Kang Dicky selalu memposisikan dirinya sebagai pihak yang difitnah. Betulkah itu?

Bukannya membalas kritikan kami dengan data yang lebih kuat, Kang Dicky malah menginstruksikan murid-muridnya untuk menyebarkan berita bahwa Ustadz Perdana Akhmad adalah tukang fitnah sebagaimana dibahas di group resmi pengurus Hikmatul Iman.

Counter Attack untuk Ustadz Perdana, sudah direstui Kang Dicky. Sumber: Facebook

Budi Alamsyah

akang akang maap, ini counter attach untuk si PA (udah dapet lampu ijo dari Mbap/Mbu untuk disebarluaskan), untuk kalangan sendiri dulu aja…

http://antijampi.multiply.com/journal/item/1/Tukang_fitnah_itu_bernama_Perdana_Ahmad?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

Tukang fitnah itu bernama Perdana Ahmad
antijampi.multiply.com

Mbap/Mbu yang dimaksud di atas adalah Dicky Zainal Arifin, Guru Utama Hikmatul Iman.

Tujuan Penyebaran Berita

Tujuan instruksi ini sederhana, agar semua orang tahu bahwa Ustadz Perdana adalah orang yang tercela, bahkan pernah dipenjara dan juga tukang fitnah.

Agar semua orang tahu PA itu ga bener

Budi Alamsyah Pointnya agar semua orang tau bahwa si PA itu emang gak bener pernah di penjara juga….semua orang ama dia di fitnah….

Bahkan, jika ada berita sejenis mereka akan terus mengangkatnya.

Budi Alamsyah please share kalau ada info2 sejenis kang Roni Sugeng S….

Tanggapan Logis dari Murid HI Lainnya

Walaupun begitu, masih ada murid HI yang menanggapi instruksi ini dengan cerdas. Solusi mereka adalah tidak menanggapi kami (Ust. Perdana dan HIW tentunya). Dengan kata lain, cukup dengan tiarap! 🙂

Rahmad Ramdhani Counter ini diterbitkan lagi karena (selalu ada sebab, selalu telusur), hiers juga mengangkat lagi tema ini, entah itu di luar lalu disampaikan ketika bertemu GU kemudian berlanjut kei fb….. Poin yang sangat jelas dari jangan ditanggepin bukan hanya berarti tidak perlu menanggapi di blognya PA, tapi termasuk kita pun ga perlu membicarakan, membahas hal yg tidak bermanfaat selain dari hanya menggangu kestabilan emosional anggota, pemahamannya serta fokus kita untuk membuat sesuatu yg menjadi manfaat dari bentuk wacana… coba perhatikan dampak tidak bermanfaat yg diakibatkan

mengangkat lagi hal ini berakibat kita membicarakannya lagi, lalu yg tidak tahu menjadi bertanya, lalu mencari tahu, lalu muncul lagi tanggapan, lalu kita akan bilang lagi "jgn ditanggapi", lalu tenang lagi.. nah, ini adalah fakta, hal yg sama terulang terus-menerus karena kita juga yang mengulanginya, itu sebabnya PA terus menerus mendapat 'dukungan' (karena ditanggapi dan dibicarakan)…

tahukah bahwa PA ini sejak kapan menjadi 'wacana' dengan kita? sejak up2u pulo asem baru beroperasi pada masa kang Yoddy hendrawan lg rame2nya, lalu tenang, lalu muncul lagi, lalu 2011, 2012, dan apakah sekarang akan diulang lagi? sehingga instruksi demi instruksi sederhana seolah tidak pernah ditanggapi oleh anggotanya?

sesimpel berikut ini cara menanggapainya:

GA USAH SINGGUNG LAGI TENTANG ORANG INI.

Sama dengan yg sy sampaikan di pulo asem dulu sekali ke alm. Yoddy H. kalo mau menanggapi, fokuslah ke sasaran PA jgn ke PA-nya… PA kan mencari dukungan lebih banyak orang untuk mengamini kesesatan HI sebagaimana tuduhannya…org yg menjelek-jelekkan org lain kan tujuannya mendapat dukungan atau mempengaruhi pendapat lebih banyak orang kan?!… jadi yg perlu kita lakukan hanyalah BERBUAT SESUATU YG MENJADI MANFAAT BAGI LEBIH BANYAK ORANG, titik. Inilah langkah orang yg lebih cerdas, lebih berakal dan lebih baik kualitasnya.

Membicarakan yang berujung ke hanya membicarakan, adalah sama saja melakukan apa yg dilakukan oleh PA, yaitu: MENJELEK-JELEKKAN ORANG LAIN. Walaupun org itu (menurut sudut pandang kita dari akibat yg dihasilkannya) memang berbuat buruk, MENJELEKKAN ORANG LAIN ya MENJELEKKAN ORANG LAIN, sami mawon. Paling tidak dengan melakukan hal yg sama saja seperti ini malah memperlihatkan bahwa KITA TIDAK BERBEDA dgn PA, kita tidak bijak dan kita tidak lebih baik.

Semoga ini menjelaskan bagaimana menyikapi hal2 seperti ini.

Walaupun begitu, keberadaan instruksi ini tidak dibantahnya. Terlihat dari jawaban berikut bahwa Budi Alamsyah hanya menyampaikan amanat saja.

Budi Alamsyah Mohon Maap akang2 semua, status diatas hanya menyampaikan amanah….terima kasih atas masukan dan saran2 semuanya…

Rahmad Ramdhani Jangan menunjuk personal, ini untuk kita semua… status kang Budi Alamsyah di atas sesuai amanatnya, dapat dijadikan sebagai pegangan untuk menjelaskan kpd yg bertanya atau yang baru tahu mengapa kita akan bersikap untuk meniggalkan saja gunjingan tentang kita dan terus berfokus untuk menghasilkan perubahan dan perbaikan yang bermanfaat bagi semua. Sekarang mari baca2 lagi aja dokumern2 di sini, lihat tujuannya dan temukan apa yg bisa masing2 kita bisa lakukan untuk perbaikan.

Bukti Diskusi Asli

Counter Attack untuk Ustadz Perdana. Telah diizinkan oleh Kang Dicky langsung.

Penutup

Jadi, mereka ini difitnah ataukah memfitnah? Kemudian, bagaimana dengan tabayun yang selalu mereka ungkit-ungkit. Sudahkah mereka tabayun terhadap Ustadz Perdana terkait perkara ini?

Jangan kaget jika murid-murid HI secara tiba-tiba mengalihkan bahasan diskusi ke Ust PA tukang fitnah. Memang seperti itulah instruksi dari Guru Utama mereka.

Bagi semua rekan-rekan kami, baik mantan anggota ataupun masih aktif yang menyuplai kami dengan data-data, mohon jaga identitas rahasia kalian. Jangan sampai instruksi ini ditujukan pada diri kita.