Salah satu paham sesat yang saat ini disebarkan oleh Dicky Zainal Arifin, Guru Utama Lembaga Seni Hikmatul Iman (LSBD HI) adalah Nabi Adam masih hidup. Wallahi, paham ini didengar langsung oleh salah satu Admin HIW di acara Open Dialog LSBD HI ranting Cianjur pada 30 Maret 2011. keberadaan paham ini juga telah dikonfirmasi oleh salah satu anggota LSBD HI Cianjur melalui pesan Facebook.

Pengakuan dari M Budi Mulyadi, murid LSBD HI Cianjur.
Pengakuan dari M Budi Mulyadi, murid LSBD HI Cianjur.

M Budi Mulyadi, murid LSBD HI Cianjur.
M Budi Mulyadi, murid LSBD HI Cianjur.

Fatwa Ulama

Ini adalah kiriman dari salah satu pembaca kami di Facebook, Ust Rido Ramdan Sumantri:

Ust Rido Ramdan Sumantri
Ust Rido Ramdan Sumantri

Nabi Adam as telah wafat sebelum Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal ?”(Al-Anbiya: 34)

Dan diperkirakan Nabi Adam masih hidup adalah tidak benar, karena ada hadits yang menunjukkan bahwa Nabi Adam telah meninggal.

Setelah Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat dengan jarak waktu yang telah ditentukan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang hal ini dengan bersabda.

“Artinya : Tidaklah kalian melihat pada malam kalian ini, bahwa sesungguhnya siapa yang umurnya (berkepala) seratus tahun tidak (tersisa) pada hari ini di atas permukaan bumi seorang pun”

Sumber: Bukhari I/37, 141, 149. Muslim dengan Syarah Nawawi XVI/89, Abu Dawud IV/516, Tirmidzi IV/520

Atas dasar ini, maka keadaan Nabi Adam adalah sebagai orang mati yang tidak dapat mendengar panggilan siapa yang memanggilnya, dan tidak mampu menjawab siapa yang menyerunya, dan tidak mampu menunjukkan jalan kepada siapa yang tersesat jalan ketika meminta petunjuknya.

Adapun perkiraan bahwa ia masih hidup sampai saat ini, maka ini adalah masalah ghaib. Keadaannya seperti masalah-masalah ghaib yang lainnya ; tidak boleh kita berdo’a kepadanya dan meminta kebaikan kepadanya dalam keadaan susah maupun senang.

Shalawat dan salam semoga tercurah atas Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, dan sahabat-shabatnya.

Sumber: Fatawa Li Al- Lajnah Ad-Da’imah Fatwa I/170 Di susun oleh Syaikh Ahmad Abdurrazzak Ad-Duwaisy, Darul Asimah Riyadh. Di salin ulang dari Majalah Fatawa edisi 08/I/ 1424H

Pernyataan Admin

Orang waras akan dapat dengan mudah memahami paham ini sebagai sebuah kesesatan. Sungguh terlalu jika masih ada orang yang mempercayai paham ini. Ada begitu banyak bantahan untuk paham sesat LSBD HI ini sehingga kami akan memuatnya dalam beberapa artikel.