Yang tertawa paling akhir ialah yang tawanya paling keras, yang tidak tahu strategi akan merasa benar sendiri, tujuan bukan saat ini namun masa depan nanti…. mari kita renungkan bersama teman-temankuΒ  (Lukman mubarok, Widjojo, Susuhunan, Ryo, Tukang Sandal, TD dll) πŸ˜€

Dulu bertahun-tahun saja diejek “penakut, munafik dll” sebab dianggap tidak mau tabayyun namun saya tetap sabar dan tidak terpeengaruh dengan ejekan tersebut namun saya Alhamdulillah pada moment yang pas bisa tabayyun dengan KD dan seluruh ejekan saya penakut, munafik dll hilang seketika.

Sekarang muncul lagi saya dikatakan “penipu” sebab tidak memberikan link debat saya dengan Kang Dicky, namun mereka tidak tahu stategi bahwa saya ingin agar seluruh murid HI menonton langsung video debat saya sebab jika saya hanya memberikan transkrip dan rekaman nantinya akan dianggap sudah direkayasa. Tolong bagi Murid-murid HI upload rekaman video tersebut agar ditonton banyak orang.
kasus paling akhir saya dianggap “tidak tahu malu, muka badak” sebab ternyata “salah” menilai tulisan Akmal Sjafril…… namun biarkan saya yang tertawanya paling akhir saja deh hehehehe

Saya yakin teman-temanku yang “sel otaknya lebih sedikit aktif” dari murid-murid Hi menangkap pesan saya ini πŸ˜€