Sebagian kaum muslimin menggunakan rujukan buku “Dialog dengan Jin Muslim” ketika berbicara tentang tipuan jin dan semacamnya. Tujuan mereka bagus, namun perlu diingat bahwa jin bukanlah sumber informasi yang bisa dipercaya. Manusia yang dhahir, terlihat sekalipun mampu berbohong. Apalagi jin yang jelas-jelas ghaib, tidak bisa kita indera.

Cover buku Dialog dengan Jin Muslim, Isa Dawud.
Cover buku Dialog dengan Jin Muslim, Isa Dawud.

David Copperfield dalam Dialog dengan Jin Muslim

Buku ini memasukkan fitnah terhadap salah satu pesulap terbesar di dunia, David Copperfield, dengan menyatakannya telah bekerja sama dengan jin kafir dan menyebutnya sebagai tukang sihir. Sebagaimana bisa Anda baca pada bagian berikut. Di sana juga dikatakan bahwa David melayang dengan diangkat oleh ribuan jin. Benarkah?

+ “Dalam konteks ini, saudaraku, suatu kali Aku pernah melihat seorang tukang sihir Amerika bernama David Copperfield di suatu acara televisi, dan dia bisa melakukan begini dan begitu.”

Seakan-akan mengerti apa yang saya maksudkan, Jin-Muslim sahabat saya itu kemudian menunjuk ke pesawat televisi di rumah saya, lalu berkata, “Apakah pemuda ini yang engkau lihat di pesawat televisimu, dan bahwa dia bisa bebas dari berbagai trik, dan dapat melayang di udara?”

+ “Ya, ya, dialah orangnya,” jawab saya.

– “Orang ini sangat dikenal di kalangan para jin. Dia mempunyai perjanjian dengan salah seorang ‘lfrit. ‘Ifrit mempunyai pasukan yang ribuan jumlahnya, di samping lima yang kuat-kuat seperti yang telah kusebutkan terdahulu.”

+ “Sepertinya, sekarang menjadi enam, di samping ratusan ribu pasukannya itu…,” sambung saya.

− “Ya, mereka yang mengangkat Copperfield. Agar dia bisa melayang sedikit di udara, dibutuhkan ribuan jin untuk mengangkatnya. Sedangkan gadis yang dipotongnya dalam peti itu, adalah jin perempuan yang menampakkan diri dalam wujud seorang gadis manusia. Dia menghilang, kemudian memperlihatkan dirinya kembali tanpa luka sedikit pun.”

Sumber: Dialog dengan Jin Muslim, penulis Isa Dawud, halaman 148.

Dialog dengan Jin Muslim, Isa Dawud, membahas David Copperfield.
Dialog dengan Jin Muslim, Isa Dawud, membahas David Copperfield.
Dialog dengan Jin Muslim, Isa Dawud, membahas David Copperfield.
Dialog dengan Jin Muslim, Isa Dawud, membahas David Copperfield.

Bantahan

Teknik terbang David Copperfield dibuat oleh John Gaughan dan sudah dipatenkan dengan nomor U.S. Patent 5.354.238, tertanggal 11 Oktober 1994. Ini tertera lengkap di Wikipedia. Baca langsung isi dokumen paten teknik terbang ini yang juga ditampilkan dalam majalah online Make Digital. Disebutkan bahwa Copperfield menggunakan beberapa kawat tipis dengan dimeter ¼ mm yang masing-masing sanggup menahan beban 10 kg. Rangkaian kawat ini dipasang di pinggang, dekat titik kesetimbangan massa manusia, tertutupi oleh bajunya. Kawat-kawat tadi disambungkan ke sebuah mesin dikontrol komputer yang akan menjaga ketegangan setiap kawat dan menjaganya tetap tegak lurus pada penonton sehingga tidak terlihat.

Desain peralatan terbang  David Copperfield.
Desain peralatan terbang David Copperfield.

Bantahan Video

Berikut adalah video asli adegan terbang David Copperfield.

Dan ini adalah bantahan yang menjelaskan secara detail proses terbang David Copperfield. Penjelasannya tidak sama persis dengan teknik Copperfield, misalnya di sini menyebutkan cukup menggunakan dua kawat, bukan banyak kawat.

Bahaya Dialog dengan Jin

Ust Irfan Ramadhan sempat menyatakan ketidaksetujuannya pada penulis terhadap buku Dialog dengan Jin Muslim. Dalam bukunya yang berjudul Menyingkap Jin dan Dukun “Hitam Putih” Indonesia, halaman 80, beliau menyebutkan ada lima kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh aktivitas dialog dengan jin dalam fenomena kerasukan.

Pertama, bisa dimanipulasi menjadi sandiwara orang mengaku sakit sebagai jalan keluar dari permasalahannya.

Kedua, berpotensi membesar-besarkan dunia jin dengan pemahaman yang keluar dari rel Islam sehingga menimbulkan kecemasan dan ketakutan yang berlebihan.

Ketiga, memicu fitnah dan permusuhan. Misalnya, ketika ada pengakuan tentang sihir yang berasal dari pihak tertentu atau tuduhan sihir pada seseorang seperti yang terjadi pada seorang pesulap.

Keempat, berpotensi menguatkan godaan jin, menumbuhkan penyakit ujub atau riya pada diri sang peruqyah.

Kelima, berpotensi membuat jin bertahan lebih lama dalam tubuh pasien yang dirasuki dengan memancing perdebatan atau dialog yang akan melalaikan peruqyah dari tugasnya, yaitu mengusir si jin.

Kesimpulan

Kami menghimbau para peruqyah untuk tidak menggunakan rujukan dari buku Dialog dengan Jin Muslim. Artikel ini telah menunjukkan satu cacat dari pernyataan jin yang dijadikan sumber dialog tersebut. Tidak menutup kemungkinan lain jika ada lagi kebohongan berikutnya. Apalagi, jika itu menyangkut perkara-perkara ghaib. Ketahuilah bahwa karakter asal syaithan adalah pendusta.

Wallahu a’lam.