ صَلَاةً كُلَّ يَوْمٍ وَإِنِّي وَاللَّهِ قَدْ جَرَّبْتُ النَّاسَ قَبْلَكَ وَعَالَجْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَشَدَّ الْمُعَالَجَةِ فَارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ التَّخْفِيفَ لِأُمَّتِكَ فَرَجَعْتُ فَوَضَعَ عَنِّي عَشْرًا فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى فَقَالَ مِثْلَهُ فَرَجَعْتُ فَوَضَعَ عَنِّي عَشْرًا فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى فَقَالَ مِثْلَهُ فَرَجَعْتُ فَوَضَعَ عَنِّي عَشْرًا فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى فَقَالَ مِثْلَهُ فَرَجَعْتُ فَأُمِرْتُ بِعَشْرِ صَلَوَاتٍ كُلَّ يَوْمٍ فَرَجَعْتُ فَقَالَ مِثْلَهُ فَرَجَعْتُ فَأُمِرْتُ بِخَمْسِ صَلَوَاتٍ كُلَّ يَوْمٍ فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى فَقَالَ بِمَ أُمِرْتَ قُلْتُ أُمِرْتُ بِخَمْسِ صَلَوَاتٍ كُلَّ يَوْمٍ قَالَ إِنَّ أُمَّتَكَ لَا تَسْتَطِيعُ خَمْسَ صَلَوَاتٍ كُلَّ يَوْمٍ وَإِنِّي قَدْ جَرَّبْتُ النَّاسَ قَبْلَكَ وَعَالَجْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَشَدَّ الْمُعَالَجَةِ فَارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ التَّخْفِيفَ لِأُمَّتِكَ قَالَ سَأَلْتُ رَبِّي حَتَّى اسْتَحْيَيْتُ وَلَكِنِّي أَرْضَى وَأُسَلِّمُ قَالَ فَلَمَّا جَاوَزْتُ نَادَى مُنَادٍ أَمْضَيْتُ فَرِيضَتِي وَخَفَّفْتُ عَنْ عِبَادِي

Shahih Bukhari 3598: Telah menceritakan kepada kami Hudbah bin Khalid telah menceritakan kepada kami Hammam bin Yahya telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Anas bin Malik dari Malik bin Sha’sha’ah radliallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bercerita kepada mereka tentang malam perjalanan Isra’:

“Ketika aku berada di al Hathim” -atau beliau menyebutkan di al Hijir- dalam keadaan berbaring, tiba-tiba seseorang datang lalu membelah”. Qatadah berkata; Dan aku juga mendengar dia berkata: “lalu dia membelah apa yang ada diantara ini dan ini“.

Aku bertanya kepada Al Jarud yang saat itu ada di sampingku; “Apa maksudnya?”. Dia berkata; “dari lubang leher dada hingga bawah perut” dan aku mendengar dia berkata; “dari atas dadanya sampai tempat tumbuhnya rambut kemaluan.”lalu laki-laki itu mengeluarkan kalbuku (hati), kemudian dibawakan kepadaku sebuah baskom terbuat dari emas yang dipenuhi dengan iman, lalu dia mencuci hatiku kemudian diisinya dengan iman dan diulanginya. Kemudian aku didatangkan seekor hewan tunggangan berwarna putih yang lebih kecil dari pada baghal namun lebih besar dibanding keledai.”

Al Jarud berkata kepadanya; “Apakah itu yang dinamakan al Buraq, wahai Abu HAmzah?”. Anas menjawab; “Ya. Al Buraq itu meletakan langkah kakinya pada pandangan mata yang terjauh”.”Lalu aku menungganginya kemudian aku berangkat bersama Jibril ‘alaihis salam hingga sampai di langit dunia.

Lalu Jibril meminta dibukakan pintu langit kemudian dia ditanya; “Siapakah ini”. Jibril menjawab; “Jibril”. Ditanyakan lagi; “Siapa orang yang bersamamu?”. Jibril menjawab; “Muhammad”. Ditanyakan lagi; “Apakah dia telah diutus?”. Jibril menjawab; “Ya”.

Maka dikatakan; “Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang”. Maka pintu dibuka dan setelah melewatinya aku berjumpa Adam ‘alaihis salam.

Jibril AS berkata: “Ini adalah bapakmu, Adam. Berilah salam kepadanya”. Maka aku memberi salam kepadanya dan Adam ‘alaihis salam membalas salamku lalu dia berkata: “Selamat datang anak yang shalih dan nabi yang shalih”. Kemudian aku dibawa naik ke langit kedua, lalu Jibril meminta dibukakan pintu langit kemudian dia ditanya; “Siapakah ini”. Jibril menjawab; “Jibril”.

Ditanyakan lagi; “Siapa orang yang bersamamu?”. Jibril menjawab; “Muhammad”. Ditanyakan lagi; “Apakah dia telah diutus?”. Jibril menjawab; “Ya”. Maka dikatakan; “Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang”.

Maka pintu dibuka dan setelah aku melewatinya, aku berjumpa dengan Yahya dan ‘Isa ‘alaihimas salam, keduanya adalah anak dari satu bibi. Jibril berkata; “Ini adalah Yahya dan ‘Isa, berilah salam kepada keduanya.” Maka aku memberi salam kepada keduanya dan keduanya membalas salamku lalu keduanya berkata; “Selamat datang saudara yang shalih dan nabi yang shalih”.

Kemudian aku dibawa naik ke langit ketiga lalu Jibril meminta dibukakan pintu langit kemudian dia ditanya; “Siapakah ini”. Jibril menjawab; “Jibril”. Ditanyakan lagi; “Siapa orang yang bersamamu?”. Jibril menjawab; “Muhammad”. Ditanyakan lagi; “Apakah dia telah diutus?”. Jibril menjawab; “Ya”.

Maka dikatakan; “Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang”. Maka pintu dibuka dan setelah aku melewatinya, aku berjumpa dengan Yusuf ‘alaihis salam. Jibril berkata; “Ini adalah Yusuf. Berilah salam kepadanya”. Maka aku memberi salam kepadanya dan Yusuf membalas salamku lalu berkata; “Selamat datang saudara yang shalih dan nabi yang shalih”.

Kemudian aku dibawa naik ke langit keempat lalu Jibril meminta dibukakan pintu langit kemudian dia ditanya; “Siapakah ini”. Jibril menjawab; “Jibril”. Ditanyakan lagi; “Siapa orang yang bersamamu?”. Jibril menjawab; “Muhammad”. Ditanyakan lagi; “Apakah dia telah diutus?”. Jibril menjawab; “Ya”.

Maka dikatakan; “Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang”. Maka pintu dibuka dan setelah aku melewatinya, aku berjumpa dengan Idris ‘alaihis salam. Jibril berkata; “Ini adalah Idris, berilah salam kepadanya”. Maka aku memberi salam kepadanya dan Idris membalas salamku lalu berkata; “Selamat datang saudar yang shalih dan nabi yang shalih”.

Kemudian aku dibawa naik ke langit kelima lalu Jibril meminta dibukakan pintu langit kemudian dia ditanya; “Siapakah ini”. Jibril menjawab; “Jibril”. Ditanyakan lagi; “Siapa orang yang bersamamu?”. Jibril menjawab; “Muhammad”. Ditanyakan lagi; “Apakah dia telah diutus?”. Jibril menjawab; “Ya”. Maka dikatakan; “Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang”.

Maka pintu dibuka dan setelah aku melewatinya, aku bertemu dengan Harun ‘alaihis salam. Jibril berkata; “Ini adalah Harun. Berilah salam kepadanya”. Maka aku memberi salam kepadanya dan Harun membalas salamku lalu berkata; “Selamat datang saudara yang shalih dan nabi yang shalih”. Kemudian aku dibawa naik ke langit keempat lalu Jibril meminta dibukakan pintu langit kemudian dia ditanya; “Siapakah ini”. Jibril menjawab; “Jibril”.

Ditanyakan lagi; “Siapa orang yang bersamamu?”. Jibril menjawab; “Muhammad”. Ditanyakan lagi; “Apakah dia telah diutus?”. Jibril menjawab; “Ya”. Maka dikatakan; “Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang”. Maka pintu dibuka dan setelah aku melewatinya, aku mendapatkan Musa ‘alaihis salam. Jibril berkata; “Ini adalah Musa. Berilah salam kepadanya”.

Maka aku memberi salam kepadanya dan Musa membalas salamku lalu berkata; “Selamat datang saudara yang shalih dan nabi yang shalih”. Ketika aku sudah selesai, tiba-tiba dia menangis. Lalu ditanyakan; “Mengapa kamu menangis?”. Musa menjawab; “Aku menangis karena anak ini diutus setelah aku namun orang yang masuk surga dari ummatnya lebih banyak dari orang yang masuk surga dari ummatku”.

Kemudian aku dibawa naik ke langit ketujuh lalu Jibril meminta dibukakan pintu langit kemudian dia ditanya; “Siapakah ini”. Jibril menjawab; “Jibril”. Ditanyakan lagi; “Siapa orang yang bersamamu?”. Jibril menjawab; “Muhammad”. Ditanyakan lagi; “Apakah dia telah diutus?”. Jibril menjawab; “Ya”.

Maka dikatakan; “Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang”. Maka pintu dibuka dan setelah aku melewatinya, aku mendapatkan Ibrahim ‘alaihis salam. Jibril berkata; “Ini adalah bapakmu. Berilah salam kepadanya”. Maka aku memberi salam kepadanya dan Ibrahim membalas salamku lalu berkata; “Selamat datang anak yang shalih dan nabi yang shalih”.

Kemudian Sidratul Muntaha diangkat/dinampakkan kepadaku yang ternyata buahnya seperti tempayan daerah Hajar dengan daunnya laksana telinga-telinga gajah. Jibril ‘alaihis salam berkata; “Ini adalah Sidratul Munahaa.” Ternyata di dasarnya ada empat sungai, dua sungai Bathin dan dua sungai Zhahir”.

Aku bertanya: “Apakah ini wahai Jibril?”. Jibril menjawab; “adapun dua sungai Bathian adalah dua sungai yang berada di surge, sedangkan dua sungai Zhahir adalah an Nail dan eufrat”. Kemudian aku diangkat ke Baitul Ma’mur, lalu aku diberi satu gelas berisi khamer, satu gelas berisi susu dan satu gelas lagi berisi madu. Aku mengambil gelas yang berisi susu. Maka Jibril berkata; “Ini merupakan fithrah yang kamu dan ummatmu berada di atasnya”. Kemudian diwajibkan bagiku shalat lima puluh kali dalam setiap hari.

Aku pun kembali dan lewat di hadapan Musa ‘alaihis salam. Musa bertanya; “Apa yang telah diperintahkan kepadamu?”. aku menjawab: “Aku diperintahkan shalat lima puluh kali setiap hari”. Musa berkata; “Sesungguhnya ummatmu tidak akan sanggup melaksanakan lima puluh kali shalat dalam sehari, dan aku, demi Allah, telah mencoba menerapkannya kepada manusia sebelum kamu, dan aku juga telah berusaha keras membenahi Bani Isra’il dengan sungguh-sungguh. Maka kembalilah kepada Rabbmu dan mintalah keringanan untuk umatmu”.

Maka aku kembali dan Allah memberiku keringanan dengan mengurangi sepuluh shalat, lalu aku kembali menemui Musa. Maka Musa berkata sebagaimana yang dikatakan sebelumnya, lalu aku kembali dan Allah memberiku keringanan dengan mengurangi sepuluh shalat, lalu aku kembali menemui Musa. Maka Musa berkata sebagaimana yang dikatakan sebelumnya, lalu aku kembali dan Allah memberiku keringanan dengan mengurangi sepuluh shalat, lalu aku kembali menemui Musa.

Maka Musa berkata sebagaimana yang dikatakan sebelunya. Aku pun kembali, dan aku di perintah dengan sepuluh kali shalat setiap hari. Lalu aku kembali dan Musa kembali berkata seperti sebelumnya. Aku pun kembali, dan akhirnya aku diperintahkan dengan lima kali shalat dalam sehari. Aku kembali kepada Musa dan dia berkata; “Apa yang diperintahkan kepadamu?”. Aku jawab: “Aku diperintahkan dengan lima kali shalat dalam sehari”.

Musa berkata; “Sesungguhnya ummatmu tidak akan sanggup melaksanakan lima kali shalat dalam sehari, dan sesungguhnya aku, telah mencoba menerapkannya kepada manusia sebelum kamu, dan aku juga telah berusaha keras membenahi Bani Isra’il dengan sungguh-sungguh. Maka kembalilah kepada Rabbmu dan mintalah keringanan untuk umatmu”. Beliau berkata: “Aku telah banyak memohon (keringanan) kepada Rabbku hingga aku malu. Tetapi aku telah ridla dan menerimanya”.

Ketika aku telah selesai, terdengar suara orang yang berseru: “Sungguh Aku telah memberikan keputusan kewajiban-Ku dan Aku telah ringankan untuk hamba-hamba-Ku”.

Bukti 8

Bukti 8

Kemudian dengan gagahnya pendukung HI mempertanyakan apakah lawan diskusinya sudah pernah meneliti hadits yang dimaksud. Padahal, bukankah dia sendiri yang tidak meneliti hadits itu. Jika ya, tentu tidak mungkin dia menolak sebagian isi hadits dan menerima sebagian lain padahal keduanya adalah hadits itu-itu juga. 🙂

@makanya saya tanya, apakah anda prnah mneliti hadist itu?

Mngenai “alien” kata kuncinya ada pda kata “malaikat”
Soalnya kalau itu malaikat asli makhluk cahaya, maka Al-Quran akn scra jelas langsung mnyebutkan namanya sprti “Jibril”, tdk pke “malaikat jibril” kan?
Pngertian malaikat yg umum itu adlh mkhluk yg mmpunyai kmampuan sprti malaikat, dewa, yaitu brkemampuan sakti, bisa trbang, dll

Dia juga menjelaskan tafsir kata malaikat yang mirip dengan tafsir Kang Dicky tentang malaikat di Lailatul Qadr. Malaikat menurutnya adalah makhluk dengan kemampuan seperti malaikat, yaitu sakti dan berkemampuan tinggi.

‎@bayu: apkh anda bnar2 telah mnelitinya sndiri scra langsung?

Pernyataannya adalah apakah dia sendiri pernah membaca hadits tersebut?

Bukti 9

Bukti 9

Akhirnya, dia mengeluarkan referensi utamanya yaitu Novel ARKHYTIREMA. Penjelasan wujud Buraq dibahas di novel ini.

Ketika membahas Tuhan, dia menggunakan definisi Tuhan yang sama dengan Kang Dicky di Video Wawancara kang Dicky Bagian 4. Tuhan itu adalah sesuatu yang disembah dan dipuja. Yang diprioritaskan. yang dipentingkan. Yang mampu merubah kita atau membuat kita melakukan sesuatu yang tidak kita sukai.

apkh ada yg sdh prnah mmbaca buku Arkhytirema 2A?
D sna ada Kristal Adhama
Nah, gmbaran teknologi buraq sprti itu, kecil, simple, mudah d bwa, ttpi mnympan tknologi yg luar biasa, bisa mmbuat portal wormhole sndiri
Riwayat tntang Rasul d be
lah dadanya wktu kecil itu mmbuka jalur tenaga, istilahnya jalur TD atw cakra
Lalu wktu sblum Isra Mi’raj itu mnyelaraskan DNAnya agar tdk acak2an saat d dlm portal trsb

Mngenai “nabi” saya blum dpt referensi, tpi mngenai “tuhan”, apa itu “tuhan”?
TUHAN adlh ssuatu yg kita sembah, yg kita puja, yg kita takuti, yg diprioritaskan, dn yg mampu memaksa kita mlakukan ssuatu yg tdk disukai
Lalu, siapakah TUHAN kita?
Apakah TUHAN kita itu UANG? NILAI? JABATAN? atw ALLAH?
sudahkah kita MENTUHANKAN Allah?
Atwkh kita masih mnduakanNya dgn MENTUHANKAN harta, nilai, jabatan, atw mungkin jin, iblis?
Krna yg slama ini d ajarkan d skolah2 adlh harus dpat nilai bagus, harus lulus, hrus pnya jbtan tinggi, apa kata dunia?
Knpa tdk apa kata Allah?
Krna jujur, saya pun msih blajar mentuhankan Allah

Maaf jdi sdkit oot 🙂

Bukti 10

Bukti 10

Keheranan yang sama terhadap logika murid HI dirasakan oleh lawan diskusi. Bagaimana bisa referensi dari sebuah Novel mengalahkan hadits riwayat Imam Bukhari? Bisa dilihat bahwa keheranan ini bukan dialami kami saja.

Sejak kapan dalam lingkup Islami, derajat novel Arkhytirema jadi diatas Hadist & Qur’an? Atep Rikrik

Bukti 11

Bukti 11

Sekali lagi, pendukung HI dipertanyakan karena tetap mempertanyakan keshahihan padahal lawan diskusinya jelas menyertakan referensi hadits dari riwayat Imam Bukhari.

Atep Rikrik anda koq ribet banget nanya-nanya saya pernah neliti apa atau apa? Semua hasil penelusuran saya, dan jawaban atas klaim-klaim anda kan sudah saya tuangkan di sini lengkap dengan referensi dan landasan pemikirannya, itu aja yang ditanggapi.

Ini forum diskusi, perhatikan diskusinya, jangan belok-belok melulu.

Bukti 12

Bukti 12

Akhirnya terpaksa harus berkelit.

memangnya saya nyyuruh untuk percaya sma novel itu gtu?

saya kan cuman mmberikan gmbaran buraq itu teknologinya sprti kristal adhama d novel tsb

anda juga sam ribet nanya mulu

Bukankah pihak pendukung HI yang pertama menyatakan bahwa Buraq itu Stargate? Pernyataan bahwa Buraq berupa binatang memiliki referensi dari hadits Imam Bukhari. Seharusnya pernyataan Buraq itu Stargate memiliki referensi yang sama kuat juga jika ingin dianggap.

Ternyata, Novel ARKHYTIREMA dianggap lebih kompeten daripada hadits riwayat Imam Bukhari.

Anda yang keukeuh Buraq itu Stargate kan Atep Rikrik? Saya kasih hadist dianggap palsu, ditanya cara bedain hadist palsu sama asli nggak dijawab malah tanya saya udah seberapa jauh meneliti, apa neliti sendiri, dst. Saya tanya mana perbandingannya di Qur’an kalau ada, nggak dijawab.

Ujung2nya malah ngeluarin referensi dari Arkythirema sebagai acuan utama… terus sekarang mau berkelit lagi kalau maksudnya bukan mendahulukan deskripsi Arkhytirema (Stargate) dibanding deskripsi Hadist (mahluk).

Saya yah yang ribet? Hahahahaha

Bukti 13

Bukti 13

Apalagi hujjah yang harus ditegakkan terhadap seorang muslim yang meragukan keaslian Shahih Bukhari? Sepertinya tidak ada.

saya kan ga nyuruh buat prcaya, tpi hnya mngeluarkan pndapat spngetahuan saya saya kan sudah jwb d koment atas, sperti ada yg ganjil saja

saya juga ga bilang itu hadist palsu, cuman saya nyuruh kroscek sja apakah itu bnar atw salah ya trgantung pnelitian dn pemahaman masing2

makanya saya nanya anda sudah mnelitinya atw belum itu agr anda mnemukan jwbannya sndiri

prbandingan dgn Al-Quran memang tdk bgtu d jelaskan, walau hnya sbatas “langit penuh dengan jalan2” dn “jika kamu sanggup menembus penjuru langit dan bumi maka lintasilah, kamu tidak akan dapat melintasinya melainkan dengan kekuatan” (maksudnya kekuatan energi manusia dn kekuatan teknologi)

saya kan sudah bilang, saya tdk mnjadikan novel Arkhytirema sbgai acuan utama, tpi saya hnya mmberikan gambaran teknologi buraq yg saya ketahui itu sprti d dalam novel trsebut, krna d referensi manapun tdk ada yg pas sprti d buku trsebut

krna sprti yg saya sdh ktakan, sebelum Isra Miraj, Jibril mmbelah dada Rasul itu tujuannya mnyelaraskan DNAnya agar tdk acak2an saat d dalam portal

mau prcaya atw tdk ya itu trserah krna ini grup sharing informasi, bukan debat harus prcaya

nah saya balikan, bgaimna jwaban anda atas prtanyaan saya d koment atas yg blum trjwab?

Bibit Ingkar Sunnah

Shohih Bukhari

Sikap ini menunjukkan bibit dari munculnya karakter ingkar sunnah. Selama ini, Hadits Imam Bukhari selalu diakui sebagai yang kitab hadits paling shohih dan paling baik. Jika terhadap hadits riwayat Imam Bukhari saja sudah ragu, apalagi terhadap riwayat lain yang dianggap lebih rendah, misalnya Musnad Ahmad.

Hadits tidak bisa dipisahkan dari Al-Qur’an. Tanpa hadits, maka pincanglah pemahaman kita terhadap Al-Qur’an. Semoga diskusi ini hanya contoh segelintir oknum pendukung Hikmatul Iman. Mari kita doakan agar masih banyak murid HI yang kritis dan proporsional dalam perkara agama, meletakkan pendapat para ulama di atas Kang Dicky.