Kesaksian Yoseph

Alkisah saya dan papa pergi mencari buku dengan judul “Belajar Pemograman dengan Bahasa Pemrograman C++ dan Java” di daerah Senen setelah berputar-putar sampailah di daerah Kwitang dekat Toko Buku Gunung Agung akhirnya disini kami menemukannya setelah lama kami mencari sebelumnya di beberapa toko buku didaerah kami seperti Gramedia, Gunung Agung, dkk. dst.

Pertama kali perjumpaan kami (papa & saya) dengan Terapi Nusyifa’ di tahun 2010 hari sabtu jelang adzan magrib papa diterapi sebelumnya kami membeli buku ke kwitang setelah dapat akhirnya kami pergi Nursyifa’ karena dia menderita wasir tetapi tidak ada perubahan berarti karena klaim di web. Setelah selesai terapi saya diajak masuk ke dalam dan di tawari oleh asisten untuk Buka Aura Nur Ilahi tapi saya kurang tertarik. Dan disuruh bayar 150rb tuk biaya terapi, dkk padahal di web mereka pasien terapi pertama hari sabtu gratis tapi nyatanya ditagih biaya tulisan dan perbuatan tidak sesuai. Papa saya beralasan nanti kembali lagi.

Setelah beberapa hari (14 Juni 2010) saya beniat untuk membayar biaya terapi ayah saya dan mengajak kerjasama karena di rumah ada bebrapa alat- alat kesehatan yang tidak terpakai (masih baru) kepunyaan orang tua saya. Akhirnya pada hari itu kami datanmg ke nursyifa setelah sebelumnya memuat janjian dengan ketua yayasannya Reno Wilopo, SE. Sekitar jam 1an kami sampai dan saya langsung menghubunginya dan di persilahkan naik ke ruangnya. Setelah itu kami sampaikan maksud dan tujuan kami. Kemudian saya serahkan uang sebesar 150rb dan saya bilang untuk bayar terapi papa saya waktu dulu terus diterima dan dia bilang ikhlaskan jadi di kembalikan lagi kesaya. Terus kelanjutan kerjasama ini karena surat perjanjian lom ada maklum masih anak SMA yang belum lulus waktu itu. Akhirnya di bikin surat pernyataan barang tersebut di titipan (Mas Reno tidak akan mempergunakan sampai ada kejelasan perjanjiannya) dan ini di saksikan oleh papa saya dan asistennya Joko. Dikarenakan saya ditak membawa alat tulis dan kertas akhirnya di pinjamkan spidol biru dan kertas akhirnya di kertas tersebur di tuliskan dan di tanda tangani mewakili Nursyifa Reno Wilopo, SE sebagai Ketua Yayasan Nursyifa. Kemudian saya dan papa pulang segera pulang kerumah tanpa sadar spidolnya biru Nursyifa’ terbawa oleh saya besok pagi harinya menelpon mas Reno menyampaikannya saya akan simpan untuk di kembalikan nanti dan tidak saya pergunakan.

1

FYI: perlatan tersebut berupa : alat tansi darah digital; alat cek gula darah, asam urat, kolestrol; berbagai alat pijat kaki, mata, infrared, ikat pinggang pengurus badan, dkk.

Hari berlalu sampai dimana saya lulus SMA dan melanjutkan pendidikan kuliah di sebuah PTS. Saya mulai disibukan oleh tugas kuliah yang seabrek. Hari berlalu begitu cepat sampai masa liburanpun tiba di akhir 2010. Saya, papa, dan adik saya pergi berlibur ke rumah teman papa di Tenjo, Banten. Setelah menginap satu hari kami putuskan untuk pulang di saat perjalanan adik saya hilang karena dia jalan duluan. Akhirnya kami mencarinya sebelumnya dia terlihat kearah Jasinga dari Jasinga kami tanya2 dengan setiap supir mikrolet yang lewat akhirnya kami menemukan supir pernah membawa rupa dia tidak membawa uang sama sekali karena dia tidak membayar ongkosnya tentu kami lunasi lebih karena telah memberi informasi. Dan kami menghubungi pihak rumah dan keluarga tentang masalah yang sedang terjadi. Kami bertanya pada setiap orang di sekitar dan mendapatkan informasi bahwa dia melanjutkan perjalanan ke terminal bogor. Kamipun lansung melanjutkan perjalanan yang cukup jauh sesampainya disana sekitar pukul 11an kami langsung menayai setiap sopirnya yang ada dan menitip pesan agar menghubungi kami jika mendapat kabar. Akhirnya kami balik lagi ke Tenjo perjalanan cukup jauh dalam perjalanan kembali kami mendapat kabar dari rumah bahwa adik saya sudah kembali. betapa bahagianya kami saat itu tanpa sadar HP saya jatuh di dalam mikrolet. Karena hari sudah malam kami kembali kerumah teman papa tuk menginap dan besok sergera kembali pulang.

Besok sesampainya di rumah kami bertanya cara iya kembali pulang? rupanya iya menjual jam tangan yang dia pakai untuk ongkos pulang dan makan di perjalanan juga bertanya pada orang jalan untuk kembali pulang. Syukurlah dia dapat kembali pulang dengan selamat. Tetapi keanehan demi keanehanpun muncul setelahnya sikapnya berubah membuang main air,barang-barang, memindahkan barang, mengamuk, dan suka pergi dari rumah menginap di jalan. Kami bingung di buatnya mencari kesana kemari dari malam sampai pagi ini sering terjadi sampai terkadang saya tidak tidur beberapa hari untuk mengawasinya. Sampai akhirnya pada akhir januari 2011 kami membawanya ke psikiater di RS. Husada dan diberi obat2an banyak yang harga cukup mahal tapi tidak membawa perubahan malah iya semakin sering mengamuk bahkan di pegangin 4 orang masih cukup sulit mengatainya. Akhirnya ortu dan tante saya ke Nursyifa’ konsultasi dengan Bu Haji tapi seperti interogasi malah menawarkan katanya adik saya harus 17 terapi, mama saya 20 terapi, tante saya 40 terapi (lagi sakit cacar ular keliatan dari kulitnya) tentu mama dan tante saya menolak karena mereka sudah berobat kedokter lagi ditawrkan juga pagar gaib rumah yang di hitung dari setiap pintu jumahnya di rumah (sekitar 15) kisaran 200rban/pintu + biaya ritual (saya kurang tau karena saya tidak ikut) + biaya terapi adik saya 17x karena tante dan mama saya ga mau di terapi yang biaya awal 200rb/terapi tapi karena kami meminta kurang karena pekerjaan kami cuman tukang kue kaki lima akhirnya 150rb/terapi mereka minta di bayar tunai saat itu juga. Tapi kami tidak membawa uang sebanyak itu karena itu kami memberi DP dan di angsur sampai lunas.

Beberapa hari kemudian saya, papa dan adik pergi ke Nursyifa’ untuk terapi pertama. Sesampainya di sana beberapa saat kemudian adik saya mengamuk akhirnya kami mencoba memeganginya yang aneh asisten penerapi padahal cukup banyak orang malah langsung menjauh bukanya membantu kami memeganginya sampai tanpa sengaja tangan adik saya mengenai kacamata saya langsung terpental dan akhirnya setelah di temukan patah.

2
Setelah kami berhasil menguncinya dalam posisi tidur baru lah salah seorang asisten memberikan kain untuk mengikat kakinya dan membantu kami memegang tangan setelah sekian lama menjadi penonton. Kemudian beberapa saat setelah kondisi aman terkendali barulah Bu Hajah Retno Dewi keluar dengan sedikit berteriak ada 17 jin di tubuhnya katanya. Lalu sesi terapipun dimulai kami duduk di dekat adik kami untuk menjaga kalau seandainya dia mengamuk lagi karena pasien laen di terapi sendiri. Sewaktu terapi tidak ada reaksi seperti biasa saja karena banyak klaim tangan bergerak sendiri tanda energi jahat keluartidak ada kami lihat terjadi pada adik saya. Setelah selesai papa membayar sisa biayadan melakukan perencaan waktu pagar gaib rumah kami. Setelah itu kami pulang ke rumah lom ada perubahan yang cukup bearti karena sikapnya masih sama terkadang main air sampai air kamar mandi habis, dkk.

Beberapa hari yang di sepakatipun tiba untuk pagar gaib rumah kami dengan diwakili Pak Akie dan H. Fadhillah. Papa datang ke Nursyiifa’ menjemput mereka ke rumah sesampainya di rumah kami di minta untuk membeli telur ayam. Papa membeli telur ayam 2 kg di didekat rumah. Ritualpun di mulai di salah satu kamar tengah di lantai tiga rumah kami. Kami tinggal mereka untuk konsestrasi setelah selesai kami di beri telur yang sudah hangat untuk di buang di laut tapi kami titipkan ke mereka untuk dibuang saja. Mereka juga memberikan jimat (semacam bungkusan yang isinya tapal kuda) untuk di taruh di setiap pintu yang ada di rumah.

3

Setelah itu mereka minta foto adik saya untuk di terapi jarak jauh ya sudah kami foto dan print sambil menunggu papa saya sudah membelikan nasi padang untuk santap siang. Setelah selesai tidak lupa kami memberikan sisa pelunasan pembayaran. Karena sudah lunas tentu sekarang di lanjutkan dengan terapi jarak jauh 16x lagi. Setelah saya perksa kamar ritual tersebut sya menemukan sampah bungkusanya warna hijau yang tulisanyanya assdaf’ azimat tumbal serba guna.

Sudah beberapa minggu berlangsung setelah pelunasan tersebut tapi keadaan masih sama tidak ada perubahan bahakan keadan sudah makin parah sikapnya sedangkan Nursyifa’ tidak ada kabar mejelasakan terapi masih berlangsung atau sekedar menanyankan keadaannya suadah seperti hilang entah kemana. Sampailah di suatu malam dia mendorong tante saya sampai jatuh tersungkur bersimbah darah tengah malam kami langsung membawanya ke RS. Royal Taruna dan di periksa ada pendarahan di otak yang akhirnya harus operasi utnutk mengeluarkan cairan di kepalanya dengan bantuan keluarga,dkk besar kami sanggup membayar biayanya yang mencapai puluhan juta rupiah. Sedangkan di rumah saya dan papa bingung menjaga adik yang semakin sulit untuk dikendalikan. Akhirnya kami mecoba membawa dia ke psikiater senior berkat informasi beberapa tetangga. Psikiater menyarankan dia untuk masuk di Panti rasi Saraf dan Jiwa Dharma Jayakarta Sehati (Dharma Jaya KS) sekitar 1 mingguan dengan biaya yang tidak sedikit sudah hampir sama dengan hotel lom termasuk obat dan suntik yang harganya… Dikarenakan kejadian ini pendidikan kami saya dan adik kacau balau. Kuliah saya berantakan sedangkan dia juga sama kelas 2 SMA yang akhirnya kami berdua putus sekolah. Tapi tidak apa mungkin Tuhan punya jalan lain untuk kami umat-NYA. Dan dukungan pihak keluarga besar kami yang terus memberi dukungan moril dan materil.

Setelah berlangsung cukup lama tante saya di RS. Royal Taruna kondisinya paska operasi sudah mulai membaik tetapi dia harus meminum obat rutin dan cek up ke ahli saraf setelah hampr 1 bulan lamanya iya d rawat inap. Tetapi setelah diizinkan pulangin masih ada gangungan para indera pengecap (lidah) dan penciumanya yang tidak dapat/ sulit membedakaan rasa dan bau. Sementara itu adik sayaaa di Panti beberapa hari awal iya tidak boleh di temuin pihak keluarga. Kemudian saat kami diperbolehkan menemuinya dia terus minta pulang kerumah tetapi kami lom bisa karena orangtua saya takut terjadi hal yang tidak di inginkan jadi mereka sedikit mengulur waktu lebih lama untuk iya kembali bahkan 2x lipat dari ketentuan dokter sekitar 2 minggu. Kami hampir setiap hari mengunjunginya di panti dengan membawakan buah pakaian dkk. Setelah sekian lama akhirnya kami menjemputnya pulang ke rumah keadaan sudah semakin membaik bahkan jauh lebih membaik dari sebelumnya.

Kemudian orangtua saya berdiskusi untuk dia tidak tinggal di rumah dulu sekedar waktu pemulihan dia bersama mama sya pergi ke berbagai kota rumah saudara-saudara kami ke solo, pekanbaru, dan padang. Disaat hidup tanpa tentu arah kesana kemari inilah butuh biaya yang tidak sedikit ditambah kesulitan mencari rejeki karena mama saya harus berpindah-pindah iya sampai harus bangun jam 4 pagi masak nasi goreng, padahal malamnya iya harus banting tulang membuat bakpao daging untung sekedar biaya hidup untuk memberi sesuap nasi karena kami tidak mungkin bergantung terus sama saudara yang menampung kami saja sudah sangat bersyukur kami tidak mau membebani mereka lagi.

Sedangkan saya dan papa di rumah papa sesudah proyeknya di bandung selesai konstruki rumah temannya di Bandung selesai. Iya di kenalkan dengan seorang alim oleh temannya yang bisa mengobati tapi sungguh di sayangkan adik sya sudah melalang buana keluar kota antar pulau. Alim ini datang kerumah katanya kami dapat kiriman santet terus di mulainya prosesi pengambilan cara cukup unik dengan media air putih dari rumah pasien di masukan plastik di bacakan doa lalu di berikan ke papa saya lalu di suruh lemparkan ke tempat yang dia tunjuk . Ajaib dari tempat bekas lemparan tersebut keluar benda seperti pocong kecil (kain yang diikat dengan benang yang isinya tanah merah/ tanah kuburan, ijuk/rambut, silet, dan benda aneh lainnya) kebetulan waktu itu dilemparkan di atas kulkas dinding ventilasi kamar jadi benda yang keluar setelah di lemparkan jatuh di bawah kulkas kami sampai mencari2 dengan sampai mengeser kulkas. Akhirnya di temukan benda tersebut kain yang ikat dengan benang yang isinya tanah dan ijuk. Kami diminta itu segera membakarnya. Ini berlangsung berulang kali hampir setiap beberapa bulan sekali setelah diangkat dan masih berlangsung sampai sekarang terakhir kali 18 November 2012 sudah yang ke-8 kalinya berikut fotonya.

4

Dokumentasi 28 November 2012 pengambilan santet yang ada di rumah dengan air dalam kantong yang di doakan alim yang dilemparkan oleh papa hasilnya. Isinya silet, batu, tanah kuburan. (ke-8x)

5
Dokumentasi 28 November 2012 Ini yang keluar dari dada adik saya diambil dengan cara dipijat lalu didoakan di tarik pakai mulut keluar ini.

Sebelumnya kami pernah bertanya apa jimat yang diberikan Nursyifa’ itu berguna kata dia itu kosong bukti tembus mulu. Pengambilan benda santet ini berulang kali terjadi papa dan mama saya keluar lidi enau, om saya bahkan adik saya keluar pecahan kaca. Itu terjadi setelah kepulangannya kembali kerumah setelah 1thn pergi ditemani mama saya. Semuanya sudah kami bakar. Kami diminta untuk bersabar dan tidak membalas kejahatan pengirim santet.

Pada hari Natal 25 Desember 2011 saya sendiri mendatangi Nursyifa’ saya sudah memberitahukan perihal  kedatangan saya lewat email yang intinya saya mau mengembalikan barang yang terbawa oleh saya spidol biru dan menjelaskan hubungan kerjasama kelanjutannya.

6

Saya ke Nursyifa’ dengan menaiki busway dan berhenti di terminal Kwitang dan berjalan cukup jauh menyusuri Kalipasir sampai di tempat praktek Nursyifa’. Lalu saya langsung menelpon mas Reno. Menunggu cukup lama sekitar 1jam saya akhirnya bertemu dan langsung keatas ke ruangannya. Akhirnya langsung saya mengembalikan spidol biru bersama itu saya tunjukan surat pernyataan yang dulu lalu iya mengembalikanya. Katanya cuman spidol ambil saja, lalu saya sedikit bercerita tentang seorang sufi yang membeli minyak tanpa sengaja ada semut terbawa lalu iya kembali ke penjual minyak mengembalikan semut itu padahal dia sudah sampai rumah. Lalu saya langsung menjelaskan fungsi barang yang saya bawa diantaranya Clean Ballz Supra penganti detergen selama 3tahun 3 buah total 9tahun, Super Gas Ejector alat perlindungan diri,dst. Lalu saya bertanya tentang anak yatim yang di rawat Nursyifa’. Rupa jika ada yang mau menyumbang maka anak yatim di kumpulkan dari warga sekitar lalu diminta doanya. Terus saya bertanya kalau ga usah minta doanya boleh. Mang kamu mau menyumbang tidak dapat apa2? Ga mau khan katanya. (saya cukup kecewa mendengarnya padahal alat yang saya titipkan rencana untuk anak yatim) Terus salah seorang asisten datang mengabarkan ada seorang datang mencari mas Reno katanya teman lamanya.  Kami berdua turun menemui temannya. Perkenalan dan dan basa basipun dimulai. Ternyata maksud kedatangan karena istrinya ia duga selingkuh karena sering memarahinya dirumah karena masalah sepele seperti merokok, lupa matikan obat nyamuk. Sambil duduk di ruang tunggu terapi Nursyifa’ ia menceritakannya. Iya yang kemudian menegeluarkan foto istrinya untuk di terawang mas Reno. Foto tersebut diambilnya dengan tangan lalu tangan yang lainnya di ayun ayunkan seperti orang gerakan menari di depan foto tersebut. Lalu tidak berapa lama (sekitar 5menitan) iya menyimpulkan orang tersebut kemungkinan besar ada hubungan dengan teman kantornya/ mantan suaminya. Saya melihatnya hanya diam saja karena tuduhan tersebut belum mempunyai bukti dan saksi berdasarkan fakta. Karena hari sudah sore dan menjelang magrib kami putuskan  untuk membeli makan dengan menitipkan beli makan pecel lele. Tetapi karena kemudian pecel lelenya habis akhirnya di gantikan dengan ayam. Makan datang kami menyantapnya di ruang belakang. Selesai makan kami melanjutkan ngobrol di ruangan Mas Reno. Dalam pembicaraan kami di beri manual dan DVD Buka Aura Nur Ilahi oleh Mas Reno untuk di baca di rumah. Sebelum pulang saya berkenalan dengan temannya Mas Reno tersebut ternyata bernama Chandra. Juga saya menyempatkan untuk mengisi kotak sumbangan untuk membayar makan yang telah saya makan. Saya berdua keluar Nursyifa’ lalu berpisah sya berjalan naik busway ke terminal Kwitang. Singkat cerita saya sampai di rumah.

Setelah beberapa hari berlalu setelah membaca manual dan melihat isi  DVD Buka Aura Nur Ilahi saya hampir 70% filenya saya sudah mempunyainya di rumah. Tepatnya 30 Desember 2011 saya pergi ke Nursyifa’. Menunggu beberapa lama akhirnya bertemu Mas Reno. Iya mau pergi gunting rambut ya sudah saya temani dia. Kami pergi bersama dengan anaknya Raisa dan babysisternya. Setelah selesai iya kemudian berbelanja beberapa baju untuk anak lalu kami kembali pulang ke Nursyifa’. Kami langsung begitu sampai pergi ke ruangan Mas Reno. Kemudian saya iseng bertanya barang yang saya titipkan apa sudah di manfaatkan ternyata sudah bahkan ada yang iya  memberikannya pada adik iparnya (padahal barang tersebut baru titipan dan belum menjadi kepunyaan dia yang sudah disepakati diawal apalagi diberikan pada anggota keluarga bukannya yayasan harus memisahkan harta pribadi dan harta yayasan uda kayak korupsi aja) saya sedikit kaget dan kecewa tapi saya diam saja. Lalu kami lanjutkan saya memberi saran dan juga contoh kertas, dvd, cd labeling, cd protector. Software burning DVD supaya dia mudah karena dengan yang ini dia tinggal 1 klik. Juga saya sudah menyiapkan website Nursyifa’ versi offline (pengobatan.com) yang dapat di update juga mengajarkan cara mengupdatenya. Setelah sekian panjang ngobrol dan sharing waktu sudah malam. Sebelum pulang saya memberikan beberapa baterai kemudian sekalian saya bertanya alkes yang lama di titipkan baterainya sudah di cabut belum takutnya karatan boleh saya lihat? Dia bilang ada di kardus besar kamar adiknya nanti lain kali saja. (Anehnya sampai sekarangpun saya sekalipun lom pernah melihatnya lagi). Kami berdua turun ke bawah dan berjalan keluar dan pulang. Tiba-tiba hujan turun tanpa di duga sayapun kembali untung saja di tas sya membawa jas hujan lalu saya memakai. Di tengah perjalanan menyursuri Kalipasir saya menuju terminal Kwitang hujan reda tapi saya pikir sudah terlanjur pakai saja jas hujanya sampai ada beberapa orang nongkrong ledekin “kedinginan bang?” saya diam berjalan terus berjalan menuju terminal Kwitang naik Busway terus pulang sampai di rumah.

Beberapa hari kemudian saya telepon mas Reno. Saya utarakan saya mau bertemu dengan orangtuanya (Pak Haji Bambang Irawan & Bu Hajjah Retno Dewi) cuman iya meyarankan 21 Januari 2012 untuk ikut dia di Seminar Resolusi Sukses di Tahun 2012. Saya pikir ya sudahlah saya di minta untuk datang jam 7 pagi dan berpakaian rapi.

Waktunya telah tiba tanggal 21 Januari 2012. Saya bangun sekitar ½ 5 terus siap2 dan berangkat dengan busway dan sampai sekitar jam 6an di tempat terapi Nursyifa’ saya menitip pesan pada penjaga gerbang untuk mas Reno dan mendapatkan informasi dia masih tidur. Ya sudah saya menunggu di pinggir jalan cukup lama sekitar jam 7an mas Reno keluar dengan kondisi orang seperti baru bangun masih belekan. Saya menitipkan kue cina padanya. Menunggu lagi di pinggir jalan. Setelah beberapa lama ada seorang asisten mengajak masuk menunggu di teras. Sekitar pukul 8 kami berangkat menuju lokasi seminar dengan mobil Mas Reno. Di dalam perjalanan kami sedikit ngobrol. Akhirnya sampai di lokasi didaerah bintaro. Kami langsung membawa barang-barang kedalam gedung. Sesampainya kami bertiga (saya, Mas Reno, dan mas Joko asistenya) di beri materi kami menyiapkan spanduk Nursyifa’ untuk stan di dalam. Setelah selesai kami melanjutan mengikuti seminar yang akan di mulai. Tiba waktu makan siang sekaligus di buka stan konsultasi. Saya membantu menyusun kertas brosur Nursyifa’ bersama Mas Joko. Lalu kami merapikan meja konsultasi lalu mereka (Mas Joko & Reno) pergi untuk sholat dan makan siang saya titipin untuk menunggu stan Nursyifa’. Saya menunggu cukup lama sekitar 45 menit mereka kembali dan mengatakan tadi sudah memisahkan makan siang untuk saya tapi pas sudah di beresin. Akhirnya Mas Reno yang menunggui meja konsultasi tidak banyak orang yang tertarik tidak sampai 10 orang. Kami berinisiatif membagikan saja brosur yang kami susun kepada setiap tamu yang tersisa di seminar. Lalu singkat cerita kami pergi ke sebuah restoran untuk makan siang.

8

Setelah makan cukup karena dari tadi pagi saya belum makan. Kami melanjutkan perjalanan pulang ke tempat Terapi Nursyifa’. Setelah sampainya disana hari sudah sore jelang magrib. Kami beristirahat sebentar dari perjalanan yang cukup jauh. Sambil menunggu saya memberikan dua buku invetasi kepada-Nya. Kemudian setelah dia mandi iya mengajak kami ke ruangannya terus memperlihatkan dvd ensiklopedia tubuh manusia terbitan erlangga. Lalu mas Joko meminta kopiannya ke Flash Disk ya sudah saya ikutan copy. Tidak berapa lama setelah sedikit berbincang-bincang Mas Joko mau pulang kerumahnya di daerah Klender. Mas Reno bilang sekalian jalan kedepan bareng Mas Joko ya sudah saya pamit pulang juga. Setelah berjalan beriringan kami berpisah di persimpangan karena tujuan kami berbeda. Akhirnya saya lurus memutar lewat Tugu Tani, lalu ke terimal Busway Kwitang. Singkat cerita sampailah saya dirumah dan langsung mandi, makan dan beristirahat.

Tanggal 23 Januari 2012 Hari Raya Imlek. Saya dan keluarga merayakannya di rumah. Kemudian saya melihat berita tentang kecelakaan yang terjadi di Tugu Tani, Tragedi Afriyani dan 9 Korban Tewas dan disaat itu juga di beritakan terjadi kecelakaan di Gadog, Dua Sepeda Motor Bertabrakan.   Sehabis itu saya melakukan aktivitas seperti biasanya.

Hari berlalu tiba Tanggal 30 Januari 2012. Saya berencana ke Nursyifa’ untuk bertemu dengan Bapak dan Bu Haji. Saya berangkat pukul 1an cuaca mendung makanya saya membawa jas hujan di dalam tas. Ternyata dalam perjalanan hujan turun. Sesampainya di terimal Kwitang saya memakai jas hujan terus berjalan menyusuri Kalipasir untuk sampai ke Nursyifa’. Ketika sudah dekat saya berhenti di pos siskamling untuk melepaskan jas hujan. Saya menunggu cukup lama untuk berjumpa mereka hampir 4 jaman karena saya baru berjumpa sekitar sesudah sholat magrib, lalu menunggu mereka makan malam. Sebelumnya sambil menunggu saya sempat berjumpa dengan Mas Arno Wiyarno sayapun bertanya perihal barang yang saya titipan tapi sepertinya dia tidak mengetahuinya sama sekali karena dia keliatan bingung (karena dari info Mas Reno bilang di kamar adiknya). Lalu setelah menunggu cukup lama akhirnya saya dapat bertemu dengan HM Bambang Irawan S & Hj. Retno Dewi di dampingi Mas Reno Wilopo. Lalu saya menceritakan mulai dari awal saya memberikan titipan barang 2010-2012 dengan tujuan kerjasama yang belum jelas. Lalu Mas Reno memotong kerjasamanya tidak jadi/ batal. Nah ini yang membuat saya bingung dan berpikir batal koq barang di terima dan perjanjian dari awal barang titipkan uda disepakati dari awal tidak boleh di pergunakan. Lalu saya coba memulai topik pembicaraan tentang kecelakaan di Tugu Tani yang terjadi pada tanggal 22 dan 23 yang terjadi di gadog.

Mari kita coba susun 2 sebanyak 2x dan 3x = 22 222 ini coba kita lihat akan sama dengan jumlah waktu wahyu kenabian  Muhamad SAW = 22tahun 2bulan 22hari.

Kita lihat dari TKP yang pertama di Tugu Tani dekat dengan Praktek Nursyifa’ dan yang kedua Gadog dekat dengan Puri Nursyifa’.

23 kalau saling memangkatkan menghasilkan 2^3=8 dan 3^2=9 ini adalah tanggal HUT Mas Reno (08 Februari 1973) & Pak haji (09 Februari 1952) Lihat 22 sama bulan februari= bulan 2 masing2 satu.

Selesih Umur mereka 21 tahun 1973-1952.

Sampai disini memotong Pak haji berkata untuk menasehati saya lupa. Berpeganglah pada itu. Lalu saya mengatakan Mohon maaf saya katolik, tapi menghormati islam. Lalu dengan nada marah ia bilang:”saya bisa meremas jantungmu dari jauh.” saya diam bingung dan kaget salah saya apa sampai mau di bunuh. Lalu saya memcoba menunggu beberapa saat untuk memulai percakapan saya malah langsung di suruh diam jangan teruskan. Bu haji dan Mas Reno hanya diam seperti tidak terjadi apa2. Lalu saya mengeluarkan barang untuk kembali menitipkannya di antaranya Miracle Doctor, Health Stainless Cup, dan 3 Water Filter Nikita. Anehnya mereka menerimanya padahal sudah jelas Mas Reno kerjasamanya batal dan tidak jadi juga baru saja kepala keluarga mereka mau  mengacam membunuh saya. Lalu saya keluarkan peci saya igin memberikanya 6 buah dari total  selusin tapi semua yang dicoba oleh mas Reno tidak muat alias sempit tau deh tandanya apa? Lalu pak haji balik lagi dan bilang tidak perlu Nursyifa’ punya peci sendiri, saya bisa meremas jantungmua dari jauh kalau kami publikasikan. Beberapa saat kemudian dia bilang setiap 3jam tol Jagorawi ada kecelakaan. (* jadi secara tidak langsung dia menuduh saya Nursyifa’ penyebab kecelakaan itu). Lalu mereka permisi di karenakan mau praktek banyak pasien katanya. Sebelumya saya tinggal berdua dengan Bu Haji dimana saat itu Pak Akie datang melaporkan tentang rencana pagar gaib di rumah pasien cukup lama dalam posisi berdiri padahal kursi disana banyak kosong saya tidak tau mengapa? Akhirnya saya di tinggal sendiri saya membereskan barang untuk bersiap pulang. Sesampainya di pintu Nursyifa’ saya bertemu dengan Bu Haji saya berkata : Kami mohon maaf kalau ada kesalahan baik sengaja maupun tidak. Semoga anda sekeluarga sukses dan diJAUHkan dari yang BURUK tapi diDEKATkan yang TERBAIK Menurut-Nya. Ia Amininya. Lalu pulang dengan perasaan kecewa.

Padahal saya belum mengimpulkannya. Kita seharusnya bersyukur bisa selamat yang di sekitar kita banyak bencana mengamcam.

9

besoknya saya mengirimi email intinya:

Kalaulah boleh saya menasehati Pak Haji saya percaya dan mampu meremas jantung saya karena di berikan kelebihan oleh Allah Yang Maha Kuasa tetapi Sifat Setan Sombong ini ditegaskan dengan ayat berikut:

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka, apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kedapanya roh(ciptaan)Ku; hendaklah kalian tersungkur bersujud kepadanya.”Lalu,semua malaikat bersujud, kecuali Iblis; dia menyombongkan diri dan termasuk orang-orang yang kafir Allah berfirman:”Hai Iblis! Apakah yang menghalangimu bersujud kepada yang telah Kuciptakan dengan kedua tanganKu? Apakah kau menyombongkan diri ataukah (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi? Iblis berkata:”Aku lebih baik dari padanya, karena Engkau menciptakanku dari api, sedangkan dia Kauciptkan dari tanah”. Allah berfirman:”Maka, keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu orang yang terkutuk.”

(QS.Shaad,38:71-77)

dan kita diminta untuk memusuhi Setan ini juga di tegaskan dengan ayat berikut :

Hai orang-orang yang beriman. Masuklah kalian kedalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian turuti langkah-langkahSetan. Sesungguhnya Setan itu musuh yang nyata bagimu.

(QS. Albaqarah, 2:208)

lalu seumpannya nanti ada orang yang mempublikasikan yang menghubungkan kecelakaan dengan Nursyifa’ atau itu mempunyai kemiripan yang telah saya ceritakan kemarin ataupun bisa saja kecelakaan lain misalnya yang di hubungkan dengan Nursyifa’ tetapi orang itu bukan saya sesuai dengan prasangka Pak Haji terhadap saya sehingga Pak haji meremas jantung saya sesuai dengan perkataan Pak Haji di atas. Ini dijelaskan dengan ungkapan berikut :

Allah SWT melarang hamba-Nya  yang beriman untuk berprasangka. ”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa… ‘ (QS al-Hujurat:12).  Syekh Salim bin Ied al-Hilali dalam Syarah Riyadhus Shalihin, mengungkapkan, seorang hamba Allah yang beriman hendaknya menjauhkan diri dari menuduh, menghianati keluarga, kerabat dan orang-orang bukan pada tempatnya.

Dan Akhirnyapun saya kalau ijinkan Allah sayapun wafat meninggalkan dunia yang fana ini. Jadi saya dibunuh atas kejahatan yang tidak saya perbuat. Ini dapat jelaskan dengan ayat berikut :

Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan ia telah membunuh semua manusia. Dan barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah ia telah memelihara kehidupan semua manusia…

(QS Al Ma’idah 5:32)

Dengan berakhirnya hidup saya dalam perumpaan diatas berakhir juga email ini. Saya tau saya masih banyak kekurangan karena kesempurnaan adalah milik Allah tapi Semoga kita bisa mengambil sedikit pelajaran yang bermanfaat walapun itu cuman sebesar biji gandum.

Kami sekeluarga MEMOHON MAAF bila ADA KESALAHAN kami BAIK itu SENGAJA MAUPUN TIDAK. Sukses untuk anda sekeluarga dan Semoga ALLAH MENJAUHKAN yang BURUK dan mendekatkan yang TERBAIK MENURUT-NYA.

Thanks,

Yoseph

Best Regards.

Setelahnya malah saya di telepon oleh mas Reno. Bukanya mereka minta maaf malah bilang intinya. Kamu sih datangnya pake topi, rambut panjang, dan kacamata hitam. Kayak koboi aja.

Setelah beberapa lama dan waktu berlalu saya berunding dengan keluarga saya. Yang meyimpulkan tidak terima barang tersebut di Nursyifa’ karena barang tersebut merupakan titipan yang telah disepakati dari awal. Dan Mas Reno sendiri yang menyatakan di depan kedua orangtuanya kerjasama batal tapi mengapa masih mengiginkan barang-barang tersebut sungguh aneh. Terlebih lagi mereka mau membunuh saya dengan meremas jantung saya dengan alasan yang jelas ini sudah jelas penolakan dari kelapa keluarga mereka.

Kami sudah mencoba meninformasikanya sampai kami mengatarkan sendiri surat undangan untuk membahas ini. Tapi saat kami antar undangan mereka memulangkan 3 barang SunMas Foot Massager, Infrared Massager, dan Tensi darah digital. Dan mereka tidak hadir dengan alasan sibuk.

Ya sudahlah kami sudah beniat baik pada mereka.

Sedikit pencerahan

Dosa

Dosa ibarat racun yan berada di dalam madu. Bagi yang tidak mengetahui bahwa di dalam madu ada racun, tentu akan tertarik untuk meminumnya. Ketika meminum akan merasakan kenikmatannya.Tetapi kenikmatan itu tidak akan berlangsung lama. Yang muncul kemudian adalah rasa sakit dan penderitaan, rontoknya rambut dan lumpuhnya anggota badan.

Perbuatan penganiayaan tidak cukup ditebus dengan meminta maaf secara lisan. Namun seseorang harus berbuat baik. Jika ia pernah merampas hartnya, maka dapat dihapus dengan cara mengembalikannya. Jika orang yang dianiaya itu tidak ada, boleh diberikan ahli warisnya. Jika ahli warisnya tidak dijumpai, maka harta itu dikembalikan kepada Allah dalam bentuk sedekah.

Mengoreksi diri sangat perlu. Seseorang tidak akan pernah menyadri kejahatannya (dosa-dosanya) jika ia selalu menganggap dirinya baik. Seseorang terus-menerus merasa sempurna dari keburukan manakala ia tidak pernah melihat ‘rahasia’ (aib) akan kebingungan. Kata Abu Hafsh, “Tidak ada kerusakan yang lebih cepat melebihi kerusakan orang yang tidak tahu aib dirinya, padahal maksiat merupakan pengantar seseorang menuju kepada kekufuran.”

Seseorang yang tidak tahu terhadap aibnya, cenderung tidak suka menerima kebenaran. Ia enggan dikritik dan diperingatkan. Karena menganggap dirinya selalu baik dan benar, maka kebenaran yang datang dari orang lain dianggap tidak berguna baginya. Padahal belum tentu dirinya itu benar seratus persen. Oleh karena itu, kita harus menerima segala usulan dan kritik orang lain. Apalagi usulan tersebut benar dan baik untuk diri kita.

Amanah

Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk me-mikul amanat itu.

Artinya :

mereka menolak menerima tawaran itu karena khawatir tidak bisa menjalankannya dengan baik lalu mendapat siksa. Atau mereka takut menghianati amanat itu.

Ibnu Mas’ud berkata, “Amanat yang dimaksudkan ialah berupa amanat harta seperti barang-barang titipan dan yang lain-lain. Sesungguhnya amanat itu mencakup semua kewajiban. Adapun yang paling berat nilainya adalah amanat harta.”

Syair 1

Celaka bagi orang yang puas dengan khianat secara cepat, dan berpaling dari sikap menjaga amanat di lambungnya. Dia membuang jauh sikap keberagaman dan harga diri, lalu silih berganti bencana masa datang padanya.

Syair 2

Alangkah rusaknya perangai orang yang puas dengan khianat, dia tidak akan melihat kecuali kejadian-kejadian yng memukul. Tidak henti-hentinya bencana akan turun selama-selamanya pada orang yang culas, dalam menjaga kepercayaan atau orang yang meningkari perjanjian.

Sedikit tentang hukum

Ketentuan Hibah Menurut KHI (Kompilasi Hukum Islam)

Dalam KHI (Kompilasi Hukum Islam) tersebut disyaratkan selain harus merupakan hak penghibah, penghibah telah pula berumur 21 tahun, berakal sehat dan didasarkan atas kesukarelaan dan sebanyak-banyaknya 1/3 dari hartanya (pasal 210).

usia saat ini saya saja belum mencapai 21tahun lagian itu barang kedua orangtua saya tidak mungkin sya hibahkan karena bukan milik saya.

Ini yang terakhir

10

Sampai sekarang lom ada sms balasan.

11

Coba kita lihat Mas Reno bilang sudah beralih hak miliknya padahal saya disini cuman perantaraan orang tua saya dan tidak mempunyai hak untuk menghibahakan lalu siapa yang menghibahakan ke mereka??? lagian usia untuk menghibhakan barang sesuai Dalam KHI (Kompilasi Hukum Islam) tersebut disyaratkan selain harus merupakan hak penghibah, penghibah telah pula berumur 21 tahun, berakal sehat dan didasarkan atas kesukarelaan dan sebanyak-banyaknya 1/3 dari hartanya (pasal 210).

usia saat ini saya saja belum mencapai 21tahun lagian barang itu jelas hak kedua orangtua saya tidak mungkin saya bisa menghibahakanya. Lagian sudah jelas ada Surat pernyataan bahwa barang itu di titipkan dan disaksikan oleh papa saya. Dan kami dapat menambah dan mengurangi sesaui kesepakatan awal. Tapi kerjasama di btalkan sepihak tentu saja semuanya harus di kembalikan kepemiliknya dan berlaku hukum barang titipan (dari awal di sendiri menyatakan tidak akan mempergunakannya tapi iya sudah melanggar masuk ke wanprestasi).

Perjanjian penitipan diatur dalam Bab XI tentang Penitipan Barang yaitu Pasal 1694-1793 Buku Ketiga Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPer”). Penitipan barang terjadi bila orang menerima barang orang lain dengan janji untuk menyimpannya dan kemudian mengembalikannya dalam keadaan yang sama (Pasal 1694 KUHPer).

Dalam hal di atas, A telah menerima barang yang hendak dititipkan oleh B, maka perjanjian penitipan telah terjadi (lihat Pasal 1697 KUHPer). Tanggung jawab A sebagai penerima titipan diatur dalam Pasal 1706 sampai Pasal 1708 KUHPer:

Pasal 1706 KUHPer

Penerima titipan wajib memelihara barang titipan itu dengan sebaik-baiknya seperti memelihara barang-barang kepunyaan sendiri.

Pasal 1707 KUHPer

Ketentuan dalam pasal di atas ini wajib diterapkan secara lebih teliti:

1.         jika penerima titipan itu yang mula-mula menawarkan diri untuk menyimpan barang itu;

2.         jika ia meminta dijanjikan suatu upah untuk penitipan itu;

3.         jika penitipan itu terjadi terutama untuk kepentingan penerima titipan;

4.         jika diperjanjikan dengan tegas, bahwa penerima titipan bertanggung jawab atau semua kelalaian dalam menyimpan barang titipan itu.

Pasal 1708 KUHPer

Penerima titipan sekali-kali tidak harus bertanggung jawab atas kejadian-kejadian yang tidak terelakkan datangnya, kecuali kalau ia telah lalai mengembalikan barang titipan itu.

Dalam hal terakhir ini ia tidak bertanggung jawab atas hilang atau rusaknya barang itu, jika barang itu akan musnah juga sekiranya berada di tangan pemberi titipan

Berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut, kewajiban A untuk bertanggung jawab dalam menyimpan barang titipan wajib diterapkan apabila memang diperjanjikan secara tegas. Kemudian, dalam Pasal 1708 KUHPer diatur bahwa penerima titipan tidak bertanggung jawab atas hilangnya barang jika sekiranya barang juga akan hilang bila berada di tangan pemberi titipan.

Jika melihat Pasal 1708 KUHPer tersebut dapat dikatakan jika upaya A untuk menyimpan barang titipan di kamar kos-nya sama dengan upaya B dalam menyimpan perhiasan tersebut di tempat tinggalnya, dan tetap dapat dicuri maka A bebas dari tanggung jawab untuk mengembalikan barang titipan.

Tuduhan B bahwa A telah lalai dalam menjaga barang titipan harus dibuktikan dengan mengajukan gugatan di pengadilan. B dapat menuntut ganti kerugian dari A berdasarkan Pasal 1365 dan atau Pasal 1366 KUHPer:

Pasal 1365 KUHPer

Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut.

Pasal 1366 KUHPer

Setiap orang bertanggung jawab, bukan hanya atas kerugian yang disebabkan perbuatan-perbuatan, melainkan juga atas kerugian yang disebabkan kelalaian atau kesembronoannya.

Yoseph Hibah copy

HAK JAWAB RENO WILOPO TERHADAP TULISAN YOSEPH

Yoseph Hibah copy

Assalamu’alaikum wr. wb.Terima kasih atas jawabannya, sampai saat ini pun saya tidak bisa menghubungi Yosep….

Dari awal yang saya tahu orang ini Unik (bisa dibilang Aneh, dgn penampilan rambut gondrong celana pendek sedengkul kacamata Hitam utk Terapi Mata yg ada bolong2nya), bicaranya kadang suka berubah-ubah walau saya nilai sangat Cerdas secara Intelektual karena Mampu mengingat dan menjelaskan banyak hal secara detail. Saat bicara kadang mengutip Ayat/Surat Al quran padahal Bukan Islam.Dari Awal pertemuan orang tsb tgl 14 Juni 2010 orang tsb datang bersama ayahnya membawa berbagai macam barang Alat Kesehatan berniat utk menawarkan Kerjasama (*yang tidak Jelas seperti apanya). Yoseph menitipkan beberapa barangnya dgn pesan silakan dipergunakan….tetapi saya Memilih utk Tidak Menggunakannya karena Belum Jelasnya Perjanjian (ia Tidak menawarkan utk menjual barang2 tersebut). Untuk selanjutnya barang saya taruh di kamar adik saya dalam Kardus besar (adik saya tdk tahu benar apa isinya).Bayangkan selama lebih kurang 1 tahun 7 bulan (14 Juni 2010 – 25 Desember 2011) ia Menitipkan Barang tersebut pada saya tanpa Kejelasan mau diapakan……saya juga sudah berupaya menghubunginya tapi No Hp tdk bisa dihubungi.Selanjutnya pada bulan Desember 2011 pertengahan Yoseph kembali menghubungi saya sambil memohon maaf…..dalam telpon dia menanyakan apakah sudah Dipergunakan barang2 nya….apakah ada yg mau ditambahkan. Saya bilang tidak…..dan saya tanyakan Kejelasannya, katanya Mau Dihibahkan saja semuanya…..Dalam pertemuan selanjutnya dia membawa beberapa barang yang lain yang sama sekali tidak saya Minta…..tapi Yoseph memberikannya begitu saja. Saya pernah tanya kenapa mau memberikan barang2 tersebut….katanya karena Mau membantu NurSyifa’ itu saja…..Untuk selanjutnya saya berusaha menerima dan memperlakukannya Baik (sebagai Teman). Yoseph banyak bercerita tentang dunia Forex Trading (Investasi) yang saya tidak paham dan Ia memberikan 2 buah buku tentang hal tersebut.————Tentang yang terjadi setelahnya saya juga Tidak benar-benar paham kenapa tiba-tiba ia Berubah bahkan menyatakan seperti yang tertulis di web anda….MENGINGKARI (Berkata Tidak Jujur) bahkan menyatakan bahwa semua barang yang Sudah di Berikan/ di Hibahkan hanyalah sebagai Titipan saja bahkan Menuduh saya dan Terapi NurSyifa’ dengan Tuduhan yang seperti itu.

Dalam email Yoseph per Tanggal 23 Juli 2012 (bukti terlampir dari hasil screen capture email Yoseph) Sangat Jelas di katakan ttg Hibah semua Alat-alat tersebut, bahkan ia menyatakan akan menyampaikan hal itu pada orangtuanya.————Dalam hal ini Jelas Tidak Ada Kedustaan/Penipuan yang telah dilakukan oleh saya dan Terapi NurSyifa’ terhadap Yoseph.Semua adalah karena Yoseph sendiri…..Yang Mungkin saja selanjutnya di Tekan oleh orangtuanya untuk menanyakan Uang tentang Penjualan Barang2 tersebut. Padahal dari awal Tidak ada omongan apapun tentang Jual Beli.Dimana selanjutnya Yoseph melemparkan Masalah tersebut pada kami dengan Menuduh kami telah melakukan Kedustaan/Penipuan dan Menggelapkan barang2 Titipannya.————Dengan adanya hal ini harapan saya semoganya Kebenaran segera Terwujudkan, kamipun tidak dirugikan dengan Pemberitaan yang Cenderung sebagai Fitnah dan Pencemaran Nama Baik.Sebetulnya hal ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus “di Blow up” di besar-besarkan. Saya pribadi membuka diri utk hal tersebut.Untuk Ustadz Perdana Akhmad semoganya dapat Lebih Bijak dalam Menilai sesuatu, Jangan terburu Menghakimi atas sesuatu yg Belum Jelas bahkan akhirnya di Manfaatkan oleh Yoseph untuk Menyebarkan Ketidakjelasan/Kebohongan bahkan Fitnah dengan maksud Pencemaran Nama Baik. Hati-hati karena ini dapat Merugikan anda sendiri.

Semoga hal ini dapat menjadi Pelajaran dan dapat diambil Hikmahnya oleh kita semua.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Assalamu’alaikum wr. wb.

Saya Reno dari Terapi NurSyifa’……
Dalam tulisan anda di web tentang Kronologi Penipuan dan Kedustaan NurSyifa’ adalah Sangat Tidak Benar, karena saya memiliki Bukti Sangat Kuat dari Yoseph sendiri yang Menyatakan Bahwa semua barang tersebut Bukanlah Titipan seperti yang tertulis dalam website anda tetapi SUDAH DIHIBAHKAN (Bukti dalam screen capture email dari Yoseph sendiri).
Semoga dengan hal ini anda dapat Lebih Bijak dalam Menilai sesuatu bukan malah Menyebarkan Ketidakbenaran (Kebohongan).

Yang kedua adalah Juga Tidak Benar bhw kami Menetapkan Biaya Terapi Rp. 300.000,- dan mengharuskan setiap pasien mengambil Paket Terapi.
Yang Benar adalah utk Biaya Terapi mulai dari Rp. 150.000,- dan mengenai Jumlah terapinya yg menentukan ibu Hj. Retno Dewi berdasarkan Kondisi dan Jenis Penyakit yg dialami oleh setiap pasien (*bisa berbeda-beda).
Dalam hal ini pasien hanya di Haruskan Membayar setiap kali melakukan Terapi saja (Bukan Per Paket Terapi seperti yg diTuduhkan). Tentunya bebas bagi setiap pasien utk Tetap Melanjutkan Terapinya atau Berhenti setiap saat.

Yang ketiga, Tentunya Tidak Bijak saat anda Menuduh Kami Sesat tanpa Meneliti Lebih Dalam ttg apa yang kami lakukan di Terapi NurSyifa’.
Bagi kami penggunaan Media Tapal Kuda hanyalah Merupakan Sarana saja….semuanya tentunya kita Mohonkan Pada ALLAH SWT saja. Kami tentunya selalu juga Menjelaskan hal tersebut pada setiap pasien yang Rumahnya akan di lakukan Pagar Gaib agar tdk Salah Persepsi. (Semuanya tergantung Niat dan Pemaknaanya khan).

Beda Pendapat itu Biasa, yang penting tetap Santun dan tetap dalam suasana Persahabatan. Mari Bangun Prinsip untuk Beda Pendapat namun tetap dalam Kesantunan dan Saling Menghormati.

Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Paling Mengetahui siapa yang paling Sesat dijalan-Nya; dan Dia-lah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat Petunjuk.
(QS AL QALAM : 7)
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, Firman Allah Ta’ala:
“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang Mukmin dan Mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, yaitu mereka menuduh sesuatu yang sebenarnya kaum Mu’minin dan Mu’minat tidak mengerjakan dan tidak memperbuatnya…….Maka sesungguhnya mereka telah memikul Kebohongan dan Dosa yang nyata.” (QS Al-Ahzab [33] : 58). Ini adalah Kebohongan Besar, yaitu suatu cara menceritakan dan mengumbar berita tentang sesuatu yang tidak dilakukan oleh orang-orang Mu’min dan Mu’minat dengan cara mencela dan merendahkan mereka. Di antara orang yang banyak masuk dalam kategori (pelanggaran) ini adalah orang-orang yang Kafir kepada Allah dan RasulNya.

Semoga Allah SWT membukakan Mata Hati Pikiran kita semua sehingga mampu melihat Kebenaran dan Bersikap Sebenar-benarnya………….Insya Allah kun fayakun…Aamiin

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Reno Wilopo
Terapi NurSyifa’

Bila ada yang perlu di diskusikan silakan hub 0856 1236269