Dicky Zainal Arifin dan para murid Hikmatul Iman beralasan bahwa tidak ada dalil yang menyatakan Nabi Adam sudah wafat. Ini luar biasa salah dan juga argumen yang bodoh. Padahal, ada hadits shohih yang secara terang benderang menyatakan kisah wafatnya Nabi Adam.

Hadits Kisah Wafatnya Nabi Adam

Musnad Ahmad No 20288. Semua perawi tsiqah/adil dengan kategori hadits marfu hukum.

Telah menceritakan kepada kami Abdullah telah menceritakan kepada kami Hudbah bin Khalid telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Humaid dari Hasan dari Utai dia berkata,

“Aku pernah melihat seorang lelaki tua di Madinah sedang berbicara, maka aku bertanya kepada orang-orang tentang siapa dia. Mereka lantas menjawab, “Ini adalah Ubay bin Ka’b.” Lalu ia berkata, “Sesungguhnya Adam ‘Alaihis Salam ketika ajalnya tiba, dia berkata kepada anak-anakya, “Wahai anakku, sesungguhnya aku menginginkan buah dari Surga.”
Mereka kemudian pergi memintakan buah untuk Adam, lalu para Malaikat menyambut mereka dengan membawa kain kafannya (Adam) dan keranda, sementara mereka (anak-anak Adam) membawa kapak, sekop dan keranjang buah. Para Malaikat lantas bertanya kepada mereka, “Wahai Bani Adam apa yang kalian inginkan dan kalian minta?, Atau dalam riwayat lain, “Apa yang kalian inginkan dan hendak ke mana kalian pergi?” Mereka menjawab, “Bapak kami sakit dan menginginkan buah Surga.”

Para Malaikat menjawab, “Kembalilah! Sungguh telah ditetapkan keputusan untuk bapak kalian (kematian).” Mereka pun kembali. Ketika Hawa’ melihat para malaikat dan ia tahu siapa mereka, maka ia kembali kepada Adam untuk menjaganya.
Kemudian Adam berkata kepada Hawa`, “Menyingkirlah kamu dariku, hanyasannya aku telah diberi dari sisimu, maka biarkan yang berada di antara aku dan para Malaikat adalah Rabbku Tabaaraka Wa Ta’ala.

Maka para Malaikat pun mencabut nyawanya, memandikan, mengkafani, membuatkannya lubang dan lahat untuknya, serta menshalatinya. Kemudian mereka masuk ke dalam makamnya dan meletakkan Adam ke dalam kuburnya, mereka letakkan batu bata di atasnya kemudian mereka keluar dari dalam makamnya. Setelah itu mereka menimbunnya dengan tanah seraya berkata, “Wahai anak Adam ini adalah sunnah kalian.”

مسند أحمد ٢٠٢٨٨: حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عُتَيٍّ قَالَ
رَأَيْتُ شَيْخًا بِالْمَدِينَةِ يَتَكَلَّمُ فَسَأَلْتُ عَنْهُ فَقَالُوا هَذَا أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ فَقَالَ إِنَّ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَام لَمَّا حَضَرَهُ الْمَوْتُ قَالَ لِبَنِيهِ أَيْ بَنِيَّ إِنِّي أَشْتَهِي مِنْ ثِمَارِ الْجَنَّةِ فَذَهَبُوا يَطْلُبُونَ لَهُ فَاسْتَقْبَلَتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَمَعَهُمْ أَكْفَانُهُ وَحَنُوطُهُ وَمَعَهُمْ الْفُؤُوسُ وَالْمَسَاحِي وَالْمَكَاتِلُ فَقَالُوا لَهُمْ يَا بَنِي آدَمَ مَا تُرِيدُونَ وَمَا تَطْلُبُونَ أَوْ مَا تُرِيدُونَ وَأَيْنَ تَذْهَبُونَ قَالُوا أَبُونَا مَرِيضٌ فَاشْتَهَى مِنْ ثِمَارِ الْجَنَّةِ قَالُوا لَهُمْ ارْجِعُوا فَقَدْ قُضِيَ قَضَاءُ أَبِيكُمْ فَجَاءُوا فَلَمَّا رَأَتْهُمْ حَوَّاءُ عَرَفَتْهُمْ فَلَاذَتْ بِآدَمَ فَقَالَ إِلَيْكِ إِلَيْكِ عَنِّي فَإِنِّي إِنَّمَا أُوتِيتُ مِنْ قِبَلِكِ خَلِّي بَيْنِي وَبَيْنَ مَلَائِكَةِ رَبِّي تَبَارَكَ وَتَعَالَى فَقَبَضُوهُ وَغَسَّلُوهُ وَكَفَّنُوهُ وَحَنَّطُوهُ وَحَفَرُوا لَهُ وَأَلْحَدُوا لَهُ وَصَلَّوْا عَلَيْهِ ثُمَّ دَخَلُوا قَبْرَهُ فَوَضَعُوهُ فِي قَبْرِهِ وَوَضَعُوا عَلَيْهِ اللَّبِنَ ثُمَّ خَرَجُوا مِنْ الْقَبْرِ ثُمَّ حَثَوْا عَلَيْهِ التُّرَابَ ثُمَّ قَالُوا يَا بَنِي آدَمَ هَذِهِ سُنَّتُكُمْ

Takhrij Hadits

Berikut ini kami kutip dari artikel di Majalah Al-Furqon dengan judul Menuai Ibrah Dari Wafatnya Nabi Adam.

Kisah di atas diriwayatkan oleh Abdullah bin Imam Ahmad dalam Zawa’idul Musnad:5/136. Berkata Ibnu Katsir rahimahullah: “Sanadnya shohih sampai kepada beliau”, yakni kepada Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu. (Bidayah wan-Nihayah:5/98). Berkata al-Haitsami: “Hadits di atas diriwayatkan oleh Abdullah bin Ahmad, dan rijalnya rijalus shohih, kecuali Utay bin Dhomroh, dia adalah seorang yang tsiqoh.” (Mazma Zawa’id: 8/199). Berkata Dr. Sulaiman al-Asycor: “Sekalipun hadits mauquf kepada Ubay bin Ka’ab, namun hadits ini dihukumi sebagai hadits marfu’ hukman (secara hukum sampai kepada Nabi Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam karena hadits ini berbicara tentang sesuatu yang tidak mungkin didasarkan pada akal semata.”

Sumber: Wafatnya Nabi Adam alaihis salam

Guru kami, Ust. Jati Sarwo Edi menyatakan:

Sampai sekarang saya belum menemukan komentar al-Hafizh Nashiruddin al-Albani dalam Kitabnya mengenai Hadis Riwayat Imam Ahmad bin Hanbal No. Hadis: 20288. Akan tetapi saya menemukan Hadis Shahiih lainnya yang dikomentari SHAHIIH oleh al-Hafizh Nashiruddin al-Albani dalam Shahiih Wa Dha’iif al-Jaami’ ash-Shaghiirnya (No. 9338 atau 19/485), yaitu: Dikeluarkan oleh al-Hafizh as-Suyuthi dalam al-Jaami’ ash-Shaghiirnya (No. 5207). Juga ada Hadis Shahiih lainnya, yaitu: Riwayat al-Hafizh al-Hakim dalam al-Mustadrak ‘alaa ash-Shahiihaynnya (No. 3963 atau 9/249). Serta riwayat al-Hafizh ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Awsathnya (No. 8497 atau 18/75).

Sumber: Ust. Jati Sarwo Edi.

9338 – لما توفي آدم غسلته الملائكة بالماء وترا و ألحدوا له و قالوا : هذه سنة آدم في ولده .
تخريج السيوطي
( ك ) عن أبي .
تحقيق الألباني
( صحيح ) انظر حديث رقم : 5207 في صحيح الجامع .

Sumber: Shahiih Wa Dha’iif al-Jaami’ ash-Shaghiirnya (No. 9338 atau 19/485)

Penutup

Mungkin saja Dicky Zainal Arifin dan para pengikutnya tetap saja keras kepala dan akan menolak hadits ini dengan berbagai alasan yang dipaksakan. Jika ya, mudah-mudahan mereka tidak termasuk golongan ingkar sunnah.