=====================================
Para Quburiyyun (pemuja kubur) kelompok ABWAJA (Ahlul bid’ah wal jahiliyah) / ASWAJA (Asli Warisan jahiliyah) suka sekali mengunjungi kuburan keramat, jika ditanya “mengapa kalian datang kekuburan”, mereka akan menjawab :”Kami meminta berkah pada aulia agar terkabul hajad kami”.

Fenomena mendatangi kuburan keramat untuk beragam keperluan duniawi sangat marak di Indonesia, seperti kuburan wali songo, juga kuburan orang-orang sakti, contohnya Di Desa Ngetos Kecamatan Ngetos Nganjuk. Mereka ini menjadikan orang-orang mati menjadi dewa-dewa tandingan Allah.

Jika dalam agama lain ada Dewa kekayaan ( Hokian), Dewa judi (topekong), Dewa Perang (Ares dalam mitologi yunani), Dewa kekebalan ( dipanggil oleh Tatung pada Hari Raya Cap Go Meh), Dewa Jodoh (Yue Lao dalam mitologi tiong hoa) yang sebelumnya berasal dari manusia yang sudah mati namun berinkarnasi menjadi dewa/dewi, Maka Quburiyyun ini tidak mau kalah dengan ajaran kafir dengan menjadikan orang yang sudah mati menjadi dewa, seperti Dewa kekebalan ( Ki tumenggung Alap-Alap Danurejo), Dewa Jodoh ( Ki Ageng Sosro hadi Kusumo), Dewa Pangkat/derajat ( Ki Ageng Sosro negoro), Dewa Makrifat (Ki Ageng Cokro Kusumo), Dewa Nazar (Ki Ageng Cek-Cek Molek).

Prilaku Syirik Quburiyun dan ajaran agama kafir ga jauh beda, sama ucapannya ” Kami bertawasul/doa pada orang yang sudah sangat dekat pada Tuhan yang punya otoritas mengatur hajad dunia agar mengabulkan permintaan kami”

Sepadan dengan keyakinan Sufi sesat bahwa ada wali qutub yang juga mengatur alam semesta.

Prilaku mereka itu adalah Syirik karena meminta kepada selain Allah. Padahal kita tidak boleh meminta kepada selain Allah:
… dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan . (QS. 1:5 )

Ketika diingatkan prilaku syirik yang mereka lakukan mereka akan berkata ” Kami tidak menyembah mereka melainkan agar kami mendekatkan diri pada Allah” padahal hakikatnya mereka menjadikan Dewa-Dewa itu sebagai tandingan Allah.

Klop sudah dengan ngeyelnya orang kafir yang diingatkan Allah dalam Al-Qur’an :

‘Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari SYIRIK). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata) :
“Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”.
Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya.
Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.’ (Surah 39 : 3)

Allahumusta’an !!!! Semoga kita semua menjadi Ahlut Tauhid yang terjaga dari semua bentuk kesyirikan.

‪#‎SalamTauhid‬#