Ditulis oleh : Perdana Akhmad

Rasul bersabda:
Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum itu. (H.R Abu Daud)

Rasul juga bersabda:
Bukan umat kami (Islam) yang tidak seperti muslim, maka janganlah kalian menyerupai ahlul kitab (dalam memberi penghormatan), sesungguhnya jika mereka memberi salam dengan mengangkat tangan dan kain. (H.R Tirmidzi)

Dari hadits tersebut disebutkan wajhu sibhinya yakni “memberi penghormatan”. Secara mafhum hadits itu bermakna seorang tidak disebut muslim jika memberi penghormatan kepada manusia sama dengan cara ahlul kitab memberi penghormatan yakni dengan mengangkat tangan atau kain (benda).

Tasyabbuh yang dilarang dalam Al-Quran dan As-Sunnah secara syar’i adalah menyerupai orang-orang kafir dalam segala bentuk dan sifatnya, baik dalam aqidah, peribadatan, kebudayaan, atau dalam pola tingkah laku yang menunjukkan ciri khas mereka (kaum kafir).

Contoh kasus adalah Pose gerakan tangan Guru Utama Hikmatul Iman Kang Dicky sangat mirip (tasyabbuh) dengan pose penghormatan tangan dewa dan dewi tuhannya orang-orang kafir

Lihat penjelasan Hukum Bela Diri yang di Dalamnya Terdapat Penghormatan dengan membungkukkan Badan dan Kemusyrikan di https://metafisis.wordpress.com/2012/04/14/hukum-bela-diri-yang-di-dalamnya-terdapat-penghormatan-dengan-membungkukkan-badan-dan-kemusyrikan/