tes2

FATWA (DAJJAL) KEHIDUPAN MENGATAKAN  :

Saya harapkan diantara murid2 tidak mengamalkan ayat2 rukyah sbg amalan harian, krn ayat2 yg dipakai utk ruqyah itu sifat waridnya adalah warid tukang pukul yg keras……..

Warid2 itu dipergunakan utk mengusir jin…… Namun sayangnya kalau tdk bisa menjaga hati akan dikendalikan warid yg menjadi khodam, lalu berperangai keras dan suka ngaco…….

Saya lihat ahli rukyah banyak yg sudah dikuasai khodam warid dan berperangai kasar keras……

Tidak mengapa hadirnya khodam warid itu asal engkau bisa menjaga hati, jadi tetap berhati lembut dan berperangai teduh kalem…….

LIHAT BUKTINYA DI SINI

BANTAHAN PERTAMA :
Saya harapkan diantara murid2 tidak mengamalkan ayat2 rukyah sbg amalan harian, krn ayat2 yg dipakai utk ruqyah itu sifat waridnya adalah warid tukang pukul yg keras……..

JAWAB :

Ayat ruqyah yang dibaca itu murni bacaan Al-Qur’an, jika FK melarang membaca ayat ruqyah maka sama saja melarang membaca Al-Qur’an,

ada banyak amalan harian dalam pembacaan ayat ruqyah untuk beragam keperluan dan semuanya ada dalilnya seperti :

1.      ,“Baliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruhku untuk membacakan Berobat dengan bacaan Al Qur’an adalah bagian dari mengamalkan Al Qur’an sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meniup kedua tangannya dengan membaca Al Ikhlash. Al Falaq, dan An Nas disaat beliau sakit menjelang wafatnya, kemudian beliau mengusapkan kedua tangannya ke seluruh tubuhnya.

Dari Aisyah ra berkata : “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah peniup untuk dirinya dalam keadaan sakit menjelang wafatnya dengan bacaan Al Mu’awwidzat, surat Al Ikhlash dan Al Mu’awwidzatain. Maka ketika beliau kritis, akulah yang meniupkan bacaan itu dan aku usapkan kedua tangannya ke tubuhnya karena keberkahan tangannya.”  (HR. Bukhari, Muslim).

2.      Al Malak Jibril as diutus oleh Allah untuk meruqyah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika sakit :

Dari ‘Asiyah ra berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila sakit, jibril meruqyahnya. Ia berkata : “Dengan nama Allah, dia membebaskanmu, dan dari setiap penyakit dia menyembuhkanmu, dan dari setiap orang yang dengki ketika dengki, dari setiap orang yang punya mata berbahaya.” (HR.Muslim, dalam Syarah An Nawawi 4/1718)

3.      Para shahabat juga memahami bahwa Al Qur’an adalah obat, maka ketika Abu Sa’id Al Khudry ra meruqyah pimpinan kaum yang terkena gigitan ular berbisa dengan membacakan Al Fatihah dan mengumpulkan ludahnya kemudian meludahkannya, hadiah sekelompok kambing dan disampaikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau menyambut :“Kenapa kamu tahu bahwa ia (al Fatihah) itu ruqyah ?” Kemudian beliau bersabda : “Sungguh kalian benar, buatkan untukku satu bagian bersama kalian !” kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa.” (HR.Bukhari dan Muslim). Secara jelas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :“Fatihatul kitab obat untuk segala penyakit.” (HR.Ad Darimy)

4.      Memohon ruqyah tanpa bergantung kepada orang lain bukanlah sesuatu yang tercela. Dari ‘Aisyah ra berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memerintahkan aku agar aku minta diruqyah dari ‘ ain (pandangan mata  yang berbahaya).” (HR.Bukhari 7/23 dan Muslim dengan Syarah An Nawawi 4/184)

5.      Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memberikan pelayanan ruqyah bagi para shahabatnya, ketika ada yang sakit. Dari ‘Aisyah ra berkatan : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila ada orang sakit diantara kami, beliau menyentuhnya dengan tangan kanannya, kemudian beliau berkata : Hilangkanlah sakit, wahai Tuhan manusia, dan sembuhkanlah, Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan tanpa meninggalkan rasa sakit.” (HR.Bukhari dan Muslim)

6.      Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meruqyah dengan tanah dan ludah bagi orang yang sakit.

Dari ‘Aisyah ra berkata : “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membacakan bagi orang yang sakit : “Dengan nama Allah, inilah tanah bumi kami, dengan ludah sebagian kami, orang sakit kami disembuhkan, dengan izin Tuhan kami.” (HR. Bukhari, Fathul Bari 10/208)

7.      Diriwayatkan bahwa Abu Sa’id al-Khudri telah dipatuk ular dengan membacakan surah al-Fatihah dan perbuatannya ini dibenarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

8.      Muslim telah meriwayatkan dari Anas ibn Malik bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperbolehkan ruqyah terhadap orang yang terkena sihir, racun, dan borok dirusuk. An-Nawawi, mengenai hadits dari Anas ini mengatakan ”Bukanlah maksudnya disini bahwa ruqyah hanya diperbolehkan pada ketiga keadaan tersebut. Dalam hadits ini, Beliau hanya ditanya tentang yang lainnya, tentu beliau pun mengizinkan pula.”

9.      Dari Mathar bin Abdur Rahman, ia berkata: “Telah diceritakan kepadaku ummu Abbad dari bapaknya bahwa kakeknya Az-Zari pergi menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa anaknya yang gila, diceritakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memukul punggung anak itu seraya berkata ”Keluarlah hai musuh Allah” Kemudian anak itu menatap dengan pandangan yg sehat tidak seperti sebelumnya.”

10.  Dari jabir bin Abdullah, ia berkata: “Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perang Dzatur Riqa’. Ada wanita membawa anaknya yang dikuasai syaithan,  maka Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata ”Dekatkanlah anak itu padaku”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuka mulutnya dan meludah kedalam mulut anak itu seraya berkata ”pergilah musuh Allah”.

11.  Dari Ibnu Abbas bahwa wanita datang membawa anaknya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata ”Wahai rasul, ia terkena penyakir gila”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memantrainya (meruqyah) dan mengusap dadanya, lalu anak itu muntah dan keluar dari mulutnya seperti binatang kecil lalu bergerak. (kami tim ruqyah sering mendapati pasien muntah ketika dibacakan ayat-ayat ruqyah dan mengeluarkan berbagai macam benda-benda aneh)

12.  Diriwayatkan dari ‘Utsman ibn Abi al-‘Ash ats-Tsaqafi mengenai terapy ruqyah untuk mengobati penyakit fisik bahwa ia berkata,”Aku telah datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengadukan sebuah penyakit yang hampir saja membinasakanku. Maka beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, ”letakkanlah tanganmu di atas bagian tubuhmu yang sakit, lalu bacakanlah:“Dengan nama Allah (7kali) aku berlindung kepada Allah dan kodrat-Nya dari kejahatan berbagai penyakit, baik penyakit yang sedang menimpaku maupun yang akan datang.”‘Utsman ibn Abi al-Ash melanjutkan,”Maka aku amalkan petunjuk Rasulullah tersebut sehingga Allah SWT menghilangkan penyakit itu dariku.

13.  Diriwayatkan dari Fudhalah ibn ‘Ubaid al-Anshari bahwa ia berkata,”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan sebuah ruqyah kepadaku dan menyuruhku untuk mempraktekkan ruqyah tersebut untuk mengobati orang lain. Ruqyah tersebut berbunyi:”Ya Tuhan kami,Tuhan yang nama-Mu suci di langit.Urusan-Mu terdapat di langit dan di bumi.ya Allah,sebagaimana urusam-Mu terdapat dilangit,maka turunkanlah rahmat-Mu kepada kami.Ya Allah,Tuhannya orang-orang yang baik!Ampunilah dosa-dosa kami,hilangkanlah penyakit yang menimpa kami,dan turunkanlah rahmat serta obat dari-Mu untuk menyembuhkan penyakit yang diderita si fulan ini agar ia sembuh dari penyakitnya.”Fudhalah ibn ‘Ubaid meneruskandoa tersebut sebanyak tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan membaca mu’awwidzatain (surah al-Falaq dan an-Nas) sebanyak tiga kali juga.”

14.  Diriwayatkan mengenai terapy ruqyah untuk mengobati gangguan kejiwaan bahwa Ubay ibn Ka’ab berkata: Ketika aku berada di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datanglah seorang Arab Badui menemui beliau seraya berkata: “Wahai nabi Allah! Sesungguhnya saudaraku sedang sakit. ”Apa sakitnya” balas Beliau. Ia menjawab, ”Ia kerasukan Jin, wahai nabi Allah.” Kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lagi, ”Bawa saudaramu itu kesini!”Maka orang itu pun membawakan saudaranya itu kehadapan baliau. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan kepada Allah untuk diri saudaranya itu dengan  membacakan surah Al-Fatihah, empat ayat pertama dari surah Al-Baqarah, dua ayat pertengahan darinya, yaitu ayat yang ke-163 dan ke-164, ayat Kursi, dan tiga ayat yang terakhir dari surat Al-Baqarah tersebut. Kemudian ayat yang ke-18 dari surah Ali ‘Imram, ayat yang ke-54 dari surah al-A’araf, ayat yang ke-116 dari surah al-Mu’minun, ayat yang ketiga dari surah al-Jin, sepuluh ayat pertama dari surah ash-Shaffat, ayat yang ke-18 dari surah Ali ‘Imran, tiga ayat terakhir dari surah al-Hasyr, surah al-Ikhlas, dan mu’awwidzatain (surah Al-Aalaq dan An-Nas). ”Ubay ibn ka’ab menambahkan, ”Andaikata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengajarkan hal itu kepada kita, niscaya binasalah kita. Maka, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, yang telah mengutus Rasul-Nya sebagai rahmat bagi sekalian alam.

    JIKA MELARANG MENGAMALKAN WIRID RUQYAH SAMA SAJA MELARANG SUNNAH-SUNNAH RASULULLAH !! SANGAT LANCANG FATWA KEHIDUPAN INI HENDAK MEMATIKAN SUNNAH !

BANTAHAN KEDUA :

krn ayat2 yg dipakai utk ruqyah itu sifat waridnya adalah warid tukang pukul yg keras……..

Warid2 itu dipergunakan utk mengusir jin…… Namun sayangnya kalau tdk bisa menjaga hati akan dikendalikan warid yg menjadi khodam, lalu berperangai keras dan suka ngaco…….
JAWAB:

ayat ruqyah dalilny jelas, tidak ada dalilnya membaca wirid ruqyah membuat perangai menjadi keras, sebab Rasulullah tidak ada mengingatkan bahaya mengamalkan ayat ruqyah bahkan Rasulullah tidak pernah memberitahukan adanya khodam yang berperangai keras.

Dalam terapi ruqyah syar’iyyah tidak perlu khodam sebab dalilnya jelas dalam QS.Jin ayat 6. Sudah jelas Fatwa Kehidupan ini tidak tahu-apa-apa tentang syari’at islam tapi malah menyesatkan umat islam dengan fatwa bathilnya