Ust. Arifin Ilham

Pengantar Admin :

Ustadz Arifin Ilham membuat status di halaman facebooknya  WALAU TIDAK MENYEBUT NAMA NAMUN CIRI-CIRI YANG DIJELASKAN USTADZ ARIFIN ILHAM SANGAT MIRIP DENGAN APA YANG DILAKUKAN   Guntur Bumi.

Sudah sangat banyak korban dukun ini, celakanya untuk menggaet calon korbannya dukun ini mengadakan dzikir akbar lalu diarahkan untuk berobat ke padepokannya.

Status Tauziyah Ustadz Arifin Ilham.

Status Arifin Ilham

Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barkaatuhu.

Dukun akan mengunakan semua cara untuk memperdaya paseinnya, terutama yang sangat awam pengetahuan Syariat Islam, bahkan kalau perlu mengunakan gelar kehormatan ulama, seperti Kiyai, Ustadz, habib dsb. Untuk itu sahabatku kenalilah dukun berbaju mulia ini, diantaranya, :

1. Tidak mengunakan nama aslinya tetapi nama yang dikesankan ada “kedikjayaan”,

Penjelasan Admin:

Nama Asli: Muhammad Susilo Wibowo. Nama Lain: Cilik Guntur Bumi Al Qurthubi. Nama Panggilan : Ustad Guntur Bumi.

Inilah ciri khas para dukun dan paranormal. Mereka sangat suka menggelari diri mereka dengan sebutan-sebutan aneh dan menyiratkan kesaktian. Para dukun juga menggelari mereka sendiri dengan julukan Ki contoh : Ki Gendeng Pamungkas, Ki Joko Bodo, dll.

2. Hobby sekali memamerkan kesaktiaannya,

Penjelasan Admin:

Dukun Guntur Bumi suka memamerkan kesaktiannya lihat buktinya pada video dibawah ini:

Juga para dukun dan paranormal lainnya suka mendemonstrasikan kesaktian, seperti atraksi kekebalan, debus, tenaga dalam, dll

3. Ilmu Syariat agamanya tidak mumpuni,

Penjelasan Admin:

Dukun Guntur Bumi berkedok ustadz, namun ciri khas dukun ialah sama sekali kurang dalam dalil baik dari Al-Qur’an dan sunnah. dakwahnya mengajak pada kesyirikan dan kesesatan.

4. Memanfaat para tokoh untuk melegalisir prakteknya yang sebenarnya tokoh tersebut belum tahu persis praktek tersembunyinya karena sang dukun menampilkan kesan seakan seusai “Syariat”,

Penjelasan Admin:

Dukun Guntur Bumi sering mengundang Ustadz-ustadz selebritis seperti Ustadz Jefri Al-Bukhori, Ustadz Solmet cs saya pernah menonton di TVRI Dukun Guntur Bumi mengundang mereka untuk duduk bersama pada acara mengiklankan pengobatan padepokannya

5. Prakteknya”ikhtilaath” menjamah bukan mahramnya,

Penjelasan Admin:

Peruqyah syar’i sangat anti menyentuh secara langsung pasiennya, jikapun harus memakai sarung tangan itupun untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sedangkan Dukun Guntur Bumi ini sangat suka menyentuh non mahrom hingga bersentuhan kulit dan padepokannya terlihat berikhtilat bercampur baur antara laki-laki dan perempuan tidak dipisah sama sekali.

6. Berani bayar media untuk promosinya,

Penjelasan Admin:

Jangan dikira kemunculan Dukun Guntur Bumi cs di TVRI dan JakTV itu gratis dan dibayar! Justru Dukun Guntur Bumi cs yang membayar TV agar bisa tampil promosi pengobatan perdukunannya.

7. Dengan bahasa mahar, infak, namun jelas tarifnya “wah” disertai ancaman kalau tidak segera diobati akan mati , kalau tidak segera ditransfer doanya tidak sampai, penyakit tidak sembuh dsb,

Penjelasan Admin:

Ciri khas dukun ialah sangat suka menakut-nakuti pasiennya bahwa sakitnya berat, maka pengobatannya lama dan harus bayar mahar yang tinggi sampai puluhan juta mengalahkan pengobatan kedokteran. Dukun Guntur Bumi suka mengancam pasiennya jika tidak melunasi hutangnya maka penyakitnya ga sembuh dan tidak akan didoakan oleh dia.

8. Disertai aksi tipudaya menakuti seperti bekam darahnya ada cacingnya, rumah ada hantunya, anda Kena santet dsb,

Penjelasan Admin:

Dukun sangat suka menipu, setiap ada pasien yang datang selalu dikatakan kena santet dan pasti akan keluar benda-benda aneh dari dalam telur atau ketika dibekam yang semuanya itu cuma trik sulap belaka.

9. Memberi azimat atau amalan yang tidak berdasar.

Penjelasan Admin:

Ciri khas dukun yaitu memberi azimat, termasuk dalam hal ini Dukun Guntur Bumi memberi azimat pada pasiennya, atau menggunakan media azimat ketika mengobati.


Sungguh wajib kusampaikan krn korban sudah berjatuhan, semoga sahabatku selamat dari tipudaya menyesatkan ini.