Ujang di https://metafisis.wordpress.com/2012/08/14/pertaruhan-kiamat-kang-dicky-pada-tanggal-21-12-2012/#comment-35831 mengisahkan pertemuannya dengan komunitas Hikmatul Iman.
Ujang menceritakan :

setelah saya penasaran liat perkumpulan Orang di GWK, karena pagi ini jam 00.30 saya dapat tugas jemput salah satu peserta ( tamu ) ..
sambil nunggu tamu dan menunggu hujan reda saya tanya kepeserta yang ada di sana, acara apa ini ?
si Bapak menjawab : ” Acara apa ya, nggak tau ya..” terus melongos pergi ( padahal di bajunya terpasang PIN warna putih, tanda peserta)”
terus saya tanya lagi di sebelahnya dan ibu itu menjawab : ” cuma acara kumpul2 biasa, silaturahmi se nusantara, semacam reuni gitu”

penasaran, akhirnya ku tanya peserta yang kujemput jawabnya Origom tanpa mau menjelaskan apa itu origom, haduh akhirnya buka internet dan ketemulah artikel ini…

kesannya kok tertutup dr public ya…. apa bencananya cuma terguyur air ujan?

jauh2 dr luar pulau ke Bali cuma untuk ujan2an…
apa bencana nya seperti ini : kegagalan acara dimana direncanakan acara selesai jam 4 pagi tapi harus selesai jam 00.30 karena di guyur hujan dan peserta pada kedinginan..

Aku percaya Tuhan tapi tak seperti di artikel ini, tapi apa mau di kata.. elo elo gua gua… tapi lumayan banyak turis domestik rame euy
hehehe

ujang

Menurut Blog HI kuningan tempat diadakannya peringatan pergantian ORIGOM semula diadakan di ULUWATU namun berubah menjadi di  kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) tanggal 20-21 Desember 2012.

Pertanyaan menggelitik :

1. Mengapa Kang Dicky yang katanya ketika mengerahkan tenaga dalamnya bisa mengakibatkan perubahan iklim (hujan Es) tidak bisa menghentikan hujan deras ?

Jika fluktuasi energi sangat tinggi pada saat pergantian ORIGOM tentunya dengan sangat mudah menghentikan hujan, Toh ! dengan Software metafisik khusus bisa menghentikan bencana besar kok menghentikan hujan ga bisa?

2. Saya penasaran apakah benar sel mitokondria murid-murid HI yang menerap energi alam semesta hilang kladnya hingga semuanya sakti mandraguna setalah pulang dari bali atau malah sakit kedinginan kena air hujan?