http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,39797-lang,id-c,nasional-t,Sunan+Ampel+Restui+Berdirinya+NU-.phpx

screenshot sebagai bukti jika berita ini saya ambil dari website www.nu.or.id : http://www.mediafire.com/?7hnvdd6b7vxckaw)

—————-
Cirebon, NU Online
Para ulama pendiri NU jelas bukan sembarang ulama. Mereka orang-orang khos yang memiliki kualitas keimanan yang luar biasa di zamannya.

Salah satu pendiri jam’iyyah Nahdlatul Ulama, KH Abdul Wahab Hasbullah, selain pendirian NU kepada kepada KH Hasyim Asy’ari, beliau meminta persetujuan waliyullah tanah Jawa. Yaitu Kanjeng Sunan Ampel.

Dituturkan salah satu putra Mbah Wahab, KH Hasib Wahab, ayahnya itu menulis surat kepada Sunan Ampel dalam Bahasa Arab. Surat tidak dilipat tapi digulung seperti nawala di zaman kerajaan kuno. Lalu dibungkus kain terus dimasukkan ke dalam makam Sunan Ampel di Surabaya.

“MBAH WAHAB BILANG KE BEBERAPA KYAI DAN PENDEREKNYA, JIKA SURAT ITU DALAM TIGA HARI HILANG DARI TEMPAT DIA MEMASUKKAN, BERARTI SUNAN AMPEL MERESTUI BERDIRINYA NU,” ujar penerus Kiai Wahab mengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang ini. Dia ceritakan kala diwawancarai di sela sarapan pagi di lokasi Munas & Konbes NU di Ponpes Kempek Palimanan Cirebon, Ahad (16/9).

Tutur Kiai Hasib, setelah tiga hari memasukkan surat tersebut, Mbah Wahab ziarah lagi ke makam Sunan Ampel. Malah membawa rombongan lebih banyak. Ternyata nawala tersebut tak berada di tempatnya lagi. Akhirnya Kiai Wahab mantab, lalu pulang dan segera menemui KH Hasyim Asy’ari agar segera mendeklarasikan berdirinya NU.

“SURATKU WIS DITERIMA KANJENG SUNAN AMPEL. BERARTI DIRESTUI UNTUK MELANJUTKAN DAKWAH ISLAM DI NUSANTARA, ”
ujar Kiai Hasib menirukan ucapan ayahnya yang dia dengar dari penuturan sahabat Mbah Wahab yang pernah bercerita kepadanya.

—————-
PERTANYAAN :
1). Kutip :
“MBAH WAHAB BILANG KE BEBERAPA KYAI DAN PENDEREKNYA, JIKA SURAT ITU DALAM TIGA HARI HILANG DARI TEMPAT DIA MEMASUKKAN, BERARTI SUNAN AMPEL MERESTUI BERDIRINYA NU,”
>
Apakah anda membenarkan perkataan ‘mbah wahab’ yg telah memastikan hal ghaib ??

“Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu ‘Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi’, kecuali (dengan menyebut) ‘Insya Allah’…” (Al-Kahfi :23-24)

(Asbabun Nuzul : ada beberapa orang Quraisy bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. tentang roh, kisah ashhabul kahfi dan kisah Dzulqarnain lalu beliau menjawab, “datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan.!”. Dan beliau tidak mengucapkan ‘Insya Allah’. Tapi kiranya sampai besok harinya wahyu terlambat datang untuk menceritakan hal-hal tersebut dan Nabi tidak dapat menjawabnya. Maka turunlah ayat 23-24 di atas)

2). Kutip :
“SURATKU WIS DITERIMA KANJENG SUNAN AMPEL. BERARTI DIRESTUI UNTUK MELANJUTKAN DAKWAH ISLAM DI NUSANTARA, ”
>
Bagaimana ‘mbah wahab’ bisa memastikan bahwa surat tersebut telah diterima sunan ampel ??
jika hanya dengan alasan ‘hilangnya surat dari tempat dimasukkan’, bisa jadi diambil oleh petugas kebersihan makam atau sebab lainnya. intinya TIDAK ADA kepastian dalam hal ini..
Dan pasti juga bukan Sunan Ampel yang mengambil..

“RENUNGKANLAH WAHAI ORANG-ORANG YANG DIBERI AKAL”