Logo: Satria Nusantara, Hikmatul Iman, Merpati Putih.
Logo: Satria Nusantara, Hikmatul Iman, Merpati Putih.

Berikut adalah kutipan dari Diktat Hikmatul Iman bagian Tanya Jawab dengan Guru Utama Hikmatul Iman, Dicky Zainal Arifin. Membahas cara mengalahkan Merpati Putih dan Satria Nusantara serta kisah Guru Besar mereka yang menghindar ketika diundang dalam acara Saresehan Tenaga Dalam dan Metafisik.

Kami saat ini berusaha tabayun dengan menelusuri kebenaran cerita Kang Dicky bahwa Guru Besar Merpati Putih dan Guru Besar Satria Nusantara menolak mengikuti acara Saresehan Nasional Tenaga Dalam dan Tenaga Metafisik. Jika memang benar menolak, tentu kami juga tertarik dengan alasannya. Apakah benar karena memang Hikmatul Iman terkenal sebagai perguruan yang frontal sebagaimana pengakuannya?

Ikuti terus kami di twitter, facebook, dan blog untuk mengikuti perkembangan beritanya.

Kutipan Tanya Jawab dengan Guru Utama Hikmatul Iman

TANYA: Bagaimana mengalahkan Merpati Putih?

Dengan ilmu menyerap tenaga dalam tingkat enam kecil ke atas, tenaga dalamnya bisa diserap secara langsung atau secara jarak jauh ketika mereka latihan. IImu getaran mereka pun bisa dihancurkan dengan ilmu penghancur ilmu gaib atau ilmu virus gaib.

Kalau untuk membunuhnya tidak sulit, tetapi jangan. Nanti urusannya jadi panjang. Gabungkan saja ilmu silat, tenaga dalam dan tenaga metafrsik, Insya Allah tidak akan lama.

TANYA: Bagaimana cara mengatasi P. Satria Nusantara?

Satria Nusantara adalah perguruan olah napas untuk kesehatan, jadi yang diajarkan sebetulnya adalah senam sehat. Guru besarnya bernama Maryanto, ilmu yang diajarkannya adalah ilmu tenaga metafisik bukan tenaga dalam seperti yang dikatakannya. Tingkatannya juga tingkatan bawah yang bisa diatasi hanya dengan tingkatan satu kecil keatas.

Untuk menghancurkan ilmunya, gunakan ilmu badai api tingkat tiga kecil untuk menghancurkan seratus orang anggota. Satria Nusantara yang sedang menyerang anda atau apabila mereka tidak menyerang, di mana saja dapat dihancurkan ilmunya. Jangan dihancurkan badannya, kasihan. Jangan diserang juga dengan penggabungan Ilmu silat, TD, dan TM Metafisih, mereka bisa terbunuh.

TANYA: Mengapa jangan bawa nama HI ketika mencoba?

Ketika anda hendak mencoba perguruan lain, jangan bawa nama Hikmatul Iman, sebab mereka pasti tidak akan mau. Mereka paling tidak mau berurusan dengan perguruan yang namanya HIKMATUL IMAN. Jadi, apabila anda hendak mencoba perguruan lain, jangan mengaku dari Hikmatul lman, biar mereka tidak ketakutan duluan. Hikmatul Iman di persilatan, terkenal sebagai perguruan yang frontal, paiing suka kalau dicoba perguruan lain.

Secara konsep, penjelasan mengenai tenaga dalam dan tenaga metefisik LSBD HI, bisa merusak perguruan lain, karena kita disertai bukti, sedangkan mereka tidak. Banyak perguruan lain yang penjelasan mengenai tenaga dalamnya tidak nyambung dengan yang diajarkannya. Secara konsep juga mereka takut berdebat dengan HI, karena mereka takut pembuktiannya.

Pernah LSBD HI hendak mengadakan Saresehan Nasional Tenaga Dalam dan Tenaga Metafisik, dan mengundang Guru Besar Merpati Putih dan Guru Besar Satria Nusantara mereka tidak mau, alasannya Umroh. Padahal Umroh masih lama dari pelaksanaan Saresehan, ada juga yang alasannya punya acara yang padat. Panitia sudah diwanti-wanti, jangan bawa nama Hikmatul Iman kalau mengundang perguruan lain untuk acara seperti itu, mereka pasti tidak mau, apalagi Saresehan bisa jadi ajang saling bantai. Kita siap untuk itu, tetapi mereka …?

Mengatasi Satria Nusantara.
Mengatasi Satria Nusantara.
Mengatasi Satria Nusantara.
Mengatasi Satria Nusantara.
Mengatasi Merpati Putih.
Mengatasi Merpati Putih.
Jangan bawa nama HI ketika mencoba.
Jangan bawa nama HI ketika mencoba.
Jangan bawa nama HI ketika mencoba.
Jangan bawa nama HI ketika mencoba.

Download Diktat Hikmatul Iman

Berikut adalah link hasil scan Diktat Hikmatul Iman. Tanya jawab di atas bisa ditemukan di Diktat Bagian 4 halaman 10-12.

  1. Diktat Hikmatul Iman Bagian 1
  2. Diktat Hikmatul Iman Bagian 2
  3. Diktat Hikmatul Iman Bagian 3
  4. Diktat Hikmatul Iman Bagian 4