Sebelumnya kami pernah membahas bahwa Kang Dicky juga merukyat 1 Ramadhan, namun dengan mata batin. Ternyata, masih ada keanehan lain.

Cara Menentukan Awal Bulan dengan Rukyat

Sebelum berbicara rukyat dan hilal, kita harus paham dulu cara menentukan awal bulan di kalendar Islam. Dasar dari perhitungan rukyat ini adalah hadits berikut:

سنن الدارمي ١٦٢٢: حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ رَمَضَانَ فَقَالَ لَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْا الْهِلَالَ وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ

Sunan Darimi 1622: Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin Abdul Majid telah menceritakan kepada kami Malik dari Nafi’ dari Umar, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebut-nyebut tentang bulan Ramadan, beliau bersabda: “Janganlah kalian berpuasa hingga melihat hilal, dan janganlah berbuka hingga kalian melihatnya. Jika kalian tertutup oleh awan, maka genapkan jumlahnya tiga puluh hari.”

Jika hilal terlihat ketika matahari terbenam di tanggal 29, maka besok adalah tanggal 1. Jika hilal tidak terlihat, maka tanggal di bulan tersebut digenapkan menjadi 30 hari.

Rukyatul Hilal adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah dengan merukyat (mengamati) hilal secara langsung. Apabila hilal (bulan sabit) tidak terlihat (atau gagal terlihat), maka bulan (kalender) berjalan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari.

Sumber: Wikipedia

Penentuan 1 Ramadhan

Pada maghrib 29 Sya’ban dilakukan rukyat. Jika hilal terlihat maka besok langsung menjadi 1 Ramadhan. Jika tidak, maka digenapkan 30 hari dan 1 Ramadhan datang lusa.

Penentuan 1 Ramadhan dengan Rukyat

Penentuan 1 Syawal

Pada maghrib 29 Ramadhan dilakukan rukyat. Jika hilal terlihat maka besok langsung menjadi 1 Syawal. Jika tidak, maka digenapkan 30 hari dan 1 Syawal datang lusa.

Penentuan 1 Syawal dengan Rukyat

Rukyat Hanya Dilakukan Satu Kali

Jadi, rukyat hanya dilakukan yaitu pada tanggal 29. Tidak ada rukyat lagi pada tanggal 30, karena tidak ada tanggal 31 dalam Kalendar Islam. Bagaimana dengan rukyat Hikmatul Iman?

Keanehan Rukyat Hikmatul Iman

Di artikel lalu, telah dibahas bahwa Kang Dicky dan murid Hikmatul Iman memulai puasa pada hari Jum’at, 20 Juli 2012. Sama dengan sebagian ormas yang mendasarkan pada rukyat di Cakung, misalnya FPI, Arrahmah.com, MMI, dan HTI. Ini disebarkan juga oleh Kang Dicky sendiri dan dibantu murid-muridnya.

HI Mulai Ramadhan 1433 H sejak Jum’at, 20 Juli 2012

Kemungkinan 1 Syawal Bagi Hikmatul Iman

Bagi yang memulai puasa pada Jum’at, 20 Juli 2012, maka 1 Syawal punya dua kemungkinan:

  1. Jika melihat hilal maka 18 Agustus 2012 (29 hari)
  2. Jika tidak melihat hilal maka 19 Agustus 2012 (30 hari)

Seperti ditunjukkan di artikel Kang Dicky Zainal Setara dengan Ulama Bagi Murid HI, Kang Dicky tidak melihat hilal dan kabar terlihatnya hilal oleh Kang Dicky adalah HOAX.

Kang Dicky dianggap sebagai ulama bagi komunitas HI. Status muncul pada 18/08/2012 jam 7 pagi.

Jika Kang Dicky tidak melihat hilal artinya mereka akan berpuasa 30 hari.

Hikmatul Iman Merukyat Dua Kali???

Tapi, anehnya di tanggal 30 pun mereka masih terus merukyat. Ini dibahas dalam komentar seorang murid HI di Facebook. Menurutnya, terlihatnya hilal menandakan masuk bulan baru.

Masih mencari hilal di tanggal 30?

Padahal, bagi yang mengawali Ramadhan pada 20 Juli 2012 mereka tidak perlu merukyat lagi. Merukyat pada 18 Agustus 2012 hanya dilakukan oleh mereka yang mengawali Ramadhan pada 21 Juli 2012, misalnya pemerintah, NU, dan PERSIS, karena bagi mereka hari itu masih 29 Ramadhan.

Membandingkan Rukyat Hikmatul Iman dengan HTI dan MMI

Sebagai perbandingan, mari kita bandingkan dua ormas Islam yang memulai ramadhan sama dengan Hikmatul Iman.

Tidak ada satu pun dari Ormas Islam itu yang setelah gagal melihat hilal, lalu berkata “Besok kami akan mencari hilal lagi, kita tunggu keputusannya besok!”

Sementara itu Hikmatul Iman memutuskan untuk mencari lagi hilal besok. Sungguh aneh dan menggelikan. 🙂

Membandingkan Rukyat Hikmatul Iman dengan Sidang Itsbat

Sebagian pembaca, misalnya Sang Pencari menyatakan bahwa metode yang digunakan HI hanyalah salah satu jenis perbedaan saja. Kalau begitu, ayo kita bandingkan dengan sidang itsbat pemerintah yang metodenya diakui oleh semua ormas walaupun hasilnya tetap bisa berbeda.

Sidang itsbat dilaksanakan pada maghrib tanggal 29 Sya’ban (menuju 30) dan 29 Ramadhan (menuju 30). Di akhir sidang akan ditentukan hasilnya langsung. Jika kesaksian terlihatnya hilal meyakinkan sidang, maka langsung ditetapkan besok 1 Ramadhan atau besok 1 Syawal. Jika tidak, maka ditetapkan masih tanggal 30 dan 1 Ramadhan atau 1 Syawal jatuh lusa. Besok, tidak akan ada lagi sidang itsbat untuk menentukan kevalidan terlihat hilal di hari berikutnya.

Ketika Hilal Tidak Terlihat

Sekali lagi. Ketika hilal tidak terlihat maka bisa diputuskan bahwa tanggal bulan digenapkan menjadi 30 hari.

Ini adalah pengumuman HTI ketika tidak melihat hilal di 1341 H. Mereka tidak mencari lagi hilal di besok harinya.

Setelah mencari hilal Syawal 1431 H pada malam ini (malam Kamis), ternyata hilal syar’i tidak terlihat di beberapa negeri kaum Muslim. Karena itu, Shaum Ramadhan digenapkan 30 hari, dan Idul Fitri (1 Syawal 1431H) jatuh pada hari JUM’AT, 10 September 2010.

Sumber: Pengumuman Hasil Pencarian Hilal 1431 H

Ini adalah pengumuman HTI ketika tidak melihat hilal di tahun ini, 1343 H. Mereka tidak mencari lagi hilal di besok harinya.

Setelah memonitor hilal bulan Syawal pada malam ini, malam Sabtu, maka tidak terbukti rukyat hilal dengan rukyat yang syar’iy. Atas dasar itu besok Sabtu bertepatan tanggal 18 Agustus 2012 M adalah penggenapan bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Sumber: Pengumuman Hasil Pencarian Hilal 1431 H

Seandainya ada yang menggunakan metode Kang Dicky tentu fatwanya akan seperti begini:

Setelah mencari hilal Syawal 1431 H pada malam ini (malam Kamis), ternyata hilal syar’i tidak terlihat di beberapa negeri kaum Muslim. Karena itu, kami akan merukyat hilal lagi besok malam.

Setelah memonitor hilal bulan Syawal pada malam ini, malam Sabtu, maka tidak terbukti rukyat hilal dengan rukyat yang syar’iy. Oleh karena itu, besok kami akan kembali merukyat hilal.

Tidak Paham Cara Rukyat

Seperti diperlihatkan di artikel Kang Dicky Zainal Setara dengan Ulama Bagi Murid HI, Kang Dicky katanya menempatkan murid-muridnya untuk mengawasi hilal selama dua hari, tanggal 29 Ramadhan dan 30 Ramadhan. Ini sungguh ganjil, karena rukyat cukup dilakukan satu kali, yaitu pada tanggal 29.

Satu-satunya penjelasan yang mungkin adalah Kang Dicky sama sekali tidak mengerti ide dasar dari merukyat, apalagi hingga ke aspek teknisnya yang tentu butuh pelatihan khusus. Saran kami, sebelum berfatwa cobalah untuk rajin membaca. 🙂

Ada Pertanyaan Menggelitik

Bagaimana seandainya pada rukyat hari kedua, Kang Dicky tetap tidak melihat hilal. Akankah murid-murid Hikmatul Iman berpuasa hingga 31 hari?

Akankah ada rukyat hari ketiga? Jika ya, bagaimana jika tidak terlihat lagi? Puasa hingga 32 hari?