Oleh : Musdar Bustamam Tambusai, Lc (Pengkaji Thibbun Nabawi di Rumah Sehat Thibbun Nabawi Al-Iman, Medan)

Sejatinya, ajaran Islam itu mencerahkan dan menarik simpati masyarakat. Bukan membuat orang jauh dan antipati. Oleh karena itu, ajaran Islam itu sangat jauh dari segala sesuatu yang mengandung unsur kekerasan, penipuan, penyimpangan dan segala sesuatu yang secara manusiawi tidak menenangkan dan tidak menyenangkan.Demikian halnya jika kita berbicara tentang ruqyah syar’iyyah yang diajarkan dalam sunah Rasulullah saw sebagai sebuah metode pengobatan yang sangat berguna untuk mengatasi berbagai macam penyakit, tidak hanya bersifat psikis, gangguan jin atau sihir, tapi juga yang bersifat fisik dan medis.


Mengenai dalil-dalil kebolehan ruqyah telah disebutkan dalam banyak tulisan, artikel, buku dan sebagainya berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah. Tapi, yang namanya penyimpangan tetap jelas ada dan terjadi sebagaimana dalam masalah lain. Penulis telah menulis dalam buku Buku Pintar Jin, Sihir dan Ruqyah Syar’iyyah beberapa penyimpangan yang sering terjadi dalam praktik ruqyah. Insya Allah, secara khusus penulis akan menerbitkan buku lain yang berjudul Fakta dan Teori : Yang Dibolehkan dan Yang Terlarang Dalam Praktik Ruqyah.

Lalu, apa hubungannya dengan Ust. Cilik Guntur Bumi (Ucil) yang sekarang lagi heboh dibicarakan diberbagai media. Bukan hanya karena disebabkan praktik ruqyah yang banyak menuai kritikan, tapi juga dari keterlibatan beliau dengan dunia selebritis. Berkaitan dengan itu, penulis memiliki catatan tentang Ucil ini sejak mengetahui sepak terjang beliau didunia pengobatan.

Catatan I : Sebagaimana telah disebutkan, ajaran Islam itu menenangkan dan menyenangkan, menarik simpati dan ramah dengan orang lain. Praktik yang dilakukan Ucil ini, sejak dari acara Pemburu Hantu telah membuat pencitraan buruk terhadap ajaran Islam sehingga membuat orang salah paham tentang ajaran Islam.

Seolah-olah Islam mengajarkan hal yang demikian, padahal praktik seperti itu lebih dekat kepada praktik perdukunan.

Catatan II : Cara meruqyah beliau tidak sesuai dengan syari’at. Ya, sudah pastilah seorang praktisi Pemburu Hantu tidak sejalan dengan sunnah Rasulullah saw. Dalam praktiknya, beliau tidak menggunakan sarung tangan sehingga kadang harus menyentuh fisik pasiennya yang perempuan secara langsung tanpa alas.

Catatan III : Popularitas yang berlebihan. Beliau tidak menampilkan dirinya sebagai ustadz sebagaimana mestinya dengan sifat tawadu’, jauh dari hiruk pikuk dunia hiburan (entertaiment) dan terlalu dekat dengan dunia artis yang glamour. Pastinya, beliau telah masuk kedalam dunia yang tidak seharusnya jauh dari keseharian seorang ustadz yang paham akan bahaya pergaulan seperti itu.

sumber :

http://ruqyahiman.blogspot.com/2012/08/ruqyah-dan-fenomena-ust.html