Logo_persis

Fatwa Persatuan Islam tentang Tenaga Dalam:

Kekuatan tenaga dalam (daht) sebagai hasil pelatihan yang ma’qul (masuk akal) adalah boleh.

Mafhum mukhalafah (pemahaman terbalik) dari poin ini adalah “tenaga dalam hasil pelatihan yang tidak masuk akal adalah terlarang”.

Dalam pemahaman Hikmatul Iman, Tenaga Dalam memungkinkan seseorang berubah wujud menjadi manusia energi, mengubah kayu menjadi ular, atau membelah bulan. Konsep latihannya dengan mengoptimalkan energi dari ATP dan mengikis membran luar mitokondria. Baik dari pemahaman maksud cara latihannya, keduanya tidak masuk akal dan tertolak oleh ilmu sains saat ini. Tidak ada satu pun rujukan ilmiah yang membenarkan klaim ini. Dalam pandangan Hikmatul Iman, Tenaga Dalam juga mereka kaitkan dengan mukjizat para nabi dan rasul. Dikatakan bahwa mukjizat adalah bentuk kesempurnaan Tenaga Dalam. Dengan mengacu pada fatwa Persis ini, bisa kami simpulkan bahwa Tenaga Dalam versi Hikmatul Iman terlarang.

Tapi, tidak menutup kemungkinan ada Tenaga Dalam versi lain yang diperbolehkan, yaitu yang masuk akal sesuai dengan kriteria fatwa ini. Jika Tenaga Dalam yang dimaksud adalah sekadar olah fisik biasa dengan bantuan olah pernafasan namun tanpa klaim luar biasa dan tidak dibumbui paham-paham menyimpang, maka kita simpulkan Tenaga Dalam itu diperbolehkan.

Berikut adalah sebagian kriteria untuk Tenaga Dalam yang bisa diterima syariat Islam:

  1. Tidak mengandung penghormatan dengan membungkukkan badan dan kemusyrikan
  2. Tidak ada meditasi
  3. Tidak ada unsur bid’ah
  4. Tidak ada penyimpangan akidah
  5. Tidak ada bantuan setan
  6. Tidak ada unsur penipuan
  7. Disandarkan pada penjelasan ulama
  8. Tidak meyakini adanya aura
  9. Harus mempunyai batasan syar’i
  10. Tidak ada unsur kesesatan

Munculnya dua kesimpulan ini (boleh dan terlarang) terhadap Tenaga Dalam, tergantung pada proses memahami fakta (Tahqiq al-Manath) Tenaga Dalam yang dimaksud. Proses memahami fakta Tenaga Dalam ini penting karena tidak ada definisi Tenaga Dalam yang baku. Bisa jadi sebagian memahaminya sebagai tenaga fisik biasa sementara yang lainnya menganggapnya sebagai bentuk tenaga khusus yang penuh keajaiban. Dengan pemahaman mendalam terhadap definisi Tenaga Dalam, kita tidak akan memukul rata semua Tenaga Dalam sebagai kesesatan atau sebaliknya, menganggap semua Tenaga Dalam hanya tenaga fisik biasa.

Redaksi Lengkap Fatwa Persatuan Islam

KEPUTUSAN SIDANG DEWAN HISBAH PERSATUAN ISLAM (PERSIS) TENTANG HUKUM MAGIC DAN KEDUGALAN

Dewan hisbah persatuan Islam setelah :

MENGINGAT :

1. Al qur’an dan hadits yang menerangkan tentang jin, sihir, dan kemusyrikan, antara lain:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآَدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا (50)

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.” (Q.S. Al kahfi: 50)

وَأَنَّهُ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى اللَّهِ شَطَطًا (4) وَأَنَّا ظَنَنَّا أَنْ لَنْ تَقُولَ الإنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا (5) وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الإنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا (6) }

“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (Q.S. Al jin: 6)

وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ

“Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia.” (Q.S. Al Baqarah : 102)

وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ غُدُوُّهَا شَهْرٌ وَرَوَاحُهَا شَهْرٌ وَأَسَلْنَا لَهُ عَيْنَ الْقِطْرِ وَمِنَ الْجِنِّ مَنْ يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِإِذْنِ رَبِّهِ وَمَنْ يَزِغْ مِنْهُمْ عَنْ أَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ السَّعِيرِ (12) يَعْمَلُونَ لَهُ مَا يَشَاءُ مِنْ مَحَارِيبَ وَتَمَاثِيلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَاسِيَاتٍ اعْمَلُوا آَلَ دَاوُودَ شُكْرًا وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ (13)

“Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.12. Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.(13).” (Q.S. Saba : 12-13).

حَدَّثَنِي هَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ الْأَيْلِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ ثَوْرِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أَبِي الْغَيْث ِعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَأَكْلُ الرِّبَا وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصِنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ

“Dari Abu Hurairah, ia berkata, “sesungguhnya Rasulallah saw. bersabda, jauhilah oleh kamu tujuh perkara yang membinasakan. Ditanyakan, wahai Rasulallah saw. apakah itu? ‘Beliau menjawab, ‘mempersekutukan Allah, sihir, membunuh orang yang telah diharamkan (membunuhnya) kecuali dengan alas an yang dibenarkan oleh Allah, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari medan pertempuran, menuduh wanita mukminah yang baik dan tahu memelihara diri.” (H.R. Muslim, Shahih Muslim, 1:92)

MENDENGAR :

Pengarahan dari ketua Umum PP. PERSIS K.H. Drs. Shiddiq Amien, MBA dan pengarahan dari Ketua Dewan Hisbah, KH. A. Syuhada.

Makalah dan pembahasan yang disampaikan oleh K.H. M. Romli tentang makalah tersebut.

Pembahasan dan penilaian dari anggota Dewan Hisbah terhadap masalah tersebut di atas.

MENIMBANG :

semaraknya isu-isu magic dan kedugalan di kalangan kaum muslimin.

Munculnya berbagai kasus dan pernyataan tentang hal itu yang menuntut jawaban segera. perlu adanya kepastian hokum mengenai hal itu.

MENGISTINBAT:

Magic dan kedugalan / kekebalan adalah syirik

Kekuatan tenaga dalam (daht) sebagai hasil pelatihan yang ma’qul (masuk akal) adalah boleh.

wirid-wirid dan memantrakan ayat-ayat al Qur’an dan hadits dalam magic dan kekebalan adalah bid’ah.

Demikian istinbat Dewan Hisbah mengenai masalah tersebut dengan makalah terlampir.
الله يأخذ بأيدينا إلى مافيه خير للاسلام والمسلمين

Bandung, 25 Rabi’ul Awwal 1422 H/17 Juni 2001 M.

DEWAN HISBAH (PERSIS) PERSATUAN ISLAM

KETUA

Ttd

KH. A. AKHYAR SYUHADA

NIAT :1632

SEKRETARIS

Ttd

DR. M. ABDURRAHMAN, MA

NIAT : 7070

Sumber: Fatwa Persis Tentang Hukum Magic dan Kedugalan