SEKTE PEMUJA SETAN
Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi
Penyembahan terhadap setan telah muncul pada kurun waktu yang silam, dan pada setiap masa memiliki cara dan jalan yang berbeda-beda dalam ritualnya.Permulaan munculnya pemujaan terhadap setan
Terdapat perselisihan riwayat tentang permulaan munculnya kelomok pemuja setan. Akan tetapi permulaan munculnya mereka adalah pada zaman raja-raja Fir’aun. Sekte ini menyembah setan dengan menyembelih sesaji untuknya berupa segala sesuatu yang mungkin bisa dikorbankan, bisa berupa hewan ataupun manusia. Itu semua dilakukan untuk menundukkan jin dan setan. Ritual ini berlanjut pada masa yang berjauhan dari masa ke masa, dan sekte ini memerangi setiap umat dan agama.

Pembaharuan munculnya sekte ini tampak pada zaman ‘Abbasiyah yang pertama. Dan sejak kemunculannya dari awal sudah terlihat keterkaitannya dengan Majusi dan Zoroaster. Pemikiran zindiq yang laku keras saat itu dibangun oleh orang-orang Persia. Orang-orang Persia tersebut bermaksud untuk menghancurkan agama Islam dengan pemikiran tersebut. Telah diketahui bersama bahwa bangsa Persia sejak dulu memendam kedengkian atas agama Islam dan kaum muslimin yang telah mengalahkan mereka dan memadamkan api agama Majusi di negeri Persia.Sekte ini mengajak manusia untuk tenggelam dalam kelezatan dan syahwat tanpa ada aturan syariat, dan menggugurkan segala kewajiban. Penyembah setan ini adalah sebuah gerakan sebagaimana gerakan-gerakan atheisme yang lain.
Gerakan ini aktif pada setiap zaman, hingga pada masa modern tahun 90-an ini muncul sekte pemuja setan di Amerika. Kemudian setelah itu muncul di sebagian negeri Islam. Dan sangat disayangkan bahwa kemunculan mereka ada pada kaum terpelajar. Permulaan kemunculan mereka di negeri Islam adalah di Mesir pada akhir tahun 1996 M dan awal tahun 1997 M. Media massa telah berbicara tentang mereka, membicarakan sifat-sifat, ritual dan sumber-sumber budaya mereka. Aparat kemudian menangkap sekitar 140 orang, diantara mereka adalah laki-laki dan perempuan yang kesemuanya adalah anak-anak orang kaya.

Keyakinan-keyakinan dan Ritual-ritual
Perkumpulan ini memiliki ritual-ritual dan kebiasaan-kebiasaan yang mereka lakukan pada setiap tingkatan, yaitu sejak masuknya seseorang kedalam kelompok ini hingga pada tingkatan terakhir.

Ritual-ritual tersebut ada dua bentuk: ritual pembaptisan atau masuk kedalam kelompok, dan yang kedua adalah ritual rutin atau apa yang disebut dengan Missa hitam. Saya akan berbicara tentangnya dengan ringkas dikarenakan demi Allah, hal ini adalah sesuatu yang memalukan dan menyedihkan pada saat yang bersamaan, kehidupan hewan itu lebih tinggi seribu kali daripada kehidupan kelompok tersebut.

Para peyembah setan memandang rendah agama Islam, Nashrani, dan Yahudi yang memiliki kitab-kitab suci. Mereka juga memandang rendah norma-norma yang mengajak kepada keluhuran, dan akhlak yang terpuji. Kita akan mendapati di tengah-tengah mereka perbuatan yang melampaui batas, kebiasaan melakukan perbuatan keji dengan segala macamnya, pembunuhan, terutama membunuh anak-anak kecil dengan tujuan menggunakan darah dan organ tubuhnya untuk sebuah ritual yang aneh. Mereka biasa menggali kubur untuk mendapatkan tulang dan tengkorak manusia. Para penyembah setan biasa mencuri, terutama mencuri darah.

Sebuah pencurian yang terkenal telah terjadi pada tahun 1996, yaitu saat aparat kepolisian Amerika memergoki sekumpulan anggota sekte setelah mereka mencuri sejumlah darah dari beberapa rumah sakit di New York untuk meminumnya pada upacara gila mereka. Begitupula telah diketahui tentang mereka bahwa mereka mengorbankan anak-anak mereka dengan cara disembelih kemudian memakan daging-daging mereka dan meminum darah-darah mereka. Adapun penampilan luar mereka sangatlah menjijikkan, pakaian hitam dan bentuk rambut mereka membuat ciri-ciri khusus.

Secara ringkas, tidak ada yang namanya salah, buruk dan munkar. Maka segala sesuatu yang sesuai dengan hawa nafsu dan keinginannya maka itu dituntut untuk dikerjakan menurut para penyembah setan hingga sampai kepada tingkatan tinggi dalam tingkatan yang mereka klaim sendiri. Mereka tidak takut kepada kematian -sebagaimana yang mereka klaim- hingga sekalipun dibakar atau bunuh diri dikarenakan kematian dalam pandangan mereka hanyalah sebuah sarana untuk pindah dari sebuah tingkatan menuju tingkatan lain yang lebih utama, lebih dari itu untuk mendekat kepada setan dan menyenangkannya, karena menurut anggapan mereka setan adalah malaikat yang diusir dari sorga dalam keadaan terzhalimi.

Sekte ini mengaku bahwa dengan cara mereka, mereka bisa mendapatkan kekuatan setan sebagaimana mereka memiliki kitab agama mereka dengan nama Setan dari karangan seorang Yahudi Levi pendiri Gereja Setan di San Fransisco
Kitab Setan memberikan wasiat kepada mereka untuk mempergauli manusia dengan cara-cara yang kebanyakan adalah cara yang aneh, dituntut dari mereka untuk berbuat buruk dalam bergaul dengan tentangga mereka, membalas keburukan berlipat-lipat, menolak kasih sayang, karena kasih sayang mereka anggap sebagai sebuah kelemahan, demikian pula mereka melarang adanya pernikahan.
Sekte ini berdiri diatas tingakatan-tingkatan dan angkat-pangkat, berdasarkan senioritas dan keburukan yang mereka lakukan. Gelar mereka bertingkat-tingkat, dari al-amir ( ketua ) hingga al-Syar al-A’zham (penjahat teragung).

Taklid Setan
Satu tim khusus bekerja untuk menghadirkan setan ditengah ritual-ritual yang menjijikkan. Dan didalamnya diikut sertakan para pemuda untuk mengikuti ritual ini yang dikuasai oleh sihir dan magis saat meminum darah dan menenggelamkan tengkorak. Ritual ini diiringi dengan melakukan zina masal dalam tempat tersembunyi seperti di pekuburan. Mereka menganggap dengan perbuatan ini mereka akan diperkuat oleh kekuatan dari mayat, setan dan jin.

Pada tingkatan inilah para pemuda diumbar kepuasannya dan ditenggelamkan dalam kebiasaan penyembahan setan dan ritual-ritual mereka. Mereka tidak bisa berpisah dari mereka dikarenakan dilarang untuk mengundurkan diri. Terjerumuslah para pemuda dalam tekanan ancaman dan ketagihan. Merekapun menyimpang lebih banyak dan lebih banyak hingga keadaan memaksa mereka untuk bunuh dari dan mati karena pengaruh obat-obat bius.

Sekte ini menganggap bahwa alam lain tidak ada keberadaannya, oleh karena itulah mereka menikmati alam ini dengan segala cara. Mungkin ringkasan pemikiran dan hukum-hukum mereka dibawah slogan “Lakukanlah Apa Yang Kau Mau” adalah sebagai berikut:
# Hidup dengan cara yang ia sukai
# Melakukan yang dia inginkan
# Bermain dengan yang dia inginkan
# Beristirahat sesuai yang dia inginkan
# Mati pada waktu dan cara yang dia inginkan
# Manusia berhak memakan apa yang dia inginkan (sampai
mereka memakan kotoran manusia)
# Meminum apa yang diinginkan (meminum darah dan air
kencing)
# Tinggal dimana saja dia menginginkan
# Memakai pakaian sesukanya
# Bergerak di muka bumi sesukanya
# Manusia berhak berfikir sesukanya
# Berbicara sesukanya
# Menulis, menggambar, memahat, menggaris dan
membangun sesukanya
# Lampiaskan keinginan seksualmu sesukamu, kapan, dimana
dan dengan siapa saja yang kamu inginkan
# Manusia berhak membunuh orang-orang yang berdiri
menentang diatas pelaksanaan hak-hak ini.

Ritual Bagi Orang Yang ingin Bergabung dengan Para Pemuja setan
Para penyembah setan berambisi untuk merekrut sebesar mungkin dari para pemuda untuk menjadi anggota sekte sesat ini. Mereka sangat berambisi untuk menyebarkan pikiran-pikiran mereka. Mereka membuat website-website, menyebarkan buku-buku, menerbitkan majalah-majalah, memiliki club-club , dan group musik yang menyanyikan pikiran-pikiran kotor mereka.

Dalam menarik anggota-anggota baru, mereka memulai dengan cara mengajak mereka untuk menghadiri pesta-pesta dansa dan pesta seks tanpa menampakkan fenomena penyembahan setan pada pesta tersebut. Kemudian mereka berusaha merekrut dari para undangan orang-orang yang mereka pandang mungkin untuk bergabung dengan mereka. Kemudian berusaha mengenalkan kelompok mereka dan menyingkap sesuatu dari rahasia-rahasia mereka.

Jika dia suka bergabung dengan mereka, maka mereka melakukan tes yang keras hingga mereka bisa menguji loyalitasnya, seperti memerintahnya untuk membunuh kedua orang tuanya, atau melakukan perbuatan-perbuatan keji. Jika dia telah berhasil, maka dia bergabung dengan kelompok dengan sebuah upacara yang menakutkan. Sang dukun berdiri di depan, dikelilingi oleh lilin hitam, mengenakan mantel hitam, lalu datanglah anggota baru dalam balutan mantel putih, kemudian dia berdiri dengan menanggalkan pakaiannya lalu berlutut diantara kedua lututnya di hadapan dukun dalam keadaan telanjang. Setelah itu dia dilukai di tangannya, dan darahpun dikumpulkan didalam wadah yang terbuat dari perak, lalu dikelilingkan ke segenap anggota sekte agar mereka meminumnya.

Maka dengan ritual ini sempurnalah penyatuan diantara sesama anggota sesuai dengan klaim mereka.
Setelah dilakukannya upacara, jadilah dia sebagai anggota secara resmi dalam kelompok ini. Mulailah dia memakai symbol-simbol mereka, pakaian mereka dan segala sesuatu yang menjurus kepada yang demikian. Termasuk hal yang patut untuk disebutkan adalah bahwa anggota yang berabung dalam kelompok ini akan sulit melepaskan diri darinya, dikarenakan mereka akan melakukan segala perbuatan teror karena khawatir dia akan membongkar kegiatan-kegiatan mereka yang dilarang oleh hukum dengan membunuhnya atau menculiknya. Tidaklah jauh kemungkinannya bagi mereka untuk berusaha membunuh dan melenyapkannya.

Mereka biasa pergi ke kuburan di siang hari, berdiri dengan menggali kuburan serta mencari bangkai mayit. Pembesar mereka berjoget diatas bangkai yang sudah hancur. Kebanyakan mereka lebih mengutamakan mayat yang baru mati. Mereka menyembelih kucing yang mereka anggap jiwanya dari setan, mereka meminum darahnya, melumuri tubuh dan wajah mereka dengannya. Kemudian mereka pergi ke tempat yang jauh dan hidup di dalamnya pada hari-hari tanpa menyalakan lilin, mereka hidup di dalam kegelapan. Sandi-sandi mereka diantara mereka adalah mengangkat dua buah jari sebagai simbol dari setan. Isyarat tersebut adalah ucapan salam di antara mereka. Dikatakan bahwa menggali kuburan dan menginap di sana adalah untuk mengeraskan hati agar perasaan mereka mati.

Dikatakan bahwa melumuri kedua tangan dan tubuh dengan darah adalah agar anggota haus darah, kejam, tidak takut terhadap kematian, dan tidak lari dari kematian. Di antara tanda para penyembah setan dari kaum wanita adalah mewarnai kuku dan bibir mereka dengan warna hitam, mengenakan pakaian yang yang dicetak diatasnya lukisan setan, kuburan dan kematian, berhias dengan perhiasan perak yang memiliki bentuk tidak lumrah yang menggambarkan pemikiran-pemikiran mereka, seperti tengkorak, kepala kambing, dan mengoleksi kaset-kaset rekaman lagu-lagu pelecehan terhadap agama.
Para individu gerakan ini melakukkan berbagai penyimpangan seksual dengan segala macam bentuknya hingga melakukan kegiatan seks dengan mayat dan hewan.

Hari-hari raya para pemuja setan
Hari-hari raya sekte sesat ini banyak, barangkali banyaknya hari raya mereka disebabkan oleh keinginan mereka untuk selalu berkumpul, menjaga hubungan kumpulan mereka dari satu sisi, dan untuk melakukan perbuatan hina dan peribadatan mereka kepada setan yang terkutuk dari sisi yang lain. Hari raya mereka mencapai 22 hari.

kesemuanya identik dengan seks, dan perbuatan rendah, mengalirkan darah manusia dan non manusia. Hari raya mereka yang paling penting adalah “Ritual Darah” dan “Hari Raya Penyembahan Setan”, “Hari Kefasikan Terbesar”, “Hari Terbaliknya Matahari” dan yang lainnya. Hari raya mereka yang paling agung adalah “Helloween”, itu adalah hari yang paling utama dalam setahun menurut mereka, dikarenakan pada hari itu roh-roh orang yang telah mati bebas menurut anggapan mereka, itu adalah sebuah keyakinan yang diambil dari keyakinan agama berhala.

Missa Hitam
Termasuk perkara yang perlu diperhatikan bahwa kelompok ini bernafsu sekali untuk menamai banyak ritual mereka dengan apa yang berkaitan dengan nama-nama dalam agama Nashrani. Ada Gereja Setan, Injil Hitam, Salib, dan missa. Ini dalam hal pembagian nama-nama, adapun dalam pembagian ritual maka di sana terdapat kemiripan antara syi’ar-syi’ar nashrani dengan ritual menurut para pemuja setan. Misalnya adalah pembaptisan (menuangkan air ke atas kepala dan jasad), pembaptisan dilakukan menurut agama Nashrani dengan air, adapun pembaptisan menurut penyembah setan dilaksanakan dengan kotoran, berupa air kencing manusia, darah dan tinja.

Demikian pula kemiripan sembahyang menurut penyembah setan dengan sembahyang menurut agama nashrani, yaitu sembahyang menurut penyembah setan dengan membaca beberapa baris dari Kitab Setan yang diiringi dengan musik, itu merupakan tandingan sembahyang pada agama Nashrani yang dilakukan dengan membaca beberapa baris dari Injil dengan diiringi musik.

Sihir
Sihir adalah pegangan terkuat penyembah setan, terutama ketua dan pemimpin-pemimpin mereka. Mereka berkeyakinan bahwa sihir adalah jalan untuk bisa mendapatkan manfaat dan menolak madharat. Pada waktu yang sama menambah kewibawaan dan keagungan di depan para pengikutnya.

Musik
Musik menurut para penyembah setan adalah sebuah sarana untuk mengosongkan perasaan manusia, dan satu bentuk dari bentuk pembiusan otak. Para penyembah setan sangat gandrung dengan musik keras dan mereka menjadikannya termasuk sebuah ritual dari ritual mereka, terutama yang dikenal dengan musik Rock Heavy Metal.

Musik digunakan seperti sebuah senjata paling efektif dalam merekrut para pemuda, mempengaruhi pemikiran dan perilaku mereka. Mereka di samping memilih macam musik yang memiliki suara keras meninggi yang memekakkan telinga mereka juga berambisi untuk mencampurnya dengan lagu-lagu yang menyebarkan pemikiran mereka dan mengajak kepadanya. Dengarkanlah sebagian lantunan lagu-lagu mereka, agar kalian tahu seberapa besar kesesatan yang mungkin akan sampai kepada manusia dari balik musibah ini: “Wahai setan… ambillah ruhku… wahai kemurkaan Tuhan yang telah mengotorinya dengan kesalahan dan memberkahinya dengan neraka… aku harus mati… bunuh diri… bunuh diri… aku harus mati.”

Ini adalah kalimat sebagian para vokalis pemuja setan.
Upacara mereka dimulai dengan musik dan joget karena musik yang hingar bingar, mulai meminum khamr dan narkoba, termasuk seks masal, mencampur aduk segala sesuatu yang ada di hadapan mereka, melakukan perzinahan, dan homo seksual.

Kemudian mereka menyembelih kucing hitam atau hewan apapun yang memiliki warna hitam, kemudian mereka meminum darahnya. Mereka menyatakan bahwa dengan perbuatan yang demikian mereka telah mempersembahkan korban bagi setan, dan bahwa dengan menyembelih kucin atau anjing hitam terhitung sebagai pemberian penjagaan terhadap dunia setan menurut keyakinan mereka.

Warna Hitam dan Pemujaan Setan
Warna hitam berkaitan erat dengan manusia, dan kematian. Macam sihir yang paling dahsyat adalah sihir hitam, sementara setan tidak suka terhadap cahaya dan ia cinta kegelapan.

Simbol-simbol Setan

Para Penyembah Setan mengumpulkan jari-jari tangan mereka untuk membentuk seperti tanduk setan

Bentuk setan seperti yang mereka yakini
Terakhir, sesungguhnya kelompok ini bertujuan untuk merusak akhlak, merobohkan agama terutama Islam. Maka kaum muslimin haruslah menghadapi kelompok sesat ini dan kelompok sesat lainnya dengan tegas sebagai bentuk penjagaan terhadap agama Allah, dan sebagai benteng bagi anak-anak dan masyarakat kita.

Rujukan:
‘Abadatus Syaitan, Hasan al-Basya
Man Hum Abdatus Syaitan? DR. Muhammad Firas as-Su’udiy